IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Menjalani hari



Sudah hampir jam tiga dini hari, tapi Galen dan Ketos belum juga pergi untuk beristirahat. Keduanya masih berjibaku dengan laporan-laporan yang anak buah Galen laporkan dalam pencarian Lucena dan kedua anak Galen.


Galen dan Ketos membongkar satu persatu kiranya adakah kejanggalan dalam laporan yang disampaikan anak buahnya hingga dia jatuh pada kesimpulan, semua anak buah Galen seperti diarahkan untuk bertindak. Laporan semua anak buah Galen hanya terpaku pada satu hal.


LUCENA TIDAK ADA DI EROPA


Jika benar seperti itu, kenapa bisa kedua orang tuanya dan mertuanya pergi secara bersamaan ke dua negara yang ada di Eropa. Papa Daniel dan istrinya pergi ke Berlin, Jerman dengan alasan ingin menemui teman mereka. Padahal, selama ini keduanya tidak pernah memiliki catatan pergi ke negara itu. Paling mentok ke luar negeri, papa Daniel hanya pergi ke negara-negara yang ada anak perusahaan milik JN GROUP.


Untuk masalah kedua orang tua Galen yang pergi ke London, Inggris. Galen tahu jika memang keduanya ada teman di sana. Galen tinggal menunggu anak buahnya di Heaven Ares X yang ada di London untuk melapor benar tidak daddy Joaquin dan mommy Noura menemui teman mereka yang ada di London.


" Tuan.. Menurut saya, pasti nyonya muda ada di negara yang tidak jauh dari dua negara tujuan dari orang tua dan mertua anda.. " Ucap Ketos yang juga merasa janggal dengan kepergian orang tua dan mertua Galen secara bersamaan. Bahkan hari mereka berangkat sama, meski dari tempat yang berbeda.


" Di sekitar Inggris dan Jerman, ya? " Galen mengetuk meja dengan pena yang dia pegang.


Tuk.. Tuk.. Tuk..


" Bisa juga seperti itu.. Luce tidak mungkin membawa anak-anak pergi dengan pesawat dalam waktu terbang yang panjang. Mereka pasti rewel. Jadi tidak mungkin keluar Eropa.. " Gumam Galen mulai mempertimbangkan hal-hal yang sebelumnya dia lewatkan.


" Prancis, Spanyol, dan Portugal, saya yakin nyonya muda tidak di sana tuan.." Ucapan Ketos langsung menarik perhatian Galen.


" Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" tanya Galen yang sangat penasaran dengan alasan Ketos berpendapat seperti itu.


" Nyonya muda pasti ke tempat yang tidak akan terlintas di dalam benak anda tuan.. Saya juga masih menyelidiki mengenai teman-teman nyonya muda.. Sebentar lagi kita pasti bisa menemukan keberadaan dari nyonya." ucap Ketos yakin yang juga bisa diterima oleh akal Galen.


Lucena pasti pergi ke tempat yang tidak akan pernah Galen pikirkan. Dari dua negara tempat yang dituju oleh orang tua dan mertuanya, Galen yakin jika pasti tempat dimana Lucena berada akan ada di sekitar dua negara itu.


" Netherland, Belgia, dan Swiss.. Di antara ketiga negara itu pasti ada Lucena dan kedua anak ku.. Aku yakin.." batin Galen yang menatap peta Eropa di depannya.


" Oh ya tuan.. Nomor yang anda minta untuk saya selidiki itu adalah nomor yan terdaftar dengan nama asisten pribadi tuan besar." Ketos menyampaikan laporan tugas yang Galen berikan padanya sebelum datang ke tempat ini.


" Asisten daddy? Maksud mu Danielo?" beo Galen merasa semakin janggal semua yang terjadi.


" Iya tuan.. Memangnya ada apa? Anda sepertinya terkejut." Ketos penasaran dengan sikap yang tuannya tunjukkan setelah mengetahui nama pemilik nomor yang dia cari.


" Danielo sekarang ini ada di Jakarta, Indonesia menggantikan daddy dan mommy untuk melihat kondisi Ad company yang tengah dalam masalah. Kenapa dia menggunakan nomor Italia?"


Ketos menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tuan besarnya ini sangat niat sekali membuat putranya pusing sampai memutar-mutar petunjuk. Tuan besarnya ini seakan bisa menebak langkah apa yang diambil oleh tuan mudanya sehingga lekas mengantisipasi.


Jika Galen melangkah satu langkah, daddy Joaquin sudah tiga sampai empat langkah. jaraknya sangat jauh sekali. Melawan suhu memang sangat sulit, terbukti sekarang, dua minggu Galen sama sekali tidak mendapatkan petunjuk apapun.


