IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Kenyataan pahit



Lucena berlari tunggang langgang menuju ke lantai dua begitu mendengar tangisan dari kedua anaknya. Sepertinya, si kembar haus karena memang ini waktunya mereka minum susu. Karena ada tamu gila yang tiba-tiba meminta pertanggung jawaban suaminya, Lucena sampai lupa menyiapkan susu untuk kedua buah hatinya.


Galen sebenarnya ingin membantu Lucena yang pastinya kewalahan. Meski si kembar punya pengasuh masing-masing, tapi kalau sudah menangis begini, hanya Galen dan Lucena yang mampu menenangkan si kembar. Urusan Galen disini belum selesai dan jika dia tidak segera menyelesaikan maka masalah ini akan berlarut-larut. Malas saja kalau sampai media tahu, pasti akan sangat heboh.


" Bantu saja istri mu, biar aku yang selesaikan kerjaan mu.. Aku juga akan menghubungi tim ku untuk membantu.. " Marco mengambil alih laptop Galen.


" Kenapa tidak dari tadi? " Galen bicara dengan ketus kemudian ikut lari menuju lantai dua.


" Hei.. Kau mau kemana? Jangan kabur..!! " Hardik tuan Kim.


" Putra saya tidak akan kabur karena dia tidak bersalah.. Dia hanya membantu istrinya mengurus anak mereka.. Duduk saja dan tunggu, jangan berbuat yang melampaui batasan di mansion milik saya.. " Daddy Joaquin sudah mengeluarkan ultimatum.


" Ck.. Anak dalam kandungan putri saya saja tidak diurus, sok-sokan mengurus anaknya.. Anda tidak tahu penderitaan putri saya ketika menutupi kelakuan besar putra anda.. " Nyonya Kim kembali berucap pedas.


" Ingatkan saya nanti jika ternyata keluarga anda, lebih tepatnya putri anda.. Saya akan pastikan kalian meminta maaf secara resmi atas fitnah yang kalian lontarkan pada putra saya.. " Mommy Noura ikut angkat bicara.


Marco geleng-geleng kepala karena heran dengan keluarga yang telah mencari gara-gara dengan keluarga de Niles. Lebih heran lagi pada keluarga de Niels yang tidak mengambil tindakan tegas seperti biasanya pada orang-orang yang mencari gara-gara dengan keluarga ini. Apa karena lawannya tengah hamil? Entahlah, Marco tidak bisa ikut campur lebih dalam.


Dia pun mempercepat pekerjaannya untuk bisa menemukan CCTV yang sudah diutak-atik oleh orang yang memfitnah Galen ini. Jika dia sudah menemukan CCTV aslinya, maka dia bisa membuktikan jika memang CCTV yang disodorkan oleh orang-orang ini memang sudah direkayasa. Dengan begitu, Marco pun bisa membawa masalah ini ke ranah hukum karena sudah menyangkut pautkan hotel miliknya.


Di lantai dua, tepatnya di kamar si kembar, tangis di kembar akhirnya berhenti ketika keduanya sudah digendong Galen secara bebarengan. Beruntung Galen memiliki tubuh kekar dan otot yang kuat, jadi bukan masalah menggendong kedua bayi gembulnya ini.


Lucena terkadang kesal juga, anaknya yang dia kandung selama tujuh bulan dengan segala pengorbanannya, kini justru dekatnya dengan ayahnya saja. Apa-apa selalu ayahnya yang di utama, lucena kadang merasa tidak ada gunanya dirinya dimata kedua anaknya selain ASI saja.


" Letakan mereka di box mereka, Len.. Biar aku yang jaga, kau turun saja.. " Ucap Lucena ketika melihat si kembar sudah lelap dalam gendongan Galen.


" Kau tidak ingin melihat pertunjukan seru? " Galen menggoda sangat istri ketika telah menidurkan si kembar di box.


" Malas.. Titip saja salam cinta dari ku, pada wanita yang berani menginginkan suami ku.. " Galen terkekeh.


Setelah mengecup kedua anaknya dan istrinya, Galen lekas turun ke bawah. Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam, jika tidak segera diselesaikan, Galen tidak mau jika nantinya keluarga Kim diizinkan menginap di mansion utama.


Membuat Kim Hyorin dekat dengannya, bisa membuat masalah semakin runyam. Entah dengan siapa Kim Hyorin membuat baby, kok jadi Galen yang kena imbasnya. Padahal ketika terakhir kali mereka ketemu di restoran Ghafi, sudah Galen tegaskan bagaimana statusnya.


