Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Kedatangan ViLuc



“Tidak apa-apa, sayang! Yang penting lain kali, jangan menyimpannya sendiri. Ceritakan kepada Mamah atau orang yang kamu percayai untuk berbagi setiap masalahmu ini,” ujar Zhia sera membelai lembut kepala Luca.


“Sekarang bukankah terasa lebih baik?” tanya Zhia.


“Iya, Mah! Terima kasih,” ucap Luca yang langsung memeluk erat Mamahnya.


“Kenapa? Apakah masih ada yang mengganggu perasaanmu?” tanya Zhia yang sepertinya menyadari masih ada yang mengganggu hati dan pikiran putra sulungnya itu.


“Mah, apakah benar Luca sudah jatuh cinta padanya? Luca sudah mencaritahu semua informasi tentang perasaan yang sedang Luca rasakan melalui internet dan beberapa buku. Akan tetapi, Luca masih saja tidak menemukan jawabannya,” ujar Luca yang masih berada pelukan sang Mamah.


“Perasaan seperti apa yang sangat menguasai hatimu sekarang? Apakah perasaan bersalah ataukah perasaan sangat ingin bertemu dengannya lagi?” tanya Zhia yang harus memastikan sesuatu sebelum dia memberikan saran.


“Daripada merasa bersalah, Luca lebih mengkhawatirkan dan mencemaskan keadaannya. Jika dia membalas saja satu pesanku, aku pasti akan langsung terbang ke sana untuk menemuinya,” jawab Luca yang tak mau melepaskan pelukannya, karena dia malu dengan tatapan mata mamahnya.


“Berarti kau telah menyukainya dalam kadar tertentu. Jika kau mencintainya, kau pasti akan langsung datang menemuinya saat dia tidak membalas pesan ataupun menerima telepon darimu,” ujar Zhia.


“Saat itu kau masih berada di tahap menyukainya, karena kau masih bisa menahan diri walaupun pikiran dan hatimu menjadi kacau karena jauh darinya,” jelas Zhia mencoba menyimpulkan perasaan yang sebenarnya sedang putra sulungnya rasakan pada Axlyn.


Mendengar perkataan Mamahnya, Luca pun perlahan melepaskan pelukannya dan menatap mata mamahnya cukup lama. Di dalam pikirannya, Luca seperti mendapatkan jawaban bahwa dia sebenarnya bisa berhenti menyukai Axlyn. Ada sedikit harapan agat dia bisa melepas perasaannya itu.


“Luca masih bisa menghilangkan perasaan itu ‘kan, Mah?” tanya Luca raut wajahnya terlihat sangat serius ketika mengatakan itu.


“Tentu, tapi sebelum itu cobalah untuk menemuinya sekali lagi. Tatapan matanya, saat itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi akan terjawab dengan tepat. Antara bisa menghilangkan ataupun bahkan akan semakin besar perasaanmu itu,” jelas Zhia sekaligus memberikan saran agar putranya tidak menyesal di kemudian hari nanti.


“Terima kasih, Mah! Luca mengerti sekarang apa yang harus Luca lakukan,” sahut Luca yang sepertinya sudah memtuskan sesuatu di kepalanya.


Namun, siapa sangka ternyata sejak awal pembicaraan itu di dengar oleh seluruh keluarga besar Xavier. Semalam Zhia memang telah menceritakan rencananya untuk mengajak Luca bicara di taman pada Rayden.


Awalnya Rayden memang tidak terlalu peduli dengan rencana Zhia, tapi saat mereka sedang bermain catur Triple R dan yang lainnya terus membicarakan tentang perubahan sikap Luca.


Beberapa menit yang lalu, di ruang santai keluarga, ….


“Sepertinya Luca hari libur ini tetap datang ke perusahaan juga,” ujar Noland, orang pertama yang membuka topik pembicaraan walaupun fokusnya pada papan catur yang ada di depannya.


“Alasannya pasti hanya ada dua, antara dia memang orang yang sangat rajin atau sedang menyimpan masalah pribadi,” sahut Kakek Roman.


“Aku setuju dengan alasan kedua,” ujar Rayga.


“Aku juga,” imbuh Regis.


