Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Bicara Berdua



Seperti yang di katakan Theo sebelumnya, Tuan Martin memang sedang berusaha untuk menerobos masuk hanya untuk bertemu dengan Levi. Apalagi mengingat Kakek Roman sedang sangat sulit di hubungi, sehingga jalan satu-satunya adalah dengan bicara langsung pada Levi.


“Tuan Zaen, tolong berhenti! Saya perlu bicara berdua dengan anda!” teriak Tuan Martin yang berusaha untuk mendekati Levi, ketika melihat Levi baru saja berjalan melewatinya.


Namun, kerasnya teriakan itu tetap saja di abaikan oleh Levi seolah dia sama sekali tak mendengarnya. Karena merasa dia abaikan, Tuan Martin pun mencoba untuk mengancam Levi dengan menggunakan kejadian yang menimpa putrinya.


“Berhenti, jika kau tidak ingin semua orang tahu tentang perbuatanmu kepadaku putriku!” teriak Tuan Martin lagi yang berhasil membuat Levi menoleh ke arahnya.


Levi pun berniat untuk menghadapi langsung kelakuan Tuan Martin yang semakin mengusiknya itu, tetapi Theo datang tepat waktu dan langsung menyuruh Levi untuk melanjutkan perjalanannya saja. Berkat pengorbanan Theo, Levi pun tidak jadi meluapkan amarahnya pada Tuan Martin dan memilih untuk melanjutkan tujuan awalnya pergi.


“Tuan muda, tenanglah! Silahkan anda melanjutkan saja perjalanan anda. Seperti perkataan anda sebelumnya, biarkan saya yang membereskan masalah ini dnegan Tuan Martin,” ujar Theo yang datang dengan terburu-buru.


“Hay, apa yang kau bicarakan! Aku ingin bicara langsung empat mata dengannya!” seru Tuan Martin yang tidak terima.


“Jangan dengarkan dia, Tuan muda! Saya yang akan mengurus di sini,” ujar Theo sembari mendorong Levi untuk segera masuk ke dalam mobilnya.


“Kau membuat keputusan yang bagus, Theo! Kalau tidak mungkin orang itu akan di temukan dalam keadaan tak bernyawa,” puji Levi yang kembali menunjukan senyumannya pada sikap Theo.


“Terima kasih atas pujiannya, Tuan muda! Semoga perjalanan anda nyaman dan menyenangkan,” ucap Theo sembari membungkuk memberi hormat.


“Silahkan anda ikuti saya,” ujar Theo pada Tuan Martin.


Tak lama kemudian, mobil itu pun mulai melesat pergi meninggalkan perusahaan ZD Group. Theo juga langsung mengurus tentang masalah yang berhubungan dengan Tuan Martin, meskipun akhirnya membuatnya sakit kepala karena permintaannya yang sangat tidak masuk akal.


...****************...


Sementara itu, mobil yang Levi naiki sudah hampir sampai di villa keluarga Xavir yang ada di negara K. Awalnya kedatangan Levi langsung di tolak mentah-mentah oleh Rayden, tapi setelah Levi mengatakan bahwa dia tahu siapa orang-orang yang sedang mengejar Lucia. Rayden pun akhirnya mengijinkan Levi untuk bertemu dengannya.


“Maaf, anda tidak boleh memasuki villa! Ini perintah dari Tuan muda,” ujar salah satu pengawal yang berjaga di depan pintu masuk.


“Beritahu Tuan muda bahwa aku datang, karena aku tahu siapa orang-orang yang sedang mengincar Nona Lucia,” jelas Levi yang tidak akan kembali sebelum bertemu dengan Rayden.


“Baik, akan saya sampaikan! Silahkan anda tetap menunggu di sini,” balas sang pengawal itu yang langsung berlari masuk untuk menyampaikan pesannya.


Tak lama kemudian, pengawal itu kembali dan langsung mengijinkan Levi untuk masuk ke dalam Villa. Dengan di temani oleh pengawal itu, Levi di bawa ke sebuah ruangan yang ternyata itu adalah ruang khusus Rayden yang biasa dia gunakan untuk menghindari semua orang terutama Zhia.


