
Di sebuah tempat rileksasi perawatan tubuh, kota Manhattan.
"Hahhh... Akhirnya kita bisa bersantai, nyamannya" ucap Aisha dengan nafas lega saat berendam di pemandian air panas dengan sensasi aromaterapi yang menyegarkan.
"Sepertinya, akhir-akhir ini kamu sedang stress Aisha? Apa tugas kampus terlalu berat untukmu? Atau jangan-jangan kamu sudah rindu berat dengan bos" goda Sally.
"Haih... Tidak juga sih, kamu sendiri bagaimana? Bukankah tugas kampus lagi puncak-puncaknya, tapi kamu juga harus memikirkan pekerjaan kamu" ucap Aisha.
"Yah... Sebenarnya memang berat, tapi tak apalah aku menyukai keduanya. Karena dari itu aku bisa bebas dari pria gila itu" ucap Sally.
"Hahaha, pria gila katamu. Dulu juga kamu pernah menyukainya kan?" ledek Aisha.
"Hei hei, daripada kamu. Mimpi seperti itu saja sudah membuatmu berkeringat dingin, bagaimana nanti kalau kamu sudah jadi istri bos beneran. Jangan-jangan kamu langsung lari terbirit-birit tuh, bhuahahaha" ejek Sally yang tak mau kalah.
"Sialan kamu, Sally" ucap Aisha.
"Membayangkannya saja membuatku tidak bisa berhenti tertawa, dasar Aisha bodoh. Hahahaha..." ucap Sally yang masih dengan tawanya.
"Huft... Setidaknya hubunganku sudah jelas kan? Daripada kamu, bwek" ejek Aisha dengan menjurkan lidahnya.
"Ah, sial. Suami kamu saja yang pelit, nyuruh dia kerja selama dua puluh empat jam setiap hari" keluh Sally dengan raut sedikit kesal.
"Cieee... Jadi beneran nih, kamu suka Leon?" Ledek Aisha.
"Eh??"
"Ya ya, nanti aku bantu bicara dengan Altezza. Kamu tenang saja" ucap Aisha dengan berlagak sebagai istri bos.
"Dasar nyonya muda sialan" ucap Sally.
"Hahaha, tajam sekali ucapanmu" gelak Aisha.
Di sebuah gedung tempat pelelangan kota Paris.
"Rendra bersama seseorang yang paling berpengaruh dalam dunia bawah, kamu harus hati-hati" suara di balik earphone yang masih menempel di telinga Altezza, yang merupakan suara dari Gavin kakaknya.
"Aku tahu, aku akan masuk sekarang" ucap Altezza.
"Baiklah, aku akan mengurus yang lainnya" suara Gavin dari earphone Altezza.
Leon pun turun dari mobil dan segera membukakan pintu mobil untuk Altezza, saat itu pula Altezza bergegas turun dan segera untuk masuk kedalam sebuah gedung mewah dimana tempat pelelangan itu berada.
"Selamat malam tuan, selamat datang" ucap beberapa pelayan pria dan pelayan wanita untuk menyambut para tamu pelelangan.
Altezza hanya diam dengan wajah yang datar dan dingin, mereka terus berjalan melewati sebuah lorong untuk menuju pada ruangan utama, dimana tempat berlangsungnya pelelangan. Acara pelelangan itu hanya mengundang para pebisnis besar dan orang-orang besar yang paling berpengaruh lainnya, saat Altezza mendapatkan informasi tentang pelalangan itu ia mendapatkan sesuatu informasi yang membuat Altezza untuk pergi ke sana, ia merasa pelelangan itu merupakan petunjuk awal untuk mencari keberadaan Rendra Andara alias sebuah jebakan yang membuat dirinya untuk muncul.
Beberapa saat kemudian, acara pelelangan itu pun sudah di mulai dan berlangsung cukup lama. Semua saling berebut dengan tawaran harga yang tinggi, Altezza terus bersabar dengan sesuatu yang mungkin akan menjadi sebuah petunjuk.
