IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Perjalanan ke Vaalserberg



Sejak mendengar berita mengenai kebenaran suaminya yang ikut naik ke dalam pesawat yang diberitakan hilang itu, Lucena sampai mendapatkan perawatan. Memang tidak sampai menginap di rumah sakit, tapi Lucena diinfus untuk menggantikan cairan tubuhnya yang hilang. Tidak bisa makan karena sedang dalam kondisi shock.


Gaffi sendiri yang memeriksa Lucena, jika hanya hal seperti ini, dia pun bisa melakukannya. Gaffi merasa kasian, melihat bagaimana Lucena sekarang ini. Hanya beberapa hari saja, tapi dia sudah kehilangan berat badan sangar drastis. Beruntung dia sudah tidak menyusui lagi semenjak bekerja di Belanda. Dia mengajari kedua buah hatinya untuk minum susu formula karena air asinya tidak lagi sebanyak dulu.


Lucena masih dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah Gaffi suntikan obat tidur. Semua itu demi agar Lucena bisa tertidur. Dia kelelahan dan dia membutuhkan istirahat. Mama Whitney lah yang menunggui Lucena di kamar putrinya ini. Tak tega membiarkan Lucena sendirian tanpa pengawasan. Takut hal buruk terjadi, apalagi situasi dan kondisi saat ini sangat mendukung.


Mommy Noura yang sudah berhasil menguasai dirinya sendiri, tidak lagi menangis dan ikut membantu suaminya dan anak-anaknya untuk mempersiapkan keberangkatan mereka ke Jerman besok. Semua membutuhkan persiapan apalagi mungkin mereka akan berada di sana lebih dari satu hari.


Urusan pekerjaan mereka semua, diserahkan pada asisten masing-masing. Lagipula, dalam kondisi seperti ini pasti mereka juga tidak bisa konsen bekerja. Terbukti Gaffi saja sudah meliburkan diri sejak berita Galen naik ke pesawat yang hilang itu beredar.


" Mom, biarkan kami saja.. Mommy istirahat saja, agar besok mommy dalam kondisi fit untuk pergi ke tempat Galen.. " Ghadi menghentikan aktifitas mommy Noura yang sibuk mengemas barang-barang yang akan mereka bawa.


" Sedikit lagi selesai, Ghadi.. Mommy tidak bisa membiarkan diri ini diam saja tanpa melakukan apapun. Jika seperti itu, pikiran mommy akan kalut karena takut hal buruk terjadi pada kembaran mu.." Ujar mommy Noura menolak mengikuti ucapan Ghadi.


Tidak ingin memaksa dan paham betul apa yang dirasakan mommy Noura, akhirnya Ghadi membiarkan mommy nya melakukan apapun yang dia inginkan tapi Ghadi tidak meninggalkan mommy Noura dan terus mengawasinya.


Bagi mommy Noura dan daddy Joaquin, Galen memang memiliki posisi sedikit special dibanding yang lain. Semua itu karena sifat Galen yang selalu mendahulukan keluarganya di atas kepentingannya sendiri. Karena itulah, perhatian mommy dan daddy, lebih banyak tercurah untuk Galen.


Apakah saudara Galen iri? Maka jawaban nya adalah tidak. Mereka memahami dan dengan mata mereka sendiri menyaksikan bagaimana Galen bersikap sehingga mereka pun juga menempatkan Galen sebagai seseorang yang sangat mereka jaga.


Lalu saat ini, orang yang paling mereka jaga tengah dalam kondisi yang tidak diketahui keberadaannya dan juga apakah dirinya baik-baik saja atau justru sesuatu yang lebih buruk lagi telah terjadi tanpa sepengetahuan mereka. Mansion utama de Niels yang selalu diwarnai suara canda, tawa dan pertengkaran ringan antara penghuninya, kini menjadi sunyi dan suram.


*************


Paginya, semua keluarga de Niels yang akan berangkat ke Vaalserberg sudah bersiap menunggu mobil jemputan mereka yang akan membawa mereka ke bandara. Pesawat pribadi milik keluarga de Niels, akan membawa mereka semua ke Jerman.


Rute yang akan ditempuh oleh keluarga de Niels adalah melalui jalur udara dari Milan ke Aachen dengan menggunakan pesawat yang terbang dari Bandar Udara Internasional Linate, Milan menuju ke Frankfurt, Jerman, dengan waktu tempuh satu jam lima belas menit.


