
BRAK..
" Luce.. Luce.. " Lucena yang berada di dapur segera keluar ketika mendengar ada yang memanggil namanya.
" Ghadi.. Ada apa? " Lucena jadi ikut panik ketika melihat Ghadi yang panik seperti tengah terjadi masalah.
" Kau tahu kalau Galen bertemu klien wanita? " Lucena mengangguk cepat. Memang suaminya semalam sudah meminta izin.
" Kau tahu mereka bertemu di restoran milik ku yang ada di dekat gedung JN? " kali ini Lucena menggeleng.
" Masalah Luce.. Masalah... Masalah... " Ghadi seperti cacing kepanasan, kesana kemari tidak tahu apa yang dia lakukan.
" Ghadi.. Jangan seperti ini, kalau kau begini aku jadi panik.. Tenang.. Rileks, ambil nafas hembuskan secara perlahan.. Lalu ceritakan apa yang kau sebut dengan masalah.. "
Ghadi benar-benar melakukan seperti apa yang diarahkan oleh Lucena. Dia menarik nafas kemudian dia keluarkan secara perlahan. Sudah mirip orang mau melahirkan saja, apalagi wajah Ghadi mendukung sekali.
Setelah beberapa saat, Ghadi mulai bisa menguasai dirinya. Memang tadi yang dia lihat di restorannya, adalah sebuah pemandangan yang bisa menimbulkan masalah kenegaraan. Jadi, setelah melihat tanda-tanda masalah akan datang, Ghadi lekas pulang untuk memberi tahu Lucena.
" Begini.. Kau harus ikut aku ke tempat Galen sekarang.. Ada bahaya jika kau tidak ke sana.. Klien Galen kali ini, bulan wanita baik-baik.. " Alis Lucena berkerut.
" Maksudnya? Tidak baik bagaimana, kalau tidak salah, klien Galen kan Pasifik Group.. Kok jadi wanita yang tidak baik? " Heran Lucena.
" Sudah.. Ikut saja dan lihat sendiri.. Setelah kau melihat, kau akan tahu maksud ku.. " Ghadi lekas menarik Lucena begitu saja untuk ikut dengannya ke restoran miliknya yang dekat dengan gedung JN GROUP.
Sebelum benar-benar pergi mengikuti kemana Ghadi mengajak nya, Lucena terlebih dahulu meminta pada mommy Noura untuk mengawasi si kembar. Lucena menitipkan sebentar si kembar dalam pengawasan mommy Noura sebelum benar-benar pergi bersama dengan Ghadi.
********
PLAK
" BERANINYA KAU... " hardik Kim Hyorin yang menatap nyalang orang yang menamparnya.
" Tentu saja saya berani.. Kenapa saya musti takut menghadapi wanita kegatalan seperti anda? " Lucena membusungkan dadanya ingin mengatakan jika dirinya berani melawan wanita yang sudah berani menggoda suaminya.
" Anda menawarkan kerja sama, tapi berujung menggoda suami saya. Apa Anda tidak malu? Bukan hanya di depan suami saya dan pegawainya, tapi juga di depan pegawai Anda sendiri. Urat malu anda sudah putus kah? " Lucena masih dengan mulut lemesnya mencaci wanita di depannya ini. Malahan sekarang, kedua tangan Lucena sudah naik ke pinggang dan menatap galak Kim Hyorin.
" Jika ingin menggoda pria, silahkan menggoda yang belum beristri.. Ingin bule? Kedua asisten suami saya itu masih single.. Itu pun kalau mereka mau dekat dengan wanita modelan seperti anda.. " Lanjut Lucena.
Di tempatnya berdiri, Galen menatap tidak percaya, istrinya bisa melakukan hal seperti ini. Setahu dan seingat dirinya, Lucena bukanlah tipe wanita yang bisa melabrak orang lain jika dia merasa terganggu.
Lucena biasanya memilih diam dan mengabaikan, tapi saat ini, di depannya, Lucena telah menjelaskan menjadi singa betina yang mengamuk karena miliknya diganggu gugat oleh betina lainnya. Jika tidak melihat situasi, Galen sungguh ingin bertepuk tangan untuk sang istri.
" Memangnya saya wanita yang seperti apa? Setidaknya saya tidak seperti anda, yang bahkan tubuhnya sudah dilihat banyak orang.. Yah, macam seorang pemain blue film saja.. " Ejek Kim Hyorin tidak mau kalah. Dia merasa seribu kali lebih dari baik dari Lucena.
