
" Roseline.. Sejak kapan kau kembali? " Tanya Lucena yang terlihat sedikit terkejut melihat sepupu yang selama ini menjadi saingannya tiba-tiba ada di Milan.
" Kenapa? Tidak suka aku ada disini? Apa yang sudah kau lakukan pada Galen? Lihat, karena ulah mu, karena kesalahan mu, karena bersama dengan diri mu, Galen mendapatkan semua masalah ini dan berakhir penyakitnya kambuh.. " Sental Roseline.
Di lantai ini, yang merupakan lantai khusus keluarga de Niels, dengan sangat lantang dan tidak takut mengganggu pengunjung lain, Roseline bisa membentak Lucena. Dia sudah kepalang jengkel, dan tidak lagi bisa menahan emosinya lagi. Sejak dulu, selalu saja Lucena yang membawa masalah untuk Galen.
Tahu darimana Galen mendapatkan luka tembak, jawabannya adalah saat menyelematkan Lucena yang diculik oleh pesaing JN GROUP. Merasa jika Lucena yang paling lemah dan mudah ditaklukan, musuh selalu mengincarnya. Dan inilah yang membuat Roseline sangat membenci Lucena. Lantaran dimanja oleh papanya, Lucena tumbuh menjadi gadis manja yang bisanya hanya merepotkan saja.
" Aku tidak mengerti maksud ucapan ku, Rose.. Sekarang minggir, aku mau bertemu Galen.. " Lucena hendak melangkah maju, namun kembali didorong oleh Roseline.
" Rose.. Aku ingin melihat Galen.. " Sentak Lucena.
" Pergi.. Pergi dari sini sekarang juga!! Sejak dulu selalu kau dan kau yang menjadi sumber masalah Galen. Lihat, karena kelakuan busuk mu itu, Galen sekarang menderita.. " Roseline menunjuk wajah Lucena.
" HEI... HENTIKAN!! ROSE... LUCE.. HENTIKAN!!! " Gafar yang baru datang, dikejutkan dengan pemandangan yang dia lihat di depan ruang rawat Galen.
" Galen di dalam sedang sakit dan kalian berdua bertengkar.. Bagus... Bagus... Sekarang juga kalian pergi dari sini sekarang juga!!! Selesaikan urusan kalian baru kembali lagi kemari.. " Sembur Gafar lantaran kesal. Dua wanita ini selalu saja mengadakan perang Dunia tiap kali bertemu.
Gafar terkadang sampai heran dengan dua wanita di depannya ini. Sejak kecil, mereka tidak pernah bisa disatukan yang entah dengan alasan apa mereka bisa sampai seperti itu. Hal ini semakin menjadi setelah keduanya sama-sama menyukai Galen dan lucena lebih dulu menyampaikan perasaannya dan Galen pun juga menyukai Lucena.
Roseline yang cemburu karena ternyata Galen lebih suka dengan Lucena pun semakin membenci Lucena. Apalagi dengan sifat Lucena yang manja dan juga terlalu lemah, membuat Roseline berpikir jika Lucena tidak pantas berada disisi Galen yang merupakan kepala keluarga de Niels di masa depan.
" Kalian berdua dengarkan aku.." Gafar mencoba untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi ketika menghadapi dua wanita di depannya ini.
" Rose.. Suka maupun tidak suka, Luce adalah istri dari Galen. Jadi sudah sewajarnya jika Luce masuk ke ruangan Galen dan merawat Galen. Sebagai seseorang yang adalah keluarga Galen, tentunya kau akan mengutamakan kebahagiaan Galen kan. Dan kebahagiaannya itu ada dalam diri Luce." ucap Gafar menatap tajam Roseline.
" Luce.. Cinta dan sayang saja tidak akan cukup jika kau ingin bersanding dengan Galen. Bukankah sudah pernah aku katakan padamu, jika kau ingin bersamanya maka kau harus menjadi wanita yang kuat dan tidak mudah ditindas. Setidaknya pandailah melindungi diri mu sendiri." Gafar menatap tajam Lucena.
" Jika kalian berdua memang menyayangi Galen sebagai mana Galen menyayangi kalian berdua. Maka hentikanlah pertengkaran kalian ini.. Coba lah untuk hidup berdampingan dan saling membantu. Jika kalian bisa melakukannya kalian pastinya akan bisa membantu meringankan beban yang dipikul oleh Galen." panjang lebar Gafar menceramahi kedua wanita ini. Jujur saja, dia sangat muak dengan pertengkaran kedua wanita ini yang tidak pernah kunjung selesai.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Roseline pergi dari lantai khusus untuk keluarga de Niels ini. Melihat itu, Gafar hanya bisa menghela nafas saja. Sungguh sulit berhubungan dengan wanita, mungkin krena pemikiran inilah dia belum juga punya calon padahal usianya sudah hampir kepala tiga.
