IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Healing



Mata Galen mengerjap lucu saat melihat seorang pria yang usianya mungkin terpaut sepuluh tahun darinya, berkulit gelap karena pasti tinggal di sekitar pantai ini, terbukti dari pakaian yang dikenakannya. Namun yang membuat Galen terheran dengan kehadiran orang ini adalah bukannya marah pada Galen yang parkir sembarangan, pria ini meminta Galen untuk berfoto dan membantunya membelikan bensin untuk mobil Galen.


" Senang sekali saya bisa bertemu dengan Anda tuan muda.. " Ucap pria itu.


" Oh ya.. Karena terlalu senang sampai lupa.. Nama saya Theodore tuan.. Saya adalah penjaga pantai ini.. Beruntung Anda bertemu saya, kalau bertemu petugas keamanan, Bisa-bisa mobil Anda yang bagus ini akan diderek.. " Ucap Theodore yang kelewat senang bertemu Galen.


" Terima kasih pak.. Sudah membantu saya.. Tapi, kenapa bapak sesenang itu bertemu saya? Apa kita.. Pernah bertemu sebelumnya? " Tanya Galen.


" Tidak tuan.. Baru pertama kali ini kita bertemu karena itu saya senang sekali. Siapa yang tidak kenal Anda, pewaris dari Kerajaan bisnis keluarga de Niels, hanya orang bodoh yang tidak mengenal Anda.. Dan jujur,... Saya mengidolakan Anda.. " Mata Galen kembali mengerjap. Tidak salah dengar kah dirinya saat ini.


Galen merasa orang yang ada di sampingnya ini menjalani kehidupan yang sulit. Karena itu bisa menganggap kehidupan yang Galen jalani begitu indah layaknya hidup di surga dunia. Tidak tahu saja, pria bernama Theodore ini, jika sebenarnya Galen lebih bahagia ketika hidup lima tahun sebagai OB, daripada sekarang sebagai CEO.


" Hidup saya tidak seindah yang Anda pikirkan hanya karena saya kaya raya, tuan.. Banyak kepala keluarga bergantung hidup di bawah kepemimpinan saya, beban yang saya pikul, cukup berat kalau menurut saya.. Jujur saja, saya pernah menjadi seorang OB di perusahaan besar di Asia. Dan saya sangat bahagia pada masa itu.. " Tutur Galen bercerita.


" Anda... Jadi OB? Saya... Tidak salah dengar kan tuan muda? "


Tawa Galen langsung menyembur ketika melihat pria ini sampai shock mendengar dirinya pernah kerja kasar sebagai OB. Sepertinya, untuk sejenak saja kali ini, Galen bisa sedikit merasa terhibur karena tingkah absurb orang di sampingnya ini. Apakah ini akan menjadi liburan Galen yang menyenangkan.. Bolehlah Galen berlibur dahulu karena terus terang dia sedang membutuhkan itu sekarang.


" Anda sudah menikah, pak? " Tanya Galen.


" Sudah tuan.. Anak saya dua, baru sekolah dasar semua.. " Jawabnya.


" Istri Anda kerja apa, pak? " Entah kenapa Galen ingin kepo dengan kehidupan orang di sampingnya ini. Orang yang dia izinkan untuk pertama kalinya sebagai orang yang mengemudikan mobil kesayangan Galen ini.


" Istri saya tidak kerja tuan muda, hanya membuka sebuah kedai di pinggir laut dimana tempat yang sekarang ini akan kita tuju.. Saya akan mengajak anda makan pagi sama-sama tuan.. Itupun jika anda tidak keberatan untuk makan makanan sederhana kami.."


" Tentu saja tidak.. Mari kita sarapan sama-sama karena saya lapar sekali.. " Galen meringis malu saat perutnya berbunyi di depan Theodore.


Mobil Galen sudah sampai di sebuah tempat parkiran yang mana di sekitar sana banyak sekali kedai penjual makanan. Juga ada kedai yang menjual pakaian pantai. Sepertinya pantai yang Galen kunjungi semalam bukanlah tempat yang biasa dikunjungi orang-orang.


Kini, Galen duduk di salah satu bangku di kedai milik istri Theodore. Masakan yang dijual di sini adalah masakan khas Italia. Galen pun memesan makanan yang paling ringan untuk dijadikan sarapan. Karena dia tidak terbiasa makan berat di pagi hari.


