
Galen masuk kembali ke dalam kamar hotelnya setelah sebelumnya dua pergi ke gym untuk olahraga pagi. Sebuah kebiasaan yang sejak dulu selalu Galen lakukan, dimana pun dia berada. Galen masih menggunakan celana pendek selutut berwarna hitam. Kemudian dia mengenakan kaus berwarna hitam juga tapi tanpa lengan dan handuk pendek putih melingkar di lehernya.
Definisi pria dengan usia matang yang sangat tampan dan kaya raya. Wanita manapun pasti akan ngiler jika melihat ketampanan Galen ditambahkan dengan beberapa butiran keringat yang masih menempel di wajahnya. Pemandangan indah yang rugi jika dilewatkan oleh kaum hawa.
Saat memasuki kamar hotelnya, sudah ada Ketos di sana. Sepertinya, asisten pribadinya ini akan melaporkan hasil dari tugas yang dia berikan kemarin. Karena masih dalam kondisi badan yang penuh keringat, Galen pun meninggalkan Ketos untuk mandi terlebih dahulu.
Lima belas menit, Galen sudah menemui Ketos dengan memakai pakaian casual. Celana pendek selutut dan memakai kaos polo. Sungguh tampan sekali penampilannya pagi ini.
" Tuan muda.. Selamat pagi.. Saya sudah membawakan anda sarapan. " Sapa Ketos.
" Terima kasih.. Kita sarapan sama-sama, sambil kau melapor apa yang kau dapatkan.. " Galen pun berlalu ke meja makan diikuti Ketos dari belakang.
Ketos yang hafal betul jika tuan mudanya tidak bisa makan berat di pagi hari, hanya membawa sandwich dengan isi daging dan sayuran. Tidak lupa kopi hitam tanpa gula favorit tuan mudanya.
" Tuan muda.. Menurut hasil penyelidikan saya, bantuannya rumah di sebelah kanan dan kiri, serta dua rumah tepat di depan rumah nyonya muda, semua itu adalah milik tuan besar.. " Ketos menjeda sebentar, melihat bagaimana reaksi tuan mudanya mendengar berita ini.
Galen tentu saja terkejut, daddy Joaquin benar-benar tidak bisa ditebak jalan pikirannya. Gunanya apa membeli rumah di tempat ini, toh dia tidak akan pernah untuk menetap di negara ini. Apakah daddy Joaquin tidak tahu cara menghabiskan uangnya yang sangat banyak itu hingga membeli rumah-rumah yang tidak akan dia tempati.
Investasi ya investasi, tapi berapa banyak uang yang akan dia dapatkan jika rumah itu nantinya akan dijual. Jika dibandingkan dengan banyaknya digit di rekening milik pentolan keluarga de Niels ini, hasil penjualan rumah di sekitar rumah milik Lucena tidaklah ada bahkan sepersepuluh nya saja.
" Darimana kau tahu rumah-rumah di sekitar sana sudah dibeli daddy? " Tanya Galen. Penasaran saja.
" Saya bertanya pada tetangga di sekitar sana. Semuanya mengatakan jika ada pengusaha kaya raya yang sengaja membeli rumah itu dengan harga tiga kali lipat harga pasar. Pemilik rumah tentu saja melepas rumah mereka dengan tawaran harga sebanyak itu.. Saya juga melihat ada beberapa bodyguard milik tuan besar di sekitar rumah-rumah itu.. Marcus.. Juga ada di sana.." Tutur Ketos menceritakan semua yang dia ketahui.
" Marcus? Sialan anak itu, dia mengelabuhi ku selama ini.. Pantas saja pencarian kita gagal, karena ternyata dia dipihak daddy.. Awas saja, kalau sampai semua ini selesai, aku akan membuat perhitungan dengannya.." Galen terlihat kesal sekali.
Marcus adalah salah satu anak buah Galen yang menjadi ketua divisi tiga GhostNight, kelompok mafia milik daddy Joaquin. Meski kelompok ini sudah bekerja di jalur legal dibawah naungan JN SD corporation, yang dipimpin Rouge. Tetap saja mereka ada beberapa pekerjaan yang menempuh jalur ilegal.
Marcus ketua divisi tiga yang biasanya mendapatkan misi sebagai bodyguard orang-orang yang berada di posisi dan status tinggi. Salah satu contohnya seperti seorang walikota dan juga presiden sekalipun. Orang-orang yang berada di dalam lingkup yang memang bahaya hingga membutuhkan pengawal.
