
CCKKIIITTTT
BRAK
Semua maid yang ada di dalam Mansion dikejutkan dengan bunyi mobil berhenti mendadak dan suara pintu mobil dibanting. Semua maid yang masih ada di area Mansion langsung menghampiri suara-suara itu dan mereka sangat terkejut melihat nyonya muda pertama mereka, memasuki Mansion dengan menangis.
" Ada apa dengan nyonya muda pertama? " Ucap para maid serempak terkejut dengan pemandangan yang baru saja mereka lihat.
" Kita harus lapor tuan dan nyonya besar.. Sepertinya masalah kali ini tidak sesederhana yang sebelum-sebelumnya.. " Ucap maid senior di Mansion utama keluarga de Niels.
Lucena naik ke lantai dua sambil berlinang air mata. Sebelum menuju ke kamarnya untuk mempersiapkan semua keperluan nya, Lucena masuk ke kamar kedua buah hatinya terlebih dahulu. Terlihat, King Grif dan Quenn Fay tengah tidur di box mereka masing-masing.
" Suster.. Tolong kemasi semua barang-barang si kembar dari pakaian dan mainan yang penting untuk mereka.. Semua yang mereka perlukan, masukan dalam dua koper.. Tolong jangan lama-lama, lima belas menit lagi saya tunggu di bawah, bawa sekalian si kembar.. " Ucap Lucena memerintahkan kedua pengasuh anaknya untuk berkemas. Tanpa menunggu dua pengasuh anaknya menanggapi ucapannya, Lucena langsung pergi menuju ke kamarnya.
Di dalam kamarnya bersama Galen, ketika baru saja memasuki kamar ini, hati Lucena kembali terasa seperti tercabik-cabik saat mengingat video CCTV tadi dan juga ucapan Galen saat di rooftop. Lucena merasa sangat hina sekali saat ini. Dan yang membuatnya merasa seperti itu, sialnya adalah suaminya sendiri.
Berusaha menguasai dirinya, Lucena akhirnya langsung menjalankan niatnya masuk ke kamar ini. Lucena mengeluarkan satu koper besar miliknya, mengeluarkan beberapa pakaian yang sekiranya penting untuk Lucena saat ini dari walk in closet.
Lucena juga mengambil beberapa berkas penting yang benar-benar miliknya. Bukan berkas penting miliknya dari Galen. Semua barang-barang yang memang milik Lucena sejak sebelum menikah dengan Galen dia masukan semua dalam koper, meninggalkan barang-barang yang merupakan pemberian dari Galen.
Sudah dia katakan pada Galen tadi jika dia akan mengalah, maka artinya dengan mengalah Lucena akan pergi. Pergi dari kehidupan Galen dan tidak akan pernah mau muncul dari hadapan Galen. Lucena bisa, pasti bisa, karena dia sudah memiliki si kembar bersamanya.
Setelah selesai dengan semua barang-barang nya, Lucena terlihat mengutik ponsel miliknya. Lucena memesan tiket perjalanan ke luar negeri. Tentunya dia meminta tolong salah satu sahabatnya dan lucena menginginkan identitasnya disamarkan. Temannya yang merupakan pemilik salah satu jenis alat transportasi itu pasti bisa membantunya menyamarkan identitasnya.
Di tempat lain yang masih ada di dalam Mansion utama de Niels, maid senior berlarian mencari keberadaan tuan dan nyonya besarnya yang kebetulan berada di area belakang Mansion. Setelah cukup lama mencari keberadaan pemilik Mansion ini, akhirnya maid senior ini menemukan tuan dan nyonya besar berada di salah satu gazebo yang ada di tempat yang cukup jauh dari area Mansion.
Tidak menunggu lebih lama lagi, maid senior ini langsung bergegas menghampiri tuan dan nyonya besar, dan menceritakan apa yang tadi dia dan temannya sesama maid lihat tentang nyonya muda pertama mereka.
Daddy Joaquin dan mommy Noura sangat terkejut mendengar penuturan dari maid senior yang bekerja di Mansion nya. Tanpa menunggu lagi, daddy Joaquin dan mommy Noura lekas menuju ke tempat dimana saat ini Lucena berada.
" Tuan besar, nyonya besar... Saya melihat nyonya muda membereskan semua barang-barang beliau dan si kembar.. " Lapor maid lain yang menyambut kedatangan tuan mereka di dalam Mansion.
" Apa? Kenapa bisa seperti ini? " Tanya mommy Noura yang tidak akan bisa dijawab oleh semua orang di Mansion utama ini.
" Dad, coba hubungi Galen.. Siapa tahu anak itu tahu apa yang terjadi dengan Luce.. Mommy yakin mereka pasti bertengkar lagi.. " Ucap mommy Noura terlihat panik.
