Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Badai yang sesungguhnya!



Setibanya di kediaman Zaender, Theo langsung menuju ke ruang tamu dimana Kakek Roman sudah menunggu kedatangannya sedari tadi. Sudah pasti Kakek Roman sudah mendengar keributan yang terjadi di hotel, terlebih karena beliau masih pemilik hotel tersebut.


“Selamat malam, Tuan besar!” sapa Theo sembari membungkuk memberi hormat, karena tidak tahu harus memulai laporannya dari mana.


“Dimana Tuan mudamu berada sekarang?” tanya Kakek Roman dengan ekspresi wajah yang sulit di tebak oleh siapapun.


“Tu-tuan muda berada di kamar hotelnya sekarang, Tuan besar! Maafkan saya, Tuan besar! Karena saya tidak bisa menjalankan tugas dari anda dengan baik,” ucap Theo yang langsung bersujud di hadapan kakek Roman.


“Aku sudah mendengar semua yang terjadi di sana! Jadi, aku tidak menyalahkanmu. Kau dan wanita itu masih beruntung, karena Zaen membiarkan kalian hidup sampai sekarang!” ujar Kakek Roman yang merasa sedikit lega melihat Theo kembali dnegan selamat.


Setelah apa yang dia rencana pada Levi sudah mencapai setengah jalan yaitu Levi berhasil meminum obat yang sengaja dia siapkan. Terlebih lagi mengingat karakter Levi yang bisa kapan saja berubah menjadi bocah psikopat dan dewa kematian, jika ada yang berani mengusik hidupnya.


“Benar, Tuan besar! Tuan muda sangat sangat sangat menakutkan ketika dia marah, bahakan kepada seorang wanita saja dia hampir membunuhnya. Apalagi kalau kepada saya.”


Akhirnya Theo ikutan curhat dengan apa yang dia rasakan, bahkan sampai sekarang dia masih saja ketakutan ketika mengingat saat Levi hampir merobek leher mulus Stevanny dengan pecahan kaca.


“Kau dari rumah sakit, bukan? Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Kakek Roman yang seperti mengalihkan topik pembicaraan.


“Iya, Tuan besar! Saya benar-benar merasa sangat lega ketika dokter mengatakan bahwa lukanya tidak terlalu dalam dan hanya tergores sedikit saja. Tapi selain itu dokter juga mengatakan bahwa mungkin yang parah adalah luka secara mentalnya. Sudah pasti Nona Stevanny trauma mengalami kejadian mengerikan seperti itu di saat kencan butanya,” jelas Theo dengan penuh semangat saat bergosip.


“Tuan, sepertinya kali ini anda sudah keterlaluan!” ujar Bastian yang akhirnya ikut bicara setelah cukup lama dia hanya diam mendengarkan percakapan Kakek Roman dan Theo.


Tapi Kakek Roman tidak terlalu memperdulikan perkataan Bastian. Dia malah kembali bertanya, “Apakah Zaen benar-benar meminum wine yang sudah di sediakan saat itu?”


“Iya, Tuan besar! Tuan muda malah langsung menghabiskannya dalam sekali teguk,” jawab Theo dengan raut wajah polosnya yang penuh kejujuran.


“Tuan, haruskah kita mengirim seorang dokter ke sana?” tanya Bastian yang kembali menyela pembicaraan.


“Tidak! Biarkan saja, dia pasti akan menghubungi Axly untuk membantunya. Kirim saja seseorang untuk mengawasi di sekitar kamarnya dan selalu laporkan padaku,” perintah Kakek Roman yang sudah hafal dengan kelakuan cucunya itu.


“Baik, Tuan! Saya akan segera mengirimkan orang itu,” sahut Bastian yang langsung menghubungi seseorang.


“Dan kau boleh pergi sekarang, Theor!” ujar Kakek Roman.


“Kalau begitu saya pamit undur diri, Tuan besar!” pamit Theo sembari beranjak dari tempat duduknya.


...****************...


Setelah itu, Theo pun meninggalkan kediaman Zaender dan kembali ke rumahnya untuk beristirahat. Disisi lain, keluarga Xavier kini sudah berada di dalam pesawat pribadi mereka yang tengah menuju ke negara K. Malam itu tidak ada satu orang pun yang bisa tidur, karena mengkhawatirkan keadaan Lucia.


“Regis, bantu Kakak untuk mengembalikan isi video ini!” perintah Luca sembari memberikan sebuah flashdisk pada Regis yang duduk di sebelahnya.


