
Kebahagiaan yang tak terkira, merasuk ke dalam diri Lucena, ketika matanya menatap putri kecilnya yang baru saja lahir. Rasa sakit yang dia rasakan sejak tadi, rasanya langsung menghilang begitu melihat putri kecilnya. Suara tangisannya juga sangat kencang sekali, menandakan baby girl sangat sehat.
Galen tak ada hentinya mengucap syukur atas lahirnya putri kecilnya. Berulang kali, Galen membisikan kata-kata yang indah sebagai wujud rasa Terima kasihnya pada sang istri yang telah berjuang dengan bertaruh nyawa demi melahirkan keturunannya.
" Terima kasih sayang, Terima kasih untuk semua pengorbanan mu.. Kamu hebat, kamu istri yang hebat dan ibu yang hebat.. "
" Terima kasih.. "
Euforia sepasang suami istri ini tidak berlangsung lama. Saat tiba-tiba saja, salah satu dokter yang ikut menangani nyonya muda de Niels ini, berteriak mengatakan sesuatu yang membuat tubuh Galen menegang sempurna. Berkata-kata pun dirinya tidak sanggup, hanya kedua matanya yang menatap penuh rasa bersalah dan iba pada sang istri yang sepertinya akan berjuang lebih kuat lagi demi kelahiran anak kedua mereka.
" Gawat dokter.. Bayi kedua, terlilit tali pusar.. " Salah satu tenaga medis di ruang operasi ini berteriak memberitahukan kondisi terkini dari pasiennya.
" Apa? Bagaimana kondisi bayinya? " Dr. Elianor yang tadi fokus pada bayi perempuan tuan dan nyonya muda de Niels ini langsung mendatangi teman seprofesi dengannya ini.
" Bayi mulai lemah, denyut jantungnya lemah.. Kita harus segera melakukan penanganan untuk menyelamatkan keduanya.. "
Dr. Elianor langsung berdiri di depan Galen yang masih terdiam karena saking terkejutnya. Dia jelas tahu resiko melahirkan bayi kembar karena salah satu kasusnya pasti ada dimana bayi terlilit tali pusar. Galen juga mempelajari hal itu, meski bukan suatu kondisi yang sangat membahayakan tapi jika terlambat dilakukan tindakan, maka bisa membahayakan nyawa dari bayi tersebut.
" Tuan muda.. Kami membutuhkan persetujuan anda untuk melakukan tindakan operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi anda yang kedua.. Jadi, tolong tanda tangan di surat persetujuan ini.. " Galen masih belum memberikan respon apapun. Sepertinya, tubuh Galen berada ditempat ini tapi jiwanya berada di dimensi lain.
" Tuan muda.. Kami membutuhkan persetujuan anda.. " Dr. Elianor meninggikan suaranya hingga Galen tersentak karena kaget.
" Lakukan.. Lakukan apapun untuk menyelamatkan bayi dan istri ku.. " Ucap Galen kemudian.
" Len.. " Suara lemah dari Lucena, terdengar di telinga Galen.
" Hei.. Tenang saja, dokter akan melakukan yang terbaik untuk mu dan baby kita.. Percaya, bahwa Tuhan akan melindungi kita semua.. " Galen mencium kening Lucena.
" Kau sangat hebat, sungguh beruntung anak-anak kita lahir dari rahim seorang ibu seperti mu.. Aku dan baby girl menunggu mu dan putra kita.. Semangat, sayang.. " Galen pun diminta meninggalkan ruangan karena operasi Caesar akan segera dilakukan untuk membantu proses kelahiran anak kedua Galen.
Begitu Galen keluar dari ruangan penangan Lucena,di depan pintu ruangan ini sudah berdiri saudaranya dan kedua orang tuanya. Sepertinya, kedua mertuanya baru akan tiba setelah proses kelahiran Lucena selesai karena mereka masih berada di Roma.
Tak lama setelah Galen keluar, baby girl dibawa keluar oleh beberapa suster dan seorang dokter anak. Karena usianya masih terlalu dini untuk lahir, akhirnya bayi perempuan Galen dan Lucena diletakan di inkubator terlebih dahulu agar bisa membantu bayi ini tumbuh dan berkembang.