" Mommy ke atas dulu ya, menemui Luce.. " Mommy Noura lekas naik ke lantai dua menemui menantunya.
" Tolong ambilkan ponsel saya di ruang kerja.. " Titah daddy Joaquin pada salah satu maid yang ada di dekatnya. Sambil menunggu maid tadi mengambil ponsel miliknya, daddy Joaquin memilih duduk sambil memijit pangkal hidungnya yang tiba-tiba berdenyut sakit.
Daddy Joaquin lelah, ingin rasanya dia melihat anak-anaknya bebas dari masalah. Putrinya sekarang masih koma, putra ketiganya beruntung bisa segera menyelesaikan masalahnya dengan sang istri dan saat ini tengah berbahagia karena anak kedua mereka. Lalu putra pertamanya, lagi dan lagi dalam masalah.
" Ini tuan.. " Maid datang menyerahkan ponsel milik daddy Joaquin. Langsung saja dia menghubungi nomor putranya dan sangat siap sekali, putranya justru mengabaikan panggilannya.
" Sialan anak ini, baru saja membuat masalah sekarang tidak bisa dihubungi.. " Keluhan daddy Joaquin kesal sekali saat ini.
" Jika nanti kau minta bantuan daddy, jangan harap daddy mau membantu mu.. " Tangan daddy Joaquin meremas ponsel yang digenggam nya, menyalurkan rasa kesalnya.
Selama beberapa kali daddy Joaquin mencoba menghubungi putranya, hasilnya tetap sama saja, Galen mengabaikan telepon dari daddy Joaquin. Belum selesai masalah menghubungi Galen, daddy Joaquin dikagetkan dengan suara istrinya yang berteriak memanggil nama menantunya dari lantai dua.
Masih tetap mengubungi Galen, daddy Joaquin menghampiri suara teriakan istrinya itu. Dan betapa terkejutnya daddy Joaquin, melihat Lucena membawa beberapa koper dengan dua pengasuh yang masing-masing menggendong si kembar berjalan di belakang Lucena.
" Luce.. Berhenti sayang, semuanya bisa dibicarakan.. Mommy mohon.. Luce.. Luce berhenti.. " Teriak mommy Noura berusaha menghentikan kepergian menantunya.
" Luce.. Jangan tinggalkan mommy, sayang.. Jangan bawa si kembar pergi.. Bicarakan lagi dengan Galen dan kami Luce.. Berhenti, nak.. " Mommy Noura sudah tidak bisa berjalan dengan baik, sampai dua maid memapahnya mengejar Lucena.
" Daddy.. Daddy.. Tolong hentikan Luce, daddy.. " Teriak mommy Noura meminta bantuan suaminya.
Melihat betapa kacaunya menantu dan istrinya, daddy Joaquin langsung melangkah maju menghadang jalan Lucena. Kedua tangannya direntangkan untuk menghentikan menantunya, beruntung Lucena mau berhenti sejenak di depan daddy Joaquin.
" Luce.. Jika kau menyayangi kami, tolong jangan pergi.. " Ucap daddy Joaquin yang tahu betul kelemahan Lucena.
" No, dad.. No.. Jangan katakan seperti itu.. Aku menyayangi kalian, sangat malahan.. Tapi tidak ada gunanya aku disini lagi dad.. Aku sudah tidak bisa, dia sudah meremehkan ku.. Kami tidak bisa bersama lagi.. " Keluh Lucena sambil menangis tersedu-sedu di depan ayah mertuanya.
" Tunggu Galen kembali, kalian bicarakan lagi.. Jangan pergi, karena pergi bukan penyelesaian masalah dengan baik.. " Daddy Joaquin mencoba menasehati menantunya.
" Maaf dad, jika kalian menyayangi ku, tolong biarkan aku pergi.. " Pinta Lucena memelas.
Kalah.. Akhirnya daddy Joaquin kalah dengan menantunya. Ucapan Lucena, membuat daddy Joaquin menyingkirkan dari hadapannya dan membiarkan menantunya pergi. Sebelum itu, daddy Joaquin mengatakan sesuatu pada Lucena.
" Aku selalu di pihak mu Luce.. Ingat itu.. " Lucena mengangguk, lalu berjalan mendekati daddy Joaquin dan mommy Noura, memeluk kedua orang pengganti orang tuanya ini.
" Aku menyayangi kalian.. Terima kasih mau mengerti diri ku.. " Pamit Lucena, benar-benar pergi meninggalkan Mansion utama.
Ingatkan daddy Joaquin untuk menghajar putranya saat si bodoh itu kembali ke Mansion. Ingatkan daddy Joaquin untuk memberikan pelajaran berharga pada putranya nanti.