IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Melahirkan



" Len.. Sakit sekali... Aku tidak kuat.. " Lucena mencengkeram erat lengan Galen karena perutnya terasa melilit.


" Sabar sayang.. Kamu kuat dan sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit.. Sabar ya sayang.. " Galen mencoba menenangkan sang istri.


" Far.. Cepat sedikit lah bawa mobilnya.. Tidak lihat Lucena kesakitan.. " Galen memproses kembarannya yang saat ini menjadi sopirnya.


Beberapa menit yang lalu, ketika Dr. Elianor tiba di mansion utama keluarga de Niels untuk memeriksa Lucena. Dr. Elianor mengatakan jika air ketuban Lucena sudah pecah dan saat ini Lucena sudah harus dibawa ke rumah sakit untuk melahirkan. Dr. Elianor tidak berani membantu Lucena melahirkan tanpa adanya alat kedokteran yang lengkap karena hamil bayi kembar riskan sekali dengan yang namanya komplikasi dan itu membahayakan janin dan ibunya.


Jadilah sekarang Lucena dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Dr. Elianor yang saat itu memang sudah siap karena terparkir di luar. Menunggu sopir mengeluarkan mobil dari garasi jelas akan semakin menghambat waktu untuk membawa Lucena ke rumah sakit. Karena saat ini Lucena paling membutuhkan dirinya, alhasil Galen memaksa Gafar untuk menjadi sopirnya karena tadi saat di mansion, hanya Gafar yang memperlihatkan batang hidungnya saat Galen tengah panik.


" Heh.. Jika aku menambah kecepatan lebih dari ini, bukan hanya istri mu saja yang dirawat. Aku bisa pastikan kita semua akan ikut dirawat.. Sabar, ini juga sudah cepat.. " Gafar mengomel tidak Terima saja Galen mencacinya karena saat ini dia menjadi sopir dari kembarannya itu.


" Ck.. Ini darurat.. Ayolah lebih cepat.. " Gafar melotot menatap spion tengah yang memperlihatkan wajah Galen yang sangat ingin sekali dia hadiahi bogem mentah.


" Diam saja kau.. Atau aku turun dan kau yang menyetir.. " Gafar mengeluarkan ancamannya untuk membuat kembarannya ini menutup mulutnya.


Bukan tidak paham situasi saat ini, tapi sebenarnya Gafar sudah melakukan mobil yang dia supiri dengan kecepatan 120 km/jam. Gafar juga tidak mau mengambil resiko mereka bisa celaka jika memacu mobilnya lebih cepat lagi dari kecepatannya saat ini. Tidak lucu kan, kalau ingin mengantar orang melahirkan tapi orang yang mengantar ikut juga dirawat di rumah sakit.


Lima belas menit kemudian, mereka sampai juga di JN HOSPITAL. Di bagian depan pintu IGD, sudah menunggu dokter dan perawat yang akan menangani menantu dari pemilik rumah sakit ini. Mereka pun lekas menangani Lucena dan membawa istri Galen ini ke lantai empat. Lantai khusus yang hanya keluarga de Niels saja yang boleh menggunakan semua fasilitas di tempat ini.


Begitu Lucena masuk ke sebuah ruangan yang Galen yakini adalah ruangan tindakan, dia pun menunggu di luar bersama dengan Gafar. Keluarganya nanti akan menyusul setelah mereka mempersiapkan semua keperluan Lucena dan nanti kedua buah hatinya selama di rumah sakit. Semuanya serba mendadak, jadi belum ada persiapan sama sekali saat ini.


" Len.. Duduk!! " Titah Gafar yang lelah melihat kembarannya ini terus mondar mandir.


" Kau tidak tahu rasakan menjadi diri ku saat ini, jadi diam saja.. " Sahut Galen ketus.


