Just Married

Just Married
episode 13: Malam Bercerita



Sally yang mendengar runtuhan pintu itu pun kaget, apalagi ditambah teriakan Aisha yang cukup keras.


"Aisha? Lho, pintunya?" Ucap Sally gelagapan saat melihat pintu sudah jebol bahkan Aisha sudah berdiri disana.


"Sally, kamu..." Ucap Aisha tertahan, lantaran Sally tengah berendam di bathtub yang sudah telanjang bulat meskipun tertutup dengan limpahan busa.


"Eh, tutup mata kamu. Gak sopan ah, orang lagi mandi malah pintunya kamu jebolin, ini apartemen orang lho" ucap Sally yang masih berendam dalam air dengan menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Eh, maaf. Lagian kamu kenapa dari tadi di panggil gak nyahut-nyahut" gerutu Aisha dan membalikkan badan.


"Hehe, habis enak banget berendam. Jadi ketiduran" ucap Sally cengengesan.


"Apa? Ketiduran? Sia-sia aku mencemaskanmu. Tapi, kenapa waktu pulang kamu terlihat begitu kusut dan berantakan?" Ucap Aisha.


"Nanti aku ceritain, pokoknya panjang ceritanya. Kamu keluar dulu lah, haha gak nyangka pintu sampai jebol begitu" ucap Sally cekikikan.


"Dasar, bodoh. Semuanya kan gara-gara kamu" ucap Aisha tak mau kalah.


"Ini lagi, kenapa pintunya gak mau ditutup" gerutu Aisha saat berusaha untuk menutup agar Sally tak kelihatan dari luar.


"Kamu ini ada-ada saja deh. Pintu jebol begitu, kamu suruh untuk bisa berfungsi. Sudahlah Aisha, begtu saja gak apa-apa, toh gak ada pria disini" ucap Sally.


"Besok pagi kamu panggil servis apartemen, biar diperbaiki. Dan sebaiknya kamu, cepetan mandi jangan tertidur lagi disana, atau apartemen ini akan runtuh" ucap Aisha dan bergegas kembali ke tempat tidurnya.


"Hahaha, iya iya. Dasar Aisha" tawa Sally.


Tak lama kemudian, Sally pun keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk. Sally berjalan mengarah lemari untuk mengambil pakaiannya, kemudian ia kembali ke dalam kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya. Setelah itu, Sally pun bergegas untuk menghampiri Aisha yang sedang memainkan laptopnya. Aisha yang menyadari kedatangan Sally pun dengan sigap menyodorkan pertanyaan untuk Sally, Aisha sudah tak sabar untuk mendengarkan apa yang telah terjadi dengan Sally.


Sally pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi. Sally baru putus karena memergoki pacarnya berselingkuh dengan wanita lain, Ketika Sally pulang ke apartemen dan berharap Aisha ada di sana, namun rupanya Aisha belum pulang ke apartemen. Dengan terpaksa, Sally pun memutuskan untuk berlari mengelilingi taman sampai benar-benar lelah, Sally melakukan itu hanya semata-mata, upaya cara untuk move on atau menunda rasa kesedihan sementara. Daripada Sally di bar, yang ada bahaya bukan. Sebab itulah, kenapa waktu pulang Sally begitu kusut dan badan yang berantakan di mata Aisha, karena sebenarnya yang terjadi Sally sudah sangat kelelahan dan enggan untuk berbicara. Disaat Sally mulai berendam, tubuhnya merasa rileks namun tiba-tiba Sally menangis mengingat apa yang telah ia alami dari sebuah penghianatan, hingga akhirnya Sally tertidur di bathtub, dan selanjutnya kalian tahu akan ulah Aisha barusan.


"Duh, maaf ya Sally. Aku gak tahu, jadi begitu masalahnya. Tapi, tenang Sally. Cowok seperti dia memang gak pantas buat kamu, aku yakin. Suatu saat kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari dia" hibur Aisha dan memeluk sahabatnya itu.


"Terima kasih, Aisha. Senang banget punya sahabat seperti kamu. Ngomong-ngomong, soal pria misterius itu bagaimana?" Goda Sally dan melepaskan pelukan Aisha.


"Ih, apaan sih. Kok malah jadi kesana" ucap Aisha dengan gaya kesalnya.


