
“Regis!” Rayden memanggil putra bungsunya.
“Iya, Pah!” sahut Regis yang segera maju ke depan.
“Bagaimana keadaan Kakakmu dan suaminya? Mereka baik-baik saja sampai di kapal yang sudah Papah sediakan, bukan?” Dan hal pertama yang Rayden ingin tahu adalah keadaan putri tercintanya serta menantu andalannya yaitu Lucia dan Levi.
“Tentu, Pah! Kak Luci dan Kak Levi bahkan terlihat sangat bahagia saat kapal mereka mulai berlayar. Lalu Regis juga tetap mengawasi kapal mereka sampai tidak terlihat dari daratan,” jelas Regis melaporkan hasil kerjanya.
“Kerja bagus, Nak!” puji Rayden pada putra bungsunya.
“Hahahaa, … Kau tenang saja, Cano! Begitu mereka kembali pasti akan membawakan seorang cucu untukmu dan cicit untukku,” ujar Noland yang sangat mengharapkan cicit dari Lucia dan Levi.
“Aku hanya berharap mereka bisa kembali dengan aman dan selamat. Kedua hal itu sudah lebih dari cukup untukku. Dan semoga saja mereka menikmati waktu bulan madunya,” ujar Rayden yang terpenting baginya adalah keselamatan putri serta menantunya.
“Kau benar, cucu dan cicit adalah bonus. Yang terpenting mereka berdua bahagia.” Noland lalu membenarkan perkataan Rayden.
“Lalu di antara kalian siapa yang ingin memberikan laporan terlebih dahulu?” tanya Rayden yang dengan mudahnya mengalihkan topik pembicaraan.
“Biar saya dulu, Tuan muda! Karena Felix sedang dalam mas perawatan, maka saya yang akan mewakulinya memberikan laporan atas tugas yang telah kami jalankan,” jawab Jaydon yang langsung maju dan bersiap untuk melapor.
“Baiklah, silahkan katakan!” perintah Rayden.
“Seperti yang sudah anda ketahui bahwa Felix terluka saat dalam pertarungan dan kami juga gagal menangkap maupun membunuh orang yang bernama Leona dan juga Kaendra. Kami sungguh menyesal, karena tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Maka dari itu kami siap mendapatkan hukuman dari anda,” jelas Jaydon yang menyarahkan dirinya atas kegagalan yang timnya lakukan.
“Hay, jangan seperti itu! Aku dan Luca juga gagal menangkap si bajingan Luke itu, bahkan Axlyn juga terluka karena berusaha melindungi Luca saat pertarungan,” ujar Will yang tidak mau mendapat hukuman.
“Axlyn terluka karena melindungi Luca? Memang apa yang terjadi di sana?” tanya Rayden yang penasaran dengan apa yang telah terjadi.
“Aku dan Luca terlibat pertarungan one by one ketika berusaha mengejar Luke dan anak buah kepercayaannya. Namun, siapa sangkan di sela pertarungan si bajingan Luke itu malah menggunakan cara licik untuk menyakiti Luca. Beruntung saat itu Axlyn datang tepat waktu, tapi sialnya Axlyn yang harus terluka karena menahan serangan Luke pada Luca,” jelas Will menceritakan secara singkat apa yang terjadi.
“Tapi Luca tidak terluka sedikitpun ‘kan?” tanya Rayden yang mencemaskan putra kebanggaannya.
“Paling cuma lecet sedikit, tapi dia tidak bisa kembali karena harus menemani Axlyn di sana yang sedang masa perawatan Dokter,” jawab Will.
“Dia memang pria yang bertanggung jawab,” gumam Noland yang bangga dengan sikap Luca.
“Lalu kenapa kalian tidak berhasil menangkapnya?” tanya Rayden pada point utamanya.
“Ada sekelompok orang yang membantunya melarikan diri. Padahal saat itu si bajingan Luke sudah terluka cukup parah karena serangan Luca,” jelas Will lagi.
“Dia terluka?” Rayden mencoba memastikan.
