
Jika di Milan tengah dihebohkan dengan segala macam permasalahan yang muncul. Lain dengan di Roma yang adem ayem tanpa ada permasalahan sedikit pun. Lucena, menjalani hari-harinya dengan lancar tanpa ada masalah yang menimpanya. Dia masih aktif mengajar di kampus, mengajar bimbingan, dan melakukan kegiatan yang dia miliki setiap harinya.
Seperti saat ini, Lucena tengah mengikuti acara di kampus yang diselenggarakan oleh anak-anak semester lima jurusan ekonomi. Saat ini, mereka tengah melakukan bazar di area kampus sebagai salah satu tugas praktek yang Lucena berikan pada mereka. Tugas kali ini, membahas mengenai managemen marketing. Jadilah mereka dibagi beberapa kelompok dan saat ini tengah disibukan dengan acara bazar ini.
Lucena menatap bangga pada mahasiswa nya karena mampu mempraktekan apa yang dia ajarkan selama mereka berada di Fakultas Ekonomi bersama dengan Lucena. Mereka semua mensupport Lucena ketika pertama kali dirinya masuk bekerja sebagai dosen fakultas ekonomi setelah off mengajar selama enak bulan karena masalah yang menimpa salah satu mahasiswinya.
" Miss Lucena.. Kenapa melamun? " Sapa salah satu mahasiswi yang memang sering berbincang dengan Lucena.
" Melamun apa.. Jelas tidak lah.. Saya sedang memikirkan kira-kira nanti untuk praktek kalian harus ke mana begitu.. " Ucap Lucena menyangkal.
" Bilang saja miss Lucena melamunkan suami yang jauh di sana.. " Ledek mahasiswi itu.
" Kamu ini.. Yang lain pada sibuk di stand mereka kenapa kamu malah asyik menggoda saya di sini.. ? " Lucena menegur mahasiswinya ini meski dengan nada bercanda.
" Ekhem... Saya sebenarnya ingin mengatakan sesuatu hal miss.. Tapi saya harap anda jangan panik dulu ya.. " Alis Lucena berkerut melihat perilaku mahasiswinya ini karena terlihat sedikit aneh.
" Ada apa? " Tanya Lucena yang sudah dalam mode serius.
" Apa miss Lucena tahu, jika Alona memiliki seorang adik? " Ucap mahasiswi itu pelan.
" Memang Alona punya adik? " Lucena langsung terlihat panik.
" Tenang miss, saya hanya ingin mengatakan apa yang saya dengar dari mahasiswa lain.. Adik Alona ada di kampus ini, tapi tidak jelas yang mana adiknya.. " Ucap mahasiswi ini hati-hati.
Lucena mulai tidak tenang setelah ucapan mahasiswinya barusan. Bagi Lucena, keluarga Alona pasti tidak bisa menerima apa yang terjadi pada putri mereka. Alona melakukan bunuh diri setelah pembahasan mengenai korban pelecehan seksual yang Lucena bahas di kelas saat itu. Lucena takut jika keluarga menyalahkan nya dan menganggap jika kematian Alona adalah karena hasutan dari Lucena.
Jam kerja Lucena sudah habis siang ini. Kebetulan juga tidak ada kelas bimbingan karena ketiga mahasiswanya tengah berada entah dimana karena menurut apa yang Lucena dengar, mereka pergi berlibur dengan keluarga. Cukup aneh alasan tersebut karena ini belumlah akhir pekan. Tapi setidaknya, ada hikmah yang bisa Lucena ambil, yaitu dia bisa pulang kerja awal.
" Hei Lu.. Apa yang kau lakukan disini? " Tanya Lucena ketika mendapati adik lucknut nya berada di depan pintu ruangan dosen.
" Menjemput mu.. Apa lagi? " Ucap Lucifer acuh.
" Kapan sampai? " Tanya Lucena. Keduanya kini berjalan beriringan menuju ke parkiran.
Jika Lucena saja memiliki paras yang sangat cantik, maka begitulah juga paras Lucifer yang terlihat sangat tampan dan gagah. Karena itulah, keduanya kini menjadi pusat perhatian mahasiswa di kampus Lucena ini mengajar. Menurut para mahasiswa, rasanya merugi jika tidak bisa menyaksikan dua mahkluk ciptaan Tuhan yang paling seksi dan tampan ini.
" Hiiiii.. Tatapan mereka, begitu mengerikan.. " Lucifer bergidik ngeri begitu sampai di mobilnya. Tatapan para mahasiswa terlihat sekali jika mereka menginginkan Lucifer. Dan tentu saja, pria satu ini tidak menyukai hal seperti itu karena dia tidak suka ditatap dengan tatapan memuja seperti itu.
