IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Mengabulkan



Pernah dikatakan jika yang paling memahami apa yang sesama perempuan rasakan, ya hanya kaum perempuan yang mampu memahaminya. Hal ini yang saat ini Lucena rasakan. Dirinya melihat apa yang terjadi di lantai satu dari dekat tangga di lantai dua. Kebenciannya pada Kim Hyorin langsung sirna begitu dia mengetahui jika perempuan menyebalkan yang mengincar suaminya ini ternyata telah ditipu oleh pria lain.


Apalagi saat ini bisa Lucena lihat, jika Kim Hyorin bahkan ditampar oleh ayahnya dan diseret keluar dari mansion utama keluarga de Niles tanpa orang tuanya pikirkan tentang kondisi kehamilan dari Kim Hyorin. Lucena jadi merasa mengaca pada Kim Hyorin karena kejadian yang menimpa mereka hampir mirip. Yang membedakannya hanya keluarga Lucena yang masih tetap memberikan dukungan tanpa mereka menyalahkan Lucena.


" Luce..." panggil Galen ketika sudah hampir beberapa kali dipanggil istrinya tidak menyahuti. Galen sampai meninggikan suaranya untuk menyadarkan sang istri dari lamunannya.


" Kamu disini, Len.. Sejak kapan?" tanya Lucena yang sangat terkejut tiba-tiba suaminya ada di sampingnya.


" Sejak tadi... Sepertinya kamu asyik melamun sampai tidak sadar aku sudah di sini sejak tadi bahkan aku memanggil-manggil nama mu." Lucena tersenyum malu.


" Semua sudah selesai, ayo kita istirahat...Hoaaaammmm... Aku mengantuk." Galen mengajak Lucena untuk masuk kamar dan beristirahat.


Dalam benaknya, Lucena berpikir benarkah jika semua ini sudah berakhir, kenapa dia merasakan jika ini adalah awal dari masalah lain. Menurut Lucena, kedatangan Kim Hyorin kemari dan semua yang terjadi pada wanita ini, seolah sudah diatur oleh seseorang. Badai akan kembali hadir menerpa rumah tangganya bersama Galen. Lucena berharap, badai kali ini tidak akan membuat dirinya dan Galen goyah.


*************************


Tiga hari setelah malam penuh masalah di mansion keluarga de Niels, Galen dan Lucena mendapatkan kabar jika Kim Hyorin masuk rumah sakit lantaran ditikam orang tidak dikenal di depan hotel tempatnya dan kedua orang tuanya menginap.


Galen memberikan informasi tentang siapa pria yang terlihat dalam CCTV yang belum direkayasa pada tuan dan nyonya Kim. Setelahnya setahu Galen kedua orang tua Kim Hyorin menemui pria itu untuk meminta pertanggungjawaban. Tapi, belum sampai ada kabar dari jawaban pria yang telah menghamili Kim Hyorin, justru kabar wanita ini masuk rumah sakit terdengar lebih dahulu.


Dari yang Ketos laporkan, luka dari tusukan itu tidak terlalu dalam tapi mengenai perut dari Kim Hyorin. Apakah berpengaruh pada kandungannya atau tidak, belum ada kabar lebih lanjut. Galen dan Lucena sendiri ragu untuk menjenguk Kim Hyorin karena takut jika nantinya justru membuat kondisi Kim Hyorin memburuk.


" Apa yang akan kau lakukan? " Tanya Lucena. Keduanya kini berada di ruangan kerja Galen di gedung JN GROUP.


" Memangnya apa yang harus aku lakukan? " Galen malah balik bertanya.


" Hishh.. Aku tanya beneran lho, kok malah balik tanya sih.. " Lucena jadi berubah kesal.


" Hahahahahahahaha.. Memangnya apa yang bisa kita lakukan? Aku ragu kalau mereka bakal menerima bantuan yang kita ulurkan. " Ucapan Galen ada benarnya juga. Memang tidak mungkin keluarga yang sempat bersitegang dengan mereka ini bisa tiba-tiba saja akur.


" Terus kita diam aja gitu.. " Galen mengangguk.


Dia memang tidak melepas begitu saja pengawasan pada kasus yang menimpa keluarga Kim. Galen memiliki tujuan tersendiri memantau kasus ini karena kemarin sempat melibatkan keluarga de Niels sebelum akhirnya diketahui jika semua itu tidak benar.


Galen tidak ingin keluarganya ikut terseret masalah ini, tepatnya dia tidak kau disangkut pautkan dengan masalah ini dan berimbas pada masalah Lucena yang lalu yang nantinya akan kembali dibahas oleh media. Saat ini, fokus Galen hanya pada keluarganya saja, tidak mau repot memikirkan masalah orang lain dan juga cuap-cuap awak media.


