Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Target Pembunuhan



“Sialan!” umpat Luke saat mendengar dan melihat berita yang sedang berlangsung itu.


“Bagaimana? Bagaimana bisa mereka menikah dengan mudahnya, Lucia hanya milikku!” teriak Luke dengan penuh kemarahan, semua benda yang berada di dekatnya kini sudah hancur karena pelampiasan kemarahannya.


“Luke, tenanglah!” Kaendra berusaha menenangkan adiknya itu.


“Apapun yang terjadi dapatkan Lucia kembali, kalau perlu aku akan menyiapkan penjara terindah untuknya agar selamanya hanya tetap menjadi milikku,” perintah Luke pada Kaendra dan anak buahnya.


“Jangan gila, Luke! Kita mendekat saja tidak bisa, bagaimana bisa kau menyuruh kami untuk menangkap Lucia dan menahannya di tempat kita?” seru Kaendra yang bisa di bilang itu adalah sebuah mission imposible.


“Bagaimana kalau aku bisa menangkapnya? Apa yang akan kau berikan padaku sebagai gantinya?”


Tiba-tiba muncul seorang wanita berparas cantik yang masuk ke dalam ruangan Luke dengan penuh percaya diri. Kaendra terlihat mendengus kesal dengan kedatangan wanita itu, tapi untuk Luke yang malah tersenyum senang dengan kedatangannya.


“Leona, kau memang selalu tiba di saat yang sangat tepat,” ujar Luke sembari memeluk wanita itu dengan sambutan hangat.


“Aku hanya sedikit merasa bosan di wilayah utara, makanya aku datang kemari! Siapa sangka aku malah menemukan mainan yang kabur yang sudah cukup lama aku lupakan,” ujar Leona perkataannya mengartikan sesuatu yang lain.


“Aku tidak tahu apa yang kau sedang bicarakan, tapi jika memang kau bisa mendapatkan wanita itu untukku. Maka aku berjanji akan memberikan apapun yang kau inginkan, termasuk mainanmu yang kabur itu,” jelas Luke yang menawarkan kerjasama untuk bisa mendapatkan sama-sama yang mereka mau.


Namun, Leona sama sekali tak tertarik dengan penawaran tersebut. Sehingga Luke pun mengumumkan kepada semua anak buahnya bahwa dia akan mengadakan sayembara. Dan bagi yang bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, maka hadiah besar akan menantinya untuk seumur hidupnya.


“Kalian semua dengarkan ini! Barang siapa yang berhasil menangkap Lucia, maka dia akan aku angkat sebagai ketua klan WhiteWolf yang baru menggantikan Kaendra. Dan bagi siapapun yang berhasil membunuh pria bernama Zaen Der Levi itu, maka aku pastikan seumur hidupnya tidak akan kekurangan uang!” seru Luke.


“Luke!” bentak Kaendra yang tidak terima dengan keputusan sepihak dari Luke.


“Berhentilah berteriak padaku! Jika kau memang mampu mempertahankan posisimu yang sekarang, maka lakukanlah! Bawa Lucia ke hadapanku atau kau bisa membunuh pria yang berani merebut Lucia dariku,” bentak Luke balik yang menatap tajam kepada Kaendra.


“Aakh, … Sialan! Terserah kau,” umpat Kaendra yang kemudian langsung pergi dari sana.


Peminat dari sayembara yang di berikan Luke ternyata lebih banyak dari yang di bayangkan. Mereka semua pun mulai berlomba-lomba menyusun rencana agar dapat membunuh pria bernama Zaen Der Levi. Sementara Luke sendiri memiliki rencana lain agar bisa mendekati Lucia dengan identitas palsu.


“Kenapa harus wanita itu? Bukankah banyak wanita lain yang lebih cantik dan menarik dari dia?” tanya Leona yang penasaran kenapa Kakaknya begitu terobsesi pada Lucia.


“Dia berbeda dengan wanita lain di dunia ini. Hanya dia satu-satunya yang ingin aku taklukan untuk selamanya,” jelas Luke.