"Untuk kali ini, ada sebuah benda yang sangat legendaris. Benda ini hanya ada satu di dunia, apakah kalian penasaran. Mari kita lihat bersama, benda apakah itu"
Sebuah tirai terbuka, lalu datanglah seorang wanita dengan dress hitam pendek dengan membawa sebuah kotak kaca transparan yang cukup besar. Di dalam kotak transparan itu rupanya ada sebuah kalung dengan kristal hitam yang hampir menyerupai bentuk waru dengan di kelilingi berlian kecil di setiap pinggir berlian tunggal itu, kemudian ada tiga berlian hitam tunggal yang semakin mengecil sebagai pemanis dari hasil karya kalung legendaris yang pernah di kabarkan menghilang setelah kematian Ratu Farosha.
Konon, Ratu Farosha merupakan ratu pengendali dunia bawah di negara Aslan dimana kedudukannya hampir setara dengan Ratu Aslan, kehebatannya pun selalu unggul dalam menumpas kejahatan, hingga suatu ketika sosok Farosha cukup terkenal dalam bangsawan maupun dalam kerajaan. Tentunya membuat mereka penasaran tentang Farosha, namun sayangnya tak ada yang tahu bagaimana Farosha itu berada dan di mana tempat tinggalnya.
Singkat cerita, ternyata Farosha merupakan pewaris Ratu Aslan yang sebenarnya, sejak kecil ia sudah tahu jika dirinya akan menjadi penerus tahta kerajaan apalagi ia sudah tahu menjadi seorang ratu bukanlah hal yang mudah itulah awal mula Farosha meminta saudaranya untuk membantu mengendalikan negara Aslan jika kelak sudah masanya naik tahta, apalagi ia sering menjumpai sebuah kejahatan yang terselubung dalam sebuah kerajaan. Bahkan ia juga kehilangan cinta masa kecilnya saat melindungi dirinya dari pembunuhan sebagai pewaris tahta kerajaan di saat dirinya mulai menginjak usia remaja.
Kalung berlian itulah simbol cinta masa kecil Farosha yang merupakan pemberian dari seorang pemuda cinta di masa kecilnya itu, tentu hal itu membuat Farosha menumpaskan segala kebenciannya akan kekejaman pengaturan politik kerajaan Aslan yang begitu keji.
Farosha menghilang tanpa jejak, saudaranya mengganti tahta. Beberapa tahun kemudian, dunia bawah di gegerkan akan seorang wanita cantik berdarah dingin yang di kenal akan kehebatannya yang tak tertandingi dalam dunia bawah, para dari dunia bawah pun tak ada yang berhasil menemukan siapa wanita itu, bahkan dalam kerajaan Aslan mulai was-was akan sosok wanita tersebut yang sangat misterius.
Saat kondisi kerajaan mulai berbenturan, itulah yang membuat Farosha harus muncul sebagai pewaris yang sesungguhnya dan memperbaiki semuanya, semua orang tak tahu jika Farosha merupakan ratu pengendali dunia bawah, para penghianat memandang remeh dirinya pun tersungkur begitu saja. Hingga Aslan berangsur-angsur keadaannya mulai membaik, selang beberapa waktu kemudian sebuah informasi pun bocor jika ratu Farosha merupakan ratu pengendali dunia bawah yang di kenal sebagai ratu iblis. Saat itulah Farosha cukup di takuti akan keberadaannya begitu juga nyawanya tentunya selalu dalam ancaman.
Singkat cerita, di kabarkan pula Farosha meninggal saat dirinya sudah lama melepaskan tahta dan memilih setia dengan kekasih masa kecilnya yang telah lama meninggal karena ia menolak pernikahan aliansi, Farosha menghilang yang konon tidak ada yang tahu keberadaanya di mana. Dan kalung tersebut ditemukan dalam sebuah kotak peti kecil terkubur dalam tanah di salah satu desa dari negara paris, penemunya merupakan seorang arkeolog yang tengah melakukan riset penelitian di sebuah desa tersebut.
Saat itulah, penemuan kalung berlian yang begitu menarik membuat seseorang dari negara Aslan mengaku jika kalung itu ia pernah melihat sebelumnya dalam bentuk desain yang pernah ia temukan dalam sebuah buku tua milik kakek buyutnya yang masih tersimpan rapi di perpustakaan milik ayahnya.
"Wah... Indah sekali, aku pernah mendengar kisah cinta yang menyedihkan itu" gemuruh orang-orang saat takjub melihat kalung berlian tersebut.
