IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Sudah ditemukan



Duduk di samping tubuh sang istri yang masih pingsan. Daddy Joaquin meminta pangkal hidungnya yang berdenyut karena masalah yang akhir-akhir ini menimpa keluarganya. Istrinya pun, kini juga ikut menanggung beban yang sama dengannya. Padahal selama ini, bagi daddy Joaquin, istrinya tidak boleh terbebani dengan semua permasalahan di keluarga. Sepertinya dia ikut gagal disini, sebagai kepala keluarga.


Masih baru satu berita dari Tom yang dia dengar. Satu berita lagi, yang dikatakan Tom adalah berita baik, semoga benar semuanya baik. Semoga saja muncul keajaiban yang mengatakan jika putranya selamat dari kecelakaan pesawat ini, atau bisa saja putranya tidak benar-benar naik pesawat.


Daddy Joaquin jadi kepikiran dengan ucapan Gafar tentang niat Galen untuk membawa Lucena dengan paksa. Tapi kalau sampai membuat satu pesawat hilang di langit, Galen bukan super hero jelas itu semua tidak mungkin. Pangkal hidung daddy Joaquin, kembali berdenyut saat ini.


" Huft.. Semoga putra kita baik-baik saja, sayang.. Atau aku tidak akan pernah bisa memaafkan diri ku sendiri. " Gumam daddy Joaquin sambil menatap wajah istrinya yang masih belum sadarkan diri.


Di lantai dua masih di mansion utama, Gafar membantu bibinya yaitu bibi Whitney yang adalah mertua kakak kembarnya, untuk masuk ke kamar Galen. Password pintu kamar Galen, tentu saja dirinya mengetahui. Jangan dirinya, semua saudara kembar Galen mengetahui password kamar ini. Jika tidak, bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan Galen jika ada hal penting


Gafar mempersilahkan bibinya untuk masuk, dirinya tidak ikut masuk karena mereka jika ini bukan ranahnya untuk ikut campur. Apapun yang terjadi di dalam rumah tangga Galen dan Lucena, semua itu bukanlah urusannya. Gafar memang prihatin dengan yang terjadi pada Galen, tapi untuk ikut campur lebih dalam, dirinya tidak pantas.


Mama Whitney melihat putrinya meringkuk di ranjang dengan semua bagian badannya ditutupi dengan selimut. Bisa mama Whitney lihat, selimut yang menutupi tubuh Lucena bergerak kecil. Mama Whitney yakin jika putrinya sedang menangis saat ini. Karena hal seperti ini sudah sering mama Whitney lihat.


" Luce.. Bangun dan makan.. Galen akan marah jika kau seperti ini. Tidak mau merawat dirimu sendiri dan juga mengabaikan anak kalian.. " Mama Whitney mencoba menegur Lucena dengan membawa nama Galen. Biasanya jika menggunakan cara ini, maka putrinya akan lekas menuruti apa yang dirinya katakan.


" Galen sudah pergi, ma.. Dia meninggalkan ku.. " Meski lirih, tapi mama Whitney bisa mendengar suara putrinya dari balik selimut.


" Asisten kak Joaquin sudah tiba.. Saat ini mereka sedang membicarakan hal yang Tom ketahui, apa kau tidak penasaran ingin mendengarnya? " Kali ini sepertinya berhasil. Terlihat Lucena langsung keluar dari selimut nya.


Mama Whitney menggelengkan kepalanya terkejut melihat bagaimana penampilan Lucena saat ini. Wajahnya terlihat pucat, matanya bengkak dan merah karena terlalu banyak menangis. Belum lagi rambutnya yang acak-acakan, sudah mirip dengan orang gila. Mama Whitney tidak menyangka putrinya bisa seperti ini, tapi dengan soknya meninggalkan Galen seperti kemarin.


" Lihat diri mu.. Mama yakin, kedua cucu mama akan menangis melihat wajah bunda mereka terlihat seperti hantu.. " Sindiran mama Whitney sambil kemudian terkekeh pelan.


" Cepat cuci muka, dan kita tunggu kabar dari daddy mertua mu di ruang keluarga.. King dan Queen juga ada main di ruang keluarga bersama kedua susternya.." Lucena mengangguk dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Disinilah sekarang, semua keluarga berkumpul untuk mendengar kabar yang dibawa Tom dari Amsterdam. Mommy Noura juga sudah duduk di ruangan ini, ada Ghadi dan Gaffi disisi kanan dan kirinya. Menemani kalau-kalau nanti mommy Noura kembali shock dan pingsan.


Tapi seharusnya tidak pingsan lagi, karena menurut Tom kabar yang akan disampaikan saat ini, adalah berita yang gembira. Daddy Joaquin awalnya ingin mengatakan berita buruk yang Tom bawa, tapi melihat ada Lucena di ruangan ini, daddy Joaquin mengurungkan niatnya.


