
" Sampai kapan kami diminta menunggu seperti ini? " Protes tuan Kim karena keluarga de Niels sama sekali tidak menanggapi keinginan mereka.
" Kami tidak pernah meminta anda menunggu, kenapa sekarang anda protes? Mohon maaf jika tidak sopan, jelas kami menolak jika anda meminta putra Kami untuk menikah dengan putri anda.. Galen sudah memiliki istri dan juga dua anak, kenapa harus menikah lagi? " Jawaban mommy Noura berhasil membuat nyonya Kim meradang.
" Anda punya putri juga sama seperti saya kan, tidak seharusnya anda mengatakan hal seperti ini.. Anak anda sudah menghamili putri kami, bagaimana bisa anda bersikap acuh seperti ini. Apanya yang keluarga terpandang, kelakuan saja minus.. " Cibir nyonya Kim.
Malas menanggapi keluarga gila ini, akhirnya daddy Joaquin mengajak istrinya untuk masuk ke dalam. Galen saja yang menjadi tertuduh bisa bersikap sesantai itu, buat apa juga mereka berdua repot-repot mengurus keluarga tidak malu di depan mereka ini.
Keluarga Kim atau bisa disebut Kim Hyorin sendiri, sepertinya tidak memahami kemampuan Galen yang tidak bisa dianggap remeh. Galen punya ingatan yang seperti sebuah kamera yang bisa mengabadikan semua yang difoto secara detail tanpa terlewat sedikit pun. Kemampuan ini disebut sebagai Memori edietik atau ingatan fotografis.
Apa yang Galen lihat entah itu berupa tulisan atau pemandangan di sekitarnya, akan tercerna dengan sempurna di dalam otaknya dan bisa dia ingat dalam jangka waktu yang lama. Sama seperti sebuah album foto, yang menyimpan kenangan, begitu juga dengan otak Galen. Satu hal yang pasti, menipu Galen adalah hal yang hampir mustahil.
" Aku peringatkan lebih baik kalian pergi saja dari sini, sebelum dipermalukan oleh Galen.. Kalian mencari lawan yang salah, untuk drama iklan sabun seperti ini.. " Setelahnya Ghadi pun pergi.
Tak lama setelah Ghadi pergi, Lucena datang tanpa Galen. Hati kecilnya merasa tidak baik jika tamu dibiarkan seperti ini tanpa ditemani pemilik rumah. Kesannya tidak sopan dan tidak beretika, jadi Lucena kembali ke ruang tamu, tapi diam seribu bahasa.
" Kamu sebaiknya tahu diri dan segera meminta cerai dari Galen.. Putri saya sudah hamil anak Galen, jadi kamu sebagai perempuan tahu diri sedikit ya.. " Nyonya Kim memberi peringatan. Lucena hanya tersenyum saja tanpa menanggapi.
Lucena bukan merasa kalah disini, dia tidak yakin lebih tepatnya tidak percaya jika janin dalam kandungan Kim Hyorin adalah anak dari suaminya. Dia juga pernah hamil, bahkan dipastikan itu anak Galen, jadi buat apa menanggapi orang-orang ini dan justru membuatnya lupa siapa dirinya.
Istri dari seorang kepala keluarga seperti Galen, harus bersikap elegan dan beretika. Menghadapi wanita kegatelan seperti Kim Hyorin ini, harus menggunakan otak dan bukan mulut.
" Rupanya bisu.. Sayang sekali jika tuan muda sekelas Galen de Niels menikahi wanita bisu dan mantan jalan seperti diri mu.. Masih lebih baik putri kami kemana-mana.. " Sarkas nyonya Kim yang sudah termasuk ke level bon cabe pedas level seratus.
Beruntung saja ketika nyonya Kim berucap seperti itu tidak ada Galen di tempat ini. Bisa dipastikan apa yang akan dilakukan oleh Galen jika tahu istrinya dihina apalagi disebut sebagai ******. Lucena melirik saja kemudian kembali fokus pada ponsel di tangannya.
Nyonya Kim sampai berdecak kesal karena setiap kata yang keluar dari mulutnya sama sekali tidak ditanggapi oleh wanita yang merupakan penghalang terbesar putrinya.
Dua minggu yang lalu, Kim Hyorin menemui kedua orang tuanya dan mengatakan jika dia tengah mengandung. Ditanya sampai mulut tuan dan nyonya Kim berbusa pun, Kim Hyorin tetap tutup mulut. Hingga puncaknya satu minggu yang lalu, tuan Kim mengancam akan mencoret Hyorin dari kartu keluarganya, barulah Kim Hyorin bercerita yang sesungguhnya.
