IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Bukti yang direkayasa



Beberapa menit telah berlalu, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut keluarga de Niels. Semuanya diam, menutup mulut mereka rapat-rapat mengenai pernyataan yang baru saja tuan Kim sampaikan.


Bukan tidak ingin menanggapi, atau terdiam karena shock. Hanya saja, dari sekian hal yang terjadi kenapa harus mendatangi keluarga de Niels dan mengatakan hal yang bisa dibilang omong kosong belaka. Bagaimana bisa, keluarga ini meminta pria yang sudah bersuami untuk menikahi putri mereka.


Budaya di negara tempat dimana keluarga de Niels berada, tidak memperbolehkan pria memiliki istri lebih dari satu atau disebut poligami. Jika ingin menikah lagi, maka ceraikan istri mu dengan baik kemudian baru bisa menikah kembali. Lalu di dalam konteks Galen, dia dan istrinya baik-baik saja dan tidak berniat untuk bercerai atau menikah lagi. Sepertinya ada yang benar-benar harus diluruskan dalam hal ini.


" Ini maksudnya bagaimana ya, tuan... "


" Oh maaf.. Saya Kim Haechan.. " Ayah dari Hyorin memperkenalkan diri.


" Ah.. Baik, tuan Kim.. Sebelumnya saya ingin menanyakan perihal ucapan anda yang meminta salah satu dari putra saya untuk menikahi putri anda? Karena disini putra saya yang anda maksud sudah menikah dan baru saja memikirkan anak kembar.. " Daddy Joaquin sudah sangat berusaha menahan emosinya, meski sebenarnya dia ingin sekali mengumpat.


" Putra anda harus bertanggung jawab atas perbuatannya pada putri kami.. Hyorin adalah putri kami satu-satunya dan sekarang dia harus menanggung aib karena putra anda.. " Nyonya Kim sudah marah-marah tidak jelas.


Alis Lucena berkerut, aib dan tanggung jawab. Dua poin ini menjadi hal yang dia tangkap dari pembicaraan ini. Mata Lucena pun beralih melihat ke bagian perut dari wanita yang pernah dia tampar beberapa bulan yang lalu. Tapi, Lucena tidak menemukan hal janggal apapun pada Kim Hyorin, lalu apa maksud aib dan tanggung jawab disini.


Galen pun tak kalah heran mendengar pernyataan dari orang tua Kim Hyorin. Apa yang sudah dia lakukan sampai tiba-tiba saja ada yang datang ke rumahnya dan meminta pertanggung jawaban. Otak Galen berputar dengan cepat, mengingat setiap momen yang dia lewati bersama Hyorin. Galen juga mencoba mengingat kejadian sebelum ini dan dia tidak memiliki kenangan dengan Hyorin.


Galen adalah pria yang memiliki otak yang dibilang sangat jenius. IQ Galen termasuk ke dalam orang-orang yang memiliki IQ diluar nalar. Galen memiliki IQ 273, karena tingkatan IQ yang luar biasa ini, Galen memiliki ingatan yang tidak bisa diragukan lagi.


Otak Galen seperti memiliki sebuah perpustakaan yang mana tersusun rapi setiap kenangan yang pernah terjadi padanya. Galen ingat betul setiap detail peristiwa yang dia alami dan lihat. Jadi, untuk menipu seorang Galen memang sangatlah sulit.


" Maaf jika saya tidak sopan.. Tapi pertanggung jawaban apa yang anda maksud? Dekat dengan putri anda saja, saya tidak pernah.. " Galen akhirnya angkat bicara.


" Kalau kalian tidak dekat, lalu bagaimana bisa Hyorin hamil anak mu.. " Cibir nyonya Kim.


Suasana di ruangan itu hening sesaat, sampai tawa menyembur dari seseorang memenuhi ruangan itu. Wajah pasangan Kim dan putrinya sampai merah padam lantaran kesal mendengar tawa mengejek dari keluarga pria telah menghamili putrinya.


" Maaf.. Maafkan saya, ya.. Bukan maksud saya berlaku tidak sopan. Tapi apa benar itu anak Galen? Kok saya ragu.. " Ghafi berucap. Tersangka yang sudah tertawa tidak tahu aturan itu adalah Ghadi.


" Jaga bicara anda.. Putri saya memang mengandung anak dari pria bernama Galen ini. " Tuan Kim menunjuk Galen, " Kami memiliki bukti-bukti yang mendukung ucapan kami.. " Tuan Kim kemudian melemparkan sebuah map yang kemudian di ambil oleh Ghadi.


