Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Perpisahan AxLu



“Nona, ijinkan saya memeriksa keadaan Tuan Luke terlebih dahulu,” pinta sang dokter yang harus memeriksa begitu pasiennya sadar.


“Periksa Kakak-ku sebaik mungkin,” ujar Leona sembari memberikan ruang untuk sang dokter memeriksa keadaan Luke.


Sang dokter pun memeriksa pergerakan tubuh dan refleks, respons terhadap rasa sakit, dan ukuran pupil pasien. Memeriksa pola bernapas dari pasien untuk membantu mendiagnosis penyebab terjadinya koma. Memeriksa kulit pasien untuk mencari adanya tanda atau gejala seperti memar akibat trauma.


Berbicara dengan lantang atau memberi tekanan pada sisi-sisi tempat tidur untuk memastikan adanya reaksi seperti suara atau gerakan mata. Memastikan pergerakan mata untuk menentukan penyebab dari kondisi ini dan lokasi otak yang mengalami kerusakan. Memasukkan cairan dingin atau panas ke dalam saluran telinga untuk melihat adanya reaksi dari mata pasien.


Alhasil, Luke bisa merespon semua pemeriksaan itu dengan baik. Terlihat dari raut wajah sang dokter yang terlihat lega. Kaendra dan Leona pun akhirnya juga bisa merasa lega, karena Luke sudah kembali sadar.


“Untuk pemeriksaan fisiknya hasilnya sangat baik, tapi kami harus melakukan beberapa tes yang lainnya untuk memastikan tidak ada komplikasi lain di dalam tubuh Tuan Luke. Seperti Tes laboratorium,” ujar Sang dokter.


“Pada tes yang satu ini, kami biasanya akan meminta izin Anda untuk mengambil sampel darah dari pasien untuk memeriksa beberapa hal, seperti Jumlah darah. Fungsi glukosa, tiroid, ginjal, dan liver dalam tubuh pasien. Tanda atau gejala keracunan karbon monoksida. Overdosis akibat penggunaan obat-obatan atau alkohol secara berlebih.” Sang dokter kembali menjelaskan.


“Lakukanlah semua yang terbaik untuk kesembuhan Kakak-ku, Dok! Aku akan mempercayakannya padamu,” ujar Leona yang ingin Luke segera pulih agar mereka bisa secepatnya membalas kekalahan mereka sebelumnya.


“Baik, Nona! Kami akan melakukan yang terbaik,” sahut sang dokter.


Setelah itu, Kaendra dan Leona pun memutuskan untuk memindahkan Luke ke rumah sakit untuk mendapatkan beberapa pemeriksaan lebih lanjut. Seperti Scan otak yang biasanya, untuk memastikan lokasi terjadinya kerusakan pada otak, dokter akan melakukan tes yang melibatkan pengambilan gambar otak dengan cara scanning.


Beberapa tes yang bisa dilakukan termasuk: CT Scan, tes pengambilan gambar ini dilakukan dengan bantuan berbagai sinar X-ray untuk menghasilkan gambar yang jelas dan mendetil mengenai bagian dalam otak pasien. CT Scan mampu menunjukkan adanya perdarahan di dalam otak, tumor, stroke, dan berbagai kondisi lainnya. Biasanya, tes ini dapat membantu menunjukkan penyebab dari koma.


Magnetic resonance imaging (MRI), tidak berbeda jauh dengan CT Scan, MRI juga berfungsi untuk melihat lebih jelas bagian dalam otak pasien menggunakan gelombang radio dan magnet. MRI bisa menunjukkan gambar yang lebih jelas dari dalam otak. MRI bisa mendeteksi adanya kerusakan jaringan otak akibat stroke iskemik, perdarahan pada otak, dan berbagai masalah kesehatan otak lainnya. Namun, MRI paling efektif untuk mempelajari struktur batang otak dan struktur otak yang lebih dalam lainnya.


