
Hari demi hari terus berlalu, tak terasa kini si kembar sudah berusia enam bulan. Keduanya sudah mulai merangkak, dan diperkenalkan dengan MPASI. Ketika usia si kembar dua bulan, mereka sudah bisa tengkurap. Galen mengabadikan video kedua anaknya yang mulai bisa tengkurap. Sekarang pun, Galen selalu membuat video pendek tentang kedua anaknya yang sudah mulai bisa merangkak.
Setiap hari, Galen dan Lucena membuat video pendek yang berdurasi paling lama lima belas menit. Isi video itu, tentang aktifitas ataupun perkembangan tumbuh kembang kedua anaknya. Tidak pernah Galen dan Lucena telat membuat video. Tujuan mereka, nantinya ketika si kembar sudah besar, Galen dan Lucena akan memperlihatkan video mereka yang dijadikan film dokumenter oleh Galen.
Menurut Galen, untuk bisa ada Queen Fay dan King Grif di dunia ini, butuh perjuangan yang sangat besar dan itu semua Lucena lah yang paling banyak berjuang dan berkorban. Sehingga akhirnya Galen pun ingin, suatu hari nanti, kedua anaknya akan mengetahui betapa besar cinta dan kasih sayang yang dia dan Lucena berikan untuk kedua anaknya melalui video ini.
Setelah peristiwa dimana Lucena melabrak wanita yang menjadi klien Galen, di setiap jadwal Galen yang ada hubungannya dengan bertemu klien wanita, Lucena pasti akan ikut. Terkadang juga di kembar dibawa sekalian oleh Lucena. Sengaja seperti itu, biar semua wanita tahu jika Galen sudah punya pawang, dan itu adalah dirinya.
Seperti saat ini, Lucena tengah bersiap dengan segala alat tempur wanita, apalagi kalau bukan make up. Lucena tidak ingin membuat Galen malu karena hari ini Galen mendapatkan undangan untuk hadir di sebuah pesta yang salah satu koleganya adakan. Kalau tidak salah, pesta anniversary pernikahan dari kolega Galen.
Rencananya, Galen dan Lucena akan memakai pakaian couple senada, dan pilihan Lucena jatuh ke warna hitam. Lucena akan mengenakan sebuah gaun yang panjang tanpa lengan, dengan belahan paha yang tinggi dan belahan dada yang tidak terlalu rendah, tapi mampu memperlihatkan sekalnya dada Lucena. Gaun ini, rancangan desainer terbaik di Italia.
Galen sendiri tidak terlalu beda dengan pakaian yang biasanya dia kenalan saat kerja. Hanya bedanya dia memakai vest di bagian dalam jasnya, yang warnanya senada dengan jas dan celana bahan terbaik yang Galen kenakan. Menurut Lucena, malam ini Galen sepuluh kali lebih tampan dari biasanya.
" Maksud mu, biasanya aku tidak tampan begitu? " Sewot Galen.
" Bukan begitu. Tapi malam ini, kau lebih tampan dari ketampanan yang setiap hari kau perlihatkan pada ku.. Ingat, jangan jauh-jauh dari ku karena aku tidak ingin ada wanita kegatelan yang menggoda mu.. " Ujar Lucena memperingati.
" Hei... Hei... Seharusnya, akulah yang mengatakan hal itu. Kenapa kau mengambil bagian ku? " Keduanya pun tertawa.
Sama-sama memiliki wajah yang good looking, membuat mereka berdua masing-masing menjadi sedikit protectif dengan pasangan. Sekarang ini, marak pelakor dan pebinor di luaran sana, sehingga Galen dan Lucena, harus lebih berhati-hati dengan orang-orang yang berniat menjadi orang ketiga di antara mereka.
Kembali ke acara pesta yang diselenggarakan oleh kolega Galen. Semua tamu undangan, menatap tidak percaya pasangan yang sempat menggemparkan Italia karena kasus yang menimpa mereka. Galen dan Lucena, tampil percaya diri hingga membuat semua mata tamu undangan, menatap mereka enggan berpaling.
" Selamat datang tuan dan nyonya muda de Niels.. Suatu kehormatan anda mau hadir dalam pesta sederhana saya ini.. " Tuan Novaks memberi salam pada pasangan de Niels ini.
" Sama-sama tuan Novaks, pesta yang indah. " Galen berbasa basi dengan pemilik acara.
