Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Sakitnya Lucia



Ucapan Direktur Wilbert seakan menandakan kembalinya Luke di tengah kehidupan Levi dan Lucia yang sedang bahagia-bahagianya. Sementara Wilbert sendiri tidak tahu tentang perselisihan keduanya dan Kakek Roman sendiri juga telah memberikan ijinnya.


Satu minggu sebelumnya, …


Seperti Axlyn yang telah sembuh dari luka-lukanya, tubuh Luke pun juga telah sembuh sepenuhnya. Meskipun bekas tusukan dari Luca masih membekas di perutnya, hal itu malah semakin membuat Luke untuk membalas kekalahannya yang sebelumnya.


“Aku tahu kau akan sembuh lebih cepat dari yang lainnya. Lalu sekarang apa rencanamu? Apakah kau akan tetap diam saja dan mengalah? Atau kau akan membalas dendam kepada mereka?” tanya Leona yang hanya bisa menunggu keputusan dari Luke.


“Bagaimana aku bisa diam saja, bahkan setalah hampir mengunjungi tempat malaikat maut,” ujar Luke yang secara tidak langsung mengatakan bahwa dia pasti akan membalas dendam atas kekalahannya.


“Apa lagi-lagi karena wanita itu, makanya kau masih tidak mau menyerah?” tanya Kaendra yang tidak mau terlibat lagi, jika Luke masih tetap menginginkan Lucia dan bukan balas dendam.


“Tidak! Jika aku memang tidak bisa mendapatkannya, maka orang lain pun tidak boleh memilikinya,” tukas Luke yang kali ini tidak akan bermain-main lagi.


“Kau dan Leona! Aku membutuhkan kalian untuk mengalihkan perhatian orang-orang itu,” lanjut Luke memberi perintah.


“Tentu, kali ini lakukan dengan baik!” ujar Kaendra yang tak ingin ada kegagalan lagi.


“Hanya satu hal yang aku minta darimu. Tangkap wanita bernama Axlyn untukku.” Berbeda dengan Leona yang masih saja menginginkan Axlyn mati.


“Baiklah, kali ini kau juga akan mendapatkan apa yang kau mau!” ujar Luke yang menyanggupinya.


Baik Luke, Leona maupun Kaendra mereka sadar bahwa pihak Luca masih mengawasi setiap pergerakan mereka. Sehingga diam-diam Luke pun menyusun rencana untuk bisa mendekati Lucia lagi secara terang-terangan, tetapi tidak di kenali oleh semua orang. Dia pun menjadikan Kaendra dan Leona sebagai pengalih perhatian, sementara dia kembali ke negara K secara diam-diam.


...****************...


Beralih dua minggu kemudian, setelah Lucia mulai bekerja di rumah sakit. Penyamaran Luke yang begitu sempurna sebagai wakil direktur bagian pelayan berhasil mengelabui Levi dan Lucia yang sama sekali belum pernah bertemu tatap muka dengan Luke.


Hal itu di buktikan dengan Luke yang sudah dianggap oleh Levi dan Lucia menjadi salah satu temannya. Namun, dia tidak menggunakan nama panggilan melainkan nama depannya yaitu Alvano. Begitu juga dengan Leona dan Kaendra yang berhasil mengalihkan anak buah klan BlackSky dan Z-Luc.


Akan tetapi, penyamaran Luke tidak bertahan lama. Suatu hari, Lucia yang selalu merasa pusing dan mual setiap berada di dekat Levi membuat semua orang menjadi khawatir dengan keadaannya. Sakitnya itu pun membuat Lucia tidak memiliki tenaga untuk bekerja, bahkan untuk bangun dari tempat tidurnya saja Lucia merasa sangat berat.


Awalnya Levi ingin memanggil salah satu dokter di rumah sakitnya untuk memeriksa keadaan istrinya itu. Akan tetapi, Lucia menolaknya karena dia menganggap bahwa itu hanya masuk angin seperti biasa.


Namun, sudah empat hari berlalu Lucia masih saja merasa mual setiap kali Levi mendekatinya. Sehingga Levi selama itu harus menjaga jarak dengan istrinya. Sedangkan Kakek Roman sedang berada di negara untuk berkunjung dan bermain bersama Noland dan Julia, karena kunjungan itu sudah seperti kunjungan rutin setiap bulannya.


