IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
Apa hasilnya?



Mata Lucena membuat saat melihat isi dari kantong kresek yang diberikan Galen padanya. Mata Lucena beberapa kali mengerjap saking kagetnya dengan kelakuan suaminya setelah dirinya mengatakan terlambat datang bulan.


Galen, rupanya pergi ke apotik untuk membeli tespack setelah mendengar Lucena terlambat datang bulan. Galen takut jika nantinya Lucena hamil dan mereka berdua terlambat mengetahui dan berakibat buruk dengan kandungan Lucena. Jadilah dua pergi ke apotek untuk membeli tespack.


Selama bulan madu, Lucena memang tidak mengalami fase datang bulan sehingga setiap malam mereka melewati malam panas yang begitu bergairah. Galen selalu mengeluarkan amunisinya di dalam karena berpikir jika Lucena menggunakan KB. Namun nyatanya, istrinya sudah tidak memakai KB sejak dua bulan yang lalu.


" Ayo.. Cepat kau periksa di kamar mandi.. Jika kau hamil, kita langsung ke rumah sakit.. " Galen menggandeng Lucena dan langsung membawanya naik ke lantai dua, kamar mereka untuk segera memeriksa apakah Lucena hamil atau tidak.


" Len.. Belum tentu kan aku hamil.. Lagipula terlambat datang bulan itu, aku sudah sering mengalaminya.. Jadi belum tentu aku hamil.. " Protes Lucena. Dia tidak ingin jika ternyata hasilnya negatif dan Galen akan kecewa.


" Nggak apa.. Periksa aja.. Setidaknya kalau tidak ya... Kita bisa bicarakan lagi masalah punya momongan. Jika benar kau hamil, kita bisa melakukan semua persiapan untuk kehamilan mu.. " Galen kekeh.


" Memakai tespact itu paling akurat kalau digunakan di air seni pertama saat pagi.. Ini sudah malam, Galen.. "


" Nggak apa.. Aku beli yang terbaik jadi mau cek kapan saja bisa. Enggak perlu nunggu besok pagi.. "


Lelah protes tapi tidak didengarkan oleh suaminya, Lucena pun akhirnya pasrah saja ditarik suaminya memasuki kamar mandi di kamar mereka. Percuma juga jika Lucena menolak ini semua karena Galen tidak akan pernah mendengarkan ucapannya.


Lucena paham, mungkin Galen tidak ingin mengulang kejadian saat Lucena hamil pertama kali terulang. Tapi tetap saja, menurut Lucena tingkah Galen ini sangat tidak wajar dan berlebihan.


" Ya Tuhan.. Dia benar-benar sudah gila, kenapa beli tespack sampai sebanyak ini.. " Lucena menggeleng kan kepala tidak percaya jika Galen membeli satu box tespact dengan merk yang sama dan itu memang tespact dengan keakuratan paling tinggi.


" Memangnya dia pengen aku hamil berapa kali sampai beli sebanyak ini.. Benar-benar pria satu ini.. " Lucena jadi gemas sendiri dengan tingkah suaminya.


Tidak ingin membuat tespact ini mubazir, Lucena pun hanya mengambil lima buah saja dan langsung memasukan kelima tespact itu pada wadah kecil yang sudah berisi urin miliknya. Lima menit kemudian, hasilnya sudah keluar dan Lucena membawa ke lima tespack itu keluar tanpa melihat hasilnya terlebih dahulu.


Lucena sebenarnya merasa gugup karena berbagai spekulasi di pikirannya tentang kehamilan keduanya ini. Jika benar dia hamil, maka anaknya kali ini adalah bukti cintanya dengan Galen. Sesuatu yang dia dan Galen nantikan sejak awal pernikahan mereka. Akan tetapi, Lucena takut saja kecewa jika hasilnya tidak sesuai harapannya dan Galen.


" Len.. Dengarkan aku ya.. " Galen menatap sang istri dengan wajah yang memancarkan binar kebahagiaan, semakin membuat Lucena cemas karena hal itu.


" Apa? " Tanya Galen karena sudah beberapa waktu berlalu, tapi istrinya masih tetap diam.


