Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Ada Yang Aneh



Dalam keadaan yang sempoyongan, Levi pun berjalan tertatih mendekati Rayden seraya berkata, “Apakah sudah cukup untuk sedikit meredakan kemarahan dan rasa kecewa Papah padaku? Jika belum, silahkan pukuli aku lagi samapi Papah benar-benar merasa puas!”


Rayden pun langsung mengalihkan pandangan menghindari menatap wajah menantunya yang sudah babak belur itu. Lalu berkata,” Regis, bawa pergi bajingan kunyuk itu dari hadapan Papah sekarang!”


Regis sesaat bingung bagaimana harus menanggapinya, kemudian Luca langsung memberikan isyarat untuk membawa Levi pergi dan mengobatinya.


Dengan cepat Regis menjawab, “Ouh, … Baik, Pah!”


“Will, Luca dan kalian berdua ikuti aku!” perintah Rayden yang berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Regis bersama dengan Levi.


Ketika menemukan tempat yang cukup sepi, Rayden pun mulai berkata, “Will, bagaimana perkembangan pencarian putriku?”


“Sampai sekarang belum menemukan titik terang, Tuan!” jawab Will.


“Malam nanti kumpulkan semua orang baik dari klan kita, Levi maupun klan lainnya yang selama ini berteman baik dengan kita,” perintah Rayden pada Levi dan ketiga putranya.


“Baik, Tuan!” sahut Will.


“Baik, Pah!” sahut Luca dan kedua adiknya.


Setelah memberikan perintahnya dan melepaskan kemarahannya, Rayden pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit untuk menemani istri dan mamahnya.


Sebelum pergi, Rayden memberi pesan pada Will yang berisi, “Tetap awasi bocah itu! Jangan sampai dia melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri.”


“Baik, Tuan muda!” sahut Will dan jelas sekali, Rayden juga memikirkan dan mengkhawatirkan keadaan Levi.


...****************...


Beberapa jam yang lalu, ….


Disisi lain, seorang nelayan yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mencari ikan di laut. Terlihat dengan perahu nelayan dan pakaiannya yang using, sepertinya dia adalah pelayan miskin yang yang terisolasi dari penduduk lainnya.


Saat perahu tua itu sedang melaju, sang nelayan melihat seorang wanita yang terapung mengikuti. Karena merasa kasihan nelayan tua yang bernama Edmund itu akhirnya mendekati sosok wanita misterius itu dan segera membantunya naik ke atas perahu kecilnya.


Begitu sudah berada di atas perahunya, pria yang biasa di panggil Kakek Edmund pun segera memeriksa kondisi wanita tersebut apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.


Perasaan Kakek Edmund seketika merasa lega saat dia merasakan bahwa wanita itu masih bernapas. Kalian tebak siapa? Benar, wanita yang di selamatkan oleh Kakek Edmund adalah Lucia.


“Bagaimana ada seorang manusia di tengah laut tanpa ada kapal maupun perahu di sekitar sini,” gumam Edmund yang sesaat merasa tidak yakin bahwa ketika melihat seorang wanita yang sedang terombang ambing di tengah laut.


“Tapi syukurlah ternyata dia masih bernapas, namun sepertinya kepalanya terbentur sesuatu,” lanjut Edmund yang baru menyadari ada sebuah luka benturan yang sedikit sobek, sehingga terus mengeluarkan darah dari luka tersebut dari kepala wanita tersebut.


Akhirnya Kakek Edmund pun membawa wanita itu ke gubuknya yang yang sangat sederhana dan bahkan berada sedikit di dalam pedalaman hutan di pesisir pantai. Begitu perahunya tiba, istrinya yang bernama Edna segera menyambutnya seperti biasanya.


Nenek Edna pun terkejut ketika melihat suaminya membawa seorang wanita yang sepertinya sedang terluka cukup parah. Tanpa bertanya apapun Nenek Edna langsung membantu suaminya memindahkan tubuh wanita kedalam gubuk sederhana merekam dan membaringkannya di ranjang mereka yang hanya beralaskan tikar.


“Kek, siapa wanita ini?” tanya sang nenek.


