
Kapal pesiar Galen berhenti di tengah lautan lepas, sejenak melihat pemandangan di sekitar sebelum nanti kembali ke tempat semula. Di bawah terik matahari dan hembusan angin di laut lepas ini, Lucena tertidur dalam pelukan Galen. Menurut Galen, dari semua keindahan lautan dan langit yang begitu cerah siang ini, memandang Lucena adalah pemandangan yang paling indah.
Cup..
" Love you.. " bisik Galen sebelum akhirnya meninggalkan Lucena yang tertidur di ranjang yang ada di luar.
Galen memilih berdiri di pembatas yang ada di kapal pesiar, sambil membawa segelas wine untuk menemaninya melihat pemandangan lautan. Galen terdiam karena memikirkan ucapan Lucena tadi, saat mereka saling mengutarakan apa yang mereka rasakan meski Galen tidak sepenuhnya jujur dengan Lucena.
Galen tidak menyesal menikahi Lucena, karena selama ini dia mempersiapkan diri untuk menjadi sosok yang bisa membuat Lucena bahagia. Pengorbanan Galen untuk Lucena adalah dengan menjadi CEO di JN GROUP. Padahal sebenarnya, jika menuruti sifatnya yang tidak suka dikekang peraturan, menjadi orang yang berada di balik bisnis club malamnya saja sudah menghasilkan kekayaan yang tidak sedikit.
Heaven Ares, adalah club yang dimiliki Galen. Meski club, tapi tempat Galen ini bersih dari transaksi yang berbau melanggar hukum. Club yang bersih, yang hanya menyajikan minuman dan beberapa hiburan DJ dan musik. Club milik Galen sudah tersebar di Eropa, dan sekarang merambah ke benua Amerika dan beberapa negara di Asia.
Galen melepaskan kesempatan bersantai sambil mengawasi club miliknya, dan menjadi seorang CEO adalah semata-mata demi bisa menyesuaikan dirinya dengan Lucena. CEO yang terkekang jadwal yang padat dan segala aturan yang ada, membuat Galen terbiasa dengan sifat Lucena yang memang sangat menjunjung tinggi aturan dan norma yang ada.
Sungguh sangat disayang kan, ketika Galen menemui masalah pada Lucena, sehingga muncul rasa kecewa yang besar pada dirinya terhadap sang istri. Mungkin benar, dia terlalu mencintai Lucena meski tidak pernah terusan di bibirnya sejak dulu tentang cinta itu.
" Huft.. Sepertinya aku harus menyelidiki semuanya dari awal.. Sepertinya terlalu rapi jika Lucena tahu tentang apa yang terjadi.. " gumam Galen.
Mencoba untuk percaya pada cintanya, mencoba untuk percaya jika memang Lucena tidak mengkhianati cinta mereka, dan terjebak dalam sebuah rekayasa yang mungkin tidak diketahui oleh Lucena. Harapan Galen, semoga saja dirinya tidak semakin kecewa jika misteri ini terungkap. Semoga saja kepercayaannya tidak disalah gunakan oleh istrinya.
***********
Liburan telah usai, kini seperti biasa, Galen akan kembali ke perusahaan, dan Lucena memiliki rencana akan pergi ke yayasan JN yang selama ini dipegang oleh mommy Noura. Menurut rencana kedua orang tua Galen, mereka menginginkan Lucena membantu mommy Noura untuk mengurus yayasan karena tidak mungkin Lucena kembali mengajar karena ikut tinggal di Milan oleh Galen.
Sebagai istri dari pewaris utama JN GROUP, tentunya Lucena akan mengurus yayasan seperti mommy Noura yang menjadi istri daddy Joaquin yang merupakan Kepala keluarga de Niels. Meski bukan pasion nya, tapi Lucena akan mencoba belajar agar mampu mengurus yayasan menggantikan mommy Noura.
Yayasan JN ini terbagi menjadi panti asuhan, panti jompo, dan juga sekolahan. Untuk para anak yatim piatu yang ada di panti asuhan LOVE N CARE, jika mereka ingin melanjutkan sekolah, mereka bisa masuk ke sekolah yayasan JN. Tentunya mereka mendapatkan beasiswa, karena sekolah yayasan JN ini sekolahan elite dimana anak dari orang-orang yang berpengaruhlah, yang bersekolah disini.
" Jika butuh sesuatu, hubungi aku atau asisten pribadi ku.. " ucap Galen, sebelum berangkat kerja.