“Benar, Luca berhasil menusuk perut bagian atasnya. Dan menurutku lukanya cukup fatal.” Will membenarkan.
“Jika dia memang terluka parah, maka kemungkinan mereka mundur sementara waktu akan sangat besar. Artinya untuk sementara Levi dan Lucia akan aman dari incaran mereka,” gumam Rayden yang berpikir sama seperti Will.
“Lalu apa yang harus kami lakukan selanjutnya, Tuan muda?” tanya Will meminta perintah selanjutnya.
“Maka tidak alasan bagi kita semua untuk tetap berada di sini. Kami sekeluarga akan secepatnya kembali ke negara A, apalagi Luca sudah cukup lama meninggalkan posisinya. Akan ada banyak pekerjaannya yang menunggu di kantor,” ujar Rayden yang memutuskan untuk kembali.
“Lalu di antara kalian berdua, siapa yang akan tetap berada di sini sampai keadaan Felix membaik?” lanjut Rayden yang menunjuk pada Jaydon dan Will yang akan tetap menetap di negara K sampai Felix di ijinkan untuk keluar dari rumah sakit dan melakukan penerbangan.
“Bagaimana menurutmu, Jay?” Sebelum memutuskan Rayden pun menanyakan pendapat orang yang bersangkutan.
“Baiklah, Tuan muda! Saya yang akan tetap di sini,” jawab Jaydon yang langsung menyetujuinya.
“Selain itu tetap awasi pergerakan mereka. Dan begitu Levi dan Lucia kembali, awasi dan lindungi mereka juga secara diam-diam,” ujar Rayden.
“Baik, Tuan muda!” sahut Will dan Jaydon.
“Lalu bagaimana dengan kami bertiga, Pah?” tanya Rayga yang membuka suara, setelah sekian lama hanya diam mendengarkan.
“Tentu saja, kalian bertiga ikut Papah pulang. Bukankah mata kuliah kalian akan di mulai besok lusa,” jawab Rayden dengan penuh penegasan.
“Kau ini sudah jelas sekali kalau kita akan pulang bersama Papah dan Mamah. Kenapa masih saja menanyakan hal itu,” ujar Ryuga pada adiknya, meskipun hanya beda 10 menit.
Setelah itu, mereka pun kembali ke kamar rawat Felix untuk berpamitan sebelum pergi. Yang masih tinggal di negara K saat itu hanya keluarga Felix dan Jaydon saja, sementara untuk para tamu undangan ada yang masih menepat dan sebagian besar sudah kembali untuk melanjutkan aktivitas masing-masing.
Hari itu juga keluarga Xavier langsung menuju ke bandara untuk kembali ke negaranya, Kakek Roman dan Bastian pun mengantar kepergian keluarga besannya itu, bahkan tidak segan-segan Kakek Roman menggunakan koleksi pesawat pribadinya untuk mengantar keluarga Xavier hingga aman dan selamat sampai ke tujuan.
“Kenapa kalian harus secepat ini kembali? Tidak bisakah kalian tetap berada di sini selama beberapa hari lagi?” pinta Kakek Roman yang sebenarnya merasa sedih ketika mengantar Rayden dan sekeluarga.
“Maafkan kami karena harus secepat ini kembali. Sebab banyak urusan yang harus tertunda semenjak kami datang ke sini tanpa persiapan,” ujar Noland yang mewakili keluarganya.
“Padahal aku sudah membaut jadwal ingin mengajak kalian pergi bersama. Setelah kalian semua kembali aku akan merasa kesepian lagi, apalagi Zaen dan Lucia juga sedang pergi berbulan madu,” ujar Kakek Roman yang menunjukkan raut wajah sedihnya.
“Maafkan kami, _....” Perkataan Rayden terpotong oleh ucapan Zhia.
“Emmm, … Bagaimana kalau anda ikut kami saja ke negara A, maka dengan begitu anda tidak akan merasa kesepian di sini. Setidaknya sampai Levi dan Lucia kembali dari bulan madu mereka,” ujar Zhia memberikan solusi dan saran yang cukup menarik untuk Kakek Roman menerimanya.
^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...