" Masuklah ke dalam.. Aku akan mengejar Rose.." pamit Gafar yang mendapatkan anggukan dari Lucena.
Lucena berjalan perlahan untuk menuju ke ruangan Galen sekarang dirawat. Sungguh Lucena tidak pernah tahu kapan Galen bisa sampai memiliki penyakit bernama PNEUMOTHORAKS ini. Dan bagaimana ceritanya penyakit ini bisa sembuh. Memikirkan dirinya tanpa Galen, membuat Lucena sangat ketakutan.
Lucena membuka pintu ruangan rawat Galen dengan pelan. Takut jika yang dirawat di dalam sekarang ini sedang tidur. Namun, alangkah begitu bahagianya Lucena saat pertama kali yang dilihatnya adalah senyum, dari Galen. Saking bahagianya, Lucena sampai menangis. Ingin memeluk Galen, namun takut justru menyakitinya. Akhirnya Lucena hanya menggenggam telapak tangan Galen dan membawanya ke pipi miliknya.
" Kenapa bisa sampai sakit?" tanya Lucena dengan linangan air mata yang terus mengalir menganak sungai.
" Semua orang juga bisa sakit Luce.." Galen mencubit hidung mancung Lucena saking gemasnya. Karena terlalu lama menangis, hidung Lucena yang berkulit putih itu, kini terlihat sangat merah.
" Berapa lama kau menangis?" tanya Galen.
" Sejak menghubungi mu namun tidak kau angkat.." jawab Lucena jujur.
" Kenapa lama sekali? Nanti air mata mu bisa habis Luce.." Galen menegur Lucena.
" Maafkan aku.. Tapi aku panik saat mendengar kau masuk rumah sakit." ucap Lucena apa adanya.
" Len, jangan sakit lagi aku mohon.. Aku sungguh takut kehilangan diri mu, Len.." ucap Lucena menenggelamkan wajahnya di punggung tangan Galen.
" Iya.." jawab Galen.
Di sebuah cafe yang ada di seberang JN HOSPITAL, Roseline dan Gafar duduk berdua, sambil menikmati kopi di cafe ini. Keduanya masih sama-sama diam sejak keduanya masuk ke cafe ini. Baik Roseline maupun Gafar, mereka berdua asyik dengan pikiran mereka masing-masing.
Sejujurnya Gafar sangat memahami Roseline meski dia tidak pernah mengungkapkan perhatiannya atas kisah cinta Roseline. Gafar seorang pengacara, jadi wajar jika dirinya bisa memahami perasaan seseorang. Jangankan sepasang kekasih, suami istri juga bisa mengalami seperti ini.
Meski tahu bahwa tidak seharusnya Roseline masih menyimpan perasaannya pada Galen. Tapi, Gafar sama sekali tidak ingin menghakimi hal itu. Setiap orang memiliki haknya sendiri untuk memilih melabuhkan hatinya pada siapa. Roseline pun, juga bebas mau mencintai siapa dan akan berakhir berjodoh dengan siapa. Bukankah takdir manusia itu indah.
BERITA SIANG INI..
LUCENA DE NIELS.. ISTRI DARI PEWARIS KERAJAAN BISNIS, GALEN DE NIELS DIKABARKAN TELAH MELAKUKAN BUNUH DIRI DENGAN MEMOTONG URAT NADINYA.
MENURUT DARI BUKTI YANG PAGI TADI DIKIRIMKAN KE EMAIL KANTOR BERITA KAMI. ALASAN KENAPA LUCENA DE NIELS MELAKUKAN PERCOBAAN BUNUH DIRI, LANTARAN TELAH MENGANDUNG JANIN YANG BUKAN MILIK GALEN DE NIELS .................
Mata Roseline seperti hendak melompat keluar saat melihat berita siang ini di televisi yang ada di cafe ini. Antara layar dan Gafar, Roseline memandang keduanya secara bergantian. Yang Roseline herankan, bagaimana bisa hal seperti ini naik ke permukaan. Bukankah semua peristiwa yang terjadi di keluarga de Niels, sangat tidak diizinkan sampai terkuak di media.
" Gafar... Kita kembali ke rumah sakit." ajak Roseline.