IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Berita buruk



Dua hari telah berlalu setelah Gafar mengatakan untuk menyelidiki benar tidaknya Galen menaiki pesawat yang hilang itu atau tidak. Dan hari ini, adalah hari dimana Tom, asisten pribadi daddy Joaquin akan tiba di Milan untuk melaporkan mengenai masalah yang Gafar pinta untuk diselidiki.


Gafar dan daddy Joaquin duduk di dalam ruang kerja daddy Joaquin untuk menunggu kedatangan Tom yang masih ada udara. Menunggu satu jam lagi, maka Tom akan segera sampai di mansion utama keluarga de Niels. Sambil menunggu, daddy Joaquin meminta Gafar untuk menjelaskan apa yang sebenarnya diketahui Gafar dan tidak dirinya ketahui.


Gafar adalah tipe pria yang sangat berpegang teguh pada keputusannya, jadi cukup sulit untuk daddy Joaquin mengorek informasi ini. Meski harus beberapa kali memaksa dan memohon, akhirnya ancaman daddy Joaquin yang terakhir mampu membuat Gafar buka mulut.


" Jika kau benar-benar tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, maka daddy pastikan bulan depan kau akan menikah dengan anak dari kolega daddy.. " Begitulah kiranya isi ancaman daddy Joaquin yang berhasil membuat Gafar mengatakan segalanya.


" Aku pernah mengatakan pada Galen untuk menggunakan cara paksa untuk membawa Lucena kembali.. Aku mengatakan padanya untuk berpura-pura sakit dan menyebarkan berita sakitnya Galen pada media.. Dengan begitu Lucena akan kembali lantaran khawatir padanya.. " Tutur Gafar.


" Tapi dad.. Rasanya sungguh mustahil jika Galen seniat ini untuk memaksa Lucena kembali sampai-sampai membuat sebuah pesawat menghilang.. Karena itu aku ingin memastikan apakah benar Galen naik pesawat itu atau tidak.. " Gafar menambahkan.


Daddy Joaquin yang mendengar cerita dari mulut putra keduanya hanya bisa menggelengkan kepala. Heran juga, kedua anaknya yang sama-sama jenius justru membuat ide gila. Apalagi saat ini taruhannya adalah nyawa.


Yang bisa daddy Joaquin sekarang lakukan setelah mendengar dari Gafar hanyalah menunggu kabar yang akan Tom bawa dari Amsterdam. Do'anya hanya satu, semoga saja Galen benar-benar tidak menaiki pesawat itu, atau semuanya akan berakhir disini.


Jujur saja, daddy Joaquin belum siap kehilangan salah satu anaknya. Geya yang masih koma saja begitu menyakiti hati daddy Joaquin sampai jantungnya kembali kambuh. Kalau kali ini Galen benar-benar tidak akan pernah kembali lagi, rasanya daddy Joaquin tidak akan pernah sanggup untuk hidup lagi.


" Berdoa saja.. Semoga ini semua bukan kegilaan dari Galen.. Semoga saja dia saat ini tengah tertawa karena mempermainkan kita.. " Ujar daddy Joaquin kemudian.


************


Air mata Lucena rasanya tak kunjung juga berhenti meski sudah dua hari dirinya menangis. Tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini. Ikut terjun mencari keberadaan suaminya pun, Lucena tidak bisa melakukannya karena kedua buah hatinya memerlukan nya. Hanya berdiam diri saja di mansion sambil menunggu kabar dari pihak berwajib, rasanya hati dan pikiran Lucena tidak bisa diajak untuk berpikir hal-hal positif. Alhasil, hanya menangisi suatu peristiwa yang belum tentu benar adanya tapi kemungkinan besar memang seperti yang ditakutkan semua anggota keluarga.


Tidak tahu harus berbuat apa, tapi Lucena saat ini tengah menyesal. Kenapa? Semua ini berawal darinya. Andai saja dia tidak menyikapi masalah Galen dan Tamara terlalu keras, semua ini pasti tidak akan terjadi. Dibutakan oleh cemburu, membuat Lucena akhirnya menempatkan Galen dalam situasi berbahaya.


Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Galen, sudah bisa Lucena pastikan jika dirinya tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri. Lucena akan hidup disisa umurnya dengan rasa penyesalan yang mendalam. Menyesal karena telah mendorong Galen pada situasi yang buruk hingga musibah ini terjadi.


" Apa yang harus aku lakukan? Dimana kau sekarang Galen? Apa yang harus aku lakukan..? " Lucena berbaring di ranjang sambil memeluk pakaian milik Galen. Air matanya tidak kunjung berhenti.


