Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Restu Luca



Semua orang pasti sudah dapat menebak jawaban Levi. Tidak akan pernah mungkin seorang Levi akan angkat tenang untuk melindungi wanita yang sangat dia cintai. Bahkan jika di perlukan Levi akan menyerahkan nyawa sendiri untuk melindungi Lucia.


“Tentu saja, apalagi ini menyangkut keselamatan Lucia!” jawab Levi tanpa perlu berpikir panjang lagi.


“Aku sudah tahu bahwa kau pasti akan menjawabnya seperti itu,” ujar Luca yang tersenyum tipis begitu mendengar jawaban Levi.


“Duduklah, sepertinya pembicaraan kita akan cukup panjang.” Levi pun mempersilahkan Luca untuk duduk, tak lama kemudian seorang pelayan membawakan minuman dan camilan untuk mereka.


“Rumahmu cukup bagus juga! Aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi, jika nanti kalian menikah,” puji Luca sembari mengamati setiap sudut kediaman Zaender yang tak kalah mewahnya dengan kediaman Xavier.


“Apa kau setuju jika kami menikah?” tanya Levi yang penasaran dengan pendapat calon kakak iparnya tentang hubungannya dengan Lucia.


“Yaaa, … Mau bagaimana lagi! Semua sudah terjadi, lagi pula Lucia juga sudah mengatakan kepada semua orang bahwa dia tetap ingin menikah denganmu,” jelas Luca.


Sebisa mungkin bersikap seoalah dia tidak mau terlalu ikut campur, padahal dia orang pertama yang akan mendukung hungan Levi dan Lucia. Sebab semenjak kecil dia sudah menyadari bahwa Levi dan Lucia saling memiliki perasaan satu sama lain.


Semenjak dia menyadari itu, Luca mulai mengawasi perasaan adiknya kepada pria lain yang berusaha mendapatkan hati Lucia. Di sisi lain, dia juga memerintahkan seseorang untuk mengawasi kelakuan Levi.


“Apa maksudmu Lucia mengatakan ingin menikah denganku langsung di hadapan Tuan muda?” tanya Levi yang tidak percaya Lucia langsung melakukan hal itu.


“Bukan hanya di depan Papah saja, tapi depan semua anggota keluarga!” jawab Luca memperjelas situasinya saat itu.


“Sepertinya kalian sudah membahas soal pernikahan! Tapi sebaiknya kau jangan datang untuk melamar adikku sebelum mendapat restu dari Papah. Bersabarlah sebentar lagi, Papah pasti akan tetap merestui hubungan kalian berdua,” lanjut Luca memberikan saran.


“Apa kau yakin Tuan muda pasti akan merestui hubungan kami?” Levi pun semakin bersemangat kalau membicarakannya.


“Entahlah, mungkin besok atau lusa Papah akan memintamu untuk datang! Saat itulah, aku yakin Papah akan memberikan keputusannya tentang hubungan kalian,” ujar Luca yang setengah tidak yakin, karena Papahnya memang sedikit sulit untuk di tebak oleh siapapun.


Levi hanya bisa menghela napas panjang. Lalu berkata, “Sepertinya aku hanya bisa mendengarkan saranmu untuk kali ini.”


“Sepertinya begitu! Lalu bisakah kita kembali pada topik pembicaraan awal kita?” ujar Luca yang hampir melupakan tujuan kedatangannya.


“Baiklah, sekarang apa rencanamu?” Levi kembali penasaran dengan rencana yang sudah di rencanakan Luca di otak geniusnya itu.


“Darimana kau mendapatkan semua informasi ini?” tanya Luca yang tahu pasti Levi pasti menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi tersebut.


“Ada salah satu anggota klanku yang pernah terlibat dengan mereka. Dia mengenali salah satu pria yang terlihat di dalam hotel pada malam itu,” jawab Levi tanpa menyembunyikan apapun.


“Bisakah aku menemui orang itu? Ada sesuatu yang harus aku pastikan secara langsung,” pinta Luca yang kini terlihat serius.


“Tentu, tapi sekarang malam sudah semakin larut sebaiknya besok saja kita pergi menemuinya,” ujar Levi.


