
Berusaha tetap mempertahankan kewarasannya, Galen mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan maksimal tapi tetap berusaha untuk tenang. Dia, harus segera sampai ke Mansion utama, tapi tetap harus memikirkan keselamatannya. Sangat tidak lucu jika dia ingin segera sampai ke Mansion, tapi karena tidak memperhatikan keselamatan, dirinya justru berada di rumah sakit dan bukan Mansion.
Biasanya memakan waktu hampir setengah jam dari kantor JN GROUP sampai ke Mansion, tapi kini Galen hanya butuh waktu lima belas menit untuk sampai ke Mansion utama keluarganya. Hal pertama yang dilihat Galen ketika sampai di Mansion adalah suasana Mansion yang terlihat tenang dari luar. Dalam hati Galen berdoa semoga saja ketenangan Mansion yang nampak dari luar ini, juga terjadi di dalam.
Sambil berjalan masuk ke dalam Mansion, Galen terus berdoa semoga saja apa yang daddy Joaquin katakan padanya tentang istrinya yang pergi membawa kedua buah hati mereka adalah hal yang tidak benar. Semua itu, hanya untuk menakut-nakuti dirinya saja. Pasti Lucena sudah bercerita apa yang terjadi di perusahaan tadi. Dan daddy Joaquin yang marah, ingin memberi pelajaran padanya dengan berbohong seperti itu.
Iya, dalam hati Galen terus berharap seperti itu. Dia terus mensugesti dirinya dengan pikiran-pikiran positif. Tidak mungkin Lucena pergi meninggalkan dirinya membawa dua anak mereka. Memangnya mau kemana dan apa yang bisa Lucena lakukan di luar sana.
Sayangnya Galen lupa, Lucena juga bermarga sama dengannya. Dengan begitu, Lucena pun memiliki kekayaan yang di atas Rata-rata. Sangat mudah bagi Lucena hidup di luar sana, asalkan ada uang di tangannya.
" Dimana daddy dan mommy? " Galen bertanya pada maid yang menyambut kedatangannya.
" Tuan dan nyonya besar sudah menunggu anda di ruang keluarga tuan.. " Maid itu menjawab pertanyaan Galen sebelum berlalu pergi.
Galen mengabaikan ekspresi wajah maid tadi yang terlihat tidak seperti biasanya. Seperti sedang ketakutan entah karena apa. Dia pun tidak peduli dan lekas menuju ke ruang keluarga menemui daddy dan mommy nya.
" Dad... Apa maksud ucapan daddy di telepon tadi? Tidak mungkin Luce pergi bersama anak-anak. Mereka masih terlalu kecil untuk diajak keluar, dad.. " Galen langsung bertanya tanpa sekalipun tahu jika saat ini kedua tangan daddy Joaquin sudah terkepal siap untuk menghajar putranya itu.
" Lucena pergi, Galen.. Dia benar-benar pergi.. Apa yang terjadi sampai dia memilih pergi? Kalian bertengkar? " Tanya mommy Noura berusaha untuk tetap tenang, meski masih ada sisa tangisan di wajahnya.
" Hanya masalah sepele, mom.. Lucena memilih membatalkan mega proyek JN GROUP hanya karena klien ku, bersikap terlalu dekat dengan ku.. " Terang Galen masih tidak menyadari kesalahannya.
" Mommy tahu Tamara kan? Teman kuliah ku.. Kamu dekat karena Tamara menganggap aku kakaknya. Lucena melihat Tamara duduk di pangkuan ku dan salah paham, padahal bukan seperti itu.. " Ucap Galen menjelaskan. Dia tahu, pasti Lucena sudah bercerita semua pada kedua orang tuannya.
" Brengsek.. Daddy tidak pernah mengajari mu untuk membiarkan wanita lain masuk dalam sebuah rumah tangga.. Pantas Luce pergi.. Dan daddy kini mendukung keputusannya untuk membawa pergi cucu daddy.. " Ucap daddy Joaquin, sudah berdiri menghampiri Galen.
" Maksud daddy apa? Luce tidak mungkin per... "
Bugh..
Bugh.
Bugh..
" Aaaaa... Daddy hentikan.. Daddy, sudah jangan dipukul lagi.. " Mommy Noura berteriak untuk menghentikan suaminya menghajar putra pertama mereka.
Mommy Noura juga tidak habis pikir dengan pola pikir Galen kali ini. Bisa-bisanya dia menjelaskan duduk permasalahan tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
Daddy Joaquin dan mommy Noura sudah mendengar detail kejadian yang terjadi di perusahaan dari Bridella. Tadi, saat Galen terduduk lemas di depan lift, Bridella mendekati tuannya untuk membantu tuannya berdiri. Saat itu, Galen menolak dan memilih pergi meninggalkan perusahaan.