Kala itu, Kim Hyorin mengatakan jika dirinya telah dihamili oleh pria yang sudah beristri. Tentu saja tuan Kim marah besar mendengar itu, sungguh aib keluarga menurutnya. Tapi, begitu tuan Kim mendengar nama dari pria beristri yang menghamili putrinya, bukannya marah tapi dirinya malah justru senang dan bangga pada putrinya.
Siapa yang tidak mau berbesan dengah keluarga de Niels yang sudah terkenal sebagai keluarga terpandang tidak hanya di Italia saja, melainkan di seluruh Eropa. Berbesan dengan keluarga de Niels sama saja mengokohkan kedudukan keluarga manapun dalam segala jenis bidang dimulai ekonomi, bisnis dan kesejahteraan keluarga.
Saking tidak bisa menolak pesona keluarga de Niels, tuan Kim sampai lupa menyelidiki tentang benar tidaknya ucapan putrinya. Harta, tahta, dan kekuasaan memang acap kali membutakan siapa saja yang mengejarnya.
Kembali lagi ke ruang tamu mansion utama keluarga de Niels. Seorang penjaga nampak melintas masuk dan menyapa Lucena sebelum mencari tuan mudanya yang memiliki tamu. Tidak sembarang orang boleh masuk ke mansion utama. Tanpa akses, tidak akan bisa melewati gerbang mansion dan bagi tamu, tidak akan bisa diizinkan masuk jika tidak ada konfirmasi dari pemilik mansion.
" Langsung suruh masuk saja.. Dia memang tamu ku.. " Ucap Galen memerintah penjaga yang menemuinya.
Calon tersenyum sangat lebar sekali, membuat kedua orang tua dan kembarannya heran. Mendapat masalah bukannya pusing, tapi malah senang begitu. Dasar memang Galen itu aneh.
Setelah memberikan konfirmasi kedatangan tamunya pada penjaga, Galen lekas menyusup istrinya yang dia tahu tengah menemani tamu tak diundang di ruang tamu. Galen bukan tipe orang yang suka menunda-nunda dalam menyelesaikan masalah, jadi harus hari ini juga masalahnya selesai.
" Siapa yang datang, Len? " Tanya Lucena.
" Marco Gilipo.. " Jawab Galen singkat, padat dan jelas.
" Oooohh... " Lucena tersenyum. Dia mengenal siapa yang namanya baru saja disebut oleh suaminya ini. Pastinya, sebentar lagi akan ada seru yang terjadi.
Keluarga Kim menatap heran ke arah Galen dan Lucena. Mendengar nama siapa tamu dari pemilik mansion ini, tidak membuat keluarga Kim ngeh dengan apa yang direncanakan oleh Galen. Pasalnya, siapa Marco Gilipo ini memang tidak banyak yang mengetahuinya.
Dalam batinnya, Galen benar-benar menikmati bagaimana wajah heran dari ketiga orang yang sudah mengusik ketenangannya ini. Waktu tidur Galen dan istrinya hadi terganggu karena tamu tak diundang ini. Lihat saja nanti, apa yang sekiranya bisa Galen lakukan untuk membalas orang ini.
" Galen.. Apa kabar? " Sapa Marco Gilipo begitu sosok ini memasuki mansion utama.
" Hai.. Kabar baik dan maaf sudah membuat mu datang kemari di waktu istirahat mu.. " Galen lekas menyalami tamunya, diikuti oleh Lucena.
" Jangan sungkan dengan ku.. Kita pernah gila bersama saat sekolah dulu.. Jadi jangan sungkan dengan ku.. " Marco mengibaskan tangannya.
Galen tertawa, Marco Gilipo adalah teman masa sekolahnya dulu. Identitas dari pria ini tidak sederhana, karenanya tidak ada yang pernah mengenalnya dalam dunia profesinya. Marco juga sama jeniusnya dengan Galen, kedua orang ini sama-sama lompat kelas saat masa sekolah dan mengenyam pendidikan kuliah dalam waktu hanya dua tahun kurang.
Tujuan Galen memanggil Marco ke mansion malam seperti ini, karena hanya Marco yang bisa menjadi penguat alibinya. Entah bagaimana caranya Galen akan mengangkat drama yang dibuka oleh Kim Hyorin ini, namun dapat dipastikan, keluarga Kim tidak akan pernah berani menginjakkan kaki mereka di Italia lagi.