“Baiklah, ada jadwal kosong untuk besok siang! Kirimkan lokasinya kita harus bertemu,” balas Luca.


“Okay, tapi ini sudah sangat larut. Apa kau mau menginap di sini saja,” ujar Levi yang menawarkan Luca untuk menginap di rumahnya, karena malam memang sudah sangat larut.


“Kau ingin aku di bunuh oleh Lucia? Jika dia tahu aku menginap di tempatmu sebelum dia, maka bukan hanya kematian yang aku takuti tapi kemarahannya yang akan berlangsung sampai berbulan-bulan,” tukas Luca yang baru membayangkannya saja sudah terasa begitu mengerikan.


“Tidak mungkin Luci akan melakukan hal semengerikan itu kepada Kakak kesayangannya,” ujar Levi yang tidak percaya sama sekali.


“Itu mungkin saja, selama itu berhubungan denganmu! Bahkan dia sampai berani melawan perintah Papah hanya karena ingin menikah denganmu, apalagi kalau aku yang membuat masalah,” jelas yang terlihat serius dengan perkataannya.


“Benarkah? Aku masih tidak bisa percaya Luci sampai berbuat seperti karena aku!” gumam Levi yang masih belum bisa percaya, tapi hatinya seakan sedang tumbuh bunga-bunga yang bermekaran secara bersamaan.


“Kau sepertinya senang sekali karena berhasil mengisi hati adikku sepenuhnya,” ujar Luca sedikit menggoda Levi.


“Tidak! Bukan seperti itu, _....”


“Berhati-hatilah saat berkendara,” pesan Levi yang mengantar Luca sampai di depan mobilnya.


...****************...


Keesokan harinya, Levi memberitahu Kakek Roman bahwa dia akan menunda lamarannya kepada Lucia. Dia pun menceritakan tyentang kedatangan Luca semalam, meskipun dengan sangat berat hati akhirnya Kakek Roman pun menuruti perkataan Levi.


Seperti biasa, setelah sarapan Levi akan langsung menuju ke perusahaan untuk bekerja. Tidak lupa dia meminta Theo untuk mengosongkan jadwalnya di siang hari, karena dia akan pergi ke markas bersama dengan Luca. Namun, siapa sangka Levi malah kedatangan tamu yang sangat tak terduga yang sengaja datang ke kantornya.


“Theo, kosongkan jadwalku untuk siang ini!” perintah Levi.


“Baik, Tuan muda!” sahut Theo.


Theo pun segera melakukan apa yang di perintahkan, hingga suara dering ponsel milik Levi mengejutkan keduanya. Levi langsung saja meraih ponselnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat nama Lucia yang tertera di layar ponselnya.


“Siapa itu Tuan muda?” tanya Theo yang penasaran, apalagi setelah melihat reaksi terkejut Levi.


“Hustt, … Diamlah!” seru Levi yang menyuruh Theo untuk diam.


Levi tampak sedang menetralkan perasaan sebelum mengangkat panggilan telepon tersebut. Setelah di rasa cukup tenang, Levi pun langsung menerima panggila telepon tersebut. Suara lembut dan menenangkan pun langsung terdengar dari orang tersebut.


“Hallo, Kak Levi!” sapa orang tersebut.


“Iya, Lucia!” sahut Levi yang ternyata orang tersebut adalah Lucia.


“Kak Levi di kantor ‘kan?” tanya Lucia memastikan.


“Iya, memangnya ada apa?” tanya Levi balik yang merasa bingung dengan pertanyaan Lucia.


“Aku sekarang sudah berada di lobi kantor ZD Group. Bisakah Kak Levi datang kesini, soalnya mereka tidak mengijinkan aku masuk kecuali sudah buat janji sebelumnya,” jelas Lucia yang sontak saja membuat Levi langsung membulatkan kedua matanya.


“APA!?” teriak Levi sampai membuat Theo terkejut mendengar teriakkan tersebut.


“Apa yang terjadi Tuan muda?” tanya Theo yang terlihat ikut panik.


“Tunggu sebentar, aku akan ke sana sekarang juga!” seru Levi yang langsung berlari tanpa menggubris pertanyaan Theo sama sekali.


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...