Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Berakhir Dengan Lancar



Luca yang mencari keberadaan Axlyn dan Rayga pun akhirnya menemukan keduanya yang tengah bertarung dengan beberapa orang. Sesaat Luca terpana melihat penampilan Axlyn saat bertarung yang memotong gaun panjang menjadi sangat pendek dan memperlihatkan bentuk tubuhnya.


Seketika Luca tersadar dari lamunannya saat melihat Axlyn hampir di tikam oleh seseorang di sela-sela pertarungan itu. Dengan cepat Luca pun langsung membantunya dan akhirnya ikut bertarung dengan mereka. Luca segera menangkis pisau yang hampir mengenai tubuh Axlyn dan langsung menendang orang tersebut sekuat tenaganya.


“Sial, selalu saja datang pengganggu,” umpat orang yan hampir menikam Axlyn yang ternyata seorang wanita yang tak lain adalah Leona.


“Perhatikanlah sekitarmu. Jangan sampai lengah,” ujar Luca pada Axlyn mengingatkan.


“Kenapa kau baru datang sekarang?” tanya Axlyn dengan kesal begitu menyadari keberadaan Luca di sana.


“Kita harus segera membereskan mereka secepatnya, karena sebentar lagi pestanya akan selesai,” ujar Luca yang tak mau menjawab pertanyaan tersebut.


“Rayga!” panggil Luca seraya memberikan isyarat untuk segera menyelesaikan mereka secepatnya.


“Baik, Kak!” sahut Rayga yang langsung mengerti maksud isyarat yang di berikan kakaknya itu.


“Sial, aku harus pergi secepatnya dari tempat ini,” batin Leona yang mulai merasa terdesak hanya karena kehadiran Luca di sana.


“Luca, jangan biarkan wanita itu sampai lolos!” seru Axlyn yang menyadari bahwa Leona yang berniat menikamnya.


“Siapa yang kau maksud?” tanya Luca di sela kebingungannya, karena dia tidak hanya menghadapi satu orang saja tapi empat orang sekaligus.


Alhasil, Leona pun berhasil meloloskan diri. Axlyn pun berusaha untuk mengejar, tapi Luca langsung menghentikannya. Sebab mereka harus secepatnya membereskan semua kekacauan yang ada di basement sebelum para tamu undangan keluar dari aula pesta yang sebentar lagi akan berakhir.


“Lepaskan!” seru Axlyn yang tak mau mendengarkan Luca.


“Aku tidak mengijinkan mu untuk tetap mengejarnya! Tetaplah di sini dan bantu aku membereskan semua kekacauan ini,” ujar Luca yang tetap memegang erat tangan Axlyn.


“Siapa kau terus memerintah ku seperti ini, Hah?” ketus Axlyn yang merasa terus di perintah oleh Luca.


“Luca Cano Xavier atau lebih tepatnya Kakak Ipar dati Tuanmu. Apakah kau ingin pernikahan Tuanmu hancur hanya karena sikap keras kepalamu ini,” balas Luca sama ketusnya.


“Bereskan mereka sekarang sebelum para tamu undangan keluar dari aula pesta. Kau mengerti?” lanjut Luca yang tak menerima penolakan dari Axlyn lagi.


Tampak Axlyn tak mampu membalas perkataan Luca lagi, dia hanya menatap penuh kemarahan. Luca pun menyadari tatapan tajam itu, tapi dia tak terlalu memperdulikannya. Dia pun membantu yang lainnya membereskan orang-orang sudah menjadi mayat itu, membersihkan lokasi hingga tak ada setetes darah pun yang tertinggal di sana.


Dengan bantuan dan kerjasama semua orang, akhirnya area basement pun bersih kembali seperti semula. Beruntung sebelum penyerangan terjadi, Luca telah memerintahkan sebagian anak buahnya untuk memindahkan mobil para tamu ke tempat yang lebih aman. Sehingga saat kekacauan terjadi, tidak ada mobil tamu mereka yang rusak ataupun lecet.


“Selesai, semua sudah aku bereskan Kak,” ujar Rayga memberikan laporan atas pekerjaannya.


“Kerja bagus,” puji Luca pada adiknya.


“Aku juga sudah membereskan mereka, Kak! Sudah aku bawa mereka ke tempat yang Kakak minta!” seru Regis yang baru muncul kembali, setelah membawa orang yang berhasil di taklukannya ke markas milik Levi.


