
Lain halnya dengan Luca dan Axlyn yang harus menjadi pemeran utama dari rencana yang di utarakan oleh Felix sebelumnya. Sejak Felix mengatakan dia memiliki sebuah ide yang sangat bagus untuk mengirim Levi dan Lucia berbulan madu dengan aman serta nyaman, Luca dan Axlyn sudah merasakan firasat tidak menyenangkan dari tatapan Felix pada mereka.
“Aku mempunyai sebuah rencana cemerlang!” seru Felix tiba-tiba.
“Firasatku buruk, jika Felix sudah membuka mulutnya,” gumam Rayden yang masih kesal dengan perbuatan Felix yang menjebaknya untuk bernyanyi tadi.
“Kenapa aku yang merasa merinding,” batin Luca.
“Sebenarnya kita sedang membahas mengenai apa ‘sih?” tanya Jack membisikan pada Axlyn.
“Entahlah, tapi firasatku buruk soal ini,” balas Axlyn lirih.
Sebenarnya mereka semua pun merasa tidak yakin untuk mendengarkan rencana dari Felix atau tidak. Sebab mengingat kelakuan konyol Felix selama ini membuat mereka ragu bahwa itu memang ide bagus untuk di lakukan. Meskipun begitu tidak ada yang memiliki rencana lain selain Felix. Jadi, mau tidak mau mereka harus mendengarkan rencana Felix terlebih dahulu.
“Apa itu? Awas saja kalau kau bicara melantur lagi,” ujar Rayden mengingatkan pada Felix.
“Tenang saja! Kali ini saya benar-benar memiliki rencana yang sangat sempurna, bahkan bukan hanya bisa mengirim Levi dan Nona kecil berbulan madu dengan aman. Tapi kita bahkan kalau kita sedang beruntung, kita bisa menjebak dan menangkap orang-orang itu sekaligus,” jelas Felix yang terlihat sangat serius kali ini.
“Baiklah, kali ini aku akan mempercayakan semua padamu. Urus dengan bai kapa saja yang kau butuhkan untuk rencana ini. Dan ingatlah, aku tidak pernah menerima yang namanya kegagalan,” ujar Rayden yang merasakan bahwa Felix memang memiliki rencana yang serius.
“Baik, Tuan muda! Kalau begitu saya akan mulai dengan membagi beberapa kelompok,” sahut Felix yang ternya memang sudah memikirkannya sangat matang.
“Luca, Regis, dan Axlyn! Kalian akan menjadi satu kelompok yang akan bekerja sebagai hackers,” lanjut Felix.
“Sedangkan Will, Ryuga dan Jack akan menjadi satu kelompok yang bersiap untuk menangkap target. Sementara saya, Jaydon dan Ryuga akan mengurus markas mereka di sini sampai tak tersisa,” sambungnya.
“Baiklah, anggap saja itu rencana yang sempurna dengan membagi beberapa kelompok dan berusaha untuk menjebak serta menyingkirkan mereka sekaligus. Tapi bukankah membagi kelompok seperti ini tidak menjamin keberhasilannya,” ujar Luca yang masih tidak mengerti dengan rencana Felix.
“Aku akan memberi arahan sesuai kelompok masing-masing. Jadi, bersiap-siaplah kalian semua untuk bergadang malam ini,” sahut Felix.
“Apakah aku dan Cano juga harus begadang?” tanya Noland pada Felix.
“Tidak perlu! Tuan besar dan Tuan muda, silahkan beristirahat saja dengan tenang malam ini. Karena tugas anda berdua akan di mulai besok pagi. Dan untuk Luca serta Axlyn, sepertinya kalian berdua harus menanggung sedikit lebih banyak tugas untuk kali ini,” jelas Felix yang sepertinya sejak awal sudah menargetkan untuk menggoda Luca dan Axlyn.
“Sudah aku duga ini rencana gilanya lagi,” gumam Luca.
“Sial, kenapa aku harus terus terjebak dengannya,” batin Axlyn yang jujur saja merasa enggan untuk terus terlibat dengan Luca.
“Baiklah, Ayo kita mulai rencana kerjasamanya!” seru Felix dengan penuh semangat.