" Len.. Kenapa kamu keluar? Bagaimana keadaan Lucena? " Tanya mommy Noura yang langsung memberondong pertanyaan.
" Lucena harus menjalani operasi Caesar karena putra Kami terlilit tali pusar, mom.. Dokter meminta keluar karena sesuai prosedur aku tidak boleh di dalam.. " Terang Galen.
" Yang tadi itu, putri mu? " Galen mengangguk.
" Mom.. Bisa tolong aku untuk mengurus bayi perempuan kami, aku akan menanti Lucena disini.." Pinta Galen.
" Tentu.. Aku dan daddy mu akan melihat cucu perempuan kami dulu.. Kamu disini bersama dua ketiga saudara mu dulu ya.. " Galen melihat ketiga kembarannya ternyata sudah berada di tempat ini. Tadinya hanya Gafar, karena dirinya diminta menjadi sopir dadakan. Namun sekarang, sudah ada Gaffi dan Ghadi juga.
" Semangat bro.. Semuanya akan baik-baik saja.. " Ghadi menyemangati Galen.
" Thanks.. "
Galen menanti dengan cemas, operasi Caesar Lucena selesai. Dirinya benar-benar berharap jika operasi ini bisa selesai dengan lancar tanpa ada kondisi darurat apapun. Jujur saja, Galen sangat gugup dan takut secara bersamaan saat ini. Rasanya, dirinya sungguh tidak berguna karena tidak ada di samping sang istri saat ini.
Dalam diam dan penantiannya, Galen terus memanjatkan doa pada Sang Pencipta. Berdoa agar istri dan putranya diselamatkan dan dilindungi oleh Sang Pencipta. Galen, tidak berhenti melambungkan doanya setinggi mungkin, berharap Sang Pencipta mendengarkan doanya dan mengabulkannya.
" Hamba bukan orang suci, Tuhan.. Tapi kedua bayi hamba adalah bayi suci tanpa dosa yang Engkau percayakan pada hamba dan istri yang merupakan manusia penuh dengan dosa.. Mohon lindungi selalu istri dan putra hamba, agar semua berjalan dengan lancar dan kami dapat berkumpul sekeluarga dengan kondisi yang baik.. Amin.. "
Begitu Galen selesai dengan doanya yang meminta perlindungan untuk putra dan istrinya, dari dalam ruang operasi, terdengar suara tangis bayi yang sangat kencang. Sepertinya tangis bayi yang ini lebih keras dari tangis bayi pertama yang lahir. Galen lekas bersujud syukur atas lindungan Sang Pencipta hingga putranya bisa lahir dengan selamat.
Pintu ruang operasi pun terbuka, menampilkan Dr. Elianor dan beberapa dokter lagi yang ikut menangani Lucena. Senyum merekah ditampilkan oleh deretan para dokter hebat yang telah membantu Galen dan Lucena sampai anak mereka terlahir dengan baik. Galen lekas berdiri dan membungkukan badannya untuk mengapresiasikan bantuan dari para dokter ini.
" Tuan muda.. Tolong jangan seperti ini.. " Dr Elianor membantu Galen untuk berdiri dengan tegak.
" Nyonya muda dalam kondisi yang baik, sekarang sedang dipersiapkan untuk pindah ke ruang rawat. Putra anda sangat tampan, mengikuti garis wajah ibunya. Terlahir dalam kondisi sehat dan sempurna tanpa kekurangan suatu apapun. Sama seperti putri anda, putra anda akan diletakan di inkubator untuk waktu yang tidak bisa saya pastikan.. Kami seluruh dokter, suster dan pekerja di rumah sakit ini, mengucapkan selamat atas lahirnya bayi kembar anda, tuan muda.. " Dr. Elianor mewakili semua pekerja di JN HOSPITAL, untuk mengucapkan selamat pada salah satu pemegang saham dan merupakan calon penerus tuan besar de Niels.
" Terima kasih dok.. Terima kasih.. "