" Silahkan tuan.. Mohon maaf jika masakan saya tidak sesuai dengan selera Anda.. " Ucap istri Theodore mempersilahkan Galen untuk makan.


Di tempat ini Galen tengah asyik menikmati sarapannya. Lain dengan di mansion utama de Niels, dimana semua orang sangat panik karena Galen tidak bisa dihubungi. Awalnya tidak ada yang mengira jika Galen tidak pulang. Karena dia memang selalu seperti itu sejak menikah. Namun ketika Ketos, Billcan dan Bridella datang untuk mencari tuan meraka, jelas saja keluarga langsung panik.


" Bagaimana bisa Galen tidak pulang dan tidak ada yang tahu dari kalian semua? " Mommy Noura langsung mengumpulkan semua penjaga dan maid di mansion utama untuk ditanyai tentang keberadaan sang putra.


" Maaf nyonya.. Semalam tuan muda memang sudah pulang.. Namun saat tuan muda pergi lagi, tidak ada yang melihat.. Tapi dari.... " Belum selesai kepala keamanan melapor, mommy Noura sudah langsung memotong.


" Tidak ada yang melihat? Kalian jangan bercanda.. Penjaga banyak di mansion ini, bagaimana bisa tidak ada yang melihat... Putra ku... " Mommy Noura terduduk di sofa samping daddy Joaquin yang tengah asyik menikmati teh hangat di pagi hati.


" Daddy.. Kenapa diam saja? Putra kita nggak pulang dad? " Mommy Noura ganti melampiaskan amarahnya pada suaminya.


" Mommy.. Kalau mommy lupa, maka daddy ingatkan saat ini.. Bukankah Galen sudah berusia 29 tahun, dan akan segera jadi 30.. Sudah sebesar itu, bagaimana bisa dia hilang? " Ujar daddy Joaquin. Dirinya juga khawatir, tapi tidak sampai sepanik itu. Putra nya sudah besar, pasti tahu akan berbuat seperti apa.


" Galen tidak pulang juga pasti karena memiliki alasan.. Jangan meributkan hal semacam ini, kalau mommy tidak ingin Galen tertekan. Anak itu ganga berusaha terlihat kuat di depan kita mom.. " Nasehat dari daddy Joaquin.


Mommy Noura yang masih menangisi putranya yang tidak pulang, menjadi berangsur tenang setelah mendengar ucapan daddy Joaquin. Memang benar apa yang daddy Joaquin katakan. Selama ini, putranya mencoba tenang karena tidak ingin membuat dirinya dan suaminya khawatir apa yang menimpanya.


Namun, sebagai ibu yang melahirkan Galen, tentu saja mommy Noura tetap khawatir. Anak itu, tidak pernah seperti ini, pergi tanpa pamit. Setidaknya mommy Noura akan tenang begitu dia mengetahui anaknya baik-baik saja. Yang terpenting anaknya baik-baik saja.


" Tuan besar.. Saya telah menemukan titik terakhir lokasi tuan muda.. Beliau, ada di pantai.. " Lapor Ketos.


" Pantai? Kalau begitu biarkan saja.. Kalian bertiga handle urusan kantor.. Jika ada kepentingan yang mendesak dan tidak bisa kalian tangani, hubungi saja Gafar.. " Ucap daddy Joaquin yang sebenarnya bisa lega karena anaknya telah ditemukan.


" Kenapa aku? " Gafar langsung menyahuti ketika mendengar namanya disebut.


" Galen tidak berangkat ke kantor.. Kau gantikan dia sementara waktu.. " Ucap daddy Joaquin.


" Huft.. Baik.. Tapi kemana anak itu? Tidak biasanya dia pergi dad.. " Tanya Gafar.


" Ke pantai.. " Jawab daddy Joaquin singkat padat.


Gafar menghela nafas untuk mengeluarkan sesak di dadanya. Bohong dia tidak peduli akan derita dan masalah yang Galen jalani. Terbiasa menyelesaikan semua permasalahan saudaranya, kini Galen dihadapkan dengan masalah pribadi yang cukup berat. Sayangnya, baik dirinya maupun saudara Galen yang lain, tidak bisa melakukan apa-apa selain memberi dukungan saja.