Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Triple R, Belajar Tentang Cinta Part. 2



“Jadi, Mamah lebih menyayangi kami di bandingkan dengan Papah?” Regis langsung menyimpulkannya sendiri, sehingga membuat Rayden sedikit kesal saat mendengarnya.


“Bukan begitu konsepnya, Regis! Enak sekali kau menyimpulkannya seperti itu, cinta Mamahmu untuk Papah dan kalian sudah ada takarannya masing-masing. Jadi, tidak bisa di bandingkan ataupun di samakan satu sama lain. Karena keduanya itu jauh berbeda, baik dari segi cintanya itu sendiri ataupun alasannya,” jelas Rayden menekankan.


“Kenapa tidak bisa?” tanya Regis menuntut penjelasan lebih.


“Apa kau ingin mendengarkan jenis cinta yang lainnya, Regis?” ujar Zhia yang sudah mengira bahwa Regis dan Rayga pasti akan tertarik untuk mendengarnya.


Sebab sebagai seorang ibu, Zhia tahu persis masa penuh rasa penasaran yang sedang di jalani oleh ketiga putranya yang tengah menikmati rasa remajanya itu.


Banyak rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba segala sesuatu yang baru, sehingga jika bisa Zhia akan memberitahu segalanya yang dia ketahui kepada ketiga anaknya yang masih terbilang polos itu. Apalagi mengingat ketiganya sering bermain dengan para anggota klan mafia secara diam-diam, karena mengikuti Luca dan Lucia.


“Aku mau, Mah!” sahut Regis dengan penuh semangat membara.


“Aku juga!” seru Rayga yang akhirnya ikut-ikutan.


“Kau tidak penasaran, Ryuga?” goda Zhia yang menyadari bahwa sedari tadi Ryuga sebenarnya tidak tidur.


“Ryuga mendengarkannya dari tadi, Mah!” sahut Ryuga yang akhirnya membuka kedua matanya.


“Mamah tahu itu,” ujar Zhia yang tersenyum manis pada ketiga anaknya serta suaminya.


“Sekarang bisa Mamah mulai?” lanjut Zhia.


“Tentu, Mah! Kami sudah tidak sabar ingin mendengarnya,” sahut Regis.


“Baiklah! Sekarang Mamah akan jelaskan tentang yang namanya Cinta kepada Tuhan yaitu istilah untuk rasa cinta tanpa syarat yang ditujukan untuk Sang Pencipta semesta, kebaikan yang statusnya lebih tinggi di langit,” ujar Zhia mulai menjelaskan.


“Cinta ini dianggap cinta secara universal dan tanpa pamrih terhadap sebuah keyakinan, kepercayaan atau agama. Cinta kepada Tuhan juga merupakan cinta yang berasal dari keinginan untuk berbuat baik kepada orang lain. Dorongan ingin berbuat amal, membantu yang membutuhkan sehingga memiliki kebahagiaan tersendiri di dalam dirinya,” lanjut Zhia.


“Jadi itu alasan mengapa ada beberapa agama di dunia ini. Karena mereka mempercayai apa yang sudah mereka yakini di dalam hatinya,” ujar Regis yang mulai memahami tentang alasan setiap orang memeluk agama yang mereka anggap benar.


“Kurang lebih seperti itu! Jadi, kita sebagai salah satu ciptaan Tuhan tidak boleh menghakimi atau menghina orang lain tentang kenyakinan mereka. Sebab seperti kita memiliki alasan mempercayai sesuatu, maka mereka juga memiliki alasan mempercayai Tuhan masing-masing.” Zhia kembali menjelaskan tentang caranya menghargai perbedaan setiap orang di dunia ini.


“Ouhya, Mah! Bolehkah Rayga juga bertanya sesuatu?” tanya Rayga meminta ijin untuk mengutarakan pertanyaan di hatinya.


“Apa itu? Jika Mamah bisa, Mamah pasti akan menjawabnya,” jawab Zhia mengijinkan.


