IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Pembicaraan tentangnya



Tidak bisa menunda panggilan kerja yang sudah diterima Lucena kemarin, terpaksa Lucena harus meninggalkan kedua orang tua dan mertuanya untuk pergi ke Universitas tempatnya melamar kerja. Beruntung, semuanya paham dengan keputusan yang Lucena ambil akhirnya mereka pun melepas Lucena. Papa Daniel bahkan menawarkan diri untuk menemani Lucena pergi ke tempat yang dia tuju.


Disinilah sekarang, Lucena bersama dengan papa Daniel, berada di dalam mobil menuju ke Universitas tempat Lucena mendapatkan panggilan kerja.


" Pa, maaf, bukan aku bermaksud tidak senang kalian datang kemari tapi.. "


" Galen.. Tenang saja, dia tidak tahu kami kemari karena kami tidak pergi dengan pesawat yang sama.. Dan lagi, daddy mu itu pintar sekali memanipulasi semuanya.. " Ucap papa Daniel memotong ucapan Lucena. Dia paham jika putrinya ini takut keberadaannya diketahui oleh Galen.


" Syukurlah.. Aku, masih belum siap melihatnya.. " Ujar Lucena.


" Apa kalian akan berpisah? " Mata Lucena mengerjab bingung ketika mendapat pertanyaan seperti ini.


" Apa jika aku bertahan, papa akan marah? " Tanya Lucena balik. Tapi dengan bertanya seperti ini, papa Daniel jadi tahu apa yang sebenarnya dipikirkan oleh putrinya


" Hahahahaha... Mana ada orang tua yang menginginkan anaknya bercerai.. Kau itu ada-ada saja.. Papa hanya ingin tahu apa yang kau pikirkan mengenai masalah ini.. Luce, tidak semua orang bersih tanpa pernah melakukan kesalahan.. Tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada manusia yang luput dari kesalahan.. Pandai-pandailah untuk berpikir dan mengambil keputusan.. " Papa Daniel tersenyum setelah memberikan sedikit petuah untuk Lucena.


Tanpa terasa karena asyiknya pembicaraan mereka, mobil yang mengantar Lucena sampai di tempat tujuan. Papa Daniel memilih untuk menunggu saja, karena wawancara kerja ini pasti tidak membutuhkan waktu lama.


Papa Daniel mengambil kesempatan sambil menunggu, dirinya pergi ke coffeeshop untuk mencoba mencicipi kopi khas kota ini. Lucena tidak bisa melarang papanya untuk menunggu, karena papanya ini sama keras kepalanya seperti Lucifer.


Empat puluh menit kemudian, Lucena keluar membawa kabar gembira jika dia akan mulai mengajar di universitas ini mulai minggu depan. Masih ada waktu tiga hari sampai dia mulai bekerja, jadi waktu ada ini ingin dia manfaatkan untuk bersama dengan keluarganya yang jauh-jauh datang kemari dari Milan.


Singkat cerita, Lucena dan papa Daniel sudah sampai kembali ke rumah. Lucena menyempatkan dirinya untuk bermain sebentar dengan kedua buah hatinya. Sungguh Lucena sangat beruntung, karena kedua buah hatinya tidak rewel meski jauh dari ayahnya.


Meski terkadang ada kalanya, kedua buah hatinya ini memanggil-manggil sang ayah, tapi Lucena masih bisa mengalihkan perhatian mereka dengan mainan dan juga mengajak jalan-jalan, agar tidak sampai rewel mencari ayahnya.


" Mereka tidak rewel kan, berada di tempat baru? " Tanya mommy Noura yang ikut nimbrung bermain bersama kedua cucunya.


" Mommy tidak ikut istirahat? " Lucena sedikit terkejut tiba-tiba saja mommy mertuanya ada di dekatnya. Pasalnya tadi Lucena melihat kedua orang tua dan mertuanya masuk ke kamar untuk beristirahat.


" Kamu sudah sampai di kota ini dari kemarin siang.. Mommy sudah cukup istirahatnya. Mommy merindukan cucu-cucu mommy. " Ujar mommy Noura tanpa ada maksud apapun. Tapi Lucena mengartikan lain ucapan mommy mertuanya.


" Sorry mom.. Karena keputusan ku, mommy harus berpisah dari mereka.. " Lucena menundukkan sedih.


" Hei.. Hei.. Mommy tidak merasa seperti itu.. Mommy paham kau butuh waktu, semua memang salah Galen, jadi jangan merasa bersalah.. " Mommy Noura mengusap pelan pundak menantunya.


Mommy Noura maupun daddy Joaquin sama sekali tidak menyalahkan Lucena atas keputusannya pergi dari mansion. Semuanya butuh waktu untuk merenung dan memikirkan masa depan mereka. Dipaksa tetap berada di tempat yang sama, hanya akan saling menyakiti karena keegoisan masing-masing.


