IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Akhir yang bahagia



Kondisi Galen memburuk, yang bisa Gafar dan Lucifer lihat dari kaca banyak tenaga medis berkumpul mengerubungi ruang ICU. Melihat berapa paniknya tenaga medis di dalam, tubuh Gafar dan Lucifer terasa lemas sekali. Mereka merasa ikut panik dan ketakutan dengan hal buruk yang bisa terjadi pada Galen.


Lama sekali para tenaga medis yang merawat Galen, berada di ruangan ICU. Kaki Gafar tak mampu lagi menopang tubuhnya, hingga akhirnya dirinya memilih untuk duduk di kursi yang ada di depan ruang ICU. Dalam hati, dia terus memanjatkan doa, demi keselamatan nyawa Galen.


Awalnya, seluruh anggota keluarga merasa lega dan senang karena berhasil menemukan keberadaan Galen dan Ketos. Tapi sekarang, setelah mereka bertemu dengan Galen, kondisinya justru semakin membuat keluarga khawatir. Nyawa Galen, bisa secara tiba-tiba saja pergi dari tubuhnya, dan hal itu yang menjadi ketakutan terbesar keluarga de Niels.


" Kak.. Kemarilah!! " Pekik Lucifer membuyarkan lamunan Gafar.


" Ada apa? " Gafar bergegas mendekat ke tempat Lucifer yang sejak tadi masih berdiri menatap ruang ICU dari jendela kaca.


" Sebentar lagi, dokternya keluar.. Sepertinya kondisi kak Galen sudah membaik.. " Ucap Lucifer masih tetap menatap ke arah depan.


Gafar menghela nafas lega, sekali lagi, nyawa Galen masih terselamatkan. Tapi, untuk ke depannya, entah bagaimana yang akan terjadi, masih menjadi misteri Ilahi. Entah kedepannya nanti, apakah mereka sekeluarga masih akan dibuat spot jantung oleh kondisi Galen. Yang jelas, kedepannya masih sangat panjang.


" Dokter.. " Gafar mendekat pada dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU.


" Pasien berhasil melewati masa krisis, setelah tadi pasien sempat kejang. Untuk sementara, kami kembali mengisolasi pasien untuk sementara waktu.. Dan mengenai pemindahan pasien, sepertinya tidak bisa... Untuk segera dilakukan... " Dokter yang merawat Galen terlihat merasa tidak enak pada keluarga pasien.


" Tak masalah dok.. Jika Galen tidak bisa dibawa kembali ke negara kami, maka kami akan memfasilitasi rumah sakit ini untuk bisa merawat Galen dengan fasilitas terbaik.. Apakah pihak rumah sakit keberatan? " Dokter terkejut mendengar ucapan Gafar.


Memfasilitasi yang dimaksud disini adalah menyediakan alat-alat medis dan tenaga medis terbaik untuk pasien. Memang terdengar menggiurkan, tapi tidak bisa dokter begitu saja memutuskan karena dia bukan pemilik rumah sakit.


Alat-alat medis di rumah sakit ini memang belum begitu canggih, karena hanya rumah sakit kecil. Rumah sakit yang dibangun sekitar lima belas tahun lalu ini, awalnya hanya sebuah sarana pengobatan kecil. Namun semakin bertambahnya tahun, akhirnya berubah menjadi rumah sakit kecil.


Fasilitas yang ada di rumah sakit ini juga tidak sebaik rumah sakit di kota-kota besar, tapi jika untuk keadaan darurat, tentunya masih bisa. Tawaran Gafar kali ini, memang sangat membantu untuk kemajuan rumah sakit ini. Tapi, Gafar perlu menemui kepala rumah sakit terlebih dahulu, agar ada pembicaraan yang benar-benar terbuka hingga tidak ada satu pihak pun yang dirugikan.


Kemudian disinilah Gafar sekarang, berhadapan langsung dengan kepala rumah sakit sekaligus pemilik dan beberapa direktur rumah sakit untuk membahas usulan yang dia berikan. Gafar ditemani oleh daddy Joaquin selalu kepala keluarga de Niels.


Pihak rumah sakit memang cukup tertarik dengan tawaran Gafar. Siapa yang tidak ingin mendapatkan infestor, tapi tetap harus ada pembicaraan mengenai keuntungan yang di dapat infestor. Tapi, keputusan daddy Joaquin cukup membuat para petinggi rumah sakit tercengang.


