My Husband, My Ex'S Father.

My Husband, My Ex'S Father.
Episode 16.



Keesokan harinya, Sera sedang duduk melamun di meja makan, dia masih memikirkan kampus mana yang akan dia pilih.


Yuni yang sedari tadi memperhatikan Sera, menegur gadis itu, "Dari tadi melamun terus, memikirkan apa, sih?"


Sera tersentak, "Eh, Eonni. Aku lagi memikirkan tawaran Om Damar."


"Tawaran apa?" tanya Yuni ingin tahu.


"Om Damar mengatakan akan membiayai aku kuliah."


"Wah, bagus, dong!"


"Tapi aku bingung harus memilih universitas mana?" Sera meletakkan kepalanya di meja makan.


"Memangnya tidak ada kampus impian kamu?"


"Ada, sih. Tapi mantan aku juga kuliah di sana, aku tidak ingin bertemu dengannya," jawab Sera malas.


Yuni mengerutkan keningnya, "Kenapa begitu?"


"Malas saja!"


"Sera, seharusnya ini saatnya kamu untuk balas dendam pada mantanmu itu."


Sera sontak mengangkat kepalanya dan menatap Yuni bingung," Maksudnya balas dendam gimana, Eonni?"


"Balas dendam dengan cara yang elegan," sambung Yuni.


Sera menaikkan sebelah alisnya, "Balas dendam dengan cara elegan? Bagaimana caranya?"


"Pertama kamu harus kuliah di tempat yang sama dengannya, terus kamu merubah penampilan jadi lebih cantik dan modis dan berhubungan dengan lelaki yang lebih baik darinya. Pokoknya buat dia merasa menyesal putus dari kamu."


Sera tampak berpikir, "Apa aku bisa?"


"Pasti bisa! Kamu itu sudah cantik, jadi tinggal sedikit dipoles saja terus berpakaian yang modis. Pasti mantan kamu dan cowok-cowok lain bakal klepek-klepek, deh."


"Tapi aku tidak punya baju yang bagus dan tidak pandai berdandan, Eonni," keluh Sera dengan wajah sedih.


"Nanti aku ajarkan cara berdandan, aku juga akan pinjamkan beberapa pakaianku yang cocok buat kamu. Body kita kan tidak jauh berbeda, aku hanya lebih eksotis saja," ujar Yuni bersemangat sambil meliuk-liuk kan tubuhnya, membuat Sera tertawa.


Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Sera memutuskan akan mengikuti saran Yuni, mungkin inilah saatnya dia harus membalas pengkhianatan dan rasa sakit yang Dafi berikan. Dia akan membuat mantannya itu menyesal karena pernah mempermainkan perasaannya.


"Baiklah, Eonni. Aku akan ikuti saran Eonni itu," ucap Sera.


"Ya sudah, kalau begitu kita akan bongkar lemari ku dan mencari pakaian yang cocok buat kamu. Baru setelah itu aku ajarkan kamu berdandan ala Korea," imbuh Yuni semakin semangat, Sera mengangguk setuju.


Keduanya bergegas ke kamar Yuni dan langsung membongkar lemari tiga pintu milik asisten rumah tangga Damar itu, ternyata benar, pakaian Yuni sangat banyak dan bagus-bagus. Ternyata walaupun Yuni hanya asisten rumah tangga, tapi dia sangat modis. Mungkin karena gaji yang Damar berikan cukup tinggi, sementara dia hanya seorang gadis yatim piatu dan tidak memiliki saudara, jadi dia tak perlu membaginya ke mana pun.


Sera mencoba beberapa pakaian yang Yuni berikan, dan ternyata cocok untuknya meskipun sedikit kebesaran, karena badan Yuni lebih berisi dari Sera.


"Sekarang kita belajar dandan." Yuni segera mengeluarkan semua peralatan make up nya.


Sera tercengang saat melihat peralatan make up Yuni sangat banyak dan lengkap. "Wah, banyak banget!"


"Iya, dong! Sebagai seorang wanita, kita harus memiliki ini sebagai alat tempur," sahut Yuni.