Alis Ghadi langsung menukik tajam ketika melihat beberapa berkas yang memang menunjukan jika Kim Hyorin hamil dan usia kandungannya tiga bulan. Jika seperti itu, berarti Galen dan Kim Hyorin harusnya bertemu empat bulan yang lalu. Tapi seingat Ghadi pertemuan mereka dulu sekitar enam bulan yang lalu.


" Oh.. Video ya.. Aku ingin lihat, sejauh apa mereka prepare untuk mengelabuhi keluarga.. " Batin Ghadi.


Tidak hanya Ghadi yang penasaran, daddy Joaquin dan mommy Noura pun juga ikut menonton video yang berisikan rekaman CCTV di sebuah hotel yang ada di kota ini. Bagaimana dengan pria yang tengah dituntut untuk bertanggung jawab disini. Rupanya Galen sama sekali tidak peduli dengan semua itu. Dia asyik berbincang dengan istrinya membicarakan beberapa hal yang berhubungan dengan kedua anak mereka.


" Bukannya besok jadwal si kembar ke rumah sakit untuk imunisasi ya? " Tanya Galen yang bukannya mengingat kejadian dimana dia bertemu dengan Kim Hyorin, malah teringat tentang jadwal si kembar imunisasi.


" Hm.. Besok bisa kan kau mengantar? " Galen mengangguk.


" Aku ingin selalu mengikuti tumbuh dan kembang si kembar. Saat mereka besar nanti, aku bisa menggoda mereka dengan tingkah lucu mereka saat masih kecil.. Tidak sabar menunggu mereka besar dan memanggil ku ayah.. " Ucap Galen tersenyum menerawang jauh ke masa depan.


" Kira-kira, di antara si kembar, siapa yang aktif dan siapa yang pendiam ya.. " Lucena penasaran dengan sifat kedua anaknya.


" King Grif pasti pendiam dan sok cool, like his father.. Aku yakin itu.. " Lucena terkekeh pelan.


Interaksi Galen dan Lucena ini rupanya membuat keluarga Kim panas karena merasa diabaikan. Kim Hyorin bahkan sudah memgepalkan kedua telapak tangannya yang berada di pangkuannya karena sama sekali tidak bisa menarik perhatian Galen meski dia sudah mengandung anak dari Galen.


Tuan Kim dan nyonya Kim bahkan siap untuk memaki Galen karena sikapnya yang dianggap tidak memiliki sopan santun sama sekali. Tuan Kim sudah berdiri dan mendekat ke arah Galen. Tangannya bahkan sudah terulur untuk menarik kerah baju Galen, tapi semua itu terhenti ketika Ghadi memekik kencang sekali.


" Wow.. Wow.. Wow... Gila, ini gila.. Len, coba kau lihat ke sini dulu.. Benar ini kau? Tapi kapan kau menginap di hotel X? " Pekik Ghadi yang berhasil menarik perhatian semua orang.


" Ck.. Berisik sekali kau.. Kapan aku menginap di hotel? Mansion saja ada dua, apartemen banyak, kenapa menginap di hotel.. Gila kali.. " Protes Galen. Dia mengajak Lucena untuk mendekat ke arah Ghadi dan ikut melihat video rekaman CCTV.


Galen tertawa ngakak ketika melihat video rekaman CCTV itu. Bisa-bisanya, ada yang merekayasa hal seperti ini. Galen sungguh tidak menyangka, persiapan dari keluarga Kim untuk menjebaknya sangatlah niat sekali. Sampai beraninya membuat rekaman CCTV palsu di hotel X.


Tanpa menanggapi isi rekaman CCTV itu, Galen mengeluarkan ponselnya. Dia terlihat tengah menghubungi seseorang tapi entah siapa yang dia hubungi. Galen nampak berbicara sebentar sambil terus tersenyum selama menghubungi seseorang itu.


" Baik.. Aku tunggu sekarang di mansion utama keluarga ku.. Di gerbang nanti, katakan saja jika kau diundang oleh Galen.. Thanks ya, maaf merepotkan mu.. " Galen kembali memasukan ponselnya ke dalam saku.


Galen mengajak istrinya pergi dari saja ke dapur, dia lapar dan dia butuh makanan sekarang juga. Jika perutnya dalam kondisi lapar, biasanya Galen akan menjadi orang yang paling rese sedunia. Apalagi dirinya difitnah seperti ini.


Sejak memiliki anak, sebisa mungkin Galen menghilangkan sifat dan sikapnya yang biasa disebut kejam oleh orang-orang yang pernah berurusan dengannya. Lihat saja apa yang akan dia lakukan setelah dia selesai makan.