“Sepertinya memang alasan kedua yang lebih masuk akal,” tambah Ryuga yang ikut menyampaikan pendapatnya.


“Kenapa kalian bertiga bisa menyimpulkan alasan kedua? Bisa saja Luca memang ingin segera menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda?” cecar Rayden yang masih berpikir positif tentang putra sulungnya.


“Soal pekerjaan Kak Luca sangat hebat, jam kerjanya saja sudah cukup menyelesaikan semuanya. Namun, selama ini Kak Luca tidak pernah melewatkan satu hari pun untuk bersama dengan keluarganya, tapi setelah kembali dari negara K sifat sikapnya langsung berubah drastis,” jelas Rayga yang diam-diam ternyata sangat memperhatikan setiap anggota keluarganya.


“Pasti ada hubungannya dengan Kak Axlyn,” lanjut Rayga yang terlihat sangat yakin dengan tebakannya itu.


Rayden pun langsung beranjak dari tempat duduknya begitu mendengar perkataan Rayga. Dia teringat kembali dengan perkataan Will tempo hari yang mengatakan kalau Luca dan Axlyn saling menyukai, perkataan yang sama persis dengan apa yang di Rayga barusan.


“Papah mau kemana?” tanya Rayga ketika melihat Papahnya beranjak pergi.


“Memastikan perkataanmu dan Will,” jawab Rayden tanpa melihat ke belakang sedikitpun.


Ternyata Rayden pun langsung menuju ke taman bunga kesayangan Zhia. Begitu melihat Zhia dan Luca sedang berbicara, Rayden pun langsung bersembunyi begitu pula dengan yang lainnya. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani bersuara, sebab jika mereka ketahuan maka Luca tidak akan pernah menceritakan masalahnya kepada siapapun termasuk mamahnya.


Okay, … Kembali ke waktu yang sekarang. Akhirnya tebakan Will dan Rayga dinyatakan benar setelah mereka semua mendengar curhatan Luca kepada mamahnya. Meskipun mereka mengetahuinya dengan cara menguping.


“Kan benar apa kata Rayga! Kak Luca pasti telah menyukai Kak Axlyn, secara dia wanita yang cantik dan sangat hebat. Aku saja juga menyukainya, meskipun dia tipe wanita yang sulit untuk di dekati,” bisik Rayga.


“Daimlah! Nanti kita semua malah ketahuan karena kau bicara terus,” ujar Rayden yang menyuruh Rayga untuk tutup mulut.


Akan tetapi, Rayga tidak begitu menghiraukan perkataan Papahnya. Dia malah semakin asyik bergosip dengan yang lainnya. Namun, siapa sangka di saat yang bersamaan mereka malah kedatangan tamu yang tidak terduga.


Melihat Rayden dan yang lainnya sedang bersembunyi membuat tamu itu penasaran dan mencoba mencari tahu apa yang sedang Rayden dan yang lainnya lakukan dengan bersembunyi di sana.


“Apa yang sedang kalian lakukan di sini?” tanya orang itu yang ternyata adalah Lucia dan Levi yang baru saja kembali dari bulan madunya.


“Waaahh, ….”


“Aaaakhh, …”


Regis spontan berteriak kencang karena terkejut, namun teriakannya itu menyalurkan kepada yang lainnya. Sehingga semuanya pun ikut berteriak dan keluar dari persembunyian mereka. Zhia dan Luca pun juga terkejut saat mendengar teriakan itu, lalu saat itu juga Luca menyadari bahwa pembicaraannya dengan sang mamah di dengar oleh semua keluarganya.


“Kenapa kalian berteriak?” tanya Lucia dengan raut wajah polosnya yang kebingungan.


“Tentu saja, karena Regis tiba-tiba berteriak,” jawab Noland menyalahkan Regis, begitu juga dengan yang lainnya.


I


“Karena Kak Lucia tiba-tiba menyentuhku, makanya aku berteriak karena terkejut,” jelas Regis yang menyalahkan Lucia.


“Kenapa kau jadi menyalahkan istriku? Lagipula kalian semua sedang apa sampai bersembunyi di sini?” cecar Levi yang tidak terima istri tercintanya di salahkan.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...