" Kalau ternyata hasilnya negatif.. Aku mohon kamu jangan kecewa ya.. " Ujar Lucena.


" Hm.. Kita tinggal lebih giat lagi aja proses pembuatannya.. " Mata Lucena melotot mendengar suaminya berucap hal sensitif seperti ini dengan sangat santai.


Dengan mata tertutup tidak terlalu rapat, Galen dan Lucena mengintip hasil dari kelima tespack yang sudah digunakan Lucena. Dan hasilnya, membuat mereka meluruhkan bahu dengan wajah yang sulit diprediksi, apa yang tengah mereka pikiran.


**********


Keesokan harinya, Galen dan Lucena bangun lebih pagi dan melewatkan sarapan karena ingin pergi ke suatu tempat. Tingkah aneh putra dan menantunya ini berhasil menarik perhatian mommy Noura yang sedang berada di teras menikmati teh di pagi yang indah ini.


Merasa tidak lagi bisa menahan rasa penasarannya, mommy Noura pun akhirnya memanggil putra dan menantunya untuk ditanyai.


" Kalian mau kemana pagi-pagi begini? Nggak sarapan dulu? " Tanya mommy Noura yang menghentikan langkah dua orang yang hendak meninggalkan mansion.


" Kami mau pergi ke suatu tempat mom.. Untuk sarapan nya kamu akan sarapan di jalan saja.. Kebetulan ada masalah penting yang musti kami segera selesaikan.. " Galen yang menjawab.


" Urusan penting apa? " Alis mommy Noura berkerut lantaran penasaran.


" Nanti ya mom.. Kami janji akan menjelaskan, tapi nanti setelah kami mengurus masalah ini.. " Kali ini Lucena yang menjawab.


" Baiklah.. Hati-hati di jalan ya, dan jangan sampai lupa sarapan.. " Ucapan mommy Noura di angguk oleh putra dan menantunya.


Galen lekas mengendari mobil sport miliknya keluar dari mansion. Tujuan mereka kali ini adalah tempat yang paling sering dikunjungi oleh orang-orang baik dari kalangan biasa sampai yang paling kaya sekalipun, pasti pernah ke tempat ini. Kebetulan semalam Galen sudah membuat janji dengan orang yang akan dia temui dan mereka pun membuat janji di pagi hari sebelum tempat itu ramai pengunjung.


Galen dan Lucena kini duduk di depan seorang perempuan yang menatap pasangan de Niels ini dengan senyum menawannya. Perempuan ini bernama Dr. Elianor yang merupakan dokter kandungan di JN HOSPITAL. Galen dan Lucena ingin bertanya-tanya seputar kehamilan dan hasil tes urine Lucena kemarin yang membingungkan untuk mereka berdua.


" Boleh saya lihat tes kehamilan yang Anda maksud semalam, tuan muda? " Dr. Elianor meminta izin untuk memeriksa tespack yang digunakan Lucena semalam.


" Menurut anda.. Apakah dengan hasil seperti itu... Bisa dikatakan jika saya hamil? " Tanya Lucena. Dia sudah harap-harap cemas dari semalam.


" Sebentar ya, nyonya muda.. Saya melihatnya.. " Dr. Elianor memeriksa kelima tespack yang digunakan oleh Lucena semalam.


Galen dan Lucena menatap Dr. Elianor tanpa sedikit pun berani mengalihkan pandangan mereka. Kedua orang ini mengamati baik-baik setiap gerak gerik Dr. Elianor guna mencari jawaban dari perilaku dokter kandungan terbaik di JN HOSPITAL INI.


Saat Dr. Elianor sudah selesai memeriksa tespack dan kemudian menatap Galen dan Lucena seolah sudah bisa mengatakan situasi yang sebenarnya. Galen dan Lucena langsung menahan nafas karena gugup dan tegang bercampur menjadi satu. Jantung keduanya berdetak sangat cepat, dua kali lebih cepat dari biasanya.


" Dari kelima tespack ini bisa saya simpulkan.... " Dr. Elianor menjeda ucapannya.