IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Perasaan ku



Semua mata menatap sosok Galen de Niels yang diketahui sebagai kepala kelurga de Niels menggantikan sang daddy yang sudah melepas posisinya sebagai kepala keluarga lantaran usia dan kondisi kesehatannya yang sudah tidak memungkinkannya mengurusi seluruh anggota keluarga dan bisnis milik keluarga yang disebut sebagai keluarga terkaya nomor satu di Italia.


Baik wartawan maupun semua orang yang menyaksikan layar televisi mereka yang menayangkan konferensi pers ini, begitu menantikan Galen menjawab pertanyaan dari salah satu wartawan yang penasaran dengan bagaimana perasaan galen dan bagaimana dia menghadapi masalah yang terjadi di dalam rumah tangganya, mewakili semua orang.


Galen sendiri memang masih diam setelah meyakinkan saudaranya bahwa dia bisa menghadapi masalah ini. Semua orang juga pasti akan lebih bisa menerima jika Galen sendiri yang menjelaskan jika dibandingkan dengan saudaranya yang menjelaskan. Tentu saja alasannya sangatlah sederhana, seperti saudara tidak akan mungkin benar-benar paham apa yang dia rasakan.


" Aku harap semuanya mendengarkan dan memberitakan ucapan saya kali ini tanpa dikurangi maupun ditambahi karena saya bisa bertindak tegas pada orang yang memutarbalikan ucapan saya kali ini.." ujar Galen lirih.


Meskipun menggunakan microphone, tapi karena Galen sendiri belum bisa bicara dengan nada normal seperti biasanya, dia harus berucap dengan lirih agar paru-parunya tidak bekerja terlalu keras.


" Saya kecewa.. karena awalnya saya pikir jika disini istri sayalah yang bersalah.. Akan tetapi...saat saya melihat tubuh wanita yang saya cintai tenggelam di dalam air dan pergelangan tangannya mengeluarkan banyak darah, saya tahu jika dia disini bukan pelaku, melainkan adalah korban... Saya menyesal sempat meragukan wanita yang selalu menjadikan saya sebagai satu-satunya harapan dalam hidupnya.." tutur Galen jujur.


Siapa saja yang melihat bagaimana ekspresi wajah Galen saat mengucapkan kata-kata ini pastinya sudah bisa menilai apakah ucapan Galen itu jujur atau tidak. Di kedua matanya, memancarkan keseriusan dan dalam pengucapan setiap katanya, Galen selalu menekan setiap katanya seolah ingin mengatakan jika ucapannya ini serius dan sesuai dengan kenyataan.


Semua wartawan belum ada yang kembali berucap atau bertanya, karena meraka tahu jika ucapan dari Galen belumlah selesai. Galen masih mengatur nafasnya , kentara sekali dia terengah setelah mengatakan kalimat tadi. Semua wartawan menghargai Galen, karenanya mereka dengan sabar menanti Galen melanjutkan ucapannya.


" Saya memohon maaf, atas nama keluarga besar saya, atas nama saya dan istri, karena telah mempertontonkan masalah pribadi kami pada semua orang.. Seharusnya kejadian ini tidak boleh terjadi mengingat apa yang kalian lihat dan dengar adalah sesuatu yang tabu.."


" Saya berucap disini tidak mencari pembenaran atas semua yang keluarga saya timbulkan di masyarakat. Hanya saja, saya ingin semua orang disini tahu, jika wanita yang menjadi istri saya ini adalah korban dari semua masalah ini.. Jangan kalian menghina dan memojokannya seolah dia memang menyerahkan dirinya pada para pria breng*** yang ada di dalam video itu.."


" Saya akan sangat berterima kasih, andai kalian semua mau memposisikan diri kalian sebagai istri saya.. Mencoba memahami perasaan istri saya, agar tidak lagi menghina karena istri saya bukanlah pelaku melainkan korban.."


Gaffi dan beberapa orang yang memakai sneil langsung masuk ke dalam ruangan begitu melihat Galen sudah memegang dadanya lantaran mulai merasakan sakit. Gafar hanya bisa memejamkan matanya mencoba untuk tidak marah karena Galen yang nekat dan berakhir sekarang dia kembali merasakan sakit.