" Kembali lah.. Besok, kita lanjutkan lagi." Galen pun mengakhiri pertemuannya dengan Ketos tepat di jam empat dini hari.


Sama halnya seperti Galen yang memiliki ruangan pribadi di tempat ini, Ketos pun juga memiliki. Jaraknya dua pintu dari ruangan pribadi Galen, di sanalah kamar pribadi Ketos. Dia akan tidur di kamarnya di Heaven Ares jika Galen menginap disini atau dia memiliki tugas di tempat ini.


******************


Jika Galen pusing untuk mencari tahu keberadaan dari istri dan anak-anaknya, lain dengan yang tengah Galen cari-cari selama dua minggu ini. Lucena benar-benar menikmati hari-harinya tinggal di kota ini. Dia menjalani hidupnya seolah tidak memiliki beban dan masalah apapun. Yang Lucena pikirkan hanya ingin menjalani harinya tanpa penyesalan.


Beberapa hari ini dia ditemani oleh mertua dan orang tuanya. Dan kini waktunya mereka untuk berpisah. Kedua orang tua dan mertuanya masih memiliki kesibukan lainnya dan harus kembali ke Milan dari ini juga. Memang berat, tapi Lucena tidak ingin larut dalam kesedihan. Dia harus bertanggung jawab dengan pilihannya. Merindukan keluarganya adalah salah satu konsekuensi dari pilihannya dan dia harus bertanggung jawab untuk hal itu.


" Jaga diri mu baik-baik.. Ingat untuk selalu memberi kami kabar.. " Ucap mama Whitney ketika saling berpelukan dengan Lucena mengucap salam perpisahan.


" Pasti ma.. Mama dan papa juga jaga kesehatan, daddy dan mommy juga ya.. " Pesan Lucena pada dua pasang orang tua yang selalu menjadi pendukungnya.


" Pasti.. Jaga kesehatan mu dan kedua cucu kami ya.. " Mommy Noura ganti memeluk Lucena setelah menantunya ini melepaskan pelukan dari mama Whitney.


" Jangan khawatir tentangnya.. Dia akan baik-baik saja dan akan segera bangkit dari keterpurukannya.. Ingat, jika dia menemukan mu, maka kau harus kembali.. " Lucena mengangguk.


Kesepakatan yang dia buat dengan daddy Joaquin dan papa Daniel semuanya bergantung dari bagaimana Galen bersikap selama mereka berpisah. Jika Galen berhasil menemukan keberadaannya, maka Lucena akan kembali ke tempat yang dia sebut sebagai rumah.


" Tolong awasi dia demi aku mom.. Jika ada wanita yang berani mendekatinya, tolong gantikan aku untuk membuat perhitungan dengan wanita itu.. " Mommy Noura tertawa mendengar penuturan dari menantu cantiknya ini.


" Pasti sayang.. Pasti mommy akan menjaga anak nakal itu.. " Lucena mengangguk.


Waktu penerbangan untuk dua pasang keluarga de Niels ini akhirnya tiba. Siap tidak siap mereka harus berpisah. Lucena melambaikan tangannya mengantar kepergian orang tua dan mertuanya. Lucena baru pergi meninggalkan bandara saat sosok orang tua dan mertuanya sudah tidak lagi nampak olehnya.


" Jangan bersedih.. Tidak lama lagi kita akan kembali bersama dengan menantu dan kedua cucu kita.. " Daddy Joaquin memeluk istrinya dari samping saat melihat sang istri menangis karena tidak ingin berpisah dengan kedua cucunya.


" Apa maksud daddy? " Tanya mommy Noura sambil menghapus air matanya dari kedua mata indahnya.


" Putra kita sudah bergerak.. Tidak akan lama lagi dia pasti bisa menemukan Lucena.. Putra kita itu jenius, dia pasti bisa membawa petunjuk yang aku tinggalkan.. " Ucap daddy Joaquin bangga akan kejeniusan sang putra.


" Apa daddy yakin? Seminggu yang lalu saja dia masuk rumah sakit lagi karena alkohol.. " Mommy Noura sedikit sangsi dengan ucapan suaminya.


" Tentu.. Ada ketiga anak nakal mommy di sana yang pasti akan menyemangati kakak kembar mereka.. " Daddy Joaquin terkekeh.


" Mereka juga anak daddy.. " Mommy Noura mencebik ngambek.


Perjalanan pulang mereka ke kota Milan pun diwarnai dengan candaan yang dilontarkan daddy Joaquin untuk menggoda sang istri yang terlihat sedang bersedih. Semuanya sedih, tidak hanya para orang tua, tapi orang yang menjalani sendiri cobaan ini juga bersedih. Yang bisa dilakukan para orang tua seperti daddy Joaquin dan mommy Noura, hanya mendoakan yang terbaik untuk semuanya.