
“Biasa saja, seperti yang Ryu bilang sejak awal. Ryu hanya kasihan saja padanya, maka dari itu Ryu selalu membantunya,” jelas Ryuga sesuai dengan apa yang dia rasakan.
“Kalau begitu maka sudah sangat jelas bahwa itu bukan cinta, tapi bentuk kepedulian atau bentuk rasa sayang kepada sesama manusia,” ujar Julia menyimpulkan situasi yang di alami Ryuga.
“Memang apa bedanya? Bukankah sama saja, cinta berasal dari rasa sayang dan rasa sayang menimbulkan rasa cinta,” ujar Ryuga yang semakin tidak mengerti.
“Sayang merupakan perasaan yang bisa ditujukan kepada siapa saja, sedangkan cinta merupakan perasaan yang hanya bisa ditujukan kepada orang yang spesial secara spesifik, salah satunya dengan kekasih atau orang yang di anggap dalam hubungan dengan lawan jenis,” jelas Zhia.
“Apa yang kau dan Mamahmu katakan keduanya benar! Sementara makna cinta sendiri adalah keinginan, sedangkan sayang adalah sebuah kebutuhan. Jadi wajar saja jika ada perasaan cemburu dan rasa memiliki pada perasaan cinta dan perasaan sayang lebih tulus dan luas tanpa esensi lain diluar perasaan tersebut.” Julia pun memperjelas maksud Zhia.
“Ryu, ada setidaknya lima hal yang membedakan antara perasaan cinta dan sayang seseorang. Apa kau mau mendengarnya?” tanya Zhia.
“Emmm, … Aku tidak sabar untuk mendengarnya,” jawab Ryuga yang terlihat sangat antusias.
“Perbedaan cinta dan sayang yang paling kentara adalah keterlibatan hormone secara ilmiah pada seseorang dalam sebuah hubungan,” ujar Zhia yang mulai membuka kelasnya.
“Dalam perasaan cinta maka melibatkan hormon dopamine dan norepinephrine yang meningkat dari pada sebelumnya. Dalam perasaan cinta maka akan muncul rasa tegang, senang, euphorian, sampai terangsang, Hal ini juga berkat keterlibatan hormone seksual seperti testosterone dan estrogen dalam tubuh yang ikut meningkat,” lanjut Zhia menjelaskan.
“Maksudnya?” tanya Ryuga meminta penjelasan lebih.
“Maksudnya jangan heran jika saat jatuh cinta seseorang mungkin akan bersifat atau beraksi aneh, wajahnya jadi merah merona, bahkan suhu tubuhnya naik menjadi lebih hangat. Hal tersebut adalah reaksi hormonal dalam tubuh yang terjadi saat seseorang mulai suka dan akhirnya mencintai seseorang. Reaksi hormonal ini belum tentu terjadi pada perasaan sayang saja atau bentuk reaksinya tidak sebesar perasaan cinta.” Zhia kembali menjelaskan.
“Aaah, … Ryuga mengerti yang satu ini! Karena terkadang Ryu melihat wajah Mamah terlihat merona saat menatap Papah. Begitu juga dengan Grandma, tapi yang paling sering merona akhir-akhir ini adalah Kak Lucia,” ujar Ryuga yang berhasil menangkap penjelasan dari Mamahnya.
“Seperti itulah, nanti jika sudah tiba waktunya kau juga akan bertemu dengan seseorang yang akan membuat pipimu merona setiap melihatnya,” ujar Julia yang tersenyum gemas dengan kelakuan Ryuga.
“Lalu apa selanjutnya, Mah?” tanya Ryuga yang terlihat tidak sabar untuk mendengar kelanjutannya.
“Hal berikutnya yang membedakan perasaan cinta dan sayang adalah bentuk kerinduan. Sebenarnya keduanya bisa saja melibatkan rasa rindu, namun kadar dan tujuannya berbeda,” jawab Zhia.
“Jika kamu mencintai seseorang maka akan sulit menghadapi rasa rindu, sedengkan rasa rindu yang berdasarkan rasa sayang masih bisa dimaklumi keberadaanya. Jadi obsesi pada rasa rindu itu berbeda antara rasa cinta dan sayang. Rasa rindu terkadang bisa menjadi situasi yang tidak sehat dalam sebuah hubungan,” lanjutnya.
