IMPERFECT WOMEN WITH YOU

IMPERFECT WOMEN WITH YOU
pertemuan tidak terduga



Tidak semua orang bisa dengan lapang dada menerima masa lalu dari pasangan. Itupun juga Lucena termasuk di dalam jajaran orang-orang yang sulit menerima masa lalu pasangannya, meski semuanya tidak seperti kelihatannya. Memikirkan bahwa ada wanita lain yang pernah bersama suaminya. Pernah tinggal satu atap dan menjalani hari-hari bersama, bahkan tiga tahun lamanya. Siapa wanita yang bisa menerima dengan ikhlas


Masa lalu Galen selalu menjadi momok tersendiri untuk Lucena. Melihat dan mendengar tentang hal itu, selalu sukses membuat Lucena panas hati. Tapi, apakah ini bisa dikatakan sial, karena masa lalu dari suaminya, kini berdiri di depannya bersama anak dan suaminya yang sekarang. Harus apakah Lucena.


" Nyonya Lucena.. Bisa kita bicara sebentar? Anggap saja, agar kedatangan saya jauh-jauh ke Roma, tidak sia-sia.. " Ucap Angela.


" Kita ngobrol di depan sana saja.. Di seberang jalan, ada cafe yang ramah untuk anak-anak.. " Lucena pun menyanggupi. Bukankah, untuk bisa bahagia, dia harus berdamai dengan masa lalu, meski itu bukan masa lalunya.


Angela sendiri, datang ke Roma setelah mendapatkan kabar tentang rumah tangga Galen dari mommy Noura. Jujur saja, Angela merasa bersalah, meski sebenarnya itu bukan kesalahannya. Hanya saja, sebagai sama-sama wanita, Angela tahu bagaimana perasaan Lucena. Bukankah dia juga mengalami hal sama, karena Ryo, suaminya ini juga seorang duda ketika menikah dengan nya.


Lucena menatap bagaimana keluarga kecil di depannya ini terlihat sangat harmonis. Terbesit impian kecil di dalam hatinya, untuk bisa seperti itu suatu hari nanti bersama dengan anak-anaknya dan Galen. Meski, untuk sekarang ini, Lucena ragu untuk memiliki impian seperti itu. Mengingat bagaimana dirinya yang sekarang ini, bersanding dengan Galen saja, Lucena sudah merasa insecure.


" Apa yang ingin kamu bicarakan? " Tanya Lucena to the point.


" Ehm.. Aku tunggu kamu di sana aja ya, Yang.. " Ryo pamit membawa Bumi, dengan tujuan memberikan waktu untuk Lucena dan Angela bicara empat mata.


" Begini nyonya.. Sebelumnya saya... "


" Jangan panggil nyonya.. Dan jangan bicara seformal itu dengan ku.. Panggil saja sesuai kamu memanggil suami ku.. " Ucap Lucena menginterupsi ucapan Angela. Lucena juga menekankan kata Suami ku agar Angela menyadari siapa dirinya.


" Apakah tidak apa? " Tanya Angela ragu.


" Bukankah lucu, jika kau memanggil suami ku ' kakak ' , lalu memanggil ku nyonya? Panggil saja kak Luce, karena jujur saja, aku ingin punya adik perempuan yang manis, tapi Tuhan berkehendak lain.. Aku justru punya adik laki-laki yang menyebalkan.. " Keduanya lalu terkekeh geli.


Memang tidak salah kata orang-orang pada umumnya, wanita kalau sudah disatukan, mau ada konflik apapun, lama-lama juga akan baik dengan sendirinya. Sifat mereka sama, cenderung suka bergosip dan curhat kehidupan masing-masing, membuat hampir semua wanita cocok satu sama lainnya.


" Mungkin terlambat jika aku... " Lucena mengangguk saat melihat wajah canggung Angela saat bicara santai dengannya.


" Mungkin aku terlambat menjelaskan tentang hubungan ku dengan Kak Galen, sehingga kak Luce sering kali salah paham.. Dan juga.. Ehm.. Cemburu.. Wajar kok kak.. Aku juga sering cemburu kalau mengingat masa lalu mas Ryo dulu.. Dia juga.. Duda, sebelum menikah dengan ku.. " Cerita Angela.


" Apa? Jadi... Kamu.. Dan.. Dia..." Lucena melihat ke arah Angela dan Ryo secara bergantian. Kemudian pandangannya jatuh pada sosok anak kecil berusia sekitar delapan tahun itu.


