
Galen telah menentukan pilihan nya. Pilihan yang akan membawanya pada takdir hidupnya. Bertemu kembali dengannya atau kembali berjuang untuk mencari keberadaannya. Galen pun memantapkan pilihan hatinya dan malam ini dia akan pergi ke negara pilihannya dengan menggunakan pesawat terakhir yang terbang ke negara ini.
Galen bisa pergi semua hatinya, kapan waktunya, dia bebas menentukan nya. Bukan lagi CEO JN GROUP membuat Galen tidak terlalu sibuk seperti dulu. Kini Galen lebih banyak memiliki waktu luang, dan karena inilah Galen menjadi tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak merindukan wanita yang dia cintai ini.
" Ketos.. Kau ikut aku.. Lagian kan kau tidak ada kerjaan yang urgent seperti saat aku masih di JN. " ujar Galen meminta Ketos untuk ikut dengannya.
" Baik tuan muda.. Saya akan persiapkan semua kebutuhan Anda di sana nanti.. Hotel juga nanti akan saya reservasi dari sini, agar memudahkan kita ke sana. " Galen mengangguk.
Galen tahu betul bagaimana kelebihan Ketos dibanding asisten pribadi lainnya. Karena kelebihan Ketos itulah, semua urusan pribadi Galen dan club miliknya, Ketos lah yang mengurusinya. Pekerjaan Ketos bisa dua sampai empat kali lipat lebih banyak dari Billcan yang merupakan asisten pribadinya di kantor.
Ketos pun yang sudah hapal betul dengan sifat dan karakter tuannya, tanpa diminati juga pasti menyiapkan semua kebutuhan Galen sesuai dengan apa yang Galen inginkan. Tuan muda Ketos ini sedikit cerewet dengan lingkungan sekitar jadi hotel yang akan mereka pesan nanti pastinya memiliki lingkungan yang sekiranya nyaman sesuai dengan selera Galen.
Tepat pukul sembilan malam waktu Milan, Galen dan Ketos berangkat ke negara tujuan mereka sesuai dengan pilihan Galen. Setiap menit waktu perjalanan menuju ke tempat tujuan, Galen sama sekali tidak berhenti berharap jika memang benar adanya sang istri berada di negara tersebut. Galen sendiri rasanya belum siap untuk kecewa jika benar istrinya tidak ada di sana.
Perjalanan dari Milan ke tempat tujuan membutuhkan waktu 1 jam 50 menit dengan jarak tempuh 1075 kilometer. Selama waktu tempuh perjalanan ke negara yang ditujukan, mata Galen sama sekali tidak bisa tidur padahal hari sudah malam. Pikiran Galen terlalu dipenuhi dengan praduga-praduga yang membuatnya tidak bisa memejamkan matanya barang sebentar.
Lain Galen lain Ketos yang langsung terlelap begitu pesawat take off dari Bandar Udara Internasional Linate. Dirinya tidak memiliki masalah disini, hanya menemani tuan mudanya mencari istrinya yang pergi membawa anak mereka. Ketos pun merasa sangat lelah karena beberapa hari ini dirinya kurang tidur karena bersama dengan Galen meneliti laporan dari anak buahnya dan mencari kesimpulan.
Masa bodoh dengan apa yang Galen rasakan, yang terpenting bagi Ketos sekarang dia bisa terlelap barang sebentar sebelum nantinya ketika mereka sampai di negara tujuan, dirinya akan kembali disibukan dengan segala urusan Galen di negara tersebut.
" Ketos.. Bangun.. Pesawat sudah landing.. " Galen membangunkan Ketos yang masih nyaman tidur di kursi bisnis class.
" Sudah sampai tuan? " Ketos terlihat seperti orang linglung.
" Hm.. Ambil barang-barang dan lekas turun.. " Ucap Galen langsung bangkit berdiri dan berjalan untuk keluar dari pesawat yang membawanya ke negara tujuan.
Ketika turun dari pesawat, Galen menatap tulisan besar di depannya. Tulisan yang merupakan nama bandar udara di kota ini. Bandar Udara Schiphol Amsterdam, adalah nama bandar udara utama di kota Amsterdam, Belanda yang terletak di selatan Amsterdam, tepatnya di gemeente Haarlemmermeer.
* Gemeente adalah suatu istilah dalam bahasa Belanda, dan merupakan suatu nama pembagian administratif. Kata Gemeente merupakan ilmu atur negara. Dalam bahasa Indonesia gemeente kurang lebih bisa diartikan sebagai kotamadya.