" Hahahahaha.. Suatu hal yang luar biasa, mendapatkan pujian dari anda.. Mari, silahkan nikmati pestanya.. "
" Terima kasih tuan.. "
Galen pun membawa Lucena ke sebuah meja yang sudah tertulis namanya di atas meja itu. Galen dan Lucena mengabaikan tatapan mata tamu undangan yang lain. Ada yang menatapnya penuh damba, ada yang menatapnya iri, dan ada yang menatapnya tidak percaya.
" Tolong ambilkan minuman non alkohol satu.. Seperti orange jus atau minuman lainnya yang jelas non alkohol dan soda.. " Pinta Galen pada seorang pelayan yang menghampirinya.
" Baik tuan.. " Pelayan itu menunduk kemudian pergi mengambilkan pesanan Galen.
Memang dalam pesta seperti ini, setya penyelenggara selalu mempersiapkan dua jenis minuman. Beralkohol dan tidak, hal ini pastinya dipersiapkan untuk tamu undangan karena terkadang ada tamu yang tidak menginginkan minuman beralkohol, begitu pula sebaliknya.
Di tengah pesta tuan Novaks, Galen mendapatkan telepon dari daddy Joaquin. Takut jika ini ada hubungannya dengan si kembar yang dititipkan pada kedua orang tuanya, Galen lekas mengangkat telepon daddy Joaquin setelah pamit pada sangat istri untuk mengangkat telepon. Di dalam ruangan pesta jelas pasti tidak akan jelas suara dari seberang sana karena sangat ramai.
" Ya dad.. " Sapa Galen.
Alis Galen mengernyit tidak paham maksud ucapan daddynya yang meminta Galen untuk pulang ke mansion karena ada tamu yang ingin bertemu Galen. Daddy Joaquin mengatakan situasinya cukup rumit sehingga meminta Galen untuk pulang ke mansion dan menemui tamu yang mencarinya.
Tidak biasanya, mansion utama menerima tamu yang tidak benar-benar memiliki kepentingan yang urgent sekali. Itupun hanya asisten dan sekretaris dari penghuni mansion utama saja yang biasa datang bertamu. Tapi kali ini, pasti tamunya bukan orang kepercayaan Galen, karena jika benar begitu daddy Joaquin tidak akan repot-repot menghubunginya.
Galen pun lekas mengajak Lucena kembali ke mansion setelah berpamitan pada tuan Novaks. Sebenarnya Galen merasa tidak enak karena pergi sebelum pesta berakhir. Beruntung tuan Novaks adalah orang yang tidak terlalu ambil pusing dengan masalah seperti ini dan memahami jika Galen mungkin masih memiliki kepentingan yang lain.
Begitu sampai di mansion, mata Galen dan Lucena dibuat hampir keluar dari tempatnya setelah melihat sosok yang pernah mencari masalah dengan mereka. Tampilan orang inipun berbeda dari terakhir kali bertemu dengan Galen dan Lucena.
" Kenapa wanita ini bisa ada di mansion kita daddy? " Tanya Galen. Moodnya langsung buruk bertemu dengan wanita kegatelan seperti Kim Hyorin ini.
Yang membuat mood Galen langsung buruk karena kedatangan Hyorin dan sepasang paruh baya yang mungkin saja orang tua Hyorin. Entah apa yang membuat wanita ini nekat bertamu ke mansion keluarganya. Tapi Galen sama sekali tidak mau ambil pusing. Galen terlalu sibuk hanya untuk mengurusi wanita yang menurutnya sudah gila itu.
" Mohon maaf tuan muda.. Maksud kedatangan kami kemari, kami sebagai orang tua Kim Hyorin, menginginkan anda untuk menikahi putri kami.. "
Duar...
Galen seperti tersambar petir mendengar ucapan tuan Kim. Sangat membuang waktu Galen saja karena kedatangan mereka hanya untuk bicara omong kosong yang sama sekali tidak bermutu. Galen tidak habis pikir kenapa wanita bernama Kim Hyorin ini begitu terobsesi dengannya. Padahal pria tampan kaya raya dan single di negaranya pasti banyak. Lalu kenapa dirinya.
Lucena sendiri hanya menatap datar benalu di dalam rumah tangganya ini. Ingin rasanya Lucena menjambak wanita yang dengan tidak tahu dirinya meminta suaminya untuk menikahinya. Andai saja tidak ada kedua mertuanya, sudah Lucena pastikan, pipi wanita yang sungguh telah memancing iblis dalam diri Lucena.