Ketika Galen turun ke lantai satu dan memasuki ruang tamu, mata Kim Hyorin tidak lepas dari sosok Galen. Pria yang begitu tampan hanya cela, hidung mancung, mata berwarna biru langit terlihat begitu indah, tinggi badan juga mendukung, kaya raya, bertanggung jawab, siapa yang bisa menolak pesona Galen.


Cintanya berubah menjadi obsesi ketika melihat bagaimana pernikahan Galen harus diterpa badai karena kesalahan dari istri Galen. Kim Hyorin merasa dirinya lebih pantas bersama Galen pun menawarkan kerja sama dengan JN GROUP tapi berakhir kacau karena istri dari Galen. Semakin benci saja dirinya pada wanita bernama Lucena itu.


" Yes.. Ketemu.. " Pekik Marco membuyarkan lamunan Kim Hyorin.


" Mana.. " Galen lekas mendekat dan ikut melihat ke layar laptopnya.


Bibir Galen menyeringai ketika berhasil mendapatkan tanggal CCTV yang direkayasa. Tepatnya memang empat bulan lalu, Kim Hyorin menginap di hotel X. Tapi, yang memasuki kamarnya bukanlah Galen melainkan pria lain yang Galen mengenalnya juga. Dia adalah saingan bisnis Galen, sama-sama memiliki bisnis di bidang clubs.


" Silahkan dilihat.. Disini adalah rekaman CCTV yang sebenarnya sebelum dirubah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Jelas bukan Galen pelakunya. Jika kalian meragukan keaslian CCTV ini, saya bisa membawa kalian menemui ahli dalam hal ini.. Lagipula tidak mungkin saya memberikan CCTV palsu karena hotel X adalah milik saya.. " Marco mewakili Galen menjelaskan. Ada sangkut pautnya masalah ini dengan hotelnya jadi Marco merasa dirinya perlu ikut menjelaskan.


" Tidak mungkin.. " Kim Hyorin menjerit histeris ketika melihat kenyataan yang terjadi. Dirinya yakin malam itu adalah benar Galen yang mengetuk pintu kamarnya.


" Jangan main-main tuan, ini menyangkut nama baik putri saya.. " Tuan Kim sudah berkacak pinggang berdiri menantang Galen dan Marco.


" Disini kalian yang bersalah karena berani merekayasa CCTV di hotel saya.. Seharusnya saya yang marah dan bukan anda.. Saya bisa melaporkan anda ke kantor polisi atas tindakan anda." Marco ikut berkacak pinggang.


" Semua sudah terbukti, putra saya tidak bersalah.. Saya akan menganggap masalah ini berlalu karena memikirkan jika mungkin saja putri anda tertipu dan mengandung saat ini. Tapi jika kalian memperpanjang masalah ini, maka bersiap saja jika saya membawa masalah ini ke jalur hukum.. " Daddy Joaquin mengambil alih sebelum masalah semakin keruh.


" Nggak.. Ini tidak mungkin.. Galen.. Aku mengandung anak mu.. Ini benar anak kita.. Malam itu kita bersama bahkan kita melewati malam panas sampai pagi.. Kenapa kau tidak mengakuinya? " Kim Hyorin sudah maju mendekat ke arah Galen.


Kemeja Galen dia cengkeraman erat karena tidak Terima jika kenyataannya janinnya itu bukan anak Galen. Dia yakin betul malam itu adalah Galen. Ucapan Galen padanya masih terngiang sampai sekarang jadi mana mungkin semua ini tidak nyata. Malam itu, dirinya tidak sampai semabuk itu sampai tidak bisa mengenali pria yang masuk ke kamarnya.


" Lepas.. " Galen menghempaskan pelan kedua tangan Hyorin yang mencengkeram kemejanya.


" Tidak.. Tidak boleh kau begini pada ku.. Aku mengandung anak mu.. " Hyorin semakin histeris dan kembali mendekati Galen.


" Malam itu.. Malam itu kau mengatakan akan menikahi ku jika sampai aku hamil.. Kau bilang hanya perlu menunggumu menceraikan istri mu.. Kau mengatakan itu Galen.. Kenapa sekarang kau tidak mengaku.. " Teriak Hyorin tidak terima.


" Bawa putri anda pergi atau saya akan melaporkan anda pada pihak berwajib.. Pergi selagi saya masih berbelas kasihan.. " Sentak daddy Joaquin.


Malam ini, mansion miliknya dihebohkan dengan kedatangan orang-orang yang telah memfitnah putranya. Rasanya daddy Joaquin kesal sekali dan ingin memberi pelajaran pada orang yang sudah menyebabkan situasi seperti ini bisa terjadi.


" Galen.. Buat pria itu menyesal mencari gara-gara dengan keluarga kita!! " Titah daddy Joaquin.