Rencana pun mulai di persiapkan dengan hati-hati, sedangkan Noland dan Rayden sudah kembali ke kamar mereka masing-masing. Kemudian, Felix memberikan perintah pada kelompok Will dan Jaydon untuk mulai mempersiapkan pasukan mereka. Sedangkan Felix sendiri masih bersama dengan Luca, Regis dan Axlyn di ruang pemantauan.
“Regis, kau coba lacak keberadaan wanita itu sesuai dengan data yang di tunjukan oleh chipnya,” ujar Luca memberikan perintah pada adik bungsunya.
“Baik, Kak!” sahut Regis yang langsung mengerjakannya.
“Bagaimana denganku? Apa yang harus aku lakukan di sini?” tanya Axlyn yang belum mendapatkan tugasnya.
“Kau hanya perlu menemukan keberadaan wanita yang kau bicarakan sebelumnya dalam cctv yang sudah Luca pulihkan ini. Kita perlu mengetahui bagaimana wajahnya agar bisa membereskannya dengan mudah,” perintah Felix sembari memberikan beberapa memori Card pada Axlyn.
“Di pulihkan? Apakah orang itu, _....”
“Kau benar! Orang yang menunjukan rekaman cctv pada kita adalah pengkhianat, orang itu bekerja dengan mereka,” potong Luca membenarkan apa yang di pikirkan Axlyn saat itu.
“Lalu dimana orang itu sekarang?” tanya Axlyn yang sedikit penasaran dengan nasib orang tersebut.
“Ouh, … Begitu! Baiklah, aku akan memeriksa semuanya satu persatu,” ujar Axlyn sekilas menatap ke arah Luca.
“Paman Felix, berapa penerbangan yang harus aku retas?” tanya Luca yang ternyata sudah focus untuk membuat musuh kebingungan dengan tempat tujuan bulan madu Levi dan Lucia.
“Apa kau sudah menghubungi pihak penerbangan?” tanya Felix memastikan.
“Belum! Memangnya seorang hacker harus meminta ijin sebelum meretas data mereka. Jangan konyol, Paman!” ujar Luca yang tidak habis pikir dengan pemikiran Felix.
“Lebih memudahkan untuk kita melakukan segalanya kalau kita minta ijin dulu. Lagipula siapa yang berani menolak permintaan bantuan dari keluarga Xavier dan keluarga Zaen Der! Berani menolak, maka bersiaplah untuk kehilangan segalanya,” jelas Felix sembari mengambil ponsel dari balik saku jas nya.
“Sepuluh atau kalau bisa lebih, maka itu akan jauh lebih baik,” lanjut Felix memberitahu jawaban atas pertanyaan Luca sebelumnya.
“Baiklah, itu pekerjaan mudah untukku,” sahut Luca.
Semua orang pun mulai focus pada tugas masing-masing, sedangkan Felix menghubungi pihak penerbangan dan mengatakan sesuai apa yang mereka perlukan. Waktu pun terus berlalu, Regis akhirnya mendapatkan lokasi pasti keberadaan Leona. Dia pun segera memberitahukan Felix peta lokasinya yang langsung dio alihkan kepada Jaydon.
“Paman Felix, aku telah berhasil menemukan lokasi aslinya!” seru Regis yang terlihat sangat senang akan keberhasilannya.
“Kerja bagus! Aku akan pergi untuk memberitahu yang lainnya,” ujar Felix yang langsung segera menyiapkan pasukannya untuk bergerak.
“Luca, kau tetap pantau semuanya yang ada di sini,” sambung Felix sebelum dia benar-benar pergi.
“Okay,” sahut Luca dengan santainya.
“Tunggu, aku juga menemukannya!” seru Axlyn yang akhirnya bisa menunjukan bahwa dia benar-benar melihat sosok Leona di tengah meriahnya pesta pernikahan itu.
Seketika Felix pun langsung mendekat pada Axlyn, begitu juga dengan Regis dan Luca yang penasaran dengan wanita itu. Dan benar saja, Luca langsung menyadari bahwa dia wanita yang sama dengan wanita yang hampir menikam Axlyn sebelumnya.
“Dia wanita yang sama,” ujar Luca tanpa sadar.
“Kau juga pernah bertemu dengannya?” tanya Felix ingin memastikan.
^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...