“Terutama jika rasa rindu tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari menjadi kurang produktif karena merasa rindu yang sulit dikendalikan. Orang sedang jatuh cinta biasanya akan mudah merasa rindu dan sulit mengendalikan perasaan tersebut,” sambung Zhia lagi.
“Pantas saja, Papah terus memaksa Kak Luca untuk menjadi Ceo untuk menggantikannya. Dan menyuruh kami bertiga untuk cepat besar, ternyata tujuannya untuk bisa selalu menghabiskan waktu dengan Mamah seperti Grandpa dan Grandma,” ujar Ryuga yang secara tidak langsung menemukan alasan Papahnya selalu menyuruhnya untuk cepat tumbuh dewasa seperti Luca.
“Hahahaa, … Papahmu menyuruh kalian seperti itu?” tanya Julia yang tak habis pikir dengan kelakuan Rayden yang ternyata tidak pernah berubah.
“Iya, bahkan hampir setiap hari pas Mamah sedang masak di dapur,” jawab Ryuga penuh keyakinan.
“Ouhya, Mah! Lanjutkan lagi,” pinta Ryuga yang kembali pada topik utama.
“Pada orang yang sedang jatuh cinta, waktu adalah hal penting yang dimiliki seseorang bahkan banyak yang menyebutnya harganya mahal.” Zhia pun kembali melanjutkan mata pelajarannya.
“Perhitungan itu tidak akan berlaku dalam sebuah hubungan yang melibatkan perasaan cinta. Seseorang cenderung akan memberikan waktunya untuk orang yang dicintai. Perasaan cinta dapat membuat seseorang rela meluangkan waktu demi seseorang yang dicinta, bahkan bisa tidak bosan menghabiskan dalam waktu yang lama,” lanjut Zhia.
“Namun, prioritas pada rasa sayang tidak terlalu tampak, karena dalam perasaan ini kita lebih ikhlas dan tulus. Sehingga kita tidak perlu merelakan banyak waktu untuk merawat rasa sayang karena perasaan ini biasanya berdasarkan pada kebutuhan yang lebih umum.” Zhia menambahkan.
“Seperti Papah,” sahut Ryuga secara spontan langsung memikirkan sikap Papahnya.
“Hahahaa, … Kenapa Papahmu lagi, Ryu?” tanya Julia yang benar-benar tak kuasa menahan tawanya, karena Rayden yang selalu di sebutkan sebagai contoh.
“Memang seperti itu kenyataannya, Grandma!” jawab Ryuga dengan raut wajah polosnya.
“Mungkin perbedaan yang keempat ini kamu bisa menyebutkan contoh lain, Ryu!” ujar Zhia yang hanya bisa tersenyum, sebab yang di katakan Ryuga memang benar sekali.
“Apa itu, Mah!” seru Ryuga yang tak sabar dan semakin di buat penasaran.
“Ketika seseorang jatuh cinta maka akan cenderung mengidolakan sosoknya terlebih dahulu hingga menjatuhkan harapan-harapan di luar kekaguman tersebut.” Zhia kembali menjelaskan.
“Dia akan mudah kagum pada orang yang kita cintai dengan menganggap baik semua bentuk lakunya. Berbeda dengan rasa sayang yang masih bisa berpikir secara objektif menggunakan logika. Setidaknya perasaan sayang didasari pada empati dan emosi karena beberapa hal tertentu saja,” imbuh Zhia.
“Ouhh, … Ryu tahu siapa yang sedang seperti itu! Kak Lucia! Benarkan, Mah?” Benar saja Ryuga langsung menyebutkan Lucia sebagai contohnya.
“Kenapa dengan Lucia?” Kali ini Zhia yang menanyakan alasannya.
“Aku mendengar dari Paman Felix bahwa Kak Levi dulunya seorang playboy parah yang setiap harinya selalu berganti wanita. Belum lagi dengan julukannya sebagai bocah psikopat dan dewa kematian. Akan tetapi, Kak Lucia selalu melihat sisi baiknya saja. Pernah sekali waktu Kak Lucia kebanyakan minum, semalaman penuh dia terus menceritakan tentang semua kebaikan Kak Levi pada kami bertiga,” jelas Ryuga yang akan selalu teringat saat itu.
“Benarkah? Kapan itu?” Julia pun di buat penasaran.
^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...