“Pada waktu Rayga memasuki sekolah menengah atas, sebenarnya Rayga pernah menyatakan cinta pada seorang gadis tapi di tolak. Katanya dia tidak di ijinkan untuk berpacaran saat masih sekolah. ” Rayga pun menceritakan aibnya sendiri yang sebenarnya selama ini coba dia sembunyikan dari Ryuga dan Regis.


“Bwahahaa, … Jadi, saat kau terus termenung beberapa hari waktu itu, karena kau baru saja di tolak.”


Regis pun tak kuasa menahan tawanya, sebab dia dan Ryuga dulu sempat khawatir dengan keadaan Rayga yang tiba-tiba berubah menjadi pendiam. Dan terkadang Rayga juga menghilang dari area sekolah setiap jam istirahat di mulai.


“Tapi itu ‘kan dulu! Lagian Cuma tiga hari saja aku seperti itu, setelah itu aku kembali seperti biasa lagi, bukan!” seru Rayga yang tidak suka Regis terus menertawakannya seperti itu. Dan yang lebih mengganggunya adalah Ryuga yang diam-diam menahan tawanya.


“Artinya saat itu Rayga sedang mengalami yang namanya cinta monyet atau cinta sesaat pada gadis itu,” ujar Rayden menjelaskan tentang perasaan Rayga saat itu.


“Tapi kenapa Ryuga belum mengalaminya?” tanya Rayga dengan raut wajah polosnya.


“Mungkin karena dia belum menemukan gadis yang membuatnya tertarik saja,” jawab Rayden sekenanya.


“Pah, lalu bagaimana dengan orang yang ingin memiliki Kak Luci itu. Bukankah dia begitu ingin memiliki Kak Lucia sampai rela melakukan segala cara untuk mendapatkannya?”


Tiba-tiba saja Ryuga bertanya, entah kenapa dia teringat dengan masalah yang baru saja mereka selesaikan itu. Terlihat Rayden dan Zhia terdiam sejenak, lalu kemudian Rayden pun mulai menjelaskan mengenai cinta Luke yang di tunjukan untuk Lucia.


“Itu namanya cinta obsesif, digambarkan sebagai ketergantungan untuk selalu bersama. Ketika jenis cinta ini muncul, saat itulah ketidakseimbangan cinta dalam hubungan muncul,” jawab Rayden yang sebenarnya enggan untuk membahas cinta jenis ini.


“Cinta obsesif sering ditandai dengan kecemburuan berlebihan, posesif, dan hubungan beracun untuk pihak yang diberi cinta obsesif. Ini membuatmu terlalu protektif dengan orang-orang yang kamu cintai. Cinta obsesif bahkan dapat menyebabkan kecenderungan narsistik dan kebiasaan mengendalikan,” imbuh Zhia.


“Papah dan Mamah harap kalian semua tidak mengalami cinta yang sepertinya. Karena baik kau ataupun pasanganmu, keduanya akan sama-sama terluka,” ujar Rayden yang sangat bersungguh-sungguh saat mengatakannya.


“Jika orang itu adalah jodoh yang sudah Tuhan tentukan untukmu, maka apapun yang terjadi dia pasti akan kembali dan bersamamu.” Zhia kembali menambahkan.


“Seperti Papah dan Mamah, kembali bersama setelah tujuh tahun berpisah,” ujar Regis yang teringat dengan cerita yang di ceritakan oleh Will tentang masa lalu orang tuannya.


“Iya, contohnya seperti kami. Karena dalam cinta tidak ada yang namanya paksa, semua memakai hati dan perasaan,” ujar Rayden membenarkan.


“Daripada cinta obsesif, lebih baik kalian cinta kepada diri sendiri. Sebab cinta pada diri sendiri menjadi sangat penting dimiliki setiap orang karena mencintai diri sendiri adalah langkah pertama untuk menemukan cinta sejati.”


Kata-kata Zhia sungguh membuat semua orang yang mendengarnya menjadi merinding sendiri. Bahkan perasaan Author pun sampai tergoncang ketika menuliskan kalimatnya.


~Sebab mencintai diri sendiri akan membuatmu lebih bahagia, lebih tenang dan bisa menjauhkan berbagai hal buruk dari hidupmu. Mencintai orang lain itu penting, tapi lebih utama mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum kalian mencintai orang lain.~


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...