Elektroensefalografi (EEG), pada pelaksanaannya EGG digunakan dengan cara menempelkan elektroda-elektroda kecil yang ditempelkan di kulit kepala. Alat ini kemudian akan mengukur aktivitas listrik yang terjadi di dalam otak. Dokter akan mengirimkan arus listrik dengan tingkatan rendah melalui elektroda untuk merekam dorongan listrik pada otak. Dengan melakukan tes ini, dokter bisa menentukan apakah kejang merupakan penyebab dari koma yang dialami pasien.


Setelah banyaknya pemeriksaan yang di jalani Luke setelah berhasil sadar setelah mengalami koma beberapa hari. Akhirnya dokter bisa menyimpulkan bahwa Luke sekarang dinyatakan sudah baik-baik saja dan hanya membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka di tusukan di perutnya.


...****************...


Hari kini pun berganti, tepat pukul 8 pagi Lucadan Axlyn akhirnya tiba di negara K dengan selamat. Begitu keluar dari bandara, Jack ternyata sudah menunggu kedatangan Axlyn dan Luca. Melihat Axlyn yang duduk di kursi roda, raut wajah Jack pun seketika merasa sangat khawatir.


“Apa yang terjadi padamu, Axlyn?” tanya Jack sembari memeriksa keadaan sahabat baiknya itu.


“Tidak apa-apa! Aku hanya tidak sengaja mendapatkan beberapa luka saat bertarung di sana,” jawab Axlyn yang harus berbohong, karena tidak ingin membuat Jack khawatir dengan keadaannya.


“Tuan Luca, terima kasih sudah mau merawat dan menjaga Axlyn selama di sana! Mulai sekarang biar saya saja yang menjaga dan merawatnya,” ucap Jack seraya membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Luca sebagai tanda terima kasihnya.


“Kau tidak perlu berterima kasih, sebab dia terluka karena melindungiku. Jadi, sudah seharusnya aku menjaga dan merawatnya sampai sembuh,” ujar Luca yang entah kenapa merasa kesal dengan kedekatan Jack dan Axlyn.


“Kau tidak perlu melakukan itu! Lebih baik kau kembali saja ke negaramu sekarang. Aku dengar keluargamu sudah kembali beberapa hari yang lalu,” tukas Axlyn seolah ingin mengusir Luca agar menjauh darinya.


“Aku akan tinggal di sini beberapa hari lagi untuk merawat dan menjagamu,” ujar Luca yang tak memperdulikan perkataan Axlyn yang terkesan ingin mengusir dirinya.


“Benar, Jack saja sudah cukup untuk menjaga dan merawatku!” Axlyn membenarkan seolah tidak menyisakan ruang untuk Luca agar tetap bisa menjaganya maupun merawatnya.


“Kalian berdua mengusirku sekarang?” tanya Luca dengan kesalnya.


“Tuan Felix berpesan padaku, dia memintaku untuk menyampaikan bahwa anda harus segera kembali ke negara A begitu selesai mengantarkan Axlyn padaku. Jadi, sebaiknya anda memang kembali ke negara anda seperti yang di perintahkan,” ujar Jack yang dengan sengaja menggunakan nama Felix untuk membuat Luca menyerah.


“Sial, katakan saja kalau kalian tidak ingin di ganggu olehku,” umpat Luca dengan kesal.


“Beritahu aku setiap kali kau memeriksakan lukamu itu. Aku akan segera datang menemuimu, kalau lukamu itu semakin bertambah parah,” pinta Luca yang secara tidak langsung meminta Axlyn untuk terus menghubungi dirinya.


“Tidak perlu! Jack sudah cukup untuk membantu merawat luka ini,” sahut Axlyn yang secara tidak langsung menolak permintaan Luca.


Jack pun langsung mengambil alih Axlyn seraya berkata, “Semoga perjalanan anda terasa menyenangkan. Dan semoga anda bisa tiba dengan aman dan selamat sampai di tujuan.”


Luca tidak menghiraukan perkataan Jack sama sekali, tapi tatapan mata tidak lepas dari Axlyn. Sebenarnya Axlyn sangat menyadari arti tatapan itu, tetapi dia malah memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menghindari mata Luca.


“Aku akan pergi sekarang,” ujar Luca yang di tujukan untuk Axlyn.


“Hmmm, …” Axlyn hanya menyahutinya dengan dehaman.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...