" Kalau kau sepanik ini, kebayang nggak bagaimana dengan Lucena? Sebisa mungkin kau harus tenang agar Lucena juga bisa menghadapi semua ini dengan tenang. Ingat, seorang wanita yang melahirkan tidak boleh sampai stress karena pasca melahirkan, kau tahu sendiri apa yang bisa terjadi.. " Galen langsung duduk setelah mencerna ucapan Gafar yang semuanya memang benar adanya.


" Thanks.. " Gafar mengangguk. Gunanya memiliki saudara adalah untuk bisa mengingatkan saudaranya yang lain disaat menghadapi situasi seperti ini.


" Kenapa tidak caesar saja? Dengan begitu Lucena tidak akan mengalami kesakitan. " Tanya Galen yang tidak tega jika Lucena kesakitan seperti ini.


" Nyonya muda meminta agar melahirkan dengan proses normal. Apalagi saat ini, pembukaan sudah sampai lima. Jadi akan sangat disayang kan jika melakukannya tindakan caesar, tuan muda. " Terang Dr. Elianor.


" Boleh saya masuk menemani istri saya? "


" Silahkan tuan.. Sebisa mungkin ajak nyonya muda untuk berjalan-jalan agar mempercepat proses pembukaan. " Galen pun mengangguk.


Saat memasuki ruangan tempat dimana Lucena tengah menunggu waktu tepat untuk melahirkan, Galen meringis melihat bagaimana sang istri menahan rasa sakit karena kontraksi. Tidak tega sebenarnya, tapi memang menurut dokter, Lucena bisa melahirkan normal. Senam kehamilan dan juga yoga, membuat fisik Lucena kuat dan pinggulnya juga tidak sempit. Jadi bukan hal sulit jika dia melahirkan normal.


Galen lekas mendekat dan langsung mengusap punggung Lucena. Menurut dokter kandungan Lucena, cara seperti ini bisa meringankan sedikit sakit yang dirasakan saat kontraksi terjadi. Dan terbukti, Lucena mengatakan jika sakit yang dia rasa sedikit berkurang meski memang tidak menghilang, tapi masih bisa dia tahan.


" Kata dokter.. Kau harus berjalan-jalan agar pembukaan lekas lengkap.. " Ujar Galen sesuai ucapan Dr. Elianor tadi.


" Kalau begitu bantu aku turun.. Rasanya lemas sekali karena menahan sakit sejak tadi. " Galen lekas menopang tubuh Lucena untuk turun dari ranjang.


Cukup lama Lucena jalan-jalan kecil di dalam ruangannya, sampai ketika Dr. Elianor masuk dan memeriksa pembukaan Lucena. Beruntung, pembukaan sudah lengkap dan Lucena segera dibawa ke ruang bersalin yang disiapkan di dalam ruang operasi. Hal ini dilakukan jika nantinya penanganan operasi diperlukan, bisa mempermudah tugas tenaga medis untuk mengambil tindakan atas pasien.


Terhitung sudah setengah jam, Lucena mengejan untuk proses melahirkan anak pertamanya. Galen tetap setia di samping Lucena dan menggenggam telapak tangan Lucena untuk memberikan kekuatan. Banyak sekali kata-kata penyemangat yang Galen bisikan untuk memberikan semangat Lucena. Hingga kemudian, ketika dokter meminta Lucena mengejan dengan kuat, terdengar suara tangisan bayi yang sangat kencang.


" Ooeeekk... Ooooeeekk.. " Selamat tuan dan nyonya muda.. Anak pertama berjenis kelamin perempuan..


Betapa senangnya Galen dan Lucena ketika akhirnya bisa bertemu dengan baby mereka. Terlihat sangat cantik sekali, gadis kecil Galen ini. Euforia lahirnya anak pertama Galen tidak berlangsung lama karena Lucena kembali merasakan kontraksi untuk anak kedua mereka. Akan tetapi, hal tidak terduga terjadi saat anak kedua akan terlahir.


" Dokter gawat.. Bayinya terlilit tali pusar.. "