"Seingatku dulu ada yang pernah membelinya dengan harga yang sangat tinggi, bahkan setelah itu keberadaannya tidak ada yang tahu, kenapa hari ini muncul dalam pelelangan" ucap salah seorang pria yang ikut dalam acara pelelangan.
"Apakah bos akan memenangkannya untuk nona?" Bisik Leon.
"Bagaimana mungkin aku memberikan kalung seperti itu kepada istriku" ucap Altezza.
"Ah, benar juga ya. Meskipun kalung itu merupakan simbol cinta sejati, tapi menyedihkan apalagi..."
"Apa?" Sela Altezza.
"Ti, tidak ada bos, hehehe. Hanya bercanda kok" ucap Leon cengengesan.
"Yak kita mulai membuka harga, dimulai dari lima puluh juta dolar" ucap sang pembawa acara.
Semua orang pun saling berebut, lantaran desain kalung tersebut memiliki nilai estetika yang begitu luar biasa, apalagi di buat untuk hadiah kepada sang istri. Tentu hal itu akan menjadi nilai plus yang amat tinggi, lantaran foto kalung tersebut pernah gempar di tahun sebelumnya di kota Paris saat salah satu perusahaan akan mengeluarkan edisi desain sedemikian rupa dengan kalung tersebut, namun tiba-tiba tidak jadi memproduksinya lantaran adanya pelarangan dari seseorang yang entah siapa tak tahu. Tentu hal itu membuat para sosialita merasa kecewa berat, dan saat inilah yang paling di tunggu-tunggu para wanita sosialita yang terlihat jelas saling beradu harga tinggi.
"Leon dapatkan kalung itu bagaimanapun caranya" ucap Altezza.
"Eh? Baik bos" ucap Leon dengan semangat.
Hampir semua orang saling beradu begitu sengit apalagi harga yang cukup fantastis, bahkan sudah ada yang menawar dua ratus juta dollar. Saat sang pembawa acara terus memancing semua orang sudah enggan untuk menawar yang di rasa harga itu terlalu tinggi.
"Tiga ratus juta dollar" ucap Leon begitu gamblang dan lantang, semua orang pun menoleh kepada Leon.
"Baik. Tiga ratus juta dolar, apa ada lagi?" Ucap sang pembawa acara.
"Lima ratus juta dolar" suara seorang pria yang cukup menggelegar semua orang pun menoleh ke arah itu.
"Jangan, kita sudah mendapatkannya" ucap Altezza dan menahan tangan Leon saat hendak mengangkat tangannya untuk menawar jauh lebih tinggi.
"Yak. Selamat tuan, anda pemenangnya. Lima ratus juta dolar untuk kalung berlian yang sangat spesial ini. Dan kini masih ada dua lagi yang sangat-sangat menarik bagi anda semua...." ucap sang pembawa acara.
Hingga beberapa saat kemudian, acara pelelangan itu pun berakhir. Dan Altezza telah berhasil memenangkan sebidang tanah yang cukup luas di kota paris yang letaknya begitu strategis, namun Altezza juga menyadari akan suatu bahaya yang akan terjadi.
"Leon" ucap Altezza.
"Baik" ucap Leon yang kini wajah Leon menjadi serius.
Sedangkan di sisi lain, kota London.
"Oh... Jadi ratu Farosha itu tidak menghilang, kan om?" Ucap Alex.
"Iya, dia hanya pindah ke negara lain dan menjadi orang biasa di desa itu. Karena rumor yang beredar jika ratu Farosha ingin tinggal di negara itu bersama kekasih masa kecilnya saat menikah nanti, karena kekasihnya sudah meninggal Ratu Farosha membawa kalung itu dan menjadi seorang wanita yang berpengaruh di desa itu" ucap papa Abraham.
"Hem... Ternyata ratu Farosha juga wanita yang kuat ya om" ucap Alex manggut-manggut takjub.
"Tentu. Kamu ingin melihatnya, Alex?" Ucap papa Abraham.
"Eh? Berarti kalungnya ada di..." Tebak Alex tak percaya.
"Ya... Om menyimpannya karena Altezza lah yang meminta agar kalung itu tetap aman. Sebetulnya di balik kalung itu ada sebuah rahasia" ucap papa Abraham.
"Rahasia apa om?" Ucap Alex.
