IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Pertanyaan



Tubuh Lucena luruh ke bawah ketika matanya bertemu tatap dengan ketiga pemuda yang begitu sangat dia kenal. Dunianya seakan langsung hancur saat itu juga begitu mengetahui apa yang sebenarnya telah menimpanya. Betapa teganya, ketiga orang yang dekat dengannya, menjadi anak didiknya, pernah tertawa bersama dan menghabiskan waktu bersama, kemudian nyatanya mereka bertiga yang menghancurkan hidupnya.


" Kenapa? Kenapa kalian melakukan ini pada ku? KENAPA??? JAWAB!!! " Lucena berteriak tepat di depan wajah ketiga mahasiswanya. Rasanya dadanya begitu sesak mengetahui pengkhianatan dari ketiga anak didiknya sendiri.


" Luce.. Calm down.. " Daddy Joaquin maju untuk memeluk tubuh menantunya dari samping.


" Tapi kenapa dad? Kenapa meraka bisa berbuat seperti ini pada ku dad? Kenapa? Apa salah ku? " Lucena mulai menangis. Air mata yang dia paksa untuk tidak keluar, akhirnya mengalir juga. Dari tempatnya, Galen menatap sedih sangat istri yang sangat terguncang dengan kenyataan yang ada.


Beberapa jam yang lalu..


Galen dan Lucena diminta mendatangi mansion keluarga de Niels yang lama, yang terletak di tengah hutan milik keluarga de Niels. Di mansion inilah, dulu daddy Joaquin hidup bersembunyi sambil menyembuhkan kelumpuhan nya. Mansion ini, sudah lama tidak di tempati keluarga utama, tepatnya setelah keluarga ini kembali dari Indonesia.


Mansion ini tidak ditinggali keluarga utama, namun masih ditinggali oleh beberapa orang yang bekerja pada keluarga de Niels. Ada sebuah pabrik dan gudang senjata di bagian bawah tanah lahan ini. Sehingga ada beberapa orang yang di tempatkan di sana sebagai pemimpin.


Begitu Galen dan Lucena sampai ke tempat yang dimaksud, hari susah hampir sore. Galen memaksa Lucena untuk beristirahat dan dia pun mendatangi daddy nya di ruang kerja. Ruang kerja yang menghadap ladang bunga matahari, yang juga merupakan malam dari kakek dan nenek Galen serta keempat saudara kembarnya.


" Dad.. " Panggil Galen. Dia memasuki ruang kerja sang daddy dan mendapati daddy nya berdiri di jendela yang sangat besar, menghadap ladang bunga matahari.


" Kau sudah datang.. Kemarilah.. " Galen pun mendekat.


Kedua pria berbeda generasi ini berdiri untuk menatap indahnya bunga matahari yang bermekaran. Sungguh begitu indah dipandang mata, semuanya terlihat berwarna kuning dan bergoyang-goyang tertiup angin.


" Kakek dan nenek mu, daddy makamkan di sini. Mereka, meninggal karena perebutan kekuasaan dan harta dari kakek mu yang berasal dari nenek mu.. Karena itulah, daddy sempat lumpuh selama lebih dari sepuluh tahun.. " Daddy Joaquin menatap sang putra.


" Aku pernah dengar cerita ini.. Kalau tidak salah, papa Daniel yang cerita.. " Galen tersenyum.


Ada rasa bangga dalam dirinya saat mengetahui kisah perjalanan hidup daddy nya dari seseorang yang memiliki trauma besar pada masa remajanya, hingga kemudian menjadi sukses. Kesuksesan daddy Joaquin berasal dari rasa traumanya pada sang paman yang menjadi sumber petaka dalam keluarganya. Dan daddy Joaquin berhasil lepas dari kegelapan itu, dan menyongsong kesuksesannya yang sekarang.


Dari sini Galen selalu belajar untuk menjadikan setiap perjalanan hidupnya baik itu yang membahagiakan maupun tidak, sebagai tolak ukur kesuksesannya. Ingin menjadi orang yang besar, harus mampu menerima takdir yang kejam dalam hidupnya.


" Papa mu, adalah orang pertama yang memberikan support dalam hidup daddy yang kalau itu sudah hancur dan tidak memiliki harapan.. Jadi daddy harap, kau bisa memerankan peran dari papa mu dalam permasalahan Lucena kali ini.. " Tangan daddy Joaquin menepuk kedua pundak sang putra.


" Daddy.. "


" Ketiga orang yang membuat hidup Lucena hancur adalah.... Ketiga mahasiswanya.. "


Degh


Jantung Galen berdetak sangat cepat ketika mendengar ucapan daddy Joaquin. Padahal dia sebenarnya sudah mempersiapkan semua ini. Namun, ketika benar-benar mendengar semua ini, Galen masih saja terkejut.


Galen sudah menebak siapa pelaku yang membuat Lucena mengalami ini semua. Nama mahasiswa Lucena, sudah ditandai Galen sebagai salah satu yang mungkin bisa menjadi pelaku. Dengan begitu seharusnya Galen sudah tidak kaget lagi jika benar dugaannya itu tidak meleset. Namun nyatanya, dia tetap merasa terkejut saat ini.


" Apakah penyebab mereka melakukan ini adalah Alona, dad? " Daddy Joaquin mengangguk.


" Dua di antaranya memang karena Alona, namun yang bernama Marcelino Roberto, dia memiliki alasan tersendiri. Memang alasannya tidak terlalu kuat seperti dua yang lainnya, tapi karena kedua orang yang mendendam Lucena itu adalah teman baiknya. Akhirnya dia ikut-ikutan.. "


" Satu informasi penting lagi.. Yang berhasil mencuri data rumah sakit adalah Marcelino ini.. " Lanjut daddy Joaquin.


" Apa yang akan daddy lakukan pada mereka? " Tanya Galen. Tidak penting apa alasan orang-orang ini menyakiti Lucena. Karena yang terpenting, hukuman apa yang harus meraka Terima sebagai akibat dari perbuatan mereka.


" Coba tebak? Menurut mu.. Apa yang perlu kita lakukan untuk menghukum mereka bertiga? " Daddy Joaquin tersenyum.


Banyak pilihan untuk membalas dendam pada ketiga orang yang telah menyakiti Lucena. Hanya saja, apakah semuanya akan selesai hanya dengan balas dendam. Bukankah jika seperti itu ketiga orang ini akan kembali mendendam.


Daddy Joaquin pernah dalam posisi mendendam pada pamannya atas apa yang menimpa dirinya. Namun pada akhirnya daddy Joaquin tahu bahwa dendam hanya akan menimbulkan dendam yang lain. Agar nantinya dirinya dan keluarganya tidak harus terjebak dalam dendam lagi. Pilihan daddy Joaquin saat itu, adalah dengan memasukan pamannya ke penjara.


Disini yang menjadi pertanyaannya, apakah yang akan Galen lakukan. Apakah dia akan menghukum tiga orang ini dengan caranya sendiri. Atau nantinya, Galen akan mengikuti jejak daddy Joaquin.