Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Haruskah Dirahasiakan?



Pada akhirnya Lucia memenangkan perdebatan itu, hari pernikahan pun telah di putuskan yaitu kurang lebih satu minggu dari hari itu. Semua orang pun mulai sibuk untuk mempersiapkan semua keperluan untuk pesta pernikahan tersebut. Di sela sibuknya persiapan pernikahan tersebut, ada saja kelakuan Rayden, Noland dan Kakek Roman yang sering berdebat karena perbedaan pendapat.


Sementara disisi lain, Luca di bantu oleh Axlyn dan ketiga adiknya masih menyelidiki tentang klan WhiteWolf. Meskipun Kaendra yang sekarang menjadi target mereka, tapi Axlyn masih bersikeras bahwa masih ada orang lain yang lebih berkuasa di dalam klan tersebut.


“Kau jadi rajin sekali mengunjungi markas ini setelah hari itu?” ujar Axlyn yang selalu saja merasa kesal setiap melihat Luca.


“Bersabarlah, setelah pernikahan adikku di sini aku pasti akan segera kembali ke negaraku sendiri,” sahut Luca yang tak terlalu memperdulikan sikap kasar Axlyn.


“Haaah, … Sepertinya aku harus berhenti menyukai Tuan muda sekarang,” gumam Axlyn, ekspresinya berubah menjadi sedih ketika Luca mulai membahas tentang pernikahan Levi dnegan Lucia.


“Semakin cepat kau menyarah akan perasaanmu itu, maka itu akan semakin lebih bbaik untuk dirimu sendiri! Lagi pula aku juga tidak akan membiarkan siapapun yang ingin merusak kebahagiaan mereka,” ujar Luca memberikan saran kepada Axlyn.


“Cihh, … Adik sama Kakak sama saja sifatnya,” gerutu Axlyn.


“Sekarang berhentilah membahas soal mereka! Apa kau mendapat informasi yang aku minta?” tanya Luca yang mengalihkan topik pembicaraan mereka.


“Sama seperti yang ketiga adikmu dapatkan!” jawab Axlyn yang sudah mentehaui bahwa Luca juga memerintahkan Triple R untuk melaukan penyelidikan secara diam-diam.


“Meskipun begitu, kau jangan sampai terkecoh dengan mereka! Kaendra bukanlah satu-satu yang berkuasa di dalam klan tersebut,” lanjutnya.


“Maksudmu?” desak Luca yang penasaran dengan maksud perkataan Axlyn.


“Ehhmmm, … Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang! Nanti kau juga akan tahu sendiri,” ujar Axlyn.


“Kau sudah mengatakannya, jadi jelaskan saja secara singkat!” tegas Luca yang terus saja mendesak Axlyn mengatakan semua yang dia ketahui.


“Apa kau pernah mendengar tentang 3 Serigala Iblis dari utara?” Bukannya mennjelaskan apa yang Luca minta, Axly malah bertanya tentang topik lain.


“Sepertinya begitu,” sahut Luca yang tidak terlalu memikirkannya.


“WhiteWolf, BlackWolf dan ShadowWolf! Ketiga klan ini berasal dari utara, seperti yang kau tahu klan WhiteWolf saat ini di pimpin oleh Kaendra. Namun, harus kau ingat bahwa katiga klan itu hanya memiliki sati pemimpin yang tidak pernah di ketahui oleh semua orang bahkan anggotanya itu sendiri,” jelas Axlyn yang membuat Luca seketika langsung terdiam.


“Meskipun aku menyerah terhadap cintaku kepada Tuan muda, tapi tidak untuk pria yang mengejar adikmu! Jika sampai dia mengetahui tentang pernikahan ini, pasti akan terjadi sesuatu yang sangat besar dan mengejutkan,” lanjutnya.


“Apa katamu?” Luca sampai tertegun mendengar semua perkataan Axlyn.