Galen memerintahkan Marcus karena koneksinya yang luas untuk mencari keberadaan dari istrinya. Marcus memang terus melapor pada Galen, tapi ternyata semua laporannya tidak ada yang benar, karena Marcus berada di pihak daddy Joaquin. Galen merasa dirinya ditipu dan dia akan membuat perhitungan untuk semua itu.
" Apa yang harus saya lakukan tuan muda? Apakah saya masih harus mencarikan Anda rumah di sekitar sana? " Tanya Ketos tidak mau salah langkah.
" Nyonya bekerja di sebuah universitas tak jauh dari rumahnya. Beliau sudah tiga minggu ini bekerja sebagai tenaga pengajar di sana.. " Alis Galen berkerut.
Istrinya tidak sama sekali kekurangan uang. Sebagai salah satu anggota keluarga de Niels, Lucena pasti memiliki beberapa bagian saham di semua perusahaan dibawah naungan JN GROUP. Dalam satu bulan, puluhan juta dolar akan masuk ke rekeningnya. Hanya duduk santai di rumah saja, Lucena bisa memenuhi semua kebutuhannya dan kedua buah hati mereka.
" Dia kurang kerjaan kah? Kenapa bekerja disaat dia hanya duduk saja dia sudah dapat uang.. Ck,, buat dia keluar dari Universitas itu.. Jika dia masih bekerja di sana, akan sulit membawanya kembali ke Milan.. " Perintah Galen lagi.
" Baik tuan.. Tapi.. Bagaimana jika nyonya muda tahu dan semakin marah? " Ketos sedikit ragu dengan cara yang akan diambil oleh tuan mudanya.
" Lalu.. Kau ada saran? " Tanya Galen.
Ketos dengan sedikit ragu mengutarakan semua saran dan ide yang terpikirkan olehnya pada tuan mudanya. Sebuah ide yang menurut Ketos sangat cemerlang. Dia bisa memikirkan ide ini karena pernah mendengar ucapan dari salah satu kembaran Galen saat dia bertandang ke JN GROUP untuk memberikan laporan kepada Gafar.
Galen mendengarkan dengan seksama rencana yang Ketos utarakan. Tidak ada salahnya membuat rencana ini sebagai salah satu cara membuat Lucena kembali ke Milan tanpa perlu kerja keras. Memang terkesan licik, tapi tidak ada salahnya dia coba. Bila Lucena masuk pada perangkap yang dia pasang dalam rencana ini, justru dia yang akan diuntungkan.
" Oke.. Kau persiapkan semuanya sesuai dengan rencana mu ini.. Seminggu lagi, kita eksekusi.. Dan untuk sementara, kita tinggal di kota ini dulu.. " Putus Galen. Ketos mengangguk dan akan menghubungi orang-orang yang bekerja di bawah Galen untuk mempersiapkan semuanya.
Setelah berbincang dengan Ketos, Galen memutuskan menghubungi daddy nya untuk mengutarakan keinginannya tinggal di rumah yang ada di depan rumah milik Lucena di Amsterdam. Galen tidak menerima penolakan jadi dia pasti akan membuat daddy nya menyetujui atau Galen akan melakukan sesuatu yang ditakutkan daddy nya.
" Halo dad.. " Sapa Galen begitu panggilan tersambung.
" Galen? " Dari seberang sana, daddy Joaquin membalas sapaan Galen dengan ragu.
" Siapa lagi? Aku Galen dad.." Galen pun kemudian basa basi sebentar dengan daddy Joaquin sebelum mengatakan keinginannya.
" Kenapa tiba-tiba menelepon daddy? " Tanya daddy Joaquin penasaran.
" Aku ingin tinggal di rumah yang daddy beli di depan rumah Lucena yang ada di Amsterdam.. Dan ya, aku sudah menemukan keberadaan istri dan anak-anak ku.. Apa daddy mengizinkan aku tinggal di salah satu rumah yang daddy beli? " Tanya Galen dengan nada yang terdengar seperti menantang.
Galen tahu diseberang sana daddy nya pasti terkejut mendengar permintaannya. Bukan apa, daddy Joaquin pasti tidak menyangka secepat ini Galen menemukan kebiasaan Lucena dan kedua buah hatinya. Padahal sebenarnya, andai daddy Joaquin tidak mengganggu pencarian Galen, maka hanya butuh satu minggu saja, untuk seorang Galen Avanoisk de Niels, menemukan keluarga kecilnya.