“Huweek, … Uekk, …” Hari kelima, Lucia masih saja merasa mual dan pusing saat Levi hendak mendekatinya.


“Mau tidak mau hari ini kita harus pergi ke dokter untuk memeriksa keadaanmu, My Queen!” ujar Levi yang kali ini memaksa Lucia untuk memeriksa keadaannya.


“Jangan mendekat! Bau tubuhmu semakin membuatku merasa mual!” seru Lucia yang selalu menghentikan Levi saat ingin mendekatinya.


“Baiklah, aku tidak akan mendekat padamu asalkan kau mau pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan!” ujar Levi penuh penekanan.


“Iya, tapi Axlyn saja yang pergi denganku ke rumah sakit! Kau tetaplah pergi ke kantor, bukankah hari ini ada pertemuan penting yang harus kau hadiri?” pinta Lucia, karena meskipun Levi ikut dia harus tetap menjaga jarak agar tidak membuatnya mual dan pusing lagi.


“Tapi aku harus memastikan keadaanmu, sayang!” ujar Levi dengan raut wajah memohon.


“Nanti Axlyn juga akan memberitahumu hasil pemeriksaannya, bukan?” Lucia bersikeras menyuruh suaminya untuk tetap bekerja.


“Okay, aku akan menyuruh Axlyn untuk datang kemari sekarang juga! Segera hubungi aku begitu hasilnya keluar, mengerti?” Akhirnya Levi pun menyerah dan menuruti permintaan dari Lucia.


Levi pun mengikutinya sampai mobil yang di tumpangi Lucia dan Axlyn tiba di rumah sakit dengan aman. Menyadari bahwa Levi mengikutinya, Lucia pun langsung mengusirnya untuk segera pergi bekerja. Dan dengan sangat berat hati, Levi kembali melajukan mobilnya menuju ke perusahaan.


“Luci, aku dengar beberapa hari ini kau sedang sakit? Kau sakit apa, Hah?” tanya Bella begitu Lucia turun dari mobilnya.


“Bell, tolong periksa istriku ‘yah! Tolong obati dia sebaik mungkin agar bisa secepatnya sembuh,” pinta Levi yang masih menjaga jarak.


“Kenapa kau masih di sini! Cepat berangkat bekerja sana,” usir Lucia yang kembali merasa mual begitu melihat Levi yang ternyata mengikutinya.


“Iya, aku berangkat kerja sekarang!” ujar Levi yang sebenarnya sangat berat untuk meninggalkan istrinya yang sedang sakit.


“Bell, titip istriku! Segera hubungi aku jika hasil pemeriksaan istriku sudah keluar,” pinta Levi pada Bella.


“Iya, cerewet! Sudah pergi sana, biar Luci aku yang merawatnya.” Bella pun ikut mengusir Levi pergi sana.


“Axlyn, kau juga! Selalu berikan laporan setiap sepuluh menit sekali,” perintah Levi pada Axlyn.


“Sudah berangkat sana!” usir Lucia lagi.


“Jangan dengarkan orang gila itu,” bisik Bella mempengaruhi Axlyn.


Setelah di usir berkali-kali, Levi pun akhirnya kembali masuk ke dalam mobil dan langsung menuju ke perusahaannya. Sedangkan Lucia segera di bawa ke ruang pemeriksaan yang ditangani langsung oleh Bella sendiri.


“Apa yang kau rasakan selama beberapa hari ini, Luci?” tanya Bella seperti biasa itu yang pertama selalu dia tanyakan.


“Setiap aku mencium bau tubuh Levi, aku selalu merasa sangat mual dan setelah itu kepalaku terasa sangat pusing dan berat. Aku pikir hanya masuk angina biasa, tapi setelah minum obat dan istirahat masih saja seperti itu sampai sekarang,” jelas Lucia yang membuat Bella langsung memiliki kesimpulan.


“Luci, kapan terakhir kali kamu datang bulan?” tanya Bella memastikan dugaannya.


Benar saja, Lucia langsung terdiam. Sebagai seorang dokter sepertinya Lucia mengerti apa maksud dari pertanyaan Bella barusan. Berbeda dengan Axlyn yang tampak bingung dengan arti pembicaraan antara Bella dan Lucia yang sama-sama seorang dokter.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...