IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Pertanyaan sensitif



Konferensi pers yang diadakan oleh keluarga de Niels, disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi termasuk di dalamnya adalah stasiun televisi milik keluarga de Niels yang beberapa hari lalu dibeli oleh Galen de Niels. Hampir semua orang Italia menyaksikan Konferensi pers ini lantaran penasaran dengan statement yang sekiranya akan keluarga de Niels sampaikan untuk menanggapi berita yang tengah booming ini.


Tiga pemuda, nampak melihat televisi di ruangan yang bisa dibilang kamar mewah. Ketiganya tengah menonton Konferensi pers yang dilakukan oleh keluarga de Niels. Ketiganya termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang mengikuti berita tentang keluarga de Niels, terutama berita tentang Lucena yang adalah dosen kesayangan mereka.


Ketiga pemuda ini, adalah tiga mahasiswa yang adalah mahasiswa yang mendapatkan bimbingan pelajaran dari Lucena. Cukup dekat dengan Lucena dan mengagumi Lucena sejak pertama kali mereka melihat Lucena mengajar di kampus. Selain cantik, miss Lucena panggilan Lucena di kampus terkenal sangat baik dan ringan tangan. Semua mahasiswa hampir menyukai Lucena dan yang membencinya adalah mahasiswa yang iri dengannya.


" Ck.. Ck.. Ck.. Jadi miss Lucena dijebak? Siapa ya, yang sekiranya menjebak dosen cantik kita ini? " Tanya Marcelino dengan wajah yang terlihat tengil itu.


" Entahlah.. Tapi rasanya, kasian sekali suami miss Lucena karena mendapatkan bekas pria lain.. Benar tidak? " Pedro mengometari.


" Hei.. Hei.. Dengan dosen kesayangan tidak boleh mencibir begitu. Nanti miss Lucena akan sedih karena kita... Sebagai mahasiswa yang dekat dengannya... Justru menjadi salah satu nitizen.. " Alfonso menegur dua temannya. Tapi wajahnya, justru seperti orang yang mendukung teman-temannya.


" Hahahahahaha.. Sayang sekali.. Kita tidak akan bisa bertemu dengan miss Lucena dan menghabiskan waktu yang indah bersamanya.. Dia pasti dipecat dari kampus karena telah mencemarkan nama baik kampus.. Benar begitu kan, Alfonso? " Yang ditanya mengangguk.


" Hm.. Daddy ku tidak bisa mentolerir siapa saja yang mencoreng nama kampus.. Meskipun dia, adalah dosen kesayangan putranya sendiri.. " Alfoson berucap.


Ketiga kembali fokus mendengarkan setiap statement yang dibacakan oleh pria bernama Gafar yang ternyata adalah seorang pengacara yang namanya ditulis sebagai salah satu pengacara yang hampir setiap kasus yang dia tangani, selalu memperoleh kemenangan. Akan tetapi, terkenal tidak mau menanggani seorang penjahat, kalau pun terpaksa dia selalu membuat kliennya mendekam di penjara. Dia hanya membantu untuk memperingan masa hukuman kliennya saja.


Dari mahasiswa Lucena, sekarang kita melihat bagaimana sesama dosen yang bekerja di tempat yang sama dengan Lucena, mengomentari berita yang tengah mereka lihat bersama-sama ini. Akhir pekan, mereka semua libur dan sepakat untuk melihat bersama Konferensi pers yang diadakan oleh keluarga salah satu teman kerja mereka meski sekarang sudah tidak lagi.


Beberapa dosen yang merupakan teman kerja Lucena, sengaja nongkrong di cafe yang merupakan milik salah satu dari teman dosen juga untuk melihat bersama-sama acara yang paling ditunggu-tunggu oleh semua lapisan masyarakat. Semuanya tidak menyangka, akan ada statement seperti ini karena awalnya mereka pikir jika keluarga de Niels akan menampilkan berita ini.


" Kalau benar ucapan ini, berarti kasian sekali miss Lucena.. " Salah satu dosen perempuan yang cukup dekat Lucena berkomentar.


" Hm.. Sungguh kejam pelakunya, membuat korbannya tidak sadar kemudian mereka melecehkannya.. Sungguh tidak bermoral.. " Ucap dosen pria yang merupakan satu fakultas mengajar dengan Lucena.