"Tapi aku hanya punya bedak, pelembab dan lipstick doang," keluh Sera lagi, dia memang tak pernah berdandan seperti wanita dewasa pada umumnya, dia selalu tampil natural dan sederhana.


"Makanya mulai sekarang kamu harus berdandan, biar aura kecantikan kamu semakin terpancar." Yuni berbicara dengan lebay.


"Kalau begitu ajarkan aku, ya, Eonni?"


"Tentu!"


Yuni pun mulai memoles pelembab dan alas bedak ke wajah mulus Sera, dia memperkenalkan satu per satu nama peralatan make up yang dia gunakan untuk merias gadis itu.


Satu jam kemudian, Sera pun sudah selesai didandani, Yuni memandang takjub dengan hasil karyanya.


Sera menatap pantulan dirinya di cermin, dia tak percaya bisa jadi secantik ini. "Ini karena Eonni yang jago dandanin aku."


"Bukan aku yang jago, tapi memang kamu yang sudah cantik dari lahir," bantah Yuni.


Sera tersipu-sipu.


"Kalau begitu sekarang kita foto, yuk!" ajak Yuni.


"Foto buat apa?"


"Buat kenang-kenangan saja," sahut Yuni asal.


Sera mengangguk, "Boleh, deh."


Mereka berdua berfoto selfie menggunakan ponsel Yuni, namun tiba-tiba pintu kamar Yuni di ketuk dari luar dan terdengar suara Damar memanggilnya.


"Yun, kamu di dalam?"


"Oppa sudah pulang!" seru Yuni yang langsung melangkah mendekati pintu.


Sera mendadak cemas, "Terus aku gimana?"


"Sudah tidak apa-apa."


Yuni membuka pintu kamarnya, Damar langsung terkesiap saat melihat penampilan baru Sera yang begitu cantik.


"Sera? Kamu mau ke mana?" tanya Damar heran, mata lelaki itu tak berkedip memandang Sera.


Sera meringis malu, "Tidak ke mana-mana, Om. Cuma lagi belajar dandan dengan Eonni."


Damar sontak memandang Yuni.


Yuni juga ikut meringis, "Berbagi ilmu, Oppa."


Damar hanya geleng-geleng kepala, dia tahu Yuni pasti akan mengajarkan banyak hal pada Sera yang polos, makanya dia selalu memperingatkan asisten rumah tangganya itu untuk tidak mengajarkan hal yang aneh-aneh.


"Tapi Sera cantikkan, Oppa?" Yuni memastikan.


Damar kembali memandang Sera yang tertunduk, "Iya, cantik banget!"


Sera sontak mengangkat kepalanya menatap Damar yang juga masih memandangnya, lalu dia tersenyum manis. "Terima kasih, Om."


Damar mengangguk dan juga tersenyum.


"Ada apa Oppa memanggil saya?" Pertanyaan Yuni membuat Damar memutuskan pandangannya dari Sera.


"Tidak ada, tadi aku lihat rumah sepi, aku pikir pada ke mana, ternyata kalian di sini," balas Damar, "Ya sudah, aku ke kamar dulu."


"Iya, Oppa."


"Iya, Om."


Damar pun pergi dari kamar Yuni, tapi bayangan wajah cantik Sera masih mengganggu pikirannya. Selama ini dia hanya melihat Sera yang polos dan sederhana, tapi ternyata gadis itu sangat cantik saat berdandan, Damar benar-benar terpesona.


Sera menghela napas setelah Damar pergi, dia takut bercampur malu tadi.


"Benarkan apa kataku, pria akan terpesona melihat kecantikan kamu, buktinya Oppa saja sampai terpana begitu," tutur Yuni bangga.


"Ah, itu perasaan Eonni saja," sanggah Sera dengan wajah merona.


"Itu benar! Dia sampai tidak berkedip memandang mu tadi. Jadi bisa dipastikan mantanmu dan pria lain juga akan seperti itu nanti."


Sera tak membalas ucapan Yuni, dia hanya senyum-senyum sendiri.


***