“Kakek juga tidak tahu, Nek! Kakek menemukannya sedang terombang ambing di tengah laut, Kakek pikir dia sudah meninggal dunia, ternyata masih bernapas. Jadi, Kakek membawanya untuk di obati,” jelas sang Kakek.


“Astaga, pantas saja banyak sekali orang yang berkeliaran di pesisir pantai. Sepertinya orang-orang itu sedang mencari keberadaan wanita ini,” ujar sang nenek memberitahu keadaan yang tidak sengaja dia lihat saat sedang dalam perjalanan pulang dari desa nelayan.


“Benarkah? Kalau begitu Kakek harus segera memberitahu pada mereka tentang keberadaan wanita ini di sini,” sahut sang Kakek yang segera bergegas untuk pergi lagi.


“Hati-hatilah, Kek!” pesan sang nenek.


Kemudian, pergilah sang Kakek untuk menemui orang-orang yang sedang berada di pesisir pantai. Karena usianya, sang Kakek pun hanya bisa berjalan pelan asalkan dia sampai dengan aman dan selamat sampai di tempat yang akan di tuju nya. Sementara sang nenek mencoba mengobati wanita itu dan mengganti pakaiannya yang basah dengan pakaian yang dia miliki.


...****************...


Tanpa terasa waktu cepat berlalu, hari mulai menjelang malam. Namun, masih tidak ada perkembangan dalam pencarian mereka. Hingga tibalah waktu pertemuan yang di janjikan oleh Rayden, tapi karena banyaknya orang yang hadir Will pun terpaksa menggunakan pesisir pantai yang luas sebagai tempatnya. Tentunya dengan penjagaan yang super ketat agar apa yang mereka bicarakan tidak terdengar atau bocor pada orang yang tidak seharusnya.


“Apakah masih belum ada perkembangan dari hasri pencarian putriku?” tanya Rayden membuka pembicaraan.


“Belum, Tuan muda!” Hanya Will yang berani menjawabnya.


“Bagaimana denganmu Felix? Apa kau menemukan sesuatu tentang mereka?” Rayden beralih menanyakan laporan Felix.


“Kami tidak menemukan apapun, sepertinya mereka datang dalam jumlah yang cukup sedikit dan berpencar agar keberadaannya tidak di temukan oleh kita,” jelas Felix yang juga tidak berhasil mendapatkan apapun tentang Luke dan anak buahnya.


“Tapi, Pah! Ada sesuatu yang aneh!” seru Ryuga yang tiba-tiba menyela pembicaraan papahnya.


“Apa? Coba jelaskan,” ujar Rayden.


“Saat aku juga melakukan pencarian Kak Lucia, secara tidak sengaja aku melihat beberapa orang yang tidak bagian dari orang-orang kita yang sedang mencari keberadaan Kak Lucia juga. Ketika aku ingin mengejar dan menangkapnya, mereka menghilang begitu saja,” jelas Ryuga yang menceritakan semuanya yang dia alami.


“Sepertinya mereka juga sedang mencari Lucia,” ujar Jaydon menyampaikan dugaannya.


“Kau benar! Dan sepertinya Luke juga berada di dekat kita sekarang,” sahut Will yang memiliki pemikiran yang sama.


“Berarti kita harus menangkap dia secepatnya,” ujar Regis menyampaikan pendapatnya.


“Tentu! Namun, prioritas pertama kita adalah menemukan Lucia, karena aku sangat yakin bahwa istriku masih hidup dan mungkin sekarang dia sudah berada di suatu tempat yang tidak jauh dari pantai!” seru Levi yang akan tetap mengutamakan istrinya.


“Kau benar, Levi! Priotitas kita akan tetap Lucia, tapi selain itu kita juga harus membalas dan membasmi mereka semua kali jangan sampai tersisa satu pun,” ujar Rayden yang membenarkan perkataan Levi.


“Karena itulah aku mengumpulkan kalian semua di sini! Baik klan BlackSky, klan ViLuc dan klan lainnya yang bersahabat baik dengan klan kami. Kehadiran kalian di sini saya anggap bahwa kalian semua akan sanggup menerima apapun yang kami butuhkan. Bukankah begitu?” seru Rayden pada semua orang yang hadir.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...