" Mom.. " Panggil Lucena ragu.


" Hm.. Ada apa? " Mommy Noura mengalihkan pandangannya pada menantu cantiknya ini.


" Apa Galen.... Ehm, dia.. Baik-baik saja? " Tanya Lucena akhirnya, setelah sejak kedatangan orang tua dan mertuanya, dia menahan diri untuk bertanya.


" Hihihi.. Rindu ya.. " Mommy Noura menggoda menantunya. Lucena hanya terkekeh, karena tebakan dari mertuanya benar. Dia merindukan Galen, sangat malah.


" Yakin mau mendengar kabar dan kondisi Galen saat ini? Apa kau tidak akan mengubah keputusan mu? " Ada gurat kesedihan dalam raut wajah mommy Noura saat mengingat kondisi putranya saat ini.


Ibu mana yang tega melihat anak-anaknya menderita. Tentu saja tidak ada. Tapi mommy Noura berusaha menahan diri untuk tidak menghentikan hukuman dari daddy Joaquin pada putra mereka karena mommy Noura tahu betul jika putranya bersalah dalam hal ini.


Khawatir, jelas saja dirinya khawatir dengan kondisi Galen saat ini. Putranya hancur, dan mirip seperti zombie saja, karena kerjaannya hanya mengurung diri di club malam miliknya. Tidak bekerja, dan kesehatannya juga menurun drastis.


Seminggu setelah Lucena pergi, Galen sempat dilarikan ke rumah sakit karena dadanya sakit terlalu banyak mengkonsumsi Alkohol. Padahal, ria belum lama ini sakit dan sempat menjalani operasi di bagian paru-parunya.


Mendengar cerita tentang Galen dari mulut mommy Noura, hati Lucena menjadi sakit. Dirinya mempertanyakan apa yang sebenarnya dipikirkan Galen. Awalnya dia ngotot merasa jika Lucena lah yang bersalah dan tidak bisa memahaminya. Tapi sekarang, setelah Lucena pergi, kenapa Galen bersikap seperti orang yang bersedih kehilangan dirinya.


Ucapan Galen di rooftop gedung JN GROUP kembali terngiang-ngiang di telinga Lucena. Sakit, hancur, dan merasa dirinya hina, karena kata-kata itu keluar dari mulut Galen. Mengatakan untuk dirinya tahu diri atas apa yang pernah terjadi. Padahal Lucena saat ini menjalani pengobatan untuk penyakitnya. Tapi malah Galen sendiri yang menyakitinya.


" Kenapa dia bersikap seperti itu mom? Apa dia tidak bekerja? " Tanya Lucena heran. Biasanya suaminya akan menyibukan diri dengan pekerjaan ketika dalam suasana hati buruk.


" Daddy mu, mencabut jabatannya dan semua fasilitas dia sebagai anggota keluarga de Niels. Galen tidak mau pulang ke mansion, dan hanya tinggal di ruang pribadinya di Heaven Ares. Sesekali pergi ke markas untuk menanyakan perkembangan pencarian mu.. " Tutur mommy Noura bercerita.


" Galen.. " Lucena menutup mulutnya dengan kedua tangannya merasa prihatin.


" Tapi kenapa dia seperti itu mom? Bukankah dia sendiri yang menyakiti aku dengan ucapannya? Lalu kenapa saat ini dia memerankan peran sebagai orang yang tersakiti? " Lucena akhirnya menanyakan apa yang dia pikirkan sejak tadi.


" Tersakiti karena ulahnya sendiri.. Dia menyesal, dia sadar telah berbuat jahat pada mu.. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena daddy mengalihkan semua anak buah Galen agar tidak bisa menemukan mu.. "


" Sudah... Sudah.. Jangan memikirkan dia.. Biarkan putra mommy merasakan akibat dari perbuatannya. Dengan begini kedepannya dia tidak akan asal bicara dan asal menyimpulkan.. Fokus saja pada diri mu, lanjutkan pengobatan mu, nanti mommy akan mengenalkan psikiater yang bagus di kota ini.. Mengerti.. " Ucap mommy Noura kemudian karena tahu jika nanti dilanjutkan pembahasan mengenai Galen, Lucena akan kepikiran dengan suaminya itu.


Lucena pun akhirnya menutup pembicaraan tentang Galen. Dia membenarkan ucapan mommy Noura untuk fokus pada dirinya sendiri. Setelahnya, jika memang Galen masih ingin memperjuangkan nya, dia pun akan ikut berjuang bersama. Lucena akan berusaha mempertahankan apa yang bisa diperjuangkan. Dan bila Galen menyerah, Lucena pun akan mengambil jalan untuk mundur.