Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Saatnya Penaklukan



“Aku yang peduli,” sahut Lucia.


Namun, semua sudah terlambat. Levi telah mengunci pintu kamar itu dengan rapat, kemudian membaringkan Lucia di atas ranjang yang tersedia di sana. Perlahan Levi mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Lucia.


Dia mulai mengecup kening Lucia dengan lembut, lalu turun mengecup hidung dan kedua pipinya. Hingga tersisa bibir merah merona layaknya buah cherry yang baru matang di pohonnya.


“Apa kau tahu berapa kali aku membayangkan hal ini akan datang dalam hidupku?” tanya Levi yang berusaha menahan untuk tidak melahap bibir Lucia saat itu juga.


“Sepertinya lebih dari ratusan kali, mengingat kau sudah jatuh cinta padaku sejak aku masih kecil.”


Jawaban dari Lucia membuat senyuman di bibir Levi langsung merekah. Meskipun dia malu mengakuinya, tapi memang benar bahwa dirinya sudah jatuh cinta pada Lucia sejak dia masih anak-anak. Bahkan sering kali dia tidak berani memimpikan Lucia sebagai pendamping sisa hidupnya seperti sekarang.


“Kau benar, tapi lebih tepatnya aku telah membayangkan hal ini ribuan kali sejak aku menyadari perasaanku padamu adalah sebuah cinta,” ujar Levi seraya membelai lembut rambut panjang Lucia.


“Sekarang bayangan itu telah menjadi kenyataan. Lalu, apa yang kau ingin lakukan padaku?” tanya Lucia seakan menantang sejauh mana keberanian Levi untuk menyentuhnya.


“Mulai sekarang rambut yang indah ini adalah milikku,” ujar Levi sambil mencium rambut panjang Lucia yang terurai.


“Kening ini sekarang juga telah menjadi milikku satu-satunya.” Levi kembali mengecup kening Lucia.


“Mata cantik yang menggoda ini hanya milikku.” Dia juga mengecup mata Lucia secara bergantian.


“Hidungmu, pipimu yang merona bagaikan bunga sakura mulai sekarang hanya akan menjadi milik dari Zaen Der Levi seorang.” Tidak ketinggalan Levi juga mengecup hidung dan kedua pipi Lucia dengan penuh cinta.


“Jari jemari yang indah ini hanya akan melingkar satu cincin di jari manisnya yaitu cincin pernikahan yang aku berikan padamu. Jagalah cincin ini dengan baik Lucia, begitu pun juga denganku!” ujar Levi seraya mengecup tangan Lucia.


“Kau begitu pintar dalam merayu wanita, apakah kau pernah mengatakan semua itu pada wanita sebelum diriku?” tanya Lucia yang menggoda Levi dengan sedikit membuka masa lalunya.


“TIDAK!! Satu kali pun aku tidak pernah mengatakan hal itu. Apakah kau merasa jijik dengan masa laluku atau dengan diriku?” seru Levi yang menganggap perkataan Lucia dengan sangat serius.


Bahkan Levi pun langsung menjauhi tubuh Lucia, sebab menganggap dirinya sendiri sangat menjijikan. Melihat ekspresi suaminya, Lucia pun langsung merasa bersalah padahal dia hanya ingin menggoda Levi sedikit saja. namun, siapa sangka Levi menganggapnya dengan serius.


Lucia segera meraih tangannya, ketika Levi berniat untuk meninggalkannya seorang diri di dalam kamar. Kemudian, Lucia menarik tangan Levi hingga membuat jarak di antara mereka begitu dekat.


Saat itu juga Lucia langsung mencium bibir Levi secara perlahan, tapi perlahan juga berubah menjadi *******. Awalnya Levi terkejut dan hanya diam menerima ciuman dari Lucia. Tapi lama kelamaan Levi membalas ciuman itu dnegan penuh gairah.


