IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Kunjungan dadakan



Hari yang paling dinantikan oleh Lucena akhirnya datang juga. Setelah mengirimkan beberapa lamaran ke beberapa universitas dan sekolah sebagai tenaga kerja pengajar. Dan hari ini, Lucena dipanggil untuk datang ke Universitas yang tempatnya tidak jauh dari rumahnya belajar untuk panggilan kerja.


Pagi sekali, Lucena bangun dan menyiapkan segala kebutuhan kedua buah hatinya sampai nanti dia kembali di siang hari. Lucena juga memasak untuk dirinya dan kedua pengasuh anaknya. Terkadang kedua suster pengasuh si kembar merasa tidak enak karena selalu Lucena yang memasak untuk mereka.


Lucena sendiri melakukan itu semua sebagai bentuk pembagian tugas. Kedua suster pengasuh sudah lelah mengasuh kedua buah hatinya, jadi tidak ada salahnya jika Lucena memasak dan beberes rumah. Toh, dirinya tidak memiliki kegiatan lain. Daripada terus menerus memikirkan Galen, lebih baik Lucena menyibukan dirinya sendiri.


" Pagi nyonya.. " Sapa salah satu suster pengasuh si kembar.


" Pagi suster Aida.. " Sapa balik Lucena.


" Dimana anak-anak, Sus? " Lucena mencari berkeliling tapi tidak menemukan keberadaan kedua buah hatinya.


" Suster Clara membawa mereka ke depan untuk berjemur nyonya.. Apa ada yang bisa saya bantu? " Suster Aida mendekat untuk bisa membantu nyonya mudanya menyiapkan sarapan.


" Tolong piringnya saja Sus.. Oh ya.. Saya hari ini ada panggilan kerja. Semalam saya sudah pump ASI untuk si kembar, saya letakan di lemari pendingin khusus ya, Sus.. Tinggal dihangatkan saja.. " Lucena berpesan.


" Semoga sukses dengan panggilan kerjanya nyonya.. Tapi kalau boleh tahu, dimana nyonya nanti akan bekerja? "


" Universitas yang ada di ujung jalan sana. Lumayan dekat dari rumah, jadi saya bisa sewaktu-waktu pulang kalah si kembar ada apa-apa.."


" Tenang saja nyonya.. Untuk urusan tuan dan nona kecil, nanti biar kami yang urus.. Dijamin semua aman.. "


Keduanya kemudian tertawa. Tidak ada batasan di antara Lucena dan kedua suster pengasuh anaknya. Semua itu karena disini mereka hanya sebatang kara dan hanya saling memiliki satu sama lain. Meski begitu, kedua suster pengasuh ini masih tetap memperlakukan Lucena layaknya nyonya mereka. Walaupun makan di meja makan yang sama, dan Lucena memperlakukan mereka pun layaknya saudara.


" Nyonya.. Nyonya.. " Suster Clara di teras depan rumah berteriak memanggil Lucena.


Lekas saja Lucena mematikan kompor listrik dan berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi. Mata Lucena membola ketika mendapati orang-orang yang tidak seharusnya berada disini. Bagaimana bisa orang-orang ini menemukan keberadaannya secepat itu. Padahal dia hanya mengatakan kota dan negara tempatnya tinggal saja.


Lucena menyambut kedatangan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Tidak tahu, bagaimana bisa keempat orang ini kemari. Rasanya baru dua minggu ini Lucena pergi, dan mereka dengan cepat menemukan dirinya. Lalu apa kabar suaminya yang tak kunjung menemukannya.


" Kenapa datang tidak ada pemberitahuan.. " Protes Lucena bersikap manja pada papa Daniel dan mama Whitney.


" Kalau kami bilang mau datang.. Pasti kau mencari-cari alasan agar kami membatalkan kedatangan kami.. " Jawab mama Whitney terlihat kesal pada putrinya.


" Kami rindu King Grif dan Queen Fay.. Bukan rindu diri mu.. Jadi jangan larang kami bertemu cucu kami.. " Ucapan daddy Joaquin sukses membuat Lucena mencebik kesal. Pandai sekali daddy mertuanya ini membolak balikkan hatinya.


Papa Daniel dan daddy Joaquin melihat-lihat sekitar terlebih dahulu sebelum masuk. Ingin memastikan jika tempat tinggal Lucena dan kedua cucu mereka aman. Pasalnya Lucena berada di negara yang jauh dari negara dimana keluarga de Niels memiliki kekuasaan.