" Apakah motif pelakunya sampai dengan teganya berbuat seperti itu? Rasanya kalau manusia yang normal tidak mungkin berbuat seperti ini.. Pasti pelakunya itu orang gila.. " Yang lain membenarkan.


" Semoga saja miss Lucena diberi kekuatan untuk menghadapi masalah ini, ya.." Mereka semua sama-sama mendoakan.


Lucena sudah beberapa kali menangis dan tenang, begitu terus berulang. Membicarakan hal ini di depan semua orang, bahkan semua orang yang tinggal di Italia, membuat dirinya tidak bisa tidak merasakan malu. Dirinya sungguh merasa hina saat ini. Meski benar dia korban, akan tetapi video tentangnya sudah dilihat oleh jutaan orang. Jelas, Lucena pasti malu sekali karena masalah ini.


" Jangan khawatir. Mereka semua pasti bisa mengerti.. Kamu disini adalah korban sayang.. Jadi jangan menangis lagi ya.. " Mommy Noura berusaha menenangkan menantunya.


" Mom.. Aku merasa sangat malu sekali saat ini. Mereka semua bahkan sudah melihat video tentang ku, apakah benar mereka bisa mempercayai jika aku adalah korban.. " Ujar Lucena mengeluarkan unek-unek nya.


" Jika ada yang tidak bisa memahami juga pasti hal yang wajar.. Tidak semua orang bisa satu pendapat dengan kita. Yang terpenting, kita sudah mengatakan yang sebenarnya. Mau ada yang percaya atau tidak itu bukan sesuatu yang perlu kita pikirkan.. " Mommy Noura mengusap puncak kepala Lucena.


" Ingat ini Luce,, kita tidak memiliki kekuasaan dan kekuatan untuk meminta atau memerintahkan orang agar percaya dengan kita.. Yang terpenting, kira sudah berjuang untuk jujur.. Oke.. " Lucena mengangguk, meski hatinya belum menerima ucapan mommy Noura.


Fokus Lucena kali ini melihat Galen yang ikut duduk di bagian depan, menghadiri konferensi pers sebagai perwakilan darinya. Wajah Galen terlihat pucat, karena itulah Lucena semakin merasa bersalah. Suaminya baru saja di operasi karena sakitnya, dan sekarang dia harus menghadiri konferensi pers karena dirinya.


Fokus semua orang kemudian beralih ke arah Galen yang mendapatkan pertanyaan dari seorang wartawan. Saat ini, sesi tanya jawab sedang berlangsung dan sebagai pihak yang mengadakan acara ini, keluarga de Niels bersiap menjawab beberapa pertanyaan dan berhak menolah menjawab apabila dirasa pertanyaan itu memberatkan mereka.


" Tuan muda Galen.. Bagaimana pendapat anda tentang masalah ini? Apalagi dari catatan medis di layar, menyatakan jika ternyata, nyonya muda Lucena mengandung benih dari pria lain. " Ruangan langsung senyap, karena menantikan seorang Galen de Niels menjawab pertanyaan dari seorang wartawan yang mana pertanyaan ini sangat sensitif sekali bagi Galen.


" Maaf.. Saudara tertua saya baru saja menjalani pengobatan yang mana dia harus menjalani operasi beberapa hari yang lalu. Kondisinya masih sangat lemah dan saya disini sebagai wakilnya berbicara. Maka saya yang akan menjawab pertanyaan ini.. " Gafar langsung mengambil alih karena takut jika Galen merasa tidak nyaman dengan pertanyaan ini.


" Far.. I'm okay.. " Ucap Galen lirih sekali..


" Tapi, Len.. "


" Mereka tidak akan pernah puas jika bukan aku yang menjawab.. Aku baik-baik saja.. " Ucap Galen berusaha meyakinkan Gafar.


Akhirnya Gafar pun mempersilahkan Galen untuk menjawab pertanyaan yang barusan. Berharap, Galen baik-baik saja karena pastinya luka di hatinya yang dia coba untuk diobati, kembali terbuka karena harus mengenang kejadian yang cukup membuat Galen terluka hatinya saat itu.