Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Xavier Kembali Menggila Part. 2



“Beginilah caraku memberi salam pada tamu yang tidak di undang dan ini juga sopan santun yang orang tuaku ajarkan,” sahut Kaendra sembari menyerang Felix secara brutal.


“Haah, … Pantas saja wajahmu sangat jelek!” ejek Felix yang tidak nyambung sama sekali dengan percakapan mereka sebelumnya.


“Apa hubungannya dengan wajahku?” batin Kaendra yang bingung sendiri dengan perkataan Felix.


“Berani sekali wajah jelek sepertimu menginginkan Nona kecil kami!” ujar Felix dengan penuh kemarahan.


“Bukan aku yang menginginkannya, tapi seorang psikopat tidak waras yang sangat terobsesi dengannya. Kami semua hanya mematuhi apa yang orang itu perintahkan saja,” sahut Kaendra seakan memberitahu Felix bahwa percuma dia membunuh semua orang yang ada di tempat ini.


Sebab meskipun mereka membunuhnya, tapi tidak membunuh target yang sesungguhnya sudah pasti akan tumbuh kelompok baru yang akan menggantikan tugas mereka. Felix pun terdiam sesaat saat mendengar perkataan Kaendra, dia hampir saja terbunuh karena kehilangan konsentrasi saat bertarung.


Beruntung, Rayden muncul tepat waktu dan langsung menghentikan Kaendra. Tanpa memastikan keadaan Felix terlebih dahulu, Rayden langsung menyerang Kaendra secara membabi buta.


Disisi lain, Leona hanya memperhatikan pertempuran itu dari lantai dua. Tak lama kemudian, Leona ikut turun tangan ketika melihat Kaendra terkena tusukan pisau milik Rayden di perutnya.


Melihat situasi yang semakin membuat pihaknya terdesak, Leona tidak langsung menolong menolong Kaendra. Begitu memasukiarea pertarungan, Leona langsung menargetkan Felix yang sedang tidak konsentrasi dan alhasil dia berhasil melukai kakinya.


“Aakh, … Dasar wanita sialan! Beraninya kau menikamku dari belakang,” umpat Felix sembari merintih kesakitan.


“Felix!” seru Rayden dan Jaydon bersamaan.


“Ini pertarungan, bukan permainan! Jadi, tidak ada aturan untuk menikam seseorang secara diam-diam,” sahut Leona dengan sombongnya.


“Kenapa kau baru muncul sekarang?” ujar Kaendra pada Leona.


“Lukamu tidak terlalu parah, kita harus segera pergi dari sini!” tukas Leona yang tidak mempunyai banyak waktu untuk melarikan diri.


“Mac! Max, tahan mereka untukku!” seru Leona memanggil orang kepercayaan.


Inilah kekuatan Leona sang pemimpin Shadow Wolf, dia memiliki anak buah terbaik yang bisa bersembunyi layaknya bayangan. Mereka akan muncul begitu di perlukan dalam pertarungan dan bahkan bisa menyerang tanpa di ketahui lokasi persembunyiannya.


“Serahkan pada kami, Nona!” sahut Max.


Leona pun langsung membawa Kaendra untuk meninggalkan tempat itu, Rayden dan Jaydon berusaha untuk mengejarnya. Akan tetapi, dua orang yang di panggil oleh Leona terus saja menghadang dan menyerang mereka.


Sementara, Felix yang terluka pada kakinya hanya bisa menghadapi para cecunguk saja. sedangkan Ryuga masih belum kembali membereskan orang yang berada di luar.


Pertarungan berlangsung sengit dan begitu memastikan Leona sudah berhasil kabur, kedua orang yang bernama Mac dan Max pun ikut kabur di dalam hutan. Rayden dan Jaydon terus mengejarnya, tapi di tengah perjalan mereka kehilangan jejaknya.


“Bagaimana, Jay! Kau menemukan mereka?” tanya Rayden.


“Tidak, Tuan muda! Mereka menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun,” jawab Jaydon yang juga tidak berhasil menangkapnya.


