
Keesokan harinya, setelah pemberitaan mengenai menghilangnya pesawat yang ditumpangi oleh Galen de Niels, Lucena sampai di mansion utama yang dia tinggalkan satu bulan yang lalu. Pertama kali yang Lucena lihat begitu memasuki mansion utama keluarga suaminya adalah mommy Noura yang menangis dipeluk oleh Ghadi.
Lucena sampai beberapa menit yang lalu masih berharap jika apa yang dia ketahui dari televisi tentang menghilangnya pesawat yang ditumpangi oleh Galen, semuanya adalah mimpi. Mimpi buruk yang Lucena harap akan berakhir ketika dia sampai di Milan, nyatanya, semuanya adalah kenyataan yang mau tidak mau harus bisa dia Terima.
" Luce.. " Gafar terkejut melihat iparnya tiba-tiba saja sudah ada di depannya.
" Gafar.. Apa semua itu benar? Galen benar menghilang bersamaan dengan pesawat itu? " Lucena langsung mencerca Gafar dengan beberapa pertanyaan yang intinya dia berharap semua ini tidaklah benar.
" Ya.. Kamu kehilangan kontak dengan dengan Galen dan Ketos.. Terakhir daddy bertemu Galen, daddy tidak mendengar apapun tentang rencana Galen untuk pergi ke Amsterdam.. Lalu kami mendengar berita ini. " Tutur Gafar menjelaskan situasi sebelum Galen pergi.
" Tidak.. Tidak mungkin.. Aku yakin seharusnya dia baik-baik saja.. Gafar... Ini nggak benar kan.. Hiks.. Galen.. Hiks.. Hiks.. " Lucena kembali menangis.
" Tenanglah.. Galen pasti akan segera ditemukan.. " Gafar menepuk pelan pundak Lucena. Mencoba memberi kekuatan pada iparnya ini untuk bisa menerima takdir.
Gafar mengajak Lucena untuk mendekat ke tempat mommy Noura berada. Berharap keduanya bisa saling menguatkan karena itu yang paling dibutuhkan sekarang. Karena hanya itu yang sementara bisa mereka lakukan. Pasrah dengan semua yang terjadi, dan berdoa meminta keselamatan untuk Galen.
Daddy Joaquin sendiri sedang sibuk menghubungi anak buahnya yang disebar di titik terakhir pesawat di temukan. Daddy Joaquin bahkan menyatakan secara langsung pada polisi wilayah setempat jika keluarga de Niels akan membantu mencari keberadaan pesawat yang hilang itu.
Tiga helikopter milik JN GROUP di kerahkan untuk membawa pencarian aparat dari udara. Kemudian daddy Joaquin juga mengerahkan lebih dari seribu orang untuk mencari lewat darat. Berharap, semua usaha ini tidak sia-sia, yang mana nantinya semua berharap jika Galen bisa ditemukan dengan selamat.
" Luce.. Apa kau bertemu dengan Galen saat dia ke Amsterdam? " Tanya daddy Joaquin saat dirinya mengetahui kedatangan menantunya.
" Nggak dad... Aku tidak bertemu dengan Galen sama sekali.. Aku bahkan tidak tahu jika Galen pergi ke Amsterdam. " Jawab Lucena karena memang dirinya tidak bertemu dengan Galen.
" Oke.. Bersabar ya, yakin jika kita akan menemukan keberadaan Galen.. " Ucap daddy Joaquin berusaha menguatkan Lucena. Padahal, dirinya saat ini juga membutuhkan orang lain untuk membantunya tetap dalam kondisi waras untuk bisa menemukan keberadaan putranya.
Daddy Joaquin hampir gila karena semuanya ini benar-benar nyata. Awalnya dia pikir semua ini hanya akal-akalan putranya saja untuk membawa istri dan anak-anaknya pulang kembali ke Milan.
Tapi setelah daddy Joaquin memastikan semuanya sendirinya, nyatanya kabar mengenai pesawat yang menghilang ini benar adanya. Saat mengetahui semua ini adalah kenyataan, daddy Joaquin bahkan hampir terkena serangan jantung kalau dirinya tidak sigap mengkonsumsi obatnya saat itu juga.
" Tom.. Bagaimana kabar terbaru? " Daddy Joaquin langsung menghampiri asisten pribadinya yang baru saja tiba.
" Kabar terbaru mengatakan jika pesawat itu sempat mengalami masalah mesin sebelum akhirnya hilang kontak, tuan.. Pihak maskapai penerbangan mengatakan akan ada dua kemungkinan disini.. " Lapor Tom yang memang baru saja kembali dari bertemu dengan pemilik maskapai penerbangan yang pesawatnya ditumpangi oleh Galen.