" Saya dan keluarga saya tidak akan mengambil apapun dari apa yang telah kami berikan. Kami melakukan ini demi anggota keluarga kami yang dirawat disini.. Sebagai rasa Terima kasih, dan juga demi kepentingan pribadi keluarga kami, karena itu kami memfasilitasi rumah sakit ini.. Jadi tolong anggap saja ini bantuan dari orang saja, tanpa ada embel-embel keuntungan yang akan kami dapatkan.. " Ucap daddy Joaquin memperjelas maksudnya.


" Kesehatan Galen adalah keuntungan yang lebih besar daripada uang.. Bagi kami, itulah yang terpenting.. " Gafar menambahkan.


Kondisi Galen yang sempat drop setelah sadar dari komanya selama tiga hari, kini berangsur membaik. Kedatangan tenaga medis dari JN HOSPITAL yang memang adalah dokter-dokter yang selama ini merawat Galen, mampu memberikan perubahan yang cukup memuaskan. Galen sudah keluar dari ruang ICU dan sekarang sudah berada di kamar rawat inap.


Sebagian keluarga de Niels, ada yang kembali ke Milan dan Roma untuk mengurus bisnis yang tidak bisa ditinggalkan terlalu lama. Menyisakan daddy Joaquin, mommy Noura dan Lucena yang tinggal untuk menemani Galen. Sedangkan keluarga yang lain, akan bergantian datang di akhir pekan.


" Setelah ini, jangan sakit lagi ya.. " Ucap Lucena dengan mata yang sudah mengembun.


" Hm.. Selama kau tidak meninggalkan ku.. " Galen menanggapi.


" Tidak akan pernah lagi.. Tidak akan.. " Lucena memeluk Galen. Tidak menyangka bahwa keputusannya untuk pergi keluar dari mansion utama, justru mengantarnya pada situasi dan kondisi saat ini.


" Jangan menangis lagi.. Mari kita lanjutkan hari-hari kita tanpa adanya air mata dan hanya senyum dan tawa bahagia.. Selamanya.. " Ucap Galen memeluk erat tubuh wanita yang selama hidupnya, telah menjadi satu-satunya wanita yang bisa menggerakan hatinya.


" Hm.. Kita berempat, akan bersama selamanya.. Cepat sembuh, dan kita akan pulang segera bertemu dengan si kembar.. Kau pasti merindukan mereka.. " Lucena mengurai pelukan Galen.


" Sangat.. Rasanya, dunia ku menjadi hampa saat kalian pergi.. Tapi sekarang... Kita akan terus bersama, benar begitu? " Lucena mengangguk.


Pernah berada di situasi dimana pasangan hidup kita telah bertarung melawan maut, membuat Lucena kini menjadi lebih menghargai adanya Galen di dalam hidupnya. Takut kehilangan, sungguh membuat Lucena mengenyahkan semua rasa sakit dan kecewa nya atas apa yang dilakukan Galen padanya ketika terakhir kali.


Bagi Lucena, yang terpenting sekarang Galen akan terus berada di sisinya, meski tidak ada jaminan jika nantinya mereka akan menua bersama. Tak apa, yang terpenting untuk saat ini, dan mungkin sepuluh tahun ke depan, mereka masih bersama. Hidup bersama, melihat tumbuh kembang anak mereka bersama, bahagia bersama, melewati suka dan duka bersama.


Bersama berdua selamanya, tanpa ada orang yang bisa mengacaukan cinta mereka lagi. Cobaan demi cobaan dalam pernikahan mereka, membuat mereka berdua bertahan, dan semakin saling mencintai.


" Keberuntungan terbesar dalam hidup ku, adalah ketika aku bisa memiliki rasa cinta pada mu.. I love you, my love.. Forever.. " Ucap Galen tulus dengan pandangan penuh cinta menatap Lucena.


" Terima kasih.. Telah menerima diri ku yang tidak sempurna ini bersama mu.. Aku adalah wanita tidak sempurna yang mendapatkan jackpot.. Hehehehe.. " Lucena tersenyum, begitu juga dengan Galen.


" Galen.. Mari kita habiskan sisa hidup kita bersama tanpa ada lagi kata berpisah. Kita selamanya akan menjadi kita, bukan lagi kau atau aku.. Aku mencintai mu, seumur hidup ku.. " Lucena langsung menyambar bibir Galen.


Keduanya berciuman penuh dengan cinta, tanpa adanya nafsu dalam ciuman mereka. Hanya ada cinta, diantara Galen dan Lucena. Entah bagaimana cerita mereka kedepannya, tapi untuk kali ini, cerita mereka berakhir dengan bahagia..


TAMAT.