“Baik, Kak!”


Regis pun segera menerimanya, setelah itu dia langsung membuka laptop yang sudah tersedia didepannya. Sementera Ryuga dan Rayga tengah sibuk menenangkan Zhia dan Julia, Rayden dan Noland juga tengah membantu Luca memulihkan rekaman yang di kirimkan.


Hingga tanpa terasa waktu terus berlalu. Saat itu, semua hampir putus asa dengan keadaan Lucia yang masih belum di ketahui keberadaannya. Hingga tiga puluh menit sebelum pendaratan, Luca akhirnya berhasil mengetahui keberadaan Lucia berkat bantuan dari yang lainnya.


“AKU MENEMUKANNYA!” seru Luca tiba-tiba dengan penuh semangat.


“Aku akhirnya menemukan keberadaan Lucia!” lanjutnya lagi memperjelas maksud perkataannya.


“Dimana? Dimana lokasinya?” tanya Rayden yang langsung mendekat untuk memastikannya secara langsung.


“Dia masih berada di dalam hotel itu! Dia masuk ke dalam sebuah kamar dan berhasil lolos dari kejaran orang-orang itu,” jelas Luca yang sembari menunjukkan video yang berhasil dia pulihkan dengan susah payah.


“Untuk itu Luca tidak tahu, Mah! Kita berdoa saja kalau Lucia baik-baik saja,” jawab Luca yang memang tidak mengetahui kondisi adik perempuannya.


“Luca, cari tahu apakah Lucia masih berada di dalam kamar itu atau tidak?” perintah Noland.


“Untuk itu, Luca harus meretas system keamanan hotel itu terlebih dahulu. Dan itu membutuhkan koneksi internet, sedangkan kita sekarang masih berada didalam pesawat. Jadi, Luca tidak bisa melakukannya sekarang,” jelas Luca.


“Sekitar 30 menit lagi pesawat ini akan mendarat!” seru Ryuga yang sudah memastikannya kepada pilot pesawat sebelum mengatakan itu.


“Bagus, aku bisa melakukan peretasan sambil menuju ke hotel tersebut,” sahut Luca.


“Bagaimana dengan Levi? Bukankah Levi pemilik hotel itu? Kenapa dia tidak membantu Lucia, padahal kita sudah memberitahunya?” Tiba-tiba Zhia bertanya tentang Levi.


“Kami memang sudah berulang kali menghubunginya, tapi dia tidak menjawabnya sama sekali, Zhi!” Julia yang menjelaskannya.


Sebab semua orang tampak terlihat marah dan sangat kecewa dengan sikap Levi yang seakan tidak mau berhubungan lagi dnegan mereka. Bahkan permintaan bantuan dari Rayden dan Luca, tidak di tanggapi dengan baik oleh anak buahnya. Sehingga mereka terpaksa menyewa jasa orang lain untuk menemukan keberadaan Lucia.


Setelah itu, mereka pun tidak membahas soal Levi lagi. Dan begitu pesawat mendarat waktu sudah menunjukan hampir pagi dan mereka langsung menuju ke ZL Hotel. Luca pun mulai meretas system keamanan hotel tersebut untuk memastikan keberadaan Lucia.


Dengan mudahnya, Luca pun berhasil memastikan bahwa Lucia masih bersembunyi di dalam kamar itu. Kamar dengan nomor yang tidak biasa, yaitu Z-7UC14


...****************...


Begitu sampai di ZL Hotel, mereka pun langsung menuju ke lantai paling atas di mana kamar itu berada tanpa memperdulikan sambutan dari para staff hotel yang berada di sana. Hingga tiba mereka tepat di depan kamar Z-7UC14, Rayden langsung mendobrak pintu kamar tersebut.


Saat pintu terbuka dan mereka memasuki kamar tersebut, ketika itu juga badai yang sesungguhnya datang. Coba tebak, apa yang Rayden dan yang lainnya saksikan begitu memasuki kamat itu. Tepat sekali! Mereka melihat Lucia sedang tidur bersama seorang pria dalam keadaan tak berbusana.


“LUCIA!!”


Seruan Rayden seketika membangunkan Lucia dan pria yang tertidur di sebelahnya. Kemudian, badai semakin membesar begitu mereka mengetahui identitas pria tersebut. Tidak ada satu pun yang menyangka bahwa pria yang sedang tidur di samping Lucia adalah ….


“LEVI!!”


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...