"Sebentar, om ambilkan" ucap papa Abraham yang langsung membuka sebuah lemari dan di dalam lemari ada sebuah brankas, dengan segera papa Abraham membukanya dan mengambil sebuah kotak berwarna merah dengan ukiran kayu.
"Sebetulnya, papamu yang membelinya untuk hadiah mamamu. Tapi papamu tidak sengaja menemukan sebuah rahasia di balik kalung itu dan kalung inilah awal mula penyebab segala akar permasalahannya, makanya Altezza menyimpannya agar tidak ada yang mencarinya" jelas papa Abraham.
"Indah sekali, pantas saja pemuda bangsawan itu jatuh hati kepada ratu Farosha" puji Alex saat melihat kalung legendaris itu.
"Lalu, rahasianya apa om?" Ucap Alex kemudian.
"Belum waktunya kamu tahu, kelak kamu harus belajar banyak kepada Altezza" ucap papa Abraham dan mengacak-acak rambut Alex.
"Ah, om pelit" keluh Alex.
"Oh ya, ini rahasia kita ya. Jangan kasih tahu mama mu" bisik papa Abraham.
"Kenapa? Bukankah mama sudah tahu akar permasalahannya?" Selidik Alex.
"Mamamu hanya tahu, jika permusuhan antara Rendra dengan papamu itu bermula karena persaingan bisnis dan kebetulan Rendra itu telah melakukan pencucian uang sedangkan papamu tahu itu, bahkan Rendra itu juga pebisnis gelap" ucap papa Abraham sembari mengembalikan kalung ke dalam brankas dan menguncinya.
"Sudah cukup. Jadi kamu tahu kan awal mula apa yang di rencanakan Altezza?" Ucap papa Abraham kemudian.
"Ya, Alex tahu" ucap Alex dengan semangat dan bangga.
"Maka dari itu, sebaiknya kita pergi jalan-jalan sesuai janji om sebelumnya" ucap papa Abraham dengan semangat.
"Dasar orang tua tak berperasaan" sindir Alex.
"Hahahaha... Kamu hanya belum tahu saja" ucap papa Abraham yang terasa sedikit misterius itu.
"Kenapa om Abraham terlihat mencurigakan ya" pikir Alex.
Di sisi lain kota Paris.
"Kali ini kita harus menyelesaikan semuanya" ucap Altezza.
"Baik, bos" ucap Leon dan kembali memantau ke arah layar laptopnya untuk mencari informasi terbaru dalam misi penangkapan Rendra Andara dan para musuh.
"Apa?" Ucap Altezza melalui earphone.
"Cih. Sudah jelas aku lebih unggul darimu" ucap Altezza yang rupanya tengah berbincang dengan Gavin, kakaknya.
"Tapi soal percintaan, aku jauh lebih unggul darimu kan?" ejek Gavin.
"Sialan kamu, sebentar lagi aku juga akan menyusulmu. Jangan remehkan aku" ucap Altezza.
"Ya, kalau kamu bisa pulang dengan selamat" ejek Gavin.
"Lihat saja" ucap Altezza.
"Bos, hasil dari informasi ini menunjukkan di sebuah lokasi yang cukup jauh dari kota" ucap Leon.
"Lanjutkan" ucap Altezza.
"Ya, kami sudah memberi instruksi para pasukan untuk cepat menyebar dan melakukan pergerakan" ucap Leon.
"Lalu?"
"Sepertinya ada yang mau menjebak kita" ucap Leon kemudian.
"Sudah ku duga, mereka tak sabar untuk menunggu umpan" ucap Altezza.
"Tapi titik dari alamat IP ini menunjukkan ada di sebuah tengah-tengah kota, menurut informasi di sana tengah menggelar sebuah pesta pernikahan anak konglomerat di kota ini. Mungkin..." jelas Leon.
"Jangan buru-buru menganalisa, kita harus teliti dan hati-hati" sela Altezza.
"Baik. Kami akan melakukan yang terbaik" ucap Leon.
"Kali ini tidak boleh ada kegagalan lagi" ucap Altezza.
"Siap bos" ucap Leon.
"Tak kan ku biarkan tersisa sedikitpun. Rendra, kali ini akulah yang akan melawan mu" ucap Altezza dalam hati.