" Hm.. Hati-hati di jalan, jangan ngebut ya.. " Lucena membetulkan jas yang dipakai Galen, kemudian menepuk pelan dada Galen. Sebelum Galen berangkat, Lucena melabuhkan kecupan di pipi Galen, yang dibalas kecupan di dahi Lucena.
Setelah kepergian Galen, segera Lucena menyiapkan dirinya dan semua keperluannya untuk berangkat ke yayasan. Dia dan mommy Noura, janjian bertemu di sana. Dan waktu janjian mereka kurang dari satu jam lagi. Jadi Lucena bergegas untuk segera bersiap dan berangkat ke yayasan. Seperti pesan Galen tadi, Lucena harus menggunakan supir, atau Galen tidak mengizinkan istrinya ini pergi.
Setibanya di yayasan, Lucena langsung diajak oleh ibu mertuanya untuk berkeliling melihat yayasan. Mulai dari panti jompo yang ternyata memiliki banyak penghuni, yang rata-rata adalah para orang tua yang tidak lagi memiliki keluarga, dan yang dititipkan anak mereka di sana. Kemudian Lucena dan mommy Noura pergi untuk melihat panti asuhan yang hampir semua usia tinggal di sana.
Ada yang baru berumur 1 bulan, sampai usia tujuh belas tahun. Menurut mommy Noura, di panti asuhan ini memiliki kebijakan jika mereka ingin keluar dari panti mereka harus memiliki keahlian sesuai dengan kemampuan mereka. Tujuannya ketika terjun di masyarakat, mereka tidak akan menjadi orang yang kalah bersaing dengan yang lain.
Terakhir, Lucena dan mommy Noura melihat sekolah yayasan JN. Dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas memiliki jumlah murid yang sangat banyak. Lucena senang sekali ketika dia mengunjungi sekolah, jadi ingat kegiatannya sebelum menikah yang adalah seorang dosen di salah satu universitas ternama di Roma.
" Bagaimana, apa kau senang berkeliling? " tanya mommy Noura ketika mereka sedang duduk di ruang kerja mommy Noura di pusat kantor yayasan JN.
" Tentu mom, sangat menyenangkan melihat mereka tersenyum saat kita berkunjung dan membawa banyak hadiah.. Sekolahnya juga bagus, apa boleh aku mengajar di sekolah? " tanya Lucena.
" No.. Galen akan marah jika kau bekerja seperti itu.. Nikmati hari mu menjadi istrinya, biarkan dia bekerja dan habiskan uang nya.. " jawaban mommy Noura membuat Lucena tertawa.
" Mommy kok ngajari aku jadi boros sih.. Nggak baik itu mom.." ucap Lucena.
" Harta suami mu tidak akan habis tujuh turunan dan tujuh tanjakan.. Jadi kau berfoya-foya pun, tidak akan membuat dia miskin.. Anak itu pintar menghasilkan sejak dia masih remaja. Membeli banyak saham dia beberapa perusahaan yang dia anggap akan memiliki prospek yang bagus di masa depan. Lalu hasilnya dia buat untuk membangun club dan bar yang sekarang cabangnya di mana-mana. " mommy Noura tersenyum bangga saat menceritakan cerita kesuksesan anak sulungnya.
" Suami mu itu, hanya duduk santai di rumah,uang terus mengalir masuk ke rekeningnya. Kalau mommy tidak salah, dia punya banyak sekali kartu ATM, BLACKCARD, belum lagi kartu kreditnya.Kau tahu Luce, Mommy selalu bangga padanya sejak kecil. Dia mandiri dan selalu menjaga saudara dan orang-orang yang dia sayangi. " Lucena mengangguk karena memang Galen selalu mengedepankan keluarga dibanding kepentingannya.
Ketika Geya sampai memiliki masalah seberat itu beberapa tahun yang lalu, Galen terus menyalahkan dirinya karena merasa dialah yang bersalah karena tidak mampu menjaga saudaranya. Karena itulah Lucena begitu mencintai Galen, sejak pertama kali dia tahu dan merasakan apa itu cinta.
" Luce, ngomong-ngomong, apa kau sudah ada tanda-tanda hamil? " tanya mommy Noura.
" Sepertinya belum mom.. " jawab Lucena.
" Kok wajah mu pucat ya, seperti ibu-ibu yang hamil muda.. Coba saja periksa, siapa tahu sudah isi.. Apa pernah kau merasa mual, dan muntah di pagi hari? Atau kau terlambat datang bulan? " Lucena terdiam sejenak memikirkan ucapan dari ibu mertuanya ini. Memang dia pernah mengalami itu semua, tapi benarkah dia hamil.
" Sepertinya memang aku harus periksa.. " gumamnya lirih.