" Kau harus kembali ke rumah sakit, Len.. Kondisi mu sudah diambang batas dan jika kau memaksakannya, akibatnya bisa fatal.." ucap Gaffi setelah memeriksa kondisi Galen.


BBRRRAKKKKK


Pintu ruangan ini terbuka dengan keras dari luar. Rupanya Lucena masuk ke dalam ruangan itu sambil menangis dan langsung menghampiri Galen. Tadi, saat Galen mulai mengatakan apa yang tengah dirasakannya saat mengetahui Lucena hamil yang bukan benihnya, Lucena langsung keluar ruangan CEO dan bergegas turun ke lantai lima untuk menemui Galen.


Lucena terlalu egois dengan mengatakan jika dirinya tidak sanggup menghadapi wartawan dan penghakiman dari masyarakat atas kasus yang menimpa dirinya dan membiarkan suaminya yang juga korban dalam kasus ini, untuk menghadapi semuanya. Lucena, ingin menemani Galen dan menjawab semua pertanyaan para wartawan, agar semua orang tahu bagaimana perasaannya saat ini.


" Len... Maaf.... maafkan aku yang membuat mu menghadapi semuanya sendirian.. Sudah.. biarkan semuanya diurus oleh Gafar dan Lucifer... Ayo kita kembali ke rumah sakit.." ajak Lucena mencoba untuk mengajak suaminya untuk kembali ke rumah sakit agar ditangani.


" Iya... Ayo.. kita... pergi..." ucapan Galen bahkan sudah putus-putus lantaran dadanya sudah sangat sakit saat ini.


Apa yang terjadi di bagian depan ruangan ini, tepatnya dimana keluarga de Niels berada. Telah ditonton oleh banyak sekali pasang mata termasuk mereka-mereka yang menghujat Lucena karena kasus ini. Semuanya seolah ditampar dengan ketika melihat Lucena yang menangis dan menghampiri Galen yang sakit. Padahal awalnya semua orang mengatakan jika Lucena mengkhianati Galen.


Setelah Galen dan rombongan para dokter keluar dari ruangan ini, Gafar kembali mengambil alih pusat perhatian dari semu orang dengan mengucapkan kata-kata yang mewakili perasaan siapapun yang pernah berada dalam posisi Lucena.


" Saya adalah seorang pengacara yang sudah sangat sering melihat kasus yang sama seperti yang dialami oleh sepupu saya sekaligus ipar saya ini.. Bukan saya ingin membela sepupu saya... Tentu tidak.. Saya disini berbicara sebagai seseorang yang paham karena sering melihat bagaimana akhir dari seseorang yang menjadi korban pelecehan.. " Gafar menjeda ucapannya sejenak untuk menghela nafas berat.


" Semua yang mengalami kasus seperti ini berakhir ada yang menjadi gila, dan banyak yang juga memilih untuk mengakhiri hidup mereka lantaran tidak sanggup menghadapi sangsi yang masyarakat berikan pada mereka.."


" Namun... tahukah anda jika tidak ada yang menginginkan dirinya menjadi korban pelecehan.. Ini adalah musibah, bukan pilihan mereka yang menjadi korban.."


Ruangan ini kemudian dipenuhi oleh riuh suara tepuk tangan dari para wartawan yang sangat terkesan dengan ucapan Gafar barusan. Ucapan yang langsung mengena di hati siapa saja yang melihat tayangan konferensi pers dari keluarga de Niels ini. Bahkan keluarga Gafar sendiri terkejut, lantaran tidak percaya kata-kata indah ini keluar dari mulut seorang Gafar yang terkenal tempramen tingkat dewa itu.


Kini, keluarga de Nile sudah mengeluarkan statement mereka. Sekeluarga mempercayakan pada masyarakat untuk menilai apa yang mereka sampaikan saat ini. Berharap mereka mengerti dan mendukung alih-alih menghujat. Konferensi pers pun ditutup dan semua orang bubar kembali ke rutinitas mereka masing-masing.