“Aku sangat mencintaimu, hingga aku sanggup untuk menerima seberapa buruk masa lalumu dulu. Aku mencintaimu bukan karena kau Kak Levi yang dulu maupun kau adalah Kak Levi yang sekarang. Yang aku cintai, yang sekarang telah menjadi suamiku dan kelak menjadi ayah dari anak-anakku adalah Kak Levi. Hanya Kak Levi, bukan yang dulu ataupun yang sekarang tapi Kak Levi yang Lucia kenal!”


Dirasa sudah hampir kehabisan napas, Lucia pun melepaskan ciuman itu. Lalu berkata, “Maaf, aku tidak bermaksud mengungkit masa lalumu. Aku hanya ingin sedikit menggodamu saja.”


Lucia lalu menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang nantinya akan terus berlanjut dan menimbulkan masalah dalam rumah tangga mereka. Mendengar penjelasan Lucia membuat rasa cintanya semakin bertambah, bahkan Levi sendiri tidak bisa mengendalikannya lagi.


“Aku sungguh sangat mencintaimu, Lucia!” ucap Levi yang kembali menyantap bibir manis Lucia.


Ciuman itu semakin memanas, perlahan tangan Levi pun mulai menanggalkan satu persatu pakaian yang yang Lucia kenakan. Begitu juga dengan Lucia yang membantu Levi membuka kancing kemejanya tanpa melepaskan ciuman mereka.


Ketika Levi hampir membuat tubuhnya tanpa sehelai benang pun, Lucia langsung menghentikannya saat dia melihat jendela kamat tersebut yang terbuat dari kaca.


“Tunggu sebentar! Bisakah kau menutup jendelanya dengan gorden itu,” pinta Lucia dengan wajah memerah karena sangat malu.


“Tentu, karena aku juga tidak mau milikku di lihat oleh orang lain,” ujar Levi yang langsung menutup rapat kaca jendela itu dengan gorden.


Kemudian, Levi pun segera kembali memeluk Lucia. Mengecup setiap inci tubuhnya tanpa menyisakan sedikitpun, bahkan belum puas sampai di situ saja. Levi bahkan meninggalkan jejak kepemilikannya di beberapa bagian tubuh Lucia. Kemudian, ritual membuat anak pun dimulai sampai keduanya kelelahan dan tertidur bersama.


...~Maaf ‘yah Author mau cari aman saja! Lagian para Bapak dan Emak yang sudah menikah pasti sudah tahu bagaimana ritual membuat anak itu berjalan. Bagi yang belum menikah tolong bersabar ini ujian yang levelnya jauh lebih tinggi dari ujian nasional. Jangan belajar ataupun coba-coba, nanti juga tahu sendiri jika waktunya sudah tiba. Cukup tahu saja sekian dan Terima kasih atas pengertian masing-masing~...


Kita beralih saja pada pasangan Levi dan Lucia KW. Hehehee, … Maksudnya kita beralih saja membahas Luca dan Axlyn yang sedang menyamar sebagai Levi dan Lucia untuk menjebak Luke. Setelah melakukan penerbangan yang cukup panjang dan dalam suasana yang cukup tidak menyenangkan, akhirnya mereka tiba juga di Paris.


Will, Rayga beserta pasukan mereka ternyata sudah menunggu mangsa memakan umpan yang telah mereka lemparkan. Dan benar saja, begitu Luca dan Axlyn keluar dari bandara ada beberapa orang yang menyamar sebagai guide tour yang telah di pekerjakan oleh Luca. Padahal Luca sendiri saat itu tengah menyamar sebagai Levi dan Axlyn sebagai Lucia.


“Bienvenue à Paris, Mr Levi et Mrs Lucia! Bienvenue dans cette ville de l'amour."(Selamat di kota Paris, Tuan Levi dan Nyonya Lucia! Selamat datang di kota cinta ini),” sapa salah seorang yang penampilannya mirip dengan orang Paris asli dengan menggunakan bahasa mereka tentunya.


“Qui êtes-vous les gars? (Kalian siapa?)” tanya Luca dengan menggunakan bahasa yang sama yaitu bahasa Prancis.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...