Bridella menemukan ponsel miliknya tergeletak di lantai, dan panggilan dari daddy Joaquin masih tersambung. Dia pun mengangkat telepon itu untuk mengatakan jika Galen sudah pergi dari perusahaan untuk pulang ke Mansion. Saat itulah daddy Joaquin bertanya duduk permasalahan sampai menantunya pergi, dan Bridella menceritakan semuanya secara gamblang tanpa ada sedikit pun yang ditutupi.
Mendengar semua cerita Bridella tentang kelakuan putranya yang entah kenapa bisa sampai seperti itu. Daddy Joaquin menunggu kepulangan Galen dengan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubunnya. Jadi jangan salahkan jika sekarang daddy Joaquin menghajar putranya.
" GAFAR... Tolong nak, hentikan daddy mu.. Galen bisa masuk rumah sakit.. " Mommy Noura yang mendengar suara mobil berhenti di depan Mansion, langsung keluar untuk meminta bantuan. Ternyata yang datang adalah GAFAR.
" Ada apa mom.. Daddy kenapa? " Tanya Gafar yang ikut mengiringi langkah mommy Noura masuk ke dalam.
" Galen.. Daddy menghajar Galen karena membuat Lucena membawa cucu-cucu mommy keluar dari Mansion ini.. " Terang mommy Noura menjelaskan garis besarnya saja.
" HAH... " Gafar terkejut mendengar ucapan mommy Noura.
Ternyata benar ucapan mommy Noura, jika daddy Joaquin menghajar Galen sampai saat ini Galen sudah babak belur. Tanpa menunggu lagi, Gafar lekas maju untuk menarik tubuh daddy nya menjauh dari Galen.
Sempat kesulitan, karena meski usia daddy Joaquin sudah hampir mencapai usia di atas enam puluh tahun. Tapi fisik daddy Joaquin masih segar bugar karena rajin berolahraga. Meski begitu, tenaga Gafar yang lebih muda jelas lebih kuat dari daddy Joaquin. Akhirnya Gafar berhasil melerai pertikaian yang berat sebelah ini.
" Dad.. Sabar.. Ingat penyakit jantung daddy.. " Ucap Gafar dengan nafas ngos-ngosan lantaran kelelahan melerai daddy dan kembarannya.
" Minggir, Gafar!! Daddy belum puas menghajar anak kurang ajar satu itu.. Minggir!! " Daddy Joaquin memberontak dalam kekangan Gafar.
" Stop dad.. Galen bisa mati kalau terus terusan daddy hajar.. Dia tidak mungkin mengelak, dad.. " Ucapan Gafar menyadarkan daddy Joaquin.
Galen memang tidak mengelak sejak tadi saat dihajar daddy Joaquin. Jika begini, lama kelamaan juga Galen pasti juga akan meninggalkan dunia ini. Masih berusaha meredam emosinya, daddy Joaquin memilih kembali duduk tanpa sedikitpun peduli luka-luka yang didapat Galen darinya.
" Mom.. Antar Galen ke kamar.. Biar Gafar yang bicara sama daddy.. " Gafar memanggil salah satu penjaga untuk membawa Galen ke kamar di temani mommy Noura.
" Nggak.. Aku harus cari Luce.. Minggir.. " Galen menghempaskan lengan penjaga yang membantunya berdiri.
" Nggak usah ngeyel.. Obati dulu luka-luka mu Galen.. " Tegur Gafar yang baru pertama kali ini melihat Galen dengan tampilan acak-acakan seperti ini.
" Nggak.. Kalau aku nggak pergi sekarang, Luce bisa semakin jauh pergi bawa anak-anak aku.. " Kekeh Galen ngeyel.
" Galen Avanoisk de Niels... Aku tidak akan membiarkan mu menemukan Lucena.. Dan mulai sekarang, mundur dari jabatan mu sebagai CEO di JN GROUP.. Gafar akan menggantikan mu.. " Ucap daddy Joaquin kemudian berlalu pergi.
Mulut Galen ternganga mendengar titah daddy Joaquin barusan. Tidak menyangka jika sekarang musuh terbesarnya adalah daddy nya sendiri. Galen tidak percaya jika daddy nya justru berada di pihak yang berseberangan dengannya.
Mundur dari posisi CEO JN GROUP masih bisa Galen Terima. Tapi daddy Joaquin dengan jelas mengatakan tidak akan membiarkan Galen menemukan keberadaan Lucena. Hal ini yang tidak bisa diterima Galen.
Apa sefatal itu kesalahannya sampai daddy sendiri bahkan menjadi musuhnya saat ini. Menurut Galen semua ini hanya masalah sepele, hanya salah paham tapi diartikan lain oleh Lucena. Sungguh sekarang Galen sudah seperti pepatah yang mengatakan, sudah jatuh masih tertimpa tangga pula.