“Mereka benar-benar masih hidup?” tanya Luca yang masih saja menggoda adik bungsunya.


“Kakaaak, … Aku tidak sekejam kalian semua,” ujar Regis yang mulai merajuk pada kakaknya.


“Baiklah, aku hanya bercanda,” sahut Luca sembari membelai kepala adik bungsunya dengan gemasnya.


“Ngomong-ngomong dimana Ryuga? Apakah dia belum kembali juga sampai sekarang?” tanya Luca yang menyadari bahwa satu adiknya lagi masih belum kelihatan.


“Aku tidak melihatnya di luar tadi,” ujar Regis yang baru kembali dari markas.


“Kami juga belum melihatnya,” sahut yang lainnya.


“Tidak perlu, Kak! Aku sudah di sini sekarang!” seru Ryuga yang muncul sembari mengendarai motor kesayangannya.


“Dari mana saja kau? Apakah kau berhasil mengejarnya?” tanya Rayga dengan tidak sabaran.


“Tidak sama sekali! Sebab ada sekelompok orang yang menghadang ku, dari pada mengantarkan nyawa sendiri lebih baik aku menghindarinya,” jawab Ryuga dengan sejujur-jujurnya.


“Pilihan yang tepat, utamakan keselamatan dari pada bersikap ‘sok jagoan. Tenang saja, aku sudah meletakan chip pada salah satu mereka. Kemana pun dia pergi aku pasti bisa melacak keberadaannya,” jelas Luca dengan senyuman penuh arti di wajahnya.


“Kau ingin mencari wanita itu, bukan? Aku akan menemukannya untukmu,” ujar Luca yang beralih menatap Axlyn yang masih kesal kepadanya.


Ternyata saat berusaha menyelamatkan Axlyn, Luca sempat menyelipkan sebuah chip tepat di belakang leher Leona. Maka dari itu, Luca pun bersikeras menghalangi Axlyn yang ingin mengejarnya. Sebab tanpa mengejarnya, dia bisa menemukan keberadaan Leona kapan pun diam au.


“Woah, … Kak Luca memang yang terbaik,” puji Regis dan yang lainnya.


“Jangan berlebihan memujinya. Lebih baik kita bergabung dengan Papah dan Mamah sekarang, sebelum menimbulkan kecurigaan,” ujar Luca yang selalu saja merendahkan diri sendiri.


“Benar, Mamah pasti merasa khawatir karena tidak melihatku sepanjang pernikahan Kak Luci,” ujar Regis dengan penuh percaya diri.


“Pasti Grandma juga mencari keberadaan kita semua,” sahut Rayga menimpali.


“Pergilah! Biar aku yang mengurus sisanya di sini. Lagi pula gaunku sudah rusak, jadi tidak kembali bergabung ke pesta itu lagi,” ujar Axlyn yang akhirnya mau berbicara lagi, setelah Luca menjelaskan semuanya.


“Kenakan ini untuk menutupi tubuhmu. Lain kali, sebaiknya kau gunakan gaun yang nyaman saja,” ujar Luca yang melepaskan jas yang dia kenakan dan memakaikannya pada Axlyn.


Axlyn pun terpaku dengan perlakuan hangat dan perhatian yang di berikan Luca terhadap dirinya. Sementara, Ryuga dan yang lainnya menganggap hal itu hal biasa karena Kakaknya memang selalu bersikap manis seperti itu kepada wanita yang terlihat membutuhkan bantuan seperti keadaan yang terlihat pada Axlyn. Sehingga mereka tidak terlalu ambil pusing dengan perhatian Luca kepada Axlyn.


“Ayo, kita masuk sekarang,” lanjut Luca mengajak ketiga adiknya untuk mengikutinya.


“Terima kasih,” ucap Axlyn lirih sembari menatap punggung Luca yang semakin menjauh dari pandangan matanya.


Acara pernikahan pun akhirnya berjalan dan selesai dengan sangat lancar, berkat perjuangan Luca dan yang lainnya menghentikan anak buah Luke tepat waktu. Para tamu undangan satu persatu pun mulai meninggalkan pesta.


Setelah mengantar pulang para tamu undangan itu, mereka pun menuju kamar masing-masing untuk beristirahat. Begitu juga dengan sepasang pengantin baru kita yang mulai memasuki kamar pengantinnya.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...