“Kaendra hanyalah umpan, melihat betapa rapinya mereka menghilangkan bukti! Ada seseorang yang kuat di belakangannya dan jika adikmu sedang sial, maka orang itu pasti memiliki kedudukan paling tinggi atau dia adalah pemimpin dari ketiga klan yang aku sebutkan tadi,” ujar Axlyn.


“Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?” tanya Luca dengan tatapan mengintimidasi.


“Karena aku baru saja mendapatkan informasi itu. Kau mau lihat?” jawab Axlyn sembari menunjukan isi pesan di ponselnya kepada Luca.


“Sial, kenapa masalah ini semakin dalam di selidiki semakin rumit saja,” umpat Luca yang terlihat frustasi.


“Lebih baik untuk sekarang kita jangan terlibat dengan mereka. Kita focus saja melindungi adikmu dan aku akan focus melindungi Tuan mudaku.” Axlyn menyarankan.


“Jangan pernah kau mengkhianati kami hanya karena cinta sepihakmu itu. Jika sampai kau mengkhianati kami ataupun berniat melukai adikku, maka aku sendiri yang akan mencabut nyawamu itu dengan cara yang paling menyakitkan,” ancam Luca pada Axlyn.


“Hay, aku tidak sebodoh itu! Aku memiliki wajah yang cantic, body seksi ini dan masih banyak pria yang mengantri untuk di lirik olehku, kenapa juga aku harus mengkhianati Tuanku sendiri!” bentak Axlyn yang tidak terima dengan cara Luca menilai tentang dirinya.


“Ouh, … Baguslah kalau kau tidak seperti wanita yang lainnya,” ujar Luca yang merasa sedikit terkejut dengan bentakan dari Axlyn barusan.


“Cihhh, … Kalau sudah selesai menginterogasiku, cepat pergi sana! Bikin emosi jiwa saja,” usir Axlyn pada Luca dengan nada ketusnya.


“Apakah masih belum jelas juga? Haruskah aku menendangmu keluar dengan kakiku ini? Atau melempar meja ini ke arahmu agar kau mengerti bahwa aku sedang mengusirmu sekarang?” cecar Axlyn yang selalu saja emosi jika berhadapan dengan Luca.


“Woah, … Aku tidak percaya ada orang yang berani mengusirku seperti ini,” ujar Luca.


“Lebih baik kau pergi sekarang! Dan sampaikan kepada adikmu untuk tidak menyebarkan tentang pernikahannya, _....”


“Kau pikir adikku mau melakukan itu,” potong Luca.


“Kalau begitu bersiaplah untuk menerima serangan yang bisa kapan pun terjadi, yang pasti aku akan melindungi Tuan mudaku!” ujar Axlyn yang memilih untuk meninggalkan ruangan itu terlebih dahulu.


“Benar, sebaiknya aku membicarakan tentang hal itu pada Papah, Luci dan Levi! Aku tidak bisa membiarkan hal buruk terjadi kepada mereka,” batin Luca yang langsung bergegas pergi menuju ke villa-nya.


...****************...


Begitu sampai di villa, suasana di sana begitu meriah. Tenyata Will, Felix dan Jaydon beserta anak dan istrinya langsung datang begitu mendengar kabar tentang pernikahan Levi dan Lucia dari Regis. Mereka tengah menginterogasi Rayden tentang alasannya mengijinkan mereka berdua untuk menikah.


“Pah, ada yang harus Luca bicarakan dengan Papah sekarang juga!” seru Luca begitu memasuki villa, tanpa dia sadari ada Will dan yang lainnya di sana.


“Ada apa, Kak? Apakah terjadi sesuatu yang serius?” tanya Lucia yang muncul bersamaan dengan Luca.


“Iya, apakah terjadi sesuatu lagi?” tanya Will.


“Lagi?” seru Felix dan Jaydon secara serentak.


“Memang apa yang telah terjadi selama kalian di sini?” Felix memperjelas pertanyaannya.


“Kita bicara di ruang kerjaku saja,” perintah Rayden yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


“Panggil Levi juga untuk segera datang,” imbuhnya.


“Baik, Pah!” sahut Luca.


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...