"Lha itu buktinya, ada boneka teddy bear segede bocah" ucap Sally sembari menunjuk ke arah boneka teddy bear besar yang berwarna pink itu.


"Hehe, itu. Anu... Panjang ceritanya" ucap Aisha cengengesan.


"Anu anu apa, yang jelas dong. Cepat cerita" ucap Sally tak sabar.


"Anu, Sally. Ini sudah terlalu malam, aku rasa aku sudah mulai mengantuk. Sudah ya, aku tidur dulu" ucap Aisha, sengaja mengalihkan pembicaraan dan merebahkan dirinya di atas kasur yang nyaman itu.


"Ah, Sally. Besok saja, ya" rengek Aisha, ia pun mulai menutup tubuhnya dengan selimut tebal.


"Beneran gak mau cerita sekarang?" Ucap Sally, yang saat itu pula jari jemari Sally siap untuk menyerang tubuh Aisha, spontan membuat Aisha terduduk dan menjauh dari Sally.


"Iya, iya. aku akan cerita, tapi tolong singkirkan tanganmu itu" ucap Aisha bergeliat geli.


"Baiklah. Cepat cerita" ucap Sally kemudian.


Aisha pun duduk bersila dan menceritakan apa yang telah ia alami selama setengah hari dengan Altezza. Aisha menceritakan semuanya sedetail mungkin kepada Sally, Sally yang mendengarkan itu pun mulai tertawa kecil bahkan sesekali menutup mulutnya, lantaran ia merasa lucu akan cerita Aisha. Tetapi, Sally juga geram ketika Aisha menceritakan tentang seorang wanita yang telah menyiramnya dengan segelas minuman Aisha.


"Sha, apa benar kamu tidak tahu siapa dia?" Tanya Sally penasaran, setelah Aisha sudah selesai bercerita.


"Beneran Sally, aku tidak tahu siapa Altezza. Kalau mantan ya bukanlah, teman masa kecil, gak juga. Teman waktu SD, SMP bahkan SMA juga bukan" tandas Aisha.


"Kok bisa ya. Emmm, apa waktu kamu bekerja dulu pernah mengalami suatu kejadian? Apapun yang menyangkut pria itu?" Ucap Sally.


"Mana mungkin, kehidupanku hanya biasa saja. Ketemu pelanggan bersikap baik sebagai pelayan, hanya itu saja. Kasus itupun gak ada sangkut pautnya dengan dia, terus kejadian dua tahun lebih yang lalu itu, informasi yang aku dapatkan namanya Gibran Abraham. Meskipun wajahnya sudah samar-samar dalam ingatanku, tapi yang pasti bukan Altezza" jelas Aisha saat berusaha m mengingat-ingat wajah Gibran Abraham.


"Sungguh pria yang misterius. Tapi, kenapa dia seperti sedang mengejarmu?" Ucap Sally semakin penasaran.


"Ah, mana mungkin itu" ucap Aisha tak terima.


"Atau, jangan-jangan dia ingin menculikmu"


"Bodoh, kalau mau nyulik kenapa gak dari dulu. Kenapa harus kirim barang dan makanan? Dan kenapa memaksa orang untuk ikut pesta? Kenapa juga memperkenalkanku kepada orang-orang, kalau aku itu calon istrinya? Dan kenapa sengaja menjebakku bekerja untuknya?" Ucap Aisha.


"Ya, juga ya. Sikat saja lah, Sha" goda Sally.


"Ogah banget, dia pria bodoh, gila, pria mesum, dia juga suka memaksa" celetuk Aisha ketika mengingat Altezza yang selalu seenaknya dengan Aisha.


"Tuh, sifatnya saja kamu tahu persis semuanya" goda Sally dan membanting tubuhnya di atas ranjang.


"Sally..." Ucap Aisha sebal.


"Hehe, oke oke. Ya sudahlah, mari kita tidur. Hahaha, gak nyangka banget, pintu saja bisa jebol" ucap Sally saat mengingat kejadian tadi.


"Hus, jangan diungkit lagi. Kan juga gara-gara kamu" ucap Aisha tak mau kalah.


Malam itu sudah kian larut, dua wanita muda itu pun dengan perlahan sudah mulai memasuki ke alam mimpi. Dan akhirnya dua wanita muda itu pun terlelap dengan mimpi-mimpinya.