Dari Aachen menuju ke Vaalserberg yang jaraknya tiga kilometer, mereka nanti akan menggunakan transportasi darat, yaitu Bus. Tidak terlalu jauh dari Aachen, karena hanya ditempuh dengan waktu tiga belas menit saja. Begitu nanti mereka tiba di sana, sudah ada pihak perwakilan dari maskapai penerbangan pesawat yang ditumpangi Galen, menunggu di sana untuk menjelaskan situasi terkini.


Dalam hati semua anggota keluarga de Niels yang berangkat menuju ke Vaalserberg, semuanya memiliki satu harapan yang sama. Semuanya menginginkan Galen ditemukan dalam kondisi selamat. Bila pun Galen terluka, semoga saja lukanya tidak parah. Yang paling penting, mereka semua ingin Galen dan Ketos dalam keadaan hidup.


" Tunggu kami, Len.. Kami semua segera datang untuk menjemput mu. Semoga saja, tidak ada kejutan yang mengarah pada hal buruk di sana nanti.. " Batin semua orang yang kini mulai satu per satu naik ke pesawat pribadi keluarga de Niels.


Total anggota keluarga de Niels yang ikut untuk pergi ke Vaalserberg ada sekitar sepuluh orang. Keluarga Galen minus anak, ipar dan keponakan, lalu keluarga Lucena. Mereka semua ikut untuk memastikan sesuatu yang menjadi ketakutan mereka semua saat ini.


Saking khawatir dan resahnya diri mereka semua, dari pesawat take off sampai landing, tidak ada yang memperhatikan nya. Tahu-tahu mereka sudah ada di Frankfurt dan segera menuju ke stasiun untuk menuju ke Aachen. Dari Bandar Udara Frankfurt menuju ke stasiun Frankfurt Central, mereka menggunakan taksi.


Singkat cerita, akhirnya kini mereka sudah ada di dalam sebuah bus sewaan menuju ke Vaalserberg dari Aachen. Jantung ke sepuluh orang ini berdetak sangat kencang menyambut sesuatu yang terjadi di tempat tujuan mereka. Semua orang ketakutan jika ternyata harapan mereka tidak sesuai dengan kenyataan. Mereka sangat takut, untuk mengucapkan perpisahan pada Galen.


Diantara semua orang, Lucena yang paling panik dan ketakutan. Sejak naik pesawat dari Milan hingga kini naik bus menuju ke tempat tujuan mereka, tidak pernah Lucena berhenti mengelap keringat dingin yang terus keluar di dalam tubuhnya. Lucena takut, khawatir, menyesal dan masih banyak lagi perasaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata saat ini.


" Tuan-tuan dan nyonya-nyonya.. Kita telah sampai di tempat tujuan. Di depan sana adalah Vaalserberg yang kalian tuju. Untuk lebih jelasnya mengenai situasi di sana, diharapkan anda sekalian untuk mencari tahu sendiri. Pasalnya, berita tentang pesawat menghilang dan ditemukan di tempat ini, ditutup untuk umum.. " Sopir bus yang mengantar keluarga de Niels berucap.


" Terima kasih atas tumpangannya, tuan.. Kami berhutang banyak pada anda.. " Daddy Joaquin mewakili keluarganya untuk berterima kasih.


" Sudah menjadi tugas saya tuan.. Jangan sungkan. " Ucap sopir bus.


Kedatangan keluarga de Niels sudah ditunggu oleh perwakilan pihak maskapai penerbangan. Segera saja mereka semua dibawa ke tempat yang menjadi titik ditemukannya pesawat yang menghilang itu. Kini, semua anggota keluarga de Niels bisa melihat bagan pesawat yang mendarat di tanah lapang di Vaalserberg.


Dilihat dari kondisi pesawat, ada beberapa tempat yang rusak. Mungkin akibat benturan saat mendarat darurat di tempat ini. Menurut pihak maskapai penerbangan, masih diselidiki penyebab pesawat mendarat darurat di tempat ini. Mereka masih mengembangkan penyelidikan pada black box pesawat ini, agar bisa diketahui penyebabnya.


Pasalnya, tidak semua penumpang dan awak pesawat dalam kondisi yang bisa memberikan penjelasan mengenai peristiwa ini. Yang menjadi pertanyaan keluarga de Niels terutama Lucena, apakah Galen berada di pihak orang yang bisa ditanyai mengenai kronologi, atau menjadi pihak orang yang tidak bisa memberikan penjelasan.