" Jika benar semua ini terjadi dan kau dalam kondisi tidak..... Aku, aku tidak bisa hidup sendiri Galen.. Aku tidak bisa hidup sendiri.. Huhuhu.. Apa yang harus aku lakukan Galen? " Gumam Lucena ditengah tangisannya.


Lucena tidak tahu, jika diluar kamarnya, Mommy Noura dan mama Whitney sangat mengkhawatirkan dirinya. Kedua wanita yang sudah memiliki usia di atas lima puluh tahun ini, berdiri di depan kamar Lucena menanti istri dari Galen ini keluar. Lucena mengunci diri dikamar sejak kepulangannya dari Belanda. Tidak diizinkan satu orang pun masuk untuk menemuinya.


" Kak.. Apa perlu kita ketuk pintu nya? Atau kita minta maid untuk membawakan kunci cadangan? " Mama Whitney bertanya pada mommy Noura.


" Tidak ada kunci cadangan untuk kamar Galen.. Jika dari luar, kita harus mengunakan password. Lain jika dibuka dari dalam, hanya perlu untuk menekan tombol saja maka pintu akan terbuka.. " Ujar mommy Noura menanggapi usul mama Whitney.


" Kenapa bisa begitu? " Mama Whitney merasa heran. Pasalnya kamar lain tidak seperti kamar milik menantunya ini.


" Galen paling tidak suka privasi nya diketahui orang lain. Dan lagi, karena anak itu suka sekali dengan hal-hal yang berbau pemrograman akhirnya dia membuat sistem program keamanan untuk semua hal yang berhubungan dengan dia.. " Ucap mommy Noura menjelaskan.


" Jadi begitu.. Terus gimana kita bisa masuk ini? Aku khawatir kak dengan kondisi Lucena di dalam sana. " Mam Whitney terlihat bingung.


" Sebentar ya.. Aku minta Gafar bukankan dulu.. Sepertinya dia tahu password pintu kamar Galen. " Mama Whitney mengangguk.


Jika Gafar yang dicari, untuk saat ini sepertinya tidak bisa untuk langsung bertemu. Pasalnya dia tengah berada di ruang kerja daddy Joaquin dan Tom, asisten daddy Joaquin sudah sampai dan siap untuk melapor. Jadilah, Gafar untuk sementara tidak bisa diganggu.


Gafar dan daddy Joaquin menunggu Tom melaporkan hasil pencariannya di Amsterdam. Keduanya sama-sama berharap-harap cemas, tentang informasi yang sudah didapatkan oleh Tom. Menebak-nebak, kiranya seperti apa yang sebenarnya terjadi dan harapan mereka hanya satu, Galen tidak ikut naik ke pesawat itu.


" Tuan.. Ada dua hal yang perlu saya sampaikan.. Ini kabar baik dan kabar buruk.. Apa anda ingin mendengar kabar yang mana terlebih dahulu? " Tom menawarkan sebelum mengatakan informasi yang dia dapatkan.


" Kabar buruk dulu.. Setidaknya setelah kabar buruk itu, kami akan mendengar kabar baiknya. " Gafar yang menyahut untuk menjawab.


" Baik tuan muda.. Dari informasi yang saya dapatkan dari petugas yang bekerja di bandara dan beberapa potongan CCTV yang mana sudah saya salin di flashdisk yang ada di depan Anda itu.. Tuan muda pertama, dipastikan naik ke dalam pesawat yang dikabarkan menghilang itu.. "


DUAR.....


Tubuh daddy Joaquin bagai disambar petir ketika mendengar ucapan Tom. Putranya benar-benar naik ke dalam pesawat itu jadi bisa dipastikan jika status Galen saat ini adalah menghilang. Dada daddy Joaquin langsung sakit saat mengetahui semua ini. Beruntung Gafar berasa di sana juga Tom, sehingga keduanya bisa langsung memberikan obat untuk daddy Joaquin.


Belum selesai keterkejutan Gafar dengan daddy Joaquin yang hampir kena serangan jantung. Gafar kembali dibuat terkejut saat mendengar suara berisik seperti benda jatuh di luar. Ketika Tom melihatnya, mommy Noura ditemukan pingsan tergeletak di lantai. Sepertinya mommy Noura mendengar semuanya dan entah apa yang mommy Noura pikirkan saat ini.


Semuanya jadi kacau, saat dipastikan jika Galen naik pesawat itu. Kini semuanya berharap dengan satu berita lagi yang disebut berita bagus, semoga saja berita ini memang benar-benar bagus. Jika tidak, maka semuanya tidak akan bisa berjalan seperti sedia kala.