" Tenang saja.. Semuanya akan baik-baik saja.. Fokus saja pada si kembar dan pada ku.. Oke.. " Galen tersenyum menggoda.


" Sejak kapan kau begini? "


" Apanya? "


Galen pun tergelak. Menggoda Lucena adalah hiburan baru baginya. Setiap pulang ke mansion, dia akan disambut celotehan kedua anaknya dan juga istrinya yang pasti akan mengomel entah karena masalah apa karena selalu Galen yang disalahkan.


Pernah mendengar sebuah kalimat yang menyatakan jika seorang penjahat berhak bertobat dan bahagia. Apakah kalimat ini bisa dipakai oleh Galen dan Lucena.


Seorang pebisnis tidak luput dari masalah, terutama masalah yang mengancam nyawa. Sebisa mungkin seorang pebisnis harus memiliki orang-orang yang bekerja pada mereka untuk menjaga dan melindungi keluarga serta diri mereka sendiri. Persaingan bisnis sangat ketat, dan biasanya semuanya akan menghalalkan segala macam cara untuk memperoleh apa yang mereka inginkan.


Galen pun begitu, dia bukan manusia tanpa dosa. Banyak sekali darah yang sudah ditumpahkan oleh kedua tangannya. Jika sekarang dia sedang ingin bahagia bersama dengan keluarga kecilnya, apakah itu tidak masalah?


" Bersiaplah, kita akan pulang sekarang.. " Galen pun beranjak dari kursi kebesarannya, mengambil jas yang disampirkan di sandaran kursi, juga tak lupa mantel yang menggantung.


" Eh.. Di jam ini? " Lucena terkejut. Sekarang ini masih pukul dua siang, dan Galen bersiap untuk pulang.


" Hm.. Aku merindukan si kembar, dan lagi aku bos disini, siapa yang mau protes? " Lucena tercengang.


" Heh.. Tidak boleh begitu.. Karyawan akan bekerja dengan baik karena contoh yang baik dari bosnya.. Kalah kamu seperti ini, sama saja memberi contoh buruk, Galen.. Kembali kerja, aku pulang dulu.." Lucena melotot tajam.


" No.. Kita pulang sekarang.. " Lucena menghela nafas. Susah memang, mengubah sesuatu yang sudah Galen putuskan.


*****************


Di dalam sebuah ruangan serba putih yang merupakan ruang rawat inap disebuah rumah sakit, Kim Hyorin menatap kosong ke arah depan. Dirinya meratapi apa yang telah terjadi padanya. Benarkah jika apa yang dia tuai saat ini adalah karena pernah mencoba ingin merupakan rumah tangga dari wanita lain.


Jika benar seperti itu, kenapa rasanya sangat berat sekali beban yang harus dia tanggung. Hamil tanpa suami, pria yang menanam benih pada rahimnya justru tidak mau mengakui hal itu, bahkan sekarang tengah mencoba untuk membunuhnya.


Darimana Kim Hyorin tahu jika yang mencoba membunuhnya adalah pria yang telah menghamili dirinya. Tentu saja dari seseorang yang menusuknya dan kini mendekam di penjara. Sebelum menusuk perut Kim Hyorin, pelakunya sempat membisikan sesuatu yang berhasil membuat Hyorin lengah dan akhirnya tertusuk.


" Huft.. " Hyorin kembali menghela nafas, entah sudah berapa kali semenjak dia tersadar pasca operasi.


" Kamu sudah bangun, sayang.. " Nyonya Kim baru saja kembali ke ruangan putrinya setelah pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.


" Eomma,, apakah boleh, setelah aku keluar dari rumah sakit, kita kembali ke rumah? " Nyonya Kim terkejut.


" Tapi.. "


" Tidak ada gunanya aku disini lagi, eomma.. Pria itu tidak akan pernah bertanggung jawab. Keluarga kita bukan tidak mampu memenuhi kebutuhan janin dalam kandungan ku, kan.. Aku tidak sanggup.. Hiks.. Hiks... " Hyorin menangis.


Nyonya Kim lekas memeluk putrinya yang saat ini tengah rapuh. Gadis pemberaninya, kini tengah mengalami krisis mental dan itu menyakitkan bagi nyonya Kim. Siapa yang salah disini, apakah putrinya yang terobsesi dengan Galen hingga mendapatkan nasib seperti ini. Atau salah dirinya dan suami yang tidak bisa mendidik anak gadis mereka hingga seperti sekarang ini.


" Ya.. Kita pulang, sayang.. " Hanya ini yang bisa Nyonya Kim katakan. Keluarga suaminya masih mampu jika hanya menghidupi satu lagi anggota keluarga. Keluarga Kim bukan keluarga yang miskin hingga tidak bisa menanggung hidup bayi kecil tanpa dosa yang adalah cucu di keluarga ini.