Mencegah lebih baik mengobati, sedia payung sebelum hujan. Kedua pepatah inilah yang membuat daddy Joaquin dan papa Daniel memeriksa semuanya dengan baik, karena tidak ingin dikemudian hari ada masalah mengenai keselamatan anak dan cucu mereka.


" Sepertinya kita perlu menyediakan beberapa penjaga di rumah ini, kak.. Aku rasa lingkungannya sedikit rawan.. " Ucap papa Daniel menilai situasi.


" Kau urus saja.. Kalau bisa rumah yang ada di samping kanan dan kiri serta rumah depan itu menjadi milik kita.. Dengan begitu ada orang-orang yang menjaga Luce dan cucu kita tanpa menimbulkan kecurigaan.. " Cetus daddy Joaquin.


Papa Daniel sedikit shock mendengar ide dari daddy Joaquin. Tapi tahu betul bagaimana sifat dan sikap daddy Joaquin, jadi papa Daniel hanya bisa mengangguk saja. Pengalaman bekerja sama dari mereka masih remaja sampai setua ini dan sudah punya cucu, membuat mereka berdua saling memahami maksud hanya dengan beberapa clue saja.


" Aku akan mengurus semuanya.. Ehm.. Kak, ini tentang Galen.. Apa kakak akan tetap menghalangi pencariannya..? " Tanya papa Daniel sedikit ragu.


" Ya.. Sampai dia menyadari kesalahannya.. Aku harap dia tidak akan lama instrospeksi dirinya sendiri karena jujur saja, aku ikut report mengurus JN.. Gafar itu cerewet sekali tidak dibantu.. " Keluh daddy Joaquin terlihat lucu di mata papa Daniel.


" Maaf kak.. Aku tidak bisa membantu seperti dulu lagi.. Aku juga memiliki putra yang susah diatur sehingga diusia yang sudah setua ini, aku masih bekerja di perusahaan.. " Papa Daniel ikut mengeluh.


Kedua kakek ini jadi tertawa bersama, dan hal itu menjadi pemandangan yang menyejukan untuk para wanita yang ada di dalam rumah.


Lucena, mommy Noura, dan mama Whitney, menyaksikan bagaimana kedua pria tua yang dulunya selalu berwajah serius itu, kini bisa tertawa lepas. Rasanya sudah lama sekali, tidak melihat hal seperti ini. Karena sebelumnya, semuanya selalu diwarnai dengan pembicaraan bisnis, bisnis, dan bisnis.


" Aku yakin, dua opa itu pasti mencetuskan ide gila mereka lagi.. " Ucap mommy Noura yang tahu betul kedua pria yang masih tertawa di luar itu.


" Ide gila apa, mom? " Tanya Lucena yang jadi ikut penasaran.


" Kau tahu, Galen mencari mu ke semua tempat tapi kedua opa gila itu mencegah orang-orang Galen untuk sampai ke tempat ini.. Semua cara kedua opa itu lakukan agar jangan sampai orang-orang Galen menemukan mu disini.. Daddy Joaquin bilang, biar Galen sadar dulu kesalahannya barulah dia tidak akan mengacau orang-orang Galen.. " Lucena terkejut. Mulutnya terbuka saking terkejutnya.


Terjawab sudah pertanyaannya, kenapa Galen sama sekali belum menemukan tempat keberadaannya padanya sudah dua minggu mereka berpisah. Untuk ukuran orang dengan kemampuan seperti Galen, bukan hal sulit melacak orang dan menemukan mereka.


Pantas saja Galen tidak segera menemukannya karena dua opa gila itu menghalangi. Meski saat ini Lucena jadi sedih karena pasti Galen mengalami kesulitan. Tapi dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Lucena belum bisa bertemu dan bertatap muka dengan Galen.


Lucena masih belum bisa menerima kenyataan jika Galen pernah dicium dan dipeluk oleh wanita lain. Bukan Lucena sok suci disini, tapi Galen sama sekali tidak melakukan perlawanan atau mencegah wanita bernama Tamara itu untuk melakukan kontak fisik dengannya.


" Anggap saja.. Perpisahan kita ini, adalah cara terbaik untuk membuat mu, memahami tentang apa yang aku rasakan.. " Batin Lucena yang menahan sakit dan perih.