“Silahkan masuk, Tuan muda sudah menunggu anda didalam!” ujar sang pengawal yang mempersilahkan Levi untuk masuk, sementara dia akan berjaga tepat di depan pintu.


Levi pun perlahan mulai membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam. Sesaat Levi teringat dengan masa lalu, dimana dia akan melihat sosok serius Rayden yang tengah duduk menunggu kedatangannya setiap dia akan memberikan laporan. Hingga suara Rayden menyadarkannya.


“Kenapa kau diam saja? Kau sedang tidak membohongiku hanya karena ingin membahas mengenai Lucia, bukan?” tanya Rayden dengan nada dan tatapan dinginnya.


“Tidak sama sekali, Tuan muda! Seperti yang saya katakan pada pengawal anda, saya datang untuk memberikan informasi terkait dengan identitas orang-orang yang sedang mengejar Nona kecil,” jelas Levi sembari menyerahkan sebuah map yang berisikan informasi yang dia dapatkan dari Axlyn.


Rayden pun meraih map tersebut dan mulai membacanya secara seksama dan membiarkan Levi tetap berdiri di depannya. Meskipun hanya membaca sekilas, Rayden sudah dapat menyimpulkan bahwa klan yang bernama WhiteWolf itu cukup berbahaya jika dia membiarkannya tetap berkeliaran.


“Tentu saja, ini demi keamanan Nona kecil! Akan tetapi, informasi ini saya dapatkan ketika anak buah saya sedang berusaha mencari tahu keberadaan Nona kecil malam itu. Karena begitu mereka mendapat panggilan dari Tuan kecil, mereka langsung melakukan sesuai perintah. Tidak seperti yang anda katakana sebelumnya,” jelas Levi yang tidak ingin Rayden lebih salah paham lagi tentang dirinya.


“Duduklah,” perintah Rayden tanpa ekspresi.


“Baik, Tuan muda!” sahut Levi yang langsung duduk tepat berhadapan dengan Rayden.


Setelah Levi duduk, cukup lama Rayden terdiam. Sehingga suasana hening menyelimuti ruangan itu untuk beberapa saat. Keringat dingin mulai mengucur di sekujur tubuh Levi, ketika Rayden terus menatapnya lekat tanpa berkata apapun.


“Tuan muda, saya tahu bahwa sekarang anda masih sangat marah atas kejadian malam itu! Tapi bisakah anda tidak menatap saya sampai seperti itu,” ujar Levi yang tidak dapat menahan perasaan tidak nyamannya lebih lama lagi dari ini.


“Kenapa aku tidak boleh melakukan itu, bahkan saat kau tahu aku sedang marah besar padamu?” tanya Rayden yang masih dengan tatapan mengintimidasi.


“Lebih baik anda langsung membunuh saya saja dari pada harus membuat saya sesak napas dan tidak nyaman dengan tatapan anda itu,” jawab Levi dengan berani.


“Haahh, … Dari sekian banyaknya pria di dunia ini kenapa harus kau, Levi!” Rayden menghela napas Panjang, tapi perkataannya selanjutnya membuat Levi menjadi bingung ssendiri.


“Maafkan saya, Tuan muda!” ucap Levi yang hanya bisa meminta maaf.


“Di satu sisi, Lucia adalah putriku satu-satunya yang sangat aku sayangi bahkan lebih dari diriku sendiri. Dan di sisi lain, itu adalah kau! Anak yang sudah aku besarkan sendiri dengan tanganku sendiri, orang kepercayaanku dan sudah aku anggap sebagai bagian dari keluargaku sendiri,” ujar Rayden yang tampak sedih saat mengatakannya, Levi pun menjadi terdiam sembari mendengarkan apa yang akan di katakana Rayden selanjutnya.


“Aku tahu pasti, kau pasti akan bertanggung jawab atas perbuatanmu pada putriku. Bahkan jika aku menyuruhmu untuk mati saat ini juga, kau pasti akan melakukannya tanpa ragu atau pun mempertanyakan alasannya,” ujar Rayden lagi.


“Levi, apa yang harus aku lakukan terhadapmu dan Lucia?” ujar Rayden yang kali ini terlihat sangat putus asa.


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...