“Kemampuan mereka seperti Assassin, kemampuan yang menyebalkan. Lupakan saja mereka, kita bersihkan saja tempat ini. Setidaknya mereka tidak bisa berbuat apapun untuk sementara waktu,” perintah Rayden yang tak mau ambil pusing lagi.


“Sayang sekali, padahal Kaendra dan wanita itu adalah kartu terbaik. Jika kita berhasil menangkapnya,” ujar Jaydon yang masih menyayangkan kegagalan mereka.


“Tenanglah, selama chip itu masih terpasang di tubuhnya. Maka kita masih bisa melacak keberadaannya,” jelas Rayden, karena itulah dia tidak terlalu ambil pusing.


“Kita selesaikan yang di sini terlebih dahulu dan pastikan apakah luka di kakinya Felix tidak terlalu parah,” lanjutnya.


“Baik, Tuan muda!” sahut Jaydon mematuhi perintah.


Rayden dan Jaydon pun kembali ke dalam rumah itu. Jaydon langsung membereskan musuh yang tersisa, sedangkan Rayden menghampiri Felix yang tengah terduduk di pojokan. Melihat darah yang terus mengalir dari luka di kaki Felix, Rayden pun langsung merobek gorden yang tak jauh darinya. Dia kemudian mengikatkan kain sobekan itu pada luka Felix.


“Terima kasih, Tuan muda!” ucap Felix begitu Rayden selesai membalut lukanya.


“Saya tidak apa-apa, Tuan muda! Sebaiknya anda segera mengejar Kaendra dan wanita itu sebelum mereka meninggalkan negara ini,” ujar Felix menyarankan.


Rayden terdiam sesaat, hingga suara Jaydon berhasil mengalihkan perhatiannya. Jaydon yang menghampirinya seraya berkata, “Tuan muda, semuanya telah kami bereskan sesuai yang anda perintahkan!”


“Kerja bagus! Bagaimana dengan Ryuga?” puji Rayden dan tidak lupa dia menanyakan keadaan putranya.


“Saya di sini, Pah!” Orang yang di tanyakan keberadaan dan kondisinya pun segera menyahut.


“Ouh, … Kenapa dengan Paman Felix? Dan siapa yang berani melukainya seperti ini?” tanya Ryuga saat menyadari kondisi Felix yang terluka.


“Ryuga, kau ikut dengan Papah untuk mengejar mereka yang berusaha melarikan diri! Jay, kau urus Felix dan tempat ini. Jangan lupa, tempatkan beberapa anak buah kita untuk menjaga tempat ini,” perintah Rayden yang tak memperdulikan pertanyaan Ryuga.


“Lalu bagaimana dengan semua barang terlarang ini, Tuan muda?” tanya Jaydon memastikan perintahnya.


“Musnahkan semuanya,” jawab Rayden dengan tegas.


“Felix, berikan alat pelacak nya padaku,” ujar Rayden.


“Ini, Tuan muda!” Felix pun segera memberikan apa yang Rayden minta.


“Ryuga, ikut Papah!” perintah Rayden.


“Siap, Pah!” sahut Ryuga.


Kemudian, Ryuga pun langsung mengikuti kemana pun papahnya pergi. Selepas kepergian Rayden dan Ryuga, Jaydon pun memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengantar Felix ke rumah sakit. Jaydon tidak bisa mengantarnya sendiri, sebab dia harus membersihkan area pertarungan sesuai yang di perintahkan oleh Tuan mudanya.


...****************...


Disisi lain, Leona berencana untuk mengobati luka-luka yang di dapatkan Kaendra selama pertarungan di tempat rahasia yang lain. Namun, ketika Leona mencoba membantu mengobati lukanya. Kaendra tidak sengaja melihat chip yang di pasang di lehernya.


“Leona, apa yang ada di lehermu?” tanya Kaendra.


“Ada apa memangnya?” tanya Leona balik sembari menyentuh bagian belakang lehernya.


Betapa terkejutnya Leona ketika tahu bahwa ada sebuah chip yang melekat pada tubuhnya selama ini tanpa dia sadari. Seketika ingatan Leona pun kembali saat dia gagal menikam Axlyn, karena datang seorang pria yang langsung menyerang area kepalanya. Dan pria itu tak lain adalah Luca cano Xavier.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...