" Apa yang sebenarnya terjadi? " Tanya Lucena yang sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada hubungan antara Galen dan Angela delapan tahun yang lalu.


Dengan penuh semangat, Angela menceritakan dari awal dirinya bersama dengan Ryo, hingga akhirnya bisa menikah dengan Galen. Kisah balik kehidupan yang bagi Angela adalah masa tersulit dalam hidupnya, tapi karena adanya Galen. Justru itu membuatnya bisa melalui semuanya dengan baik.


" Aku dan mas Ryo dulunya adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Saking cintanya, kami berakhir melakukan hubungan suami istri hingga aku hamil Bumi.. Namun, yang terjadi selanjutnya justru membuat kami harus terpisah. Kak Ryo adalah manager keuangan di AD company milik mommy kak Galen. Saat itu, adalah masalah kesalahan laporan keuangan dan semua kesalahan dilimpahkan pada mas Ryo.. " Angela menatap sang suami sejenak. Tersenyum, karena dia juga melihat senyum suaminya yang selalu menghangatkan hatinya.


" Untuk menyelamatkan mas Ryo dari jerat hukum.. Dia terpaksa menikah dengan direktur keuangan, yang ternyata sudah mengincar mas Ryo sejak pertama kali mas Ryo kerja di perusahaan itu. Namun, aku dan mas Ryo diam-diam masih sering berhubungan, tidak jarang mas Ryo mengatakan ada tugas keluar kota, tapi justru menginap di kontrakan ku.. "


" Namun sayangnya, lama-lama bau busuk yang kami tutupi, tercium oleh istrinya. Dan istrinya yang memiliki kuasa di kota itu, memburu ku sabar hendak membunuhku.. Saat itu, kak Galen lah yang menyelamatkan aku.. Kak.. Untuk kelanjutannya kakak pasti sudah tahu kan? " Angela tersenyum menatap Lucena.


" Hm.. Kau memintanya untuk menikahi mu dengan mengatakan bahwa anak yang kau kandung, adalah milik Galen. Begitu kan? " Angela mengangguk.


Lucena kini tahu cerita yang selama ini hanya dia dengar versi Galen saja. Itu pun, tidak semua Galen ceritakan karena mungkin, Galen tidak ingin mengumbar aib orang lain yang mana disini adalah rahasia Angela dan Ryo. Coba saja Lucena tahu cerita ini dari awal, pastinya dia tidak akan cemburu pada Angela. Dasar si Galen saja, cerita setengah-setengah, hingga membuatnya salah paham dengan Angela.


" Kakak mau tahu, cerita yang lebih seru lagi.. Jujur saja saat itu aku berpikir hal yang ekstrem tentang kak Galen.. " Ujar Angela semangat.


" Apa? Hal ekstrem apa? " Lucena sudah ketar ketir.


" Hahahahaha.. Selama kami menikah, meski pernah tidur seranjang dan juga tinggal satu atap. Selama tiga tahun itu, kak Galen tidak pernah meminta haknya.. Padahal aku pikir, aku akan tetap memberikan jika kak Galen meminta. Anggap saja balas dendam pada Mas Ryo yang juga berhubungan intim dengan istrinya saat itu.. " Cerita Angela.


" Benarkah? Bagaimana bisa? Kamu menarik, tidak mungkin Galen tidak selera.. " Lucena kaget. Jujur saja, dia tidak menyangka Galen bisa menahan hasrat selama itu.


" Aku pikir kak Galen belok, maksudnya.. Ya begitu.. Tidak suka wanita.. Hehehehehe... Tapi saat kami sudah bercerai, dia mengatakan alasan tidak pernah menyentuh ku.. Dan itu semua.. Karena diri mu, kak Luce.. "


" Kak.. Kalau boleh tahu, kenapa kau tidak pernah meminta hak mu, saat kita menikah? Padahal, pernikahan kita sah dimata negara dan agama.. Apa aku tidak menarik di mata mu? Atau kau belok? "


" Hahahahahaha.. Bukan seperti itu.. Kau menarik, hanya saja aku tidak tertarik karena... Bagaimana ya, aku memiliki hati yang harus aku jaga.. Yang mana, jika dia tahu aku sudah pernah menikah.. Pasti dia akan menangis sampai satu bulan lamanya.. Apalagi kalau dia tahu aku telah menyentuh wanita lain, bisa-bisa dia tidak lagi mau bertemu dengan ku.. "