
Daddy Joaquin menghela nafas pasrah setelah sambungan teleponnya dengan Galen telah terputus. Daddy Joaquin rasanya ingin sekali menjitak kepala anak sulungnya itu saking kesalnya karena dengan beraninya putranya itu mengancamnya.
Menurut daddy Joaquin, setelah Galen tidak lagi menjabat sebagai CEO JN GROUP, putranya kini memiliki sifat yang lain dari sebelumnya. Atau bisa saja, ini memang sifat asli Galen yang tidak ditunjukan sebelumnya.
Galen menjadi lebih berani menantang resiko, dan dengan beraninya Galen mengancam daddy nya sendiri jika keinginannya tidak dituruti. Tapi daddy Joaquin cukup senang dengan perubahan Galen seperti ini, putranya terasa lebih hidup.
Berlaku baik sejak kecil, selalu mendahulukan kepentingan saudara dan keluarga di banding dengan dirinya sendiri, selalu mengalah pada saudaranya dan bertanggung jawab sejak kecil, membuat Galen seperti tidak menjadi dirinya sendiri.
Galen tidak pernah bandel sejak kecil, meski pernah dikeluarkan dari sekolah yang ada di Jakarta. Tapi alasan Galen dikeluarkan karena sekolah di sana tidak bisa berlaku adil dalam menyikapi permasalahan yang saat itu menimpa Gafar.
Gafar yang dijegal temannya sampai terjatuh dari tangga hingga lengannya patah. Tapi pihak sekolah tidak menghukum pelakunya dengan alasan cucu pemilik yayasan. Saat itu Galen yang dipenuhi oleh emosi yang menggebu, langsung mencari anak yang melukai Galen dan membalasnya.
Anak itu masuk rumah sakit dengan kaki dan tangan yang patah. Galen membalas atas apa yang dilakukan anak itu pada Gafar bahkan berkali-kali lipat dari yang Gafar alami. Alhasil, Galen dikeluarkan dari sekolah dan setelahnya mereka kembali ke Milan.
Jika mengingat hal itu, daddy Joaquin menjadi sangat sedih. Putranya menjadi dewasa lebih daripada umurnya dan selalu bertanggung jawab pada saudaranya tanpa sepengetahuan daddy Joaquin. Saat itu, daddy Joaquin merasa gagal untuk melindungi anak-anak nya hingga Galen diperlakukan tidak adil oleh sekolahannya.
" Kenapa dad? " Tanya mommy Noura yang melihat suaminya terlihat bersedih.
" Putra kesayangan mu, mom.. Sudah berani mengancam daddynya sendiri.. " Daddy Joaquin terkekeh. Membuat sang istri heran, tadi berwajah sedih sekarang justru terkekeh.
" Mengancam apa dad? " Mommy Noura duduk di samping suaminya. Menangkap kedua tangan suaminya dan di genggamnya erat.
" Jika daddy tidak menuruti keinginannya, maka dia akan pergi dari keluarga de Niels dan menolak menjadi pemimpin JN GROUP lagi.. " Daddy Joaquin kembali terkekeh.
" Dia pasti akan benar-benar melakukannya.. Dia lebih dari mampu berdiri sendiri tanpa embel-embel nama keluarga.. Benarkan dad? " Mommy Noura jadi ikut terkekeh.
" Memang apa yang dia minta sampai mengancam daddy nya? " Tanya mommy Noura jadi penasaran.
" Galen sudah menemukan keberadaan Lucena, dan menginginkan untuk tinggal di salah satu rumah yang aku geli untuk menjadi tempat tinggal para bodyguard yang aku perintahkan untuk menjaga Lucena dan kedua cucu kita.. " Tidak lagi terkekeh, tapi kedua orang tua Galen justru tertawa sekarang.
" Putra sulung kita benar-benar pandai sekali.. Lalu kenapa daddy berwajah sedih tadi? " Daddy Joaquin menatap sang istri kemudian tersenyum.
Daddy Joaquin pun mengatakan apa yang membuatnya seperti itu, berwajah sedih padahal seharusnya dia senang karena putranya telah menemukan istrinya. Semua itu karena perubahan Galen yang sangat kentara sekali setelah tidak menjadi CEO. Putranya menjadi lebih kuat dalam segi apapun dan daddy Joaquin senang sekaligus sedih.