" Anda harus mempersiapkan hati untuk menerima kemungkinan buruk yang bisa terjadi.. Dua kemungkinan disini, yang pertama kemungkinan mereka melakukan pendaratan darurat dan belum memberikan laporan.. Yang kedua, bisa saja pesawat itu jatuh, tuan besar.. " Daddy Joaquin langsung limbung dan hampir saja terjatuh ke lantai andai Gafar tidak lekas menangkap tubuh daddy nya.
Dua kemungkinan itu masih belum bisa membuat daddy Joaquin tenang, dan malah justru semakin membuatnya ketakutan. Jika kemungkinan pertama yang terjadi, belum tentu putranya selamat karena pendaratan darurat juga cukup berbahaya. Jika kemungkinan kedua, jelas presentase Galen selamat mungkin hanya 0,5 persen saja.
" Tenang dad.. Semuanya pasti akan segera jelas.. Daddy tahu kan jika kami bisa merasakan apa yang Galen rasakan. Kami saat ini baik-baik saja, jadi besar kemungkinan Galen juga baik-baik saja.." Gafar berusaha untuk menghibur daddy Joaquin agar jangan sampai jadi penyakit jika daddy Joaquin banyak pikiran.
" Tapi.. Jika kemungkinan kedua yang benar bagaimana? Galen.. Apa Galen benar-benar akan pergi meninggalkan kita semua? " Tanya daddy Joaquin mulai terlihat linglung.
" Galen akan pulang dad.. Aku yakin Galen akan pulang. " Ucap Gafar menyajikan daddy Joaquin. Namun sebenarnya, dia tidak bisa benar-benar yakin jika Galen dalam kondisi baik-baik saja.
Gafar sebenarnya merasa ada yang aneh disini. Teringat terakhir kali dirinya dan Galen bertemu dan berbincang mengenai sesuatu yang cukup mirip dengan situasi saat ini. Saat itu Gafar meminta Galen untuk memanfaatkan media untuk membawa Lucena kembali. Dan sekarang, semuanya seperti apa yang pernah mereka bicarakan. Lucena kembali karena melihat berita tentangnya.
Yang menurut mu Gafar aneh disini, jika memang semuanya hanya rekayasa Galen untuk membawa Lucena kembali. Kenapa yang terjadi saat ini seperti Galen benar-benar berniat untuk membuat kekacauan seperti ini. Apa yang ada di pikiran Galen, itulah yang sedang Gafar coba untuk menafsir.
" Len.. Jika semua ini hanya ide mu saja untuk membawa Lucena kembali, tidakkah semua ini terlalu berlebihan? " Batin Gafar.
Gafar jadi ketakutan sendiri jika semua ini bukan ide gila dan nekat saudara kembarnya, tapi benar-benar sebuah musibah untuk keluarganya. Gafar jadi ketakutan sendiri saat ini. Karena awalnya Gafar pikir semua ini seperti apa yang dia dan Galen bicarakan. Tapi rasanya, semuanya terlalu berlebihan jika hanya untuk membawa Lucena kembali.
" Dimana pun dirinya berada saat ini, aku harap kau baik-baik saja.. " Batin Gafar tulus berdoa.
Gafar menatap keluarganya, semua anggota keluarganya yang berkumpul di mansion utama ini terlihat sangat kacau. Tidak mungkin Galen membuat hal menghebohkan seperti ini. Semua orang khawatir padanya, lalu benarkah jika dia sengaja melakukan kegilaan ini. Rasanya tidak mungkin.
" Paman Tom.. Kirim beberapa orang ke Amsterdam.. Selidiki di bagian bandara dan minta mereka untuk kita bisa mengakses CCTV tempat itu.. Aku yakin jika Galen tidak akan melakukan hal gila seperti ini.. Tolong pastikan jika benar dia naik pesawat itu atau tidak!! " Pintar Gafar pada asisten pribadi daddy Joaquin.
" Gafar.. Apa maksud mu? " Daddy Joaquin mendekat dan bertanya.
" Nanti akan aku jelaskan dad.. Terpenting saat ini adalah lakukan seperti apa yang aku katakan.. Pastikan jika Galen naik pesawat itu atau tidak..." Kekeh Gafar.
Meski banyak pertanyaan terlintas dipikiran daddy Joaquin tentang permintaan putranya ini, akan tetapi daddy Joaquin tetap memerintahkan asisten pribadinya untuk melakukan sesuai dengan keinginan putranya. Pasti ada sesuatu yang hanya Gafar sendiri ketahui. Tinggal menunggu saja, Gafar nantinya pasti akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.