Rahang Galen terjatuh begitu saja karena mendengar ucapan dari istrinya. Bukankah dahulu, Lucena sangat sensitif dengan pembahasan seperti ini, tapi kenapa sekarang dia bisa dengan penuh percaya diri mengatakan hal seperti itu. Apa yang membuat istrinya ini bisa menjadi wanita dengan mental yang kuat seperti ini.
Siapapun yang sudah membuat istrinya seperti ini, akan Galen berikan hadiah yang besar. Galen sangat berterima kasih pada siapa saja yang telah mengubah istrinya menjadi lebih tegar dan kuat. Ini baru pasangan yang tepat untuk Galen de Niels.
" Cukup.. Kita pergi dari sini... " Galen yang dicolek oleh Ketos, langsung tersadar dan lekas menghentikan semua ini agar tidak merembet kemana-mana.
" Bunda.. Ayo kita pergi.. Tidak ada gunanya menanggapinya.. " Galen sudah berdiri di samping Lucena dan hendak pergi membawa Lucena dari ruangan yang sudah seperti neraka baginya.
" Anda tidak bisa pergi begitu saja tuan Galen. Pembahasan kita mengenai bisnis belum selesai.. " Kim Hyorin mencegah Galen pergi.
" Tidak ada kerja sama di antara kita.. Bill, pastikan di sebuah anak perusahaan JN, bahwa Pasific telah masuk ke daftar blacklist kita.. " Ucap Galen setelahnya langsung menggandeng istrinya pergi dari tempat itu.
Galen tidak peduli jika saat ini Kim Hyorin sudah mengamuk dan membuat ruangan yang tadi dijadikan tempat untuk membahas bisnis kini sudah seperti kapal karam. Ghadi dengan cepat menghitung biaya ganti rugi yang nanti akan dia tagih langsung pada orang yang sudah berani mengacau di restorannya dan juga sudah menggoda kembarannya.
" Pastikan dia membayar tiga kali lipat.. Jika tidak, maka kau harus melapor pada polisi.. " Ghadi berucap pada manager restoran miliknya. Kemudian pergi menyusul Galen dan Lucena.
Di dalam mobil yang membawa Galen dan Lucena, sejak tadi diwarnai tawa Galen yang sejak masuk sampai setengah jalan menuju ke mansion utama belum kunjung berhenti.
Menurut Galen, semua ini adalah hiburan yang paling seru dibandingkan dengan komedi yang sering dia lihat di televisi. Istrinya benar-benar luar biasa kali ini, dan Galen sangat senang dengan hal ini.
" Belum puas tertawa? " Lucena melirik tajam suaminya.
" Hahahahaha.. Hari ini istri ku sangat luar biasa.. Sungguh luar biasa sekali.. " Galen terus tertawa karena senang. Rasanya lama sekali dia bisa tertawa lepas seperti ini. Kapan terakhir dia bisa tertawa lepas begini, Galen sendiri sudah lupa.
" Terus... Terus saja tertawa dan malam ini aku akan tidur di kamar kembar. " Galen langsung menghentikan tawanya.
Istrinya tengah mengirim sinyal bahaya, dan jika Galen tidak tanggap, maka dia pun yang paling rugi disini. Tidak nyaman tidur tanpa Lucena didalam pelukannya, karena itu sekarang ini dia harus bisa merayu istrinya agar jangan sampai melakukan ancamannya.
" Jangan begitu sayang.. Maaf, aku bukan menertawakan mu, tapi aku senang sekali kau bisa bersikap seperti tadi.. Sungguh tidak seperti biasanya dan aku senang kau bersikap seperti tadi. " Rayu Galen.
" Cih.. Berarti, mulai sekarang, aku bebas melakukan apapun termasuk ikut campur dalam bisnis? " Galen mengangguk.
" Aku boleh mengusir hama seperti tadi bahkan mempermalukan mereka? " Galen kembali mengangguk.
" Aku boleh berbuat kasar dan kau akan selalu melindungi ku? " Galen mengangguk.
" Kau istri Galen de Niels, lakukan apapun yang menurut mu dan aku akan selalu berada di depan mu sebagai pelindung mu.. " Galen mengecup pelipis Lucena.
Pemandangan yang membuat siapa saja iri ini kebetulan sekali dilihat oleh Ketos. Dia yang menyupir mobil yang ditumpangi Galen dan Lucena, harus benar-benar tahan godaan. Sungguh lucknut sekali tuan dan nyonya nya pamer kemesraan di depan pria single seperti nya.