My Husband, My Ex'S Father.

My Husband, My Ex'S Father.
Episode 54.



Semua orang sudah bersiap untuk pergi makan malam, tapi sejak tadi Damar dan Sera tak banyak bicara karena keduanya masih merasa canggung karena kejadian di kamar mandi tadi.


"Kalian duluan saja ke Yummy Resto, Mama dan Papa ada urusan sebentar," pinta Lusi.


"Urusan apa, Ma?" tanya Damar.


"Urusan orang tua, udah sana pergi! Nanti kami menyusul," balas Lusi.


"Baiklah, kami duluan."


Pasangan pengantin baru itu pun masuk ke dalam mobil lalu melesat pergi meninggalkan Lusi dan Erick.


"Mama yakin dengan rencana Mama ini?" Erick memastikan.


"Yakin, Pa. Ini akan menjadi makan malam paling bersejarah," ucap Lusi penuh keyakinan.


"Ya sudah, yuk!" Erick dan Lusi pun meninggalkan halaman rumah Damar, namun mereka pergi ke arah yang berbeda dengan sang putra.


Mobil sedan mewah yang dikemudikan oleh Erick melaju kencang menuju kost-kostan Dafi, malam ini Lusi berencana untuk memperkenalkan Sera pada Dafi, sekalian berpamitan pada cucunya itu karena dia dan suaminya akan kembali ke Italia besok.


Dua puluh menit kemudian, Lusi dan Erick pun tiba di depan kost-kostan Dafi, terlihat sepeda motor Dafi terparkir di teras, pertanda sang cucu ada di dalam.


Lusi dan Erick keluar dari mobil dan mengetuk pintu kamar kost Dafi, pintu pun dibuka oleh sang cucu.


"Oma? Opa?" Dafi terkejut melihat Lusi dan Erick berdiri di depan kamar kost nya.


"Hai, sayang. Apa kabar?" sapa Lusi.


"Baik, Oma."


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu, ya?" Erick mengusap kepala Dafi.


"Iya, Opa."


"Oh iya, kamu sedang sibuk tidak?" tanya Lusi.


Dafi menggeleng, "Tidak, Oma. Memangnya kenapa?"


"Makan malam bareng Oma dan Opa, yuk?" ajak Lusi.


Dafi terdiam, dia ragu untuk menerima ajakan Lusi, dia malas jika nanti juga ada Damar.


"Ayolah, sayang. Besok Oma dan Opa akan pulang ke Italia, entah kapan lagi kita bisa bertemu," bujuk Lusi.


"Iya, Daf. Kita sudah lama sekali tidak makan malam bersama," sambung Erick.


Memang sudah sangat lama mereka tidak makan semeja, mungkin terakhir kali saat Dafi masih duduk di bangku SMP.


"Siapa saja yang ikut makan malam?" Dafi memastikan jika Damar dan istri barunya tidak ikut.


Lusi melirik Erick yang pura-pura tidak tahu, "Hem, cuma kita bertiga, kok."


Lusi sengaja berbohong agar Dafi mau ikut bersama mereka.


"Oma tidak bohong, kan?" Dafi menatap curiga.


Lusi mendadak gugup, "Tidak, dong!"


"Baiklah, aku ikut. Tunggu aku ganti baju dulu," Dafi bergegas mengganti pakaiannya.


"Aku sudah siap, Oma." Dafi kembali menghampiri Lusi dan Erick setelah selesai berganti pakaian.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat!" seru Lusi semangat.


"Tapi aku naik motor saja, ya?"


"Kenapa tidak naik mobil saja bareng Oma dan Opa?" Erick bertanya dengan wajah bingung.


"Tidak apa-apa, aku naik motor saja. Jadi nanti Oma dan Opa tidak perlu repot-repot mengantarkan aku pulang," dalih Dafi, padahal alasan sebenarnya adalah dia belum yakin jika Damar tidak ikut, dia sengaja bawa motor agar bisa lari begitu tahu ada sang papa.


"Baiklah kalau itu mau kamu, yuk!" pungkas Erick.


Mereka pun meninggalkan kost-kostan Dafi, dan bergerak menuju Delicious Resto.


***


Karena mendapatkan pesan dari Lusi tadi, Damar dan Sera yang sudah tiba di depan Yummy Resto terpaksa harus putar balik dan tancap gas menuju restoran yang sang mama maksud. Damar tak mengerti apa alasan mamanya itu mengubah tempat makan malam mereka secara mendadak.


Sementara itu, Dafi beserta Lusi dan Erick sudah tiba di Delicious Resto, mereka sedang melihat-lihat menu makanan.


"Kamu mau pesan apa, sayang?" tanya Lusi pada sang cucu.


"Korean steak saja, Oma," jawab Dafi.


"Minumnya?"


"Jus jeruk saja."


"Baiklah." Lusi mengangguk lalu menatap Erick, "kalau Papa mau pesan apa?"


"Sebentar Papa lihat dulu." Erick memperhatikan daftar makanan di dalam buku menu.


Di saat bersamaan, Damar dan Sera pun datang, keduanya celingukan mencari keberadaan Lusi dan juga Erick.


Lusi yang sudah melihat kehadiran anak dan menantunya itu, pura-pura tidak tahu, dia sengaja menunduk dan menyibukkan diri dengan memilihkan makanan untuk Erick. Sementara Dafi yang duduk di samping Lusi tengah fokus bermain ponsel, dia juga tidak tahu menahu tentang kedatangan Damar dan Sera.


Dari kejauhan Damar melihat keberadaan Lusi, Erick dan Dafi. Sekarang dia paham ternyata sang mama sudah mengatur rencana untuk mengajak putranya itu makan malam bersama mereka.


"Itu mereka." Damar menunjuk ke arah tiga orang itu, "ternyata ada anak Om juga."


Sera terhenyak dan langsung mengikuti arah pandangan Damar.


"Ternyata Dafi juga ikut?" batin Sera sambil menelan ludah, dia mendadak ketakutan saat melihat mantannya itu juga ada di sini.


Rasanya Sera ingin sekali kabur sebelum Dafi melihat dirinya, tapi itu tidak mungkin sebab dia tidak punya alasan untuk melarikan diri.


"Kita ke sana!" Damar menggandeng tangan Sera lalu menarik gadis itu.


Sera semakin takut, jantungnya berdebar tak karuan. Dia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.


"Hai semuanya," sapa Damar.


Lusi, Erick dan Dafi sontak menoleh ke arah pengantin baru yang kini berdiri di hadapan mereka. Mata Dafi seketika melotot saat melihat sang mantan kekasih.


"Sera?" ucap Dafi pelan, lalu melirik tangan Damar yang menggandeng tangan Sera.


***