Alis Lucena berkerut ketika mobil yang dikendarai oleh Lucifer bukan melewati jalan menuju mansion keluarga. Lucena bahkan tidak tahu jika ada jalanan yang menuju ke tempat seperti ini di Roma. Maklum saja, karena dimanja, pergerakan Lucena sangat dibatasi oleh papa Daniel. Lucena baru bisa merasa bebas saat ikut tinggal dengan keluarga de Niels di mansion utama ketika usianya enam belas tahun.
Tidak lagi mampu menahan rasa penasaran nya, Lucena pun menanyakan kepentingan Lucifer berada di tempat ini. Pasalnya saat ini, mobil Lucifer berhenti di sebuah rumah tua yang masih terlihat terawat. Terbukti dari kebun yang ada di depan rumahnya, sama sekali tidak terlihat kotor dan terbengkalai.
" Kak, kau tunggu disini sebentar saja ya.. Aku ingin bertanya sebentar pada penduduk di tempat ini. " Ucap Lucifer sebelum keluar dari mobil.
Lucena menatap ke arah rumah tua ini. Di dalam dirinya, merasakan adanya sebuah perasaan yang mana sepertinya dia tidak asing dengan tempat ini. Rasanya Lucena pernah berada di tempat ini selama beberapa waktu. Tapi, Lucena tidak yakin akan hal itu. Saat sampai di depan rumah ini, Lucena merasa de javu, seolah dia pernah juga mengalami hal serupa.
" Apa aku mulai berhalusinasi ya? " Gimana Lucena merasa aneh dengan ikatannya.
Tak jauh dari mobil yang mana di dalamnya ada Lucena, sang adik, Lucifer tengah berbincang serius dengan seorang perempuan yang mungkin seusia dengan mama Whitney. Bisa Lucena lihat, sang adik nampak beberapa kali bertanya para wanita ini. Sepertinya, kedatangan Lucifer kemari, karena ada sesuatu yang menang urgent.
" Nyonya.. Mohon maaf.. Boleh saya bertanya, kemana pemilik rumah itu berada? " Tanya Lucifer sopan, pada seorang ibu-ibu yang sepertinya memiliki rumah tidak jauh dari rumah yang Lucifer tanyakan.
" Rumah itu kosong sudah satu tahun ini, tuan. Pemiliknya sudah meninggal setahun yang lalu. Dulu, pemilik rumah tinggal dengan cucu perempuannya. Suatu hari, cucu perempuannya mengalami musibah dan meninggal dunia. Nenek ini pun hidup sendiri hingga satu tahun yang lalu, beliau meninggal dunia.. " Jawab ibu-ibu yang ditanyai oleh Lucifer.
" Halaman rumahnya terlihat sangat terawat, apakah ada orang yang secara khusus membersihkan tempat ini? " Tanya Lucifer lagi. Dia memang berniat menginterogasi ibu ini agar semua rasa ingin tahunya terjawab.
" Cucu laki-laki nya sering datang akhir-akhir ini dan yah, cucunya itu yang membersihkan rumah itu. " Lucifer mengangguk.
Lucifer mengucapkan Terima kasih pada ibu ini, karena mau membantunya untuk memecahkan kasus ini. Namun tidak baru beberapa langkah Lucifer meninggalkan ibu ini. Ibu ini justru kemudian memanggil Lucifer.
" Tuan muda.. " Panggil ibu tadi.
" Ya, nyonya? " Lucifer berbalik.
" Kenapa anda bertanya pada saya tentang keluarga ini? Anda mengenal salah satu dari mereka? " Tanya ibu itu.
" Saya hanya bertanya karena saya mengenal salah satu cucu beliau.. Ada apa ya bu? " Lucifer merasa jika apa yang ibu ini katakan, adalah sesuatu yang penting..
" Beberapa bulan yang lalu, cucunya lebih sering sekali datang kemari. Siang harinya mereka sampai, maka sore harinya mereka akan pergi lagi.. Tapi menurut salah satu tetangga di sini yang tidak sengaja melihat. Cucu pemilik rumah ini, memasukan seorang perempuan ke rumah itu. " Ucap si ibu.
Lucifer cukup terkejut dengan informasi ini, dan dia pun memutuskan untuk menggali lebih dalam lagi masalah ini. Entah ini bisa membantu menyelesaikan masalah utamanya atau tidak. Yang jelas, Lucifer akan berusaha untuk menemukan sesuatu yang bersifat penting dari masalah ini.