Ketakutan daddy Joaquin adalah reaksi dari Lucena nanti saat mengetahui jika suaminya benar ikut masuk ke dalam pesawat itu. Pastinya reaksi Lucena akan lebih buruk dari sekedar pingsan seperti mommy Noura. Antisipasi, sehingga daddy Joaquin memutuskan untuk menskip berita buruk yang tadi sudah dia dengar.


" Oke.. Semua sudah berkumpul disini, aku harap kalian semua bisa menerima apapun berita yang akan di sampaikan oleh Tom.. Baik dan buruknya, semua ini adalah takdir yang memang harus kita semua terutama Galen, jalani.. " Daddy Joaquin membuka pembicaraan hari ini.


" Jika semua sudah mengerti dan memahami ucapan ku tadi.. Baik sekarang kita minta Tom untuk mengatakan tentang kabar yang dia bawa dari Amsterdam.. " Daddy Joaquin mengkode Tom yang ada tak jauh darinya. Duduk di sofa single dan menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di ruangan ini.


" Bagaimana paman Tom? Apa suami ku baik-baik saja? " Tanya Lucena yang sudah tak sabar.


" Mengenai itu tidak ada informasi pasti nyonya muda.. Tapi menurut maskapai penerbangan pesawat yang hilang ini, mulai diketahui keberadaannya. " Tom melaporkan hasil dari pencariannya.


" Benarkah? " Daddy Joaquin yang pertama kali menanggapi. Ada sedikit rasa lega, tapi masih ada sedikit rasa cemas pada dirinya takut jika kenyataan tidak sesuai dengan harapannya.


" Benar tuan.. Titik lokasi sudah ditemukan dan besok keluarga dari semua penumpang akan berangkat ke sana.. " Jawab Tom yakin.


" Dimana? Dimana tepatnya pesawat itu berada? " Mommy Noura angkat bicara setelah berhasil menghentikan tangisannya.


" Perbatasan dari Belgia, Belanda dan Jerman, Vaalserberg. " Semuanya terkejut mendengar ucapan Tom.


Vaalserberg adalah sebuah bukit tinggi dengan ketinggian 322,4 meter, yang merupakan titik tertinggi di Belanda. Terletak di provinsi Limburg, dan sisi paling tenggara negeri itu di gemeente Vaals, dekat kota bereponim tiga kilometer sebelah barat Aachen.


Vaalserberg dikenal sebagai perbatasan tiga negara, sehingga titik ini dinamai Drielandenpunt ( titik tiga negara). Vaalsarberg merupakan obyek wisata terkenal di Belanda dengan menara di sisi Belgia, menawarkan panorama indah dari lanscape sekitarnya.


Jika benar pesawat yang ditumpangi Galen berada, berarti semua keluarga de Niels akan pergi ke tempat itu besok. Daddy Joaquin meminta Tom dan semua asisten yang bekerja pada keluarganya untuk mempersiapkan semuanya dengan benar. Besok, mereka akan berangkat menuju ke Vaalserberg.


" Rute mana yang akan kita ambil Tom, untuk sampai ke sana tanpa memerlukan waktu lama. " Tanya daddy Joaquin tidak ingin terlalu lama diperjalanan menuju ke tempat yang dimaksud.


" Rute dari Aachen, tuan besar.. Jerman, negara itu yang nantinya akan kita tujuan terlebih dahulu, kemudian menuju ke kota Aachen dan dengan jarak tiga kilometer, kita akan sampai ke Vaalserberg. " Jawab Tom yang memang sudah memperkirakan semuanya sebelum melapor.


" Bagus.. Kalian semua dengar kan? Jadi persiapkan diri kalian semua.. Kita akan segera berangkat ke Jerman besok.. " Perintah daddy Joaquin tidak bisa diganggu gugat.


" Tunggu.. Kenapa kita pergi ke sana jika Galen tidak naik pesawat itu? Bukankah paman Tom pergi ke Amsterdam untuk memastikan Galen naik pesawat atau tidak kan.. " Lucena menginterupsi.


Daddy Joaquin terkejut, karena ternyata Lucena menyadari ada yang dipotong dari laporan Tom. Jelas saja semua akan berangkat ke Vaalserberg besok karena Galen dipastikan naik pesawat itu. Sekarang ini, daddy Joaquin bingung harus menjelaskan seperti apa pada menantunya.


" Galen memang dipastikan menaiki pesawat itu Luce.. Galen dan Ketos, naik pesawat itu dari Amsterdam menuju ke Milan.. " Gafar yang menjawab.


Tubuh Lucena langsung lemas seperti nyawanya diambil secara tiba-tiba dari tubuhnya. Memang titik yang menjadi kemungkinan pesawat hilang itu sudah ditemukan. Tapi tidak ada jaminan bahwa Galen selamat dalam peristiwa ini. Apakah Lucena harus menjadi jandi diusia yang masih sangat muda? Lalu kedua anaknya, apa yang akan terjadi pada mereka bila dibesarkan tanpa adanya ayah mereka?