Galen dipaksa harus menjadi dewasa diumur yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak dengan bermain bersama teman-teman. Tapi putranya, harus menjaga adik-adiknya, menjadi pelindung, berusaha menjadi kuat padahal saat itu dia ingin menangis. Karena tidak ingin membebani daddy Joaquin, akhirnya Galen tidak pernah menangis semenjak tahu jika daddy nya sedih karena kondisi mommy nya.
Mommy Noura yang kembali mendengar kisah pahit keluarganya saat dia menjalani pengobatan pasca melahirkan 5G, kembali menangis. Kenangan yang selalu sukses membuatnya menangis karena apa yang terjadi karena dirinya yang lemah.
Mommy Noura menangis di dalam pelukan suaminya, menumpahkan rasa sedihnya karena masa lalu kelam keluarganya. Dulu mommy Noura dan daddy Joaquin mengklaim diri mereka sebagai korban atas apa yang terjadi, nyatanya korban sebenarnya ada kelima anak mereka.
" Sebelum kita meninggalkan kelima anak kita, mari kita pastikan jika mereka berlima sudah memiliki pasangan dan bahagia dengan pasangan mereka.. " Ucap daddy Joaquin yang langsung diangguki istrinya.
***************
Hari-hari Lucena dilalui dengan rutinitas yang masih sama seperti dulu saat dirinya masih berada di samping suaminya. Hanya saja bedanya Lucena sekarang ini bekerja. Bukan karena kekurangan uang, tapi karena tidak ingin terus menerus menangisi suaminya karena kerinduan yang mendalam.
Tanpa Lucena ketahui, sejak kemarin, suaminya susah menemukan keberadaan dirinya dan sekarang tengah menempati rumah di depan rumahnya. Galen pindah ke rumah yang ada di depan rumah Lucena setelah memastikan jika Lucena pergi bekerja. Galen juga sudah meminta Ketos untuk memastikan jika Lucena keluar dari pekerjaannya.
Jika ditanya apa alasan yang membuat Galen tidak ingin Lucena bekerja adalah karena masa lalu. Takut jika Lucena diperlakukan sama seperti kejadian sebelum mereka menikah yang kemudian menjadi badai di awal pernikahan mereka. Galen juga cemburu jika ada mahasiswa istrinya yang tertarik dengan istrinya karena kecantikan Lucena yang sangat mempesona.
Sore ini, Lucena duduk di teras rumahnya bersama kedua buah hatinya dan Galen menyaksikan dari rumah depan rumah yang dihuni Lucena. Ada rasa rindu yang tak mampu Galen tahan dan rasanya ingin sekali dia berlari ke tempat Lucena dan memeluk wanitanya. Sayangnya, demi bisa mewujudkan rencana yang dia dan Ketos sudah susun rapi, Galen berusaha menahan semua rindunya pada sang istri.
" Nyonya.. Apa anda tahu jika rumah di depan rumah anda ini tadi kedatangan pemilik barunya? " Tanya suster Aida yang tadi sempat melihat ada dua orang pria yang masuk ke rumah di depan. Sayangnya suster Aida tidak melihat jelas wajahnya karena memakai masker, topi dan kacamata hitam.
" Saya tidak tahu Sus, bukankah yang di depan rumah itu sepasang kakek dan nenek ya.." Jawab lucena.
" Mereka susah pindah nyonya. Kalau tidak salah ingat, seminggu setelah kita disini, mereka pindah.. " Suster Clara ikut masuk ke dalam pembicaraan rekannya dan nyonya mereka.
" Benarkah? Kok saya tidak tahu ya Sus? Mungkin mereka pindah saat saya kerja.. Dan mungkin yang suster Aida lihat itu pemilik baru rumah itu.. " Lucena mengambil kesimpulan.
Setelah itu tidak ada lagi yang mereka bicarakan. Semuanya sibuk melihat bagaimana si kembar mulai belajar berjalan. Usia mereka sudah hampir satu tahun dan kemampuan pertama yang mereka kuasai adalah berjalan. Gigi juga baru ada dua, sedangkan jika kemampuan berbicara, hanya masih beberapa kata saja.
Saat senang-senangnya melihat anak-anaknya tengah belajar berjalan, tiba-tiba saja ada seorang anak kecil yang datang membawakan bunga yang kali ini sangat besar. Bahkan lebih besar bucket bunganya daripada anak kecil yang membawanya. Lucena heran siapa orang yang mengiriminya bunga. Kali ini sudah kedua kalinya dan Lucena mulai merasa curiga.