Benar sekali, negara pilihan Galen dari antara Belgia dan Belanda, adalah Belanda. Sebuah negara yang merupakan negara impian Lucena karena terkenal dengan banyaknya tempat wisata yang sesuai dengan kepribadian Lucena. Setelah berpikir selama satu minggu penuh, Galen pun menentukan Belanda sebagai pilihannya.
Ketos rasa, hotel ini sangat tepat untuk menjadi tempat menginap Galen selama berada di kota ini untuk mencari sang istri. Memang tidak ada jaminan benar jika istri Galen berada di kota ini. Tapi tidak ada salahnya mencoba, dan jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, setidaknya Galen tidak akan terlalu kecewa karena bisa berjalan-jalan di tempat-tempat wisata di kota ini yang terkenal sangat indah.
" Bagaimana tuan, apa anda senang dengan pilihan hotel yang saya pilih? " Tanya Ketos sambil menaik turunkan alisnya.
" Bagus.. Aku senang berada di hotel ini.. Letaknya strategis dan dekor dari kamar di hotel ini cocok dengan selera ku.. Aku akan memberikan bonus pada mu karena pilihan mu yang tidak mengecewakan mu.. " Galen berjalan masuk ke kamar yang sudah diperankan oleh Ketos. Meninggalkan asistennya yang melompat senang karena mendapatkan bonus atas kerja kerasanya.
" Tuan.. Di sekitar ini, adanya sebuah taman yang biasa dikunjungi banyak wisatawan. Besok kan akhir pekan, bagaimana jika kita memulai pencarian kita ke saja saja.. " Usul Ketos yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Galen.
" Boleh.. Kalau begitu kita istirahat saja sekarang. Besok pagi kita pergi ke taman yang kau maksud. " Galen menyetujui.
Akhir pekan biasanya dihabiskan untuk melakukan perjalanan liburan oleh orang-orang. Bisa saja, jika Lucena juga menjadwalkan untuk berlibur dengan kedua buah hatinya. Melihat sifat Lucena, rasanya tidak mungkin jika menjadwalkan liburan akhir pekan sampai pergi keluar kota.
Galen berpikir jika usulan dari Ketos tadi memang sesuai dengan sifat dari Lucena. Galen tidak sabar menunggu hari esok. Benarkah dia bisa bertemu dengan istrinya atau tidak di kota ini. Galen pun langsung bergegas membersihkan diri sebelum akhirnya terlelap karena lelah.
*************
Keesokan harinya Galen benar-benar pergi ke taman yang dimaksud oleh Ketos. Voldenpark adalah nama dari taman yang ada di kota Amsterdam ini. Terletak di bagian selatan kota Amsterdam, Voldenpark merupakan taman kuno dengan luas 47 hektar. Biasanya wisatawan yang mengunjungi taman ini, bisa membawa makanan sendiri dan tempat duduk sendiri.
Dari Conservatorium Hotel sampai ke Voldenpark, Galen dan Ketos memutuskan untuk berjalan kaki saja. Tempatnya tidak terlalu jauh, sekalian mereka berolahraga dengan berjalan santai. Kebiasaan mereka yang selalu berolahraga di pagi hari di gym, kini berganti menjadi olahraga jalan santai sehat di pagi hari.
Dari luas taman ini saja, Galen dan Ketos tidak mungkin bisa mengelilingi taman ini hanya dengan beberapa menit saja. Jelas untuk mengelilingi taman ini, Galen membutuhkan waktu lebih lama lagi. Meski begitu, dia tetap berkeliling Voldenpark, siapa tahu ada sebuah keajaiban yang membawanya bertemu dengan sang istri.
Ternyata istilah Tuhan tidak pernah tidur itu benar adanya. Tuhan menjawab semua doa Galen yang telah menyesal karena menyakiti wanita yang amat mencintainya. Galen, akhirnya melihat sosok yang begitu ingin dia temui selama satu bulan terakhir ini.
Sosok yang Galen rindukan dalam setiap hembusan nafasnya. Mata Galen berkaca-kaca saat netranya bisa melihat wanita yang dia cintai. Hatinya merasa sangat bahagia, hingga Galen pun berlutut tidak peduli dengan lingkungan sekitar yang memperhatikan dirinya.
" Akhirnya.. Akhirnya aku menemukan mu.. Penantian ku terjawab sudah, kau benar-benar ada disini.. " Gumam Galen disela tangisnya.