“Jangan bilag kau ingin menjadika wanita itu sebagai istrimu satu-satunya?” tanya Leona lagi memastikan dugaannya.


“Bukan hanya istriku satu-satunya, tapi juga ibu dari calon penerusku nanti,” jawab Luke dnegan penuh percaya diri.


“Kau mau membantuku?” tanya Luke balik.


“Tidak untuk sekarang, tapi kita lihat saja nanti untuk ke depannya,” jawab Leona yang tidak mau terlibat.


“Ya sudah, kalau begitu aku harus menyiapkan diri untuk menemui wanitaku dulu!” ujar Luke yang terlihat seperti orang tidak waras di mata Leona.


Sementara itu, Leona masih menatap siaran konferensi pers yang masih berlangsung. Namun, bukan Levi maupun Lucia yang menarik perhatiannya melainkan sosok Axlyn yang beberapa kali tertangkap kamera. Hal itulah yang membuat Leona sadar bahwa Axlyn adalah orang berhasil selamat dari target pembunuhannya dulu.


“Ternyata benar itu kau! Seharusnya dulu aku memastikan mayatmu sebelum meninggalkan tempat itu, tapi tidak masalah aku masih tetap bisa sedikit bermain-main denganmu di sini,” gumam Leona di sertai seringai jahatnya.


...****************...


“Maaf, tapi apakah pernikahan ini atas dasar perjodohan dari kedua keluarga ini?” tanya sang Wartawan.


“Tidak, pernikahan ini sama sekali bukan karena perjodohan atau pun untuk bisnis! Kami benar-benar saling mencintai dan akhirnya memutuskan untuk segera melangsungkan pernikahan,” jelas Levi yang tidak ingin ada salah paham tentang pernikahannya.


“Apakah Nona Lucia sedang, _....”


“Tidak sama sekali!” potong Levi dengan cepat.


“Tolonglah, untuk teman-teman wartawan yang ingin bertanya! Tanyakan hal mendasar dan tidak menjadi salah paham di mata public,” ujar Will yang menengahi.


“Tapi bukankah usia kalian berdua terpaut cukup jauh. Apakah Tuan Cano tidak mempermasalahkan perbedaan tersebut?” celetuk salah seorang wartawan yang membuat Levi tidak percaya diri.


“Apalah arti dari perbedaan usia ataupun kedudukan seseorang. Jika putriku bahagia bersama dengan pria yang di cintainya, maka itu sudah lebih dari cukup untukku melepas putri satu-satunya untuk meraih kebahagiaan mereka sendiri,” jawab Rayden sembari tersenyum saat menatap Lucia dan Levi yang terlihat sangat bahagia saat itu.


“Pernikahan putriku akan di laksanakan tiga hari lagi, kami harap teman-teman yang nantinya mendapat undangan dari Author di mohon untuk kehadirannya! Tidak perlu membawa apapun sebagai hadiah, doa terbaik dan kehadiran dari kalian semua sudah cukup untuk kami,” sambung Rayden.


“Baiklah, sepertinya kita akan akhiri konferensi persnya sampai di sini! Sekali lagi kami ucapkan atas kehadiaran rekan-rekan wartawan semua. Silahkan kembali pulang dnegan aman dan jangan Lupa membawa undangan yang telah kami sediakan supaya nantinya bisa hadir di acara pernikahan Tuan Levi dan Nona Lucia,” ucap Will menutup acara sembari mengingatkan tentang undangan yang sudah mereka siapkan.


“Dan bagi yang mau menyumbang lagu, silahkan di siapkan performa terbaiknya. Kami akan sediakan waktu dan tempatnya nanti,” sambungnya lagi yang semakin mengoceh tidak jelas.


“Lihatlah, efek obatnya Will sudah mulai habis,” ujar Felix pada Jaydon dan Axlyn yang berdiri di sebelahnya.


“Sama, kau juga!” sahut Jaydon.


“Hay, Kenapa jadi aku yang kena?” ujar Felix dengan wajah bingungnya.


^^^Bersambung,....^^^



Jangan lupa ambil undangannya satu-